Ketika Habib Menyembunyikan Amal

BILA Anda berkunjung ke Solo pada akhir Desember ini, Anda akan menyaksikan ramainya orang di sekitar jalan Gurawan, Pasar Kliwon. Berpusat di Masjid Riyadh, yang berada di selatan keraton Solo itu, ribuan orang datang dari berbagai kota, guna menghadiri peringatan wafatnya (khaul) Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, ulama kenamaan asal Hadhramaut, Yaman, yang menulis kitab maulid Nabi SAW berjudul Simtud-Dhirar.

Artikel ini aslinya dimuat dalam Kompas.Com, 31 Desember 2018 (klik di sini).

Tak jauh dari situ, dahulu bermukim habib Muhammad bin Abdullah Alaydrus, yang namanya dikenal luas di Solo. Banyak tamu datang ke rumahnya setiap hari, pagi sampai malam. Mereka selalu dijamu makan minum; tamu dari luar kota sering menginap di kediamannya, seberang RS Kustati, di kota batik itu. Muhammad Alaydrus sengaja membangun semacam paviliun kecil di bagian depan rumahnya,lengkap dengan kamar mandi, yang khusus diperuntukkan bagi para tetamu yang menginap. Kediamannya berlokasi di Jalan Kapten Mulyadi, seberang agak ke selatan RS Kustati.

Suasana Khaul Hb Ali Alhabsyi -Solo
Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Ke-107 1440 | 29 Desember 2018. (Tangkapan layar Youtube/Majelis Ar-Raudhah)

Continue reading Ketika Habib Menyembunyikan Amal

Ketika Al-Shugairi Keliling Eropa

Wartawan Arab Ahmad Al-Shugairi, punya program televisi yang menarik berjudul “Khawatir” di stasiun TV Aram. Ia sering keliling dunia.

eu-map-european-union-jpeg-ver-rlc-06-10-13
European Union: 28 negara

 

 

 

 

 

Beberapa tahun silam Al-Shugairi keliling Eropa, dan berhasil menunjukkan banyak pelajaran yang menarik — khususnya yang terkait dengan nilai-nilai Islam, termasuk ‘persaudaraan sesama Muslim’.

Shugairi 3
Ahmad Al-Shugairi
Ahmad Al-Shugairi lahir di Jeddah, Saudi Arabia. Setelah lulus dari SMA, ia pindah ke AS, tempat ia meraih B.A. dalam Management Systems, dan MBA dari California State University-Long Beach.  Pada tahun 1996, ia kembali ke Arab Saudi, dan mulai bekerja pada bisnis ayahnya. Shugairi  dikenal sebagai aktivis dan media figure dari Saudi. Ia sangat populer dengan program TV-nya Khawatir , yang berlangsung dari 2005 hingga 2015. Dikenal kritis, Shugairi tergolong orang yang amat populer di Media Sosial, dengan  17,7 jutaan followers di Twitter (pada 18 November 2017).
Salah seorang tokoh yang dikenal di negara-negara Arab (sebuah majalah di UAE pernah menempatkannya sebagai ‘salah seorang pemuda yang paling berpengaruh’), pada 2015 Shugairi pernah meraih penghargaan ‘Sheikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum Knowledge Award‘ (penguasa Dubai) senilai US$ 1 juta. Memulai karirnya pada 2002, dalam program TV, Yalla Shabab, dan program lain di kanal MBC yang merupakan kisah menarik perjalannya bersama Syekh Hamzah Yusuf “A Travel with Shiekh Hamza Yusuf”.
Hamza Yusuf
Hamza Yusuf di Forum Ekonomi Dunia
Hamza Yusuf sendiri merupakan icon Muslim AS yang piawai. Pendiri Zaytuna College, ia adalah tokoh utama studi Islam klasik di AS.  Sebagai penasihat di Pusat Studi Islam pada the Graduate Theological Union in Berkeley, Hamza Yusuf dikenal gencar mempromosikan ilmu-pengetahuan Islami dan metodologi pembelajaran Islam klasik di seluruh dunia. Penasihat pada Center for Islamic Studies di Berkeley, ia juga “One Nation”-nya George Russell. Bersama Ali Lakhani , Nihad Awad, Habib Ali Al-Jufri dan sejumlah tokoh Muslim dunia lainnya, Hamza Yusuf merupakan Salah seorang penandatangan A Common Word Between Us and You, sebuah surat terbuka dari pemikir Islam kepada para pemimpin Nasrani dunia untuk mengedepankan sikap damai dan saling pengertian. Media Inggris  The Guardian menulis bahwa “Hamza Yusuf adalah sarjana Muslim paling berpengaruh di Barat, sedangkan majalah The New Yorker magazine menyatakan bahwa Hamza Yusuf “barangkali merupakan sarjana Muslim paling berpengeruh di Dunia Barat”.

Dalam tayangan program itu, Shugairi menunjukkan betapa negara-negara Eropa telah ‘memberikan pelajaran’ kepada kita tentang nikmatnya persatuan dan saling-pengertian. (Klik videonya di sini).

Belajar Bersatu dari Eropa… 

Continue reading Ketika Al-Shugairi Keliling Eropa

Ketika Burger Digebukin

Apa yang Anda lakukan kalau melihat ada anak yang di-bully teman-temannya? Sebagian orang mungkin diam saja, tidak tahu mau ngapain. Tapi sebagian yang lain barangkali akan tergerak untuk membela anak yang dibulli itu.

Anak lucu anti bully
Kalau kamu mau membulli teman saya, kamu harus menghadapi saya lebih dulu… 

Perkara perundungan (bullying) sering terjadi di depan kita — dan lazimnya yang jadi korban adalah anak-anak, baik SD, SMP atau pun SMA. Pelaku bisa saja kakak kelasnya, atau seseorang yang tidak dikenalnya, yang angkuh dan merasa jagoan.

 

 

 

Diperkirakan di seluruh dunia ada sekitar 30 % siswa sekolah dibulli setiap tahunnya.

Iklan Layanan Masyarakat (Public Service Announcement — alias PSA) yang dibuat Burger King ini menarik sekali. Dengan judul “Bullying Jr” (junior), Burger King merekayasa adegan bullying dua kali: pertama pada siswa sekolah SMP (High School Junior), dan kedua terhadap Whopper Jr (sejenis burger yang dikhususkan untuk anak atau remaja, alias junior). Mereka hendak melihat mana dari dua bullying itu yang mendapatkan complaint (reaksi keberatan atau protes) dari para pengunjung restoran cepat saji itu.

Hasilnya, 95 % customer menunjukkan keberatan pada burger (Whopper Jr) yang digebukin (dibulli), dan hanya 12 % customer yang peduli dan membela sang siswa SMP yang dibulli.

Bullying
Drakula menghisap darah; begitu pula anak-anak yang tak beradab.  Ayo bersama-sama hentikan bullying.

Dalam PSA anti-bullying itu, mereka menunjukkan bahwa kebanyakan pembeli akan protes bila burger yang disajikan kepadanya hancur akibat digebuki (dibulli) lebih dulu; tetapi dalam iklan itu tampak bahwa para pembeli tadi ‘diam’ saja saat melihat ada anak yang ‘digebuki’ oleh sang pelaku perundungan (yang dalam iklan itu menggunakan aktor).

Jelas ini sebuah cara kampanye yang menarik. Silakan simak iklan tersebut di YouTube ini (sekitar 2 menitan):

 

Bullying memang bukan cuma terjadi secara fisik. Selain secara fisik, setidaknya ada tiga macam bullying lain, yakni emosional (kadang disebut relational), verbal, dan (yang berkembang belakangan ini) cyber bulling melalui Internet (baca di sini).

Bullying n Bulls
Biarkan kerbau (bull) saja yang melakukan bullying — sedang kita, jadilah manusia.

 

Masalahnya dengan bullying itu tidak berhenti saat seorang anak dibulli. Sekitar 15 prosen remaja yang dibulli saat berusia 13 akan menderita depresi ketika ia menginjak umur 18 tahun (baca ini). Berbagai akibat buruk lain juga terjadi, seperti perasaan kesepian, dan kecemasan (anxiety).

Dan repotnya, penderita depresi itu merupakan kelompok yang kadang melakukan bunuh diri. Dengan kata lain, seorang anak yang dibulli sekarang, dapat membawa akibat buruknya selama hidup — dan para pelaku bullying itu tidak menyadari hal itu.

anti-bullying-quotes-09
Perundungan sering menyebabkan depresi; dan depresi mengakibatkan bunuh diri. Apa kamu (pelaku bullying) mau disebut pembunuh?

Cyber Bullying: Perundungan juga terjadi di dunia Internet. Menurut data UNICEF, 2014, setidaknya satu dari enam siswa (15 %) kelas 9 sampai 12 di dunia mengalami perundungan secara elektronik setiap tahunnya. Kunjungi situs ini jika Anda ingin ikut mencegah bullying (maaf, tulisannya masih dalam bahasa Inggris).

Baca juga tentang ‘Kekuatan Kata’ di artikel berikut (klik di sini).

 

 

 

Pengin Bahagia? Optimislah!

Kehidupan kita sekarang rasanya menyesakkan dada. Puluhan kasus korupsi, geng motor, pembunuhan, perkosaan, radikalisme atas nama agama, peristiwa Mesuji dan Bima, perseteruan dalam partai politik, dan banyak lainnya, membuat hati kecut.

Banyak orang lantas menjadi pesimis, seolah tidak ada lagi harapan dan masa depan. Banyak orang jadi apatis – sehingga tak heran bila banyak yang lebih memilih ‘golput’ pada pemilihan kepala daerah.

Tulisan lain tentang KEBAHAGIAAN: klik di sini.

Padahal, tidakkah seharusnya semangat optimisme mesti terus dipompa dan ditularkan? Saat bicara di kantor, di kendaraan, di caf atau warung kopi, tidakkah sebaiknya kita juga melihat banyak hal dari sisi positif, ketimbang hanya dari sudut pandang yang negatif?

Optimisme: kunci sukses dan bahagia

Banyak yang menganjurkan agar orang bicara optimisme – melihat gelas ‘setengah penuh’, ketimbang hanya melihatnya sebagai ‘setengah kosong’. Continue reading Pengin Bahagia? Optimislah!

PRASANGKA

Tentang PRASANGKA

“Prasangka” buruk adalah penilaian negatif terhadap sesuatu kelompok atau individu yg dilakukan sejak awal dan terus berlanjut walaupun faktanya tdk sesuai dgn penilaian tersebut…

Gordon W. Allport dalam ‘The Nature of Prejudice’ menyatakan bahwa prasangka merupakan pernyataan yang hanya didasarkan pada suka dan tidak suka, mendukung dan tidak mendukung, hingga pandangan yang emosional dan bersifat negatif terhadap individu atau kelompok tertentu.

Dalam pergaulan kita sering menyebut ada dua sangkaan, atau “dhonn”:

الضن

Husnu-dhonn (sangka baik), atau Su’u-dhonn (sangka buruk).

Tapi biasanya yg dimaksud ‘prasangka’ adalah yg “negatif” itu.

حسن الضن او سؤ الضن

Karenanya, prasangka merupakan salah satu “rintangan” komunikasi, atau “hambatan” bagi hubungan antar sesama; karena orang yang berprasangka belum apa-apa sudah curiga kepada orang lain.

Dalam prasangka (negatif), emosi memaksa kita untuk menarik kesimpulan atas dasar syakwasangka tsb, tanpa menggunakan pikiran dan pandangan secara objektif.

Karena itulah, sekali dicekam prasangka (negatif), maka seseorang tidak akan dapat berpikir objektif dan segala apa yang dilihatnya akan dinilai secara negatif…

🍀💐🌺

Imam Ali bin Abithalib As

“Saat engkau berbuat baik pd orang lain, sesungguhnya engkau sedang menyempurnakan harumnya kepribadian, kehormatan serta nama baikmu sendiri..

*Jadi jangan menunggu org lain berterimakasih padamu, sedang kamu tidak berbuat, kecuali pada dirimu sendiri.”

 

 

Kekuatan Media Sosial

Benarkah media sosial bakal makin penting saat pemilu tahun 2014 mendatang? Boleh jadi. Bisa jadi pula, media konvensional seperti koran, televisi dan radio, tetap menjadi andalan para politisi untuk berkampanye saat itu.

Sekarang kita belum tahu pasti.Yang jelas, belakangan ini media sosial itu terasa kian berperan, khususnya setelah muncul pernyataan presiden awal Oktober lalu yang menyebut soal media baru itu dalam kasus KPK vs Polri. Barangkali inner circle SBY memang memonitor apa yang dibicarakan orang di media sosial. Boleh jadi mereka mendengar kicauan ramai di Twitter, salah satu microblogging paling riuh di Indonesia ini. Saat terjadi kericuhan mengenai isu pelemahan KPK itu, ratusan ribu atau jutaan pengguna Twitter menggalang aksi dukungan bagi KPK.

Save KPK : berkat media sosial

Para tokoh antikorupsi seperti Usman Hamid (Kontras), Illiandeta (dari ICW) dan Anita Wahid saling bahumembahumenggalangkekuatan bersama tokoh lain seperti Fadjroel Rachman, Anies Baswedan, Alissa Wahid, dan banyak lain-lainnya. Dari Twitter, kegiatan yang mereka lakukan merambah ke tempat lain. Di antara yang mereka lakukan, misalnya @hamid_usman menggalang kekuatan melalui situs change.org-nya,dan @Illiandeta menjadi salah satu motor pengerah massa ke depan gedung KPK dan bundaran HI. Continue reading Kekuatan Media Sosial

Mencari Suami

Alkisah, sebuah department store menjual calon suami baru diresmikan. Baru sampai di sini, si Kiwir tertawa ngakak:” huahaha…ada-ada saja. Toko jualan calon suami…”

Serasi sampai kakek-nenek: lelaki seperti apa yang ideal sebagai suami?

Benar. Menjual lelaki, calon pengantin pria. Bangunannya mewah, bertingkat enam. Segera sesudah dibuka, toko itu diserbu kaum wanita. (Mungkin karena sekarang ini lebih sulit cari calon suami ketimbang calon isteri, kaleee?)

Di situ para wanita single dapat memilih calon suami yg diinginkannya. Di setiap pintu, pada tiap lantai, terpampang instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main dan segala info bagi para calon pembeli.

Tulisan ini diilhami catatan teman saya Si Wie yang pernah menulis di Facebook-nya . Karena ada makna yang menarik di dalamnya, saya menggubah lelucon ini agar sedikit lebih seru.

Continue reading Mencari Suami

Ketika Ikan-ikan Ngumpul

Mengenang tsunami Aceh 26 Desember 2004, baiklah kita doakan ratusan ribu korban yang telah meninggal: semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka dan memasukkan mereka dalam surga-Nya. Doa yang sama buat orang tua dan guru-guru kita, serta kita sendiri. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Tulisan di bawah ini juga saya unggah kembali — karena mengaitkannya dengan bencana hebat yang menewaskan lebih dari 230 ribu tujuh tahun lalu itu.

 

Ikan-ikan kumpul. Bukan, mereka tidak sedang arisan, sebab tidak semua mereka ikan perempuan, tapi ada banyak ikan laki-laki juga… maka kecil kemungkinan mereka ngariung untuk arisan… 🙂

Kakap, Salmon, Tuna, Piranha, Ekor Kuning dan ribuan teman-teman mereka sedang prihatin. Mereka merenung tentang diri mereka, tentang air, tentang lautan. Tentang alam…

Hari itu, 26 Desember – persis dua hari sesudah ulang tahun air laut menggunung, dan tsunami memporak-porandakan Aceh dan sekitarnya, 24 Desember 2004. Lebih 200 ribu orang meninggal atau hilang. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun…

Hari itu para ikan di Samudera Indonesia kumpul di hadapan pemimpin mereka, Presiden SBA. (Jangan berpikir ‘neko-neko’, SBA itu bukan salah ketik atau bermaksud memplesetkan singkatan lain, maksudnya Syafiq Basri Assegaff,yang nulis catatan ini … )

Ikan-ikan itu berkata,”Wahai Presiden SBA, kami bermaksud menghadap lautan. Bukankah karena ia kami berada dan tanpa ia kami tidak akan ada? Tolong, Pak, tunjukkan kepada kami arahnya, dan ajari kami jalan untuk menuju dan mencapai lautan. Sudah lama kami mendengarnya, tapi tidak mengenalnya. Kami tidak tahu di mana tempatnya, dan ke mana arah mencarinya.”

Continue reading Ketika Ikan-ikan Ngumpul

Memuaskan Bos atau Karyawan?

Syafiq Basri Assegaff.

Tulisan asli dapat dibaca di Inilah.Com, 15 Desember 2011.

Ini adalah tentang komunikasi di tempat Anda bekerja. Tentang komunikasi internal. Boleh jadi Anda akan mengaitkannya dengan organisasi semacam PSSI, yang pelatihnya, Rahmad Darmawan, belum lama ini mengundurkan diri.

Kalau pun begitu, mungkin Anda tidak keliru. Sebab tampaknya komunikasi internal memang merupakan kunci penting keberhasilan setiap organisasi.

Dengan kata lain, sesungguhnya komunikasi di dalam lembaga, sekolah, perusahaan atau organisasi apa pun, adalah sedemikian penting bila manajemen ingin punya reputasi dan unjuk kerja (performance) yang tinggi.

Bahkan juga di perusahaan media, tempat yang lazimnya punya suasana amat demokratis, komunikasi antara wartawan dan pimpinan juga mesti dipupuk dengan baik.

Ini perlu digaris bawahi, sebab pengamatan sejauh ini menunjukkan adanya kekuatiran di kalangan wartawan sendiri bahwa komunikasi di kantor mereka masih perlu ditingkatkan. Itu yang pertama.

Kedua, berhubung kini perusahaan media tumbuh makin semarak, maka otomatis masalah komunikasi yang sehat di dalam perusahaan media juga makin harus diperhatikan. Jangan sampai orang-orang yang bekerja di lembaga yang menjadi salah satu pilar demokrasi itu terganggu atau lupa pada perlunya suasana komunikasi yang sehat dan terbuka. Continue reading Memuaskan Bos atau Karyawan?

Di Mana Wajah Tuhan?

Alkisah, serombongan pendeta datang ke Madinah. Mereka bertanya kepada Khalifah Abu Bakar tentang Nabi saww dan Kitab yang dibawanya – Al-Qur’an.

Abubakar berkata,”Betul, telah datang kepada kami Nabi kami dan ia membawa Kitab suci.”

Lalu terjadi dialog berikut:

+ Adakah dalam Kitab Suci itu disebut wajah Allah?
– Betul.
+ Apa tafsirnya?
– Ini pertanyaan yang terlarang dalam agama kami. Nabi saw tidak menjelaskannya kepada kami.

Para pendeta itu tertawa sambil berkata,”Demi Allah. Nabi kamu itu hanya pendusta belaka. Dan kitab sucimu itu hanyalah kepalsuan dan kebohongan saja.”

Ketika keluar dari situ, Salman Al-Farisi mengajak mereka menemui Imam Ali bin Abithalib a.s., ‘pintu kota’ ilmunya Nabi saw.

Kepadanya, para pendeta mengajukan pertanyaan yang sama.

Ali lalu berkata,”Aku akan menjawabnya dengan demontrasi, tidak dengan ucapan.”
Lalu ayah Imam Hasan dan Husain a.s. itu memerintahkan agar dikumpulkan kayu bakar dan ia pun membakarnya.

Api menyala-nyala dari unggun kayu bakar.

Continue reading Di Mana Wajah Tuhan?

Foto Cheetah dan Impala ini Bikin Kesal Pemotretnya

Kisah tentang impala (kadang disebut secara keliru sebagai rusa) itu didistorsi banyak orang, juga di Indonesia, menjadi cerita palsu. Dan membuat pemotretnya marah.

Story of excellent picture that makes the photographer, Alison Buttigieg, felt pissed off. Read the news here, and in Buttigieg’s Facebook page (see below).

Dalam foto itu, tampak seekor impala yang sedang dikeroyok cheetah. Peristiwa itu terjadi di Kenya, September 2013. Pemotretnya, wanita cantik asal Finlandia, Alison Buttigieg. [Silakan buka foto-foto Alison di situs National Geographic di sini.]

Also check Alison’s pictures in the National Geographic website (click here).

Alison jadi sangat kesal karena keterangan foto yang dibuatnya diubah orang menjadi kabar bohong (fake news) di Media Sosial. Di antara cerita yang beredar dikatakan bahwa, ‘ibu impala yang bermata tenang saat diserang cheetah itu, adalah karena ia sengaja ‘mengorbankan dirinya’, ketika ia berusaha mengelabui cheetah-cheetah yang menyerangnya dengan tenang, demi menyelamatkan anak-anaknya (agar tidak dimakan cheetah).’ Dengan kata lain, kisah bernuansa sensasionalism itu menunjukkan bahwa seolah-olah impala itu hendak mengalihkan perhatian para cheetah, agar tidak memakan anak-anak impala.

Kisah sebenarnya ada di blog Alison, yang antara lain mengatakan bahwa: “ibu cheetah yang bernama Narasha sebenarnya sedang mengajari anak-anaknya (bagaimana) cara berburu mangsa.” (Selengkapnya ada di blog Alison).

Dalam sekuens sembilan foto, semua kejadian di Maasai Mara, Kenya, itu terekam secara apik oleh lensa Alison.

pict 6 - ketika Impala tegar dikeroyok cheetah - credit photo - Alison Buttigieg.jpg
Foto ke-6 yang mencengangkan, ketika impala dikeroyok keluarga cheetah. Credit: Alison Buttigieg.

Yang paling menarik adalah bahwa ekspresi wajah impala itu, khususnya pada foto ke-6 (di atas) yang sangat mencengangkan. Ia tampak shock sehingga seolah lumpuh dalam ketakutan. Tegar ia berdiri, dan matanya tampak tajam, tanpa tanda ingin menyelamatkan diri.

Saat Impala terjebak kawanan cheetah - credit photo Alison Buttigieg.jpg
Saat impala telah ‘terjebak’. Credit: Alison Buttigieg.

Ini sebuah contoh lain, betapa informasi palsu mudah sekali beredar di Media Sosial. Jadi, berhati-hatilah pada semua berita dan informasi yang Anda terima, dan jangan mudah menyebarkannya.

Di bawah adalah tulisan Alison di Facebook-nya, yang menunjukkan betapa kesalnya ia terhadap penyalahgunaan foto-foto itu:

This is what Alison wrote in her Facebook page, on 13 February 2017: 

My Stranglehold photo went viral with a completely ridiculous fake story accompanying it, and implications I fell into depression after I took it (seriously who comes up with this crap?!?) – not to mention the gross copyright violations. Sensationalism at its best – complete fiction so that people get more likes on their page. The photo with the fake story has been shared hundreds of thousands of times on various social media. I am getting inundated by hundreds and hundreds of messages asking me whether I am the “depressed photographer”. I have been tagged in LinkedIn with the fake story – that’s going to do wonders for my career. What a vile world we live in, full of stupid gullible people spreading #fakenews like crazy.

To set the record straight the real story can be found here:http://www.alisonbuttigieg.com/cheetahkill/

Beda Mentari dan Rembulan dalam Qur’an

Ketika Allah menyifati Rembulan (qamar), Dia menyebutnya dgn “Muniiran” atau yang “Memantulkan Cahaya”. Dan ketika Allah menyebut sifat Matahari, ia dikatakan sebagai Siraajan wahhaajan, atau “Sinar yang menerangi”.

WhatsApp Image 2018-07-29 at 12.10.24 (2)

Tapi ketika Allah menyebutkan sifat Nabi saw, beliau (Rasulullah saw) digambarkan sebagai memiliki gabungan keduanya: Siraajan dan Muniiran.

Siraaj atau Siraajan, bagai matahari (sinar yg menerangi), dan sekaligus Muniiran bagai rembulan (yang memantulkan cahaya).

Penggabungan kedua sifat itu merefleksikan sifat Jamaliyah (keindahan) dan Jalaliyah (kedigdayaan) Allah SWT.

Maka sempurnalah Dhiya‘ (pantulan sinar) itu oleh adanya Nuur (cahaya), sehingga teranglah seluruh alam semesta.

Mari bersolawat kepada beliau, karena ia (Rasulullah saw) merupakan cahaya yg memberi petunjuk…(‘Nuur Al_Huda‘).

Allahumma solliy ‘alaa Sayidina Muhammad wa’alaa aali Sayidina Muhammad.

Ketika Jiwa Menangis

Dalam sebuah syairnya yang indah, khalifah ke-4, Ali bin Abithalib ra, menggambarkan bagaimana jiwa seseorang harus beramal untuk Hari Kemudian dengan “meninggalkan kecintaan pada dunia”.
Dalam video 2 menitan berikut ini, syair itu terdengar indah sekali. Saya coba menerjemahkannya. Semoga bermanfaat.

Jiwa menangisi dunia, padahal ia sudah mengerti tentangnya,
Bahwa kebahagiaan di dalamnya dicapai dengan meninggalkannya,
Tiada tempat tinggal bagi siapa pun setelah maut memisahkannya daripadanya (dari dunia itu),
Kecuali tempat yang ia siapkan sebelum kematiannya,
Dan jika membangunnya dengan kebaikan, di sanalah ia kelak menikmatinya…

النفسُ تبكي على الدنيا وقد علمت
The Soul Cries over this world and yet acknowledges,

أن السعادة فيها ترك ما فيــها
that the happiness within it is to abandon what is within it.

لا دارٌ للمرءِ بعد الموت يسكُنها
There is no house for the individual to live in after death,

إلا التي كانَ قبـل الموتِ بانيـها
except for the one that he built before his death.

فإن بناها بخير طاب مسكنُه
And if he built it with goodness, pleasing his settlement will become,

Mutiara Imam Ali as Continue reading Ketika Jiwa Menangis

Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan

Berikut ini sebuah doa pendek (sekitar tiga menit) yang biasa dilantunkan keluarga Nabi saw pada malam 10 terakhir bulan Ramadhan. (Maaf, artinya masih dalam bahasa Inggris):

 

بسم الله الرحمن الرحيم

In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful.

اللهم صلي على محمد وأل محمد

O Allah, bless Muhammad and the family of Muhammad.

اللهم إنك قلت في كتابك المُنزل

O Allah, You have said in Your revealed book,

شهر رمضان الذي انزل فيه القرءان

the month of Ramadhan, in which the Qur’an was sent

هدى للناس وبينات من الهُدى والفرقان

a guidance for men, and a clear sign of guidance and distinction (2:185).

فعظمت حُرمة شهر رمضان

So You have magnified the sanctity of the month of Ramadhan,

بما انزلت فيه من القرءان

by revealing the Qur’an in it.

وخصصته بليلة القدر

And You have made it special by placing the night of Qadr in it,

وجعلتها خيراً من ألف شهر

and making it better than a thousand months.

 

Al-Qur'an - diperkirakan dari abad 8 atau 9 -Mekah atau Madinah
Lembaran Al-Qur’an – diperkirakan dari abad 8 atau 9 -Mekah atau Madinah
اللهم وهذه أيام شهر رمضان قد انقضت
O Allah, and now the days of Ramadhan are nearing completion,

 

ولياليه قد تصرمت
and the nights are leaving us.

 

وفد صرت يا إلهي منه إلى ما أنت اعلم به مني
And You know better than me what status I have reached in this month,

 

واحصى لعدده من الخلق أجمعين
for You alone can calculate it from all of creation.

 

فأسئلك بما سئلك به ملائكتك المقربون
So I ask You by, what the angels close to You have asked

 

وأنبيائك المرسلون
that your sent Prophets,

 

وعبادك الصالحون
and Your virtuous servants, have asked.

 

أن تُصلي على محمد وأل محمد
That You bless Muhammad and his family,

 

وأن تفُك رقبتي من النار
and save me from the fire,

 

وتُدخلني الجنة برحمتك
and make me enter Heaven, by Your mercy.

 

وأن تتفضل عليّ بعفوك وكرمك
Favour me by Your forgiveness and grace,

 

وتتقبل تقربي
accept my seeking nearness to You,

 

وتستجيب دُعائي
and answer my prayer.

 

وتمُن عليّ بالأمن يوم الخوف
Grant me security on the day of fear,

 

من كل هول اعددته ليوم القيامة
from every horror You have prepared for the Day of Judgement.

 

إلهي وأعوذ بوجهك الكريم
My God, I seek refuge with Your gracious self,

 

وبجلالك العظيم
and Your mighty power, from (such a state)

 

أن ينقضى أيام شهر رمضان ولياليه
that the days and nights of Ramadhan reach completion,

 

ولك قبلي تبعة أو ذنب تؤاخذني به
and there still remains a sin on me,that You will account me for,

 

أو خطيئة تريد أن تقتصها مني لم تغفرها لي
or a mistake that You have not forgiven me.

Continue reading Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan

A Note to Terrorists in Ramadhan

A Note to Terrorists: When Fasting, Do You Remember Islam Says to Harm No One?

My daughter recently asked me: Do terrorists fast, Dad? Did the Sept. 11 suicide bombers fast?  I didn’t know what to say, but the 16-year-old went on: “And what would that fasting mean, when they kill innocent citizens without any justified reason, whereas Muslims all over the world understand that they must not harm anyone?

Fair enough, I think. Even outside the fasting month of Ramadan, Muslims are taught to be always sensitive, tolerant and forgiving, and to never harm an innocent being, let alone a human being. Islam teaches us that even when we slaughter an animal, we should minimize the suffering. For example, an animal should be given water prior to its slaughter and it should be done swiftly with a very sharp knife.

This (my) article has been published in the Jakarta Globe newspaper last August 2010. With a little retouch and pictures, I am publishing it again this Ramadhan.  Oh by the way, I can assure you that it is still relevant.
Meski sudah lama, kolom opini saya (dalam bahasa Inggris) yang dimuat di Jakarta Globe ini masih relevan untuk dibaca kapan pun, khususnya pada bulan suci Ramadhan ini. Saya memuatnya kembali, dengan sedikit sentuhan dan tambahan beberapa gambar.

But the terrorists might have a different understanding, based on their interpretation of the word “jihad” — which lately has been rendered into a scary term. We remember the terror of 9/11. US foreign policy in Muslim countries did not justify the loss of lives in the attack. This is not what Islam teaches.

 

Bom-bunuh-diri di gereja Surabaya
Terror in Surabaya on 13 May 2018, just two days prior to fasting month of Ramadhan (read the news here)

Consider the wartime instructions of the Prophet Muhammad: He clearly forbade the killing of children, the elderly, women and all noncombatants or civilians. Those who lost their lives in the World Trade Center towers and in the planes were all civilians, some of them Muslims.  Continue reading A Note to Terrorists in Ramadhan

Membahas Isu Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta