RSS

Category Archives: Sejarah

Gila, 20 Juta Muslimin Kumpul di Irak

Sambungan dari tulisan sebelumnya (klik di sini).

Bukan. Ini bukan pengerahan umat untuk perang. Ini adalah ‘demonstrasi damai’ yang diikuti puluhan juta muslimin, demi penghormatan mereka kepada seorang cucu Nabi Muhammad saw, Al-Husain (as). Ini adalah Peringatan “Arba’in”.

Peringatan-peringatan Arba’in setiap 20 Safar dihadiri berjuta kaum Muslimin sedunia, baik Syiah atau pun Sunni, dan bahkan juga pengikut agama Nasrani yang terkesan pada perjuangan Imam Husain. (Lihat misalnya buku yang ditulis penganut Nasrani Syria, Antoine Bara, “Imam Hussein in Christian Ideology.”) Lazimnya para peziarah berjalan kaki berhari-hari dari berbagai kota seperti Najaf, Basra, Bagdad atau lainnya.

Ziarah Arba’in telah berlangsung sejak tahun 61 H, 40 hari setelah peristiwa gugurnya Imam Husain (as) sebagai syahid pada 10 Muharram tahun yang sama. Menurut sejarah, di antara yang pertama melakukan ziarah ke Karbala ketika itu adalah seorang sahabat utama Nabi saw, Jabir bin Abdullah Al-Ansori, yang datang bersama Atiyya bin Sa’d.

Kini, peziarah dari luar negeri pun banyak yang memulai perjalanan mereka dari ibukota Irak (Bagdad), atau kota suci Najaf. Bahkan tidak sedikit yang datang berjalan kaki dari Pakistan, India, Iran, Turki, atau negara lain yang berbatasan dengan Irak. Tahun 2017 ini diperkirakan jumlahnya mencapai 30-an juta, meski sementara media mengurangi jumlahnya menjadi 20-an juta.

Tahun 2014 silam, sebagaimana disampaikan penyiar televisi CCTV America (dalam video) ini, diperkirakan 17 jutaan orang hadir pada Arba’in tahun itu: 

 

Read the rest of this entry »

Advertisements
 

Waah…Inilah ‘Demo’ Terbesar di Dunia

Mengapa banyak yang tidak tahu bahwa ada 20 juta lebih umat Islam berkumpul, seolah ‘demo’, pada setiap 20 Safar? Sebab berita baik seperti itu tidak menarik bagi media ‘anti Islam’. Sebab mereka menganggap, kejadian yang punya ‘nilai berita’ tinggi hanyalah kejadian teror, kekerasan dan kejadian negatif lain. 

Pelantikan (inagurasi) Presiden Barack Obama (20 January 2009), sebagai presiden AS kulit hitam pertama (presiden AS ke-44) dihadiri 1,8 juta orang, Perkawinan Prince William dan Catherine Middleton (29 April 2011) dihadiri dua juta orang: satu juta berkumpul di London, dan sejuta lainnya di luar istana Buckingham. 

Obama setelah menang pemilu: 1,8 juta orang

Obama setelah menang pemilu: 1,8 juta orang

Kedua peristiwa yang ditayangkan oleh media massa secara gegap gempita ke seluruh dunia itu memang jarang terjadi. Itulah dua di antara gathering besar di dunia, ketika jutaan orang berkumpul bersama-sama  secara damai. Tapi mengapakah ketika lebih dari 20 juta orang berkumpul, sebagai ‘demo’ (gathering) rakyat terbesar di dunia, kurang mendapat perhatian dari media dunia?

Ini cerita mengenai hal itu.

Peristiwa berkumpulnya manusia sebanyak itu terjadi setiap tanggal 20 Safar, dan dikenal dengan Arba’in (arbaeen) — yakni peringatan 40 hari (terhitung dari Hari Asyura, 10 Muharram), ketika cucu baginda Nabi saw, Al-Husain (as) bin Ali bin Abithalib (as) gugur sebagai syahid pada Asyura 61 H (bertepatan dengan 10 Oktober 680 M) di Karbala, bagian kekuasaan Bani Umayyah di Mesopotamia. Usia Al-Husain (as) saat itu adalah 55 tahun.

Sejarah mencatat bahwa, belum pernah ada lebih dari 20 juta orang berkumpul bersama secara damai seperti yang terjadi saat peringatan Arba’in itu. Dari tahun ke tahun, jumlah mereka terus meningkat. [Baca juga Wikipedia mengenai ‘Daftar Kumpulan Manusia Terbanyak di Dunia’ (List of Largest Peaceful Gatherings)].

Tahun 2017 ini diperkirakan jumlah mereka lebih dari 30 juta orang. Koran AS, The Washington Post (AS) menulis jumlah peziarah yang datang ke Karbala (80-an km di selatan Bagdad) pada 9 November 2017 lalu berjumlah 13 juta, tapi banyak media yang mengatakan jumlah mereka mencapai hingga 40-an juta.

Saksikan video prosesi Arba’in 2017 lalu (sekitar 2 menit):

Menurut Sayed Mahdi al-Modarresi (di The Huffington Post), seharusnya Arba’in tercatat dalam buku Guinness Book of World Records dalam berbagai kategori. “Selain merupakan kumpulan manusia terbesar di dunia, di situ juga ada barisan sediaan makanan terpanjang, kelompok relawan terbesar yang berkumpul untuk melayani sebuah event, dan jumlah terbanyak manusia yang mendapatkan makanan secara gratis — semuanya di bawah ancaman munculnya bom bunuh diri,” tulisnya pada tahun 2014 lalu, sebagaimana dikutip oleh harian Independent, Inggris.

Arbain pada 21 November 2016 lalu, sebagaimana dilaporkan media Euronews melalui video 55 detik berikut ini:

 

Dalam memeringati Arba’in, biasanya para peziarah berjalan kaki sejauh 90-an km dari Najaf ke Karbala. Di sepanjang perjalanan itu mereka mendapatkan sejumlah layanan dari para relawan, mulai dari makan dan minuman gratis, pengobatan, hingga pijat.  Ratusan ribu penduduk lokal di sepanjang perjalanan itu berebutan ingin melayani ‘para tamu Al-Husain’, demi mendapatkan doa dan berkah dari Tuhan, karena Husain (sebagaimana dikatakan dalam hadis Nabi saw) adalah ‘Penghulu Pemuda Surga’. Bagi mereka yang lelah, penduduk juga menyediakan rumah mereka untuk dipakai istirahat — juga secara cuma-cuma.
Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , ,

Eh, Ternyata Ada 8 Mazhab Islam

Apa mazhab yang Anda anut dalam beragama? Apakah ia termasuk satu di antara delapan (8) aliran (atau mazhab) yang diakui ulama sedunia?

Awalnya dulu terdapat banyak mazhab dalam Islam, yang baru muncul setelah masa Tabi’in, sekitar abad ke-2 Hijriah. (Masa “Tabi’in” itu adalah era sesudah zaman “Sahabat”, ketika Muslimin hidup di tengah Nabi SAW. Sesudah Tabi’in adalah masa Tabi’it-Tabi’in). Kini mayoritas Muslimin di dunia, termasuk di Indonesia, mengikuti mazhab besar Sunni, atau biasa disebut dengan ‘Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah’ dan disingkat ‘Aswaja’. Di dalam ‘rumah besar’ Sunni itu awalnya dulu terdapat belasan mazhab, tetapi hanya empat yang berlanjut (sustainable) berkat besarnya dukungan pengikut yang mengembangkannya, dan kekuatan politik di tempat mazhab-mazhab itu berada dan kemudian menyebarluaskannya. Sedangkan aliran lainnya tidak sempat berkembang, dan kemudian sirna.

Penyebaran mazhab di dunia

Mazhab-mazhab utama dalam Islam di Dunia

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Beginilah Percakapan Para Habib

Tradisi sehari-hari di kalangan habib sering menjadi contoh bagaimana sikap sangka baik (husnu-dzan) dan toleransi menjadi kunci dakwah yang efektif.

Habib atau jamaknya ‘habaib’ adalah komunitas Arab yang mempunyai garis keturunan dari Nabi Muhammad saw. Kata ini hanya populer di tengah mereka yang berasal dari Hadramaut, sebuah provinsi di bagian selatan Yaman. Sementara para keturunan Nabi saw lain yang bukan berasal dari Hadramaut lazimnya disebut dengan kata ‘sayyid’ atau ‘syed’ atau ‘syarif’, bukan dengan kata “habib“.

Tulisan menarik ini merupakan karya Ustadz Husein Muhammad Alkaff. Jarang ada yang membahas masalah ini, ringan tetapi sangat menarik.  Oh ya, saya mengeditnya sedikit dan menambahkan foto dan ilustrasi di dalamnya, guna lebih menghibur pembaca.
Foto banyak habaib

Sebagian auliya habaib yang terkenal di Nusantara.

Secara umum para habib masih mempertahankan tradisi keagamaan para leluhur mereka. Dalam urusan ritual, mereka mengikuti ‘Thariqah Alawiyah (Tarekat Alawiyah) yang sudah mapan dan ajek. Mereka , misalnya, melazimkan membaca ‘Ratib’, baik ‘Ratib al-Haddâd’, atau pun ‘Ratib al-Attâs’. Selain itu, ada pula ‘Ratib al-‘Aydrûs ‘.  Biasanya para habib dan jamaahnya melantunkan bacaan Ratib setiap bakda solat Magrib.

Ada pula beberapa kebiasaan lain, seperti membaca ‘al-Wird al-Latif’ setelah solat Subuh; ‘Maulid Nabi’ SAW (dari kitab ‘Simth al Durar’ tulisan Habib Ali Al-Habsyi, dan ‘Al-Dibai’) setiap malam Jum’at ; lalu ‘Burdah al-Bushiri’ seminggu sekali, dan sebagainya. Amalan-amalan itu mereka jalankan secara turun temurun, baik sendiri maupun berjamaah.

Lazimnya, dalam acara Maulid para jamaah berzikir, di antaranya membaca solawat pada Nabi SAW, mengenang dan menyampaikan sejarah keteladanan Nabi yang mulia itu.  Tidak ada kejelekan di dalamnya, melainkan justru ucapan-ucapan kebaikan dan ajakan untuk mencontoh akhlak Nabi SAW.

Thariqah Alawiyah dicetuskan oleh Imam Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqaddam (574-653H), kakek moyang para habaib di Indonesia dan Yaman, lalu dirumuskan secara apik dan final oleh Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad (1044-1132 H) dalam dua karyanya; al Nashâih al Diniyyah dan Risâlah al Muâ’wanah. Rujukan utama Thariqah ini dalam bidang tasawwuf adalah kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, karya monumental Imam Abu Hamid al-Ghazzâli (450-505 H), ulama kelahiran Persia (Iran sekarang), dan dalam bidang fiqih adalah Imam Muhammad bin Idris al-Syafi’i atau dikenal dengan sebutan Imam Syafii (150-204 H). Sedangkan dalam bidang aqidah-teologi adalah Abu Hasan al-Asy’ari (260- 324 H).

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Siapa Sahabat Nabi? Video Nakhshawani

Sudah sering kita membaca (atau mendengar) tuduhan bahwa kalangan Muslimin mazhab Syiah tidak menghormati Sahabat Nabi SAW. Benarkah demikian?  Benarkah bahwa kaum Syiah menghina ‘bintang-bintang’ utama yang menjadi petunjuk Islam yang harus diikuti umat Muslim itu?

Ulama muda Syiah kenamaan, Sayed Ammar Nakshawani, menjelaskan itu semua. Menurut Nakshawani, definisi ‘Sahabat’ hendaknya disandarkan kepada apa yang ditulis oleh Al-Qur’an.

nakhshawani

Sayid Nakhshawani

Itu sebabnya ia mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, yakni Surat Al-Fath 18, Al-Fath 29, Surat 9 (At-Taubah) ayat 100 (tentang sahabat yang berhijrah, Muhajirin dan Anshar), yang dilanjutkan dengan Surat 9 ayat 101 (mengenai para munafik di Madinah), Surat 48 ayat 18 (ayat Baiatur- Ridwan) yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriah, dan lainnya. Selain itu, di bagian lain ia menjelaskan tentang kaum Murji’ah pada abad awal sejarah Islam, dan mengutip Hadis Bukhari dan Muslim mengenai Telaga Kaustar, serta merujuk pada Ilmu Rijal Hadis dalam literatur.

Selengkapnya, silakan saksikan videonya yang dilengkapi teks Bahasa Indonesia (sepanjang sekitar 56 menit) ini:

 

Simak dulu video di atas, kemudian Anda bisa membaca yang di bawah ini:

Di serial videonya yang lain, Sayid Nakshawani menjelaskan berbagai hal. Satu di antaranya, ia menerangkan mengenai ISIS, pembakaran umat Kristen di Yaman yang dirujuk dalam Surat Al-Buruj (Al-Quran) dan ramalan Nabi SAW mengenai ISIS, tanda-tanda Kiamat dan kemunculan Imam Mahdi. Di antara ciri-ciri ISIS (yang pada zaman dulu diwakili kelompok Khawarij) sebagaimana digambarkan Nabi SAW (dan termaktub dalam kitab Hadis Sunni) itu adalah:

nakhshawani-2

  • Mereka solat pada malam hari dan puasa di siang hari,
  • Sangat pandai membaca Al-Quran, tapi bacaan itu hanya sampai di tenggorokan mereka;
  • Agama terlepas dari diri mereka seperti anak panah yang meluncur dari busurnya.
  • Mereka menamai diri mereka dengan kuniyah (julukan, seperti Abu Ini, Abu Itu, dan sebagainya),
  • Menggunakan surname (nama belakang) dengan nama kota asal mereka (seperti Al-Baghdadi, yang berasal dari Baghdad, dan sebagainya).
  • Mereka memanjangkan janggut dan rambut mereka.

Sekitar 27 tahun setelah itu, Imam Ali as memerangi kelompok Khawarij (yang mirip ISIS) ini dalam Perang Nahrawan, satu di antara tiga perang yang terjadi pada zaman beliau.

Saksikan videonya di bawah ini:

 

Dalam lanjutan video ini, Nakshawani menerangkan mengenai dua pemikir penting dalam literatur, yakni Ibn Taimiyah dan Ibn -Al-Qayim. Buku Ibn Taimiyah dicetak besar-besaran di negara Wahhabi Arab Saudi, dan diajarkan di berbagai negara di dunia.

Simak apa yang dijelaskan Sayed Ammar Nakshawani di video (15 menitan) ini:

 

 

60 Hadis Keutamaan Keluarga Nabi saw – Bag. 1

Memasuki bulan Rabiul Awwal ini, baiklah kita unggah kembali beberapa tulisan yang berkaitan dengan kecintaan dan pemuliaan Nabi SAW dan keluarganya. Ini satu di antaranya, sebuah tulisan yang pernah kita tayangkan beberapa bulan yang lalu.

60 Hadits Keutamaan Ahlul Bayt, dari karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi

Allah berfirman : ” Sesungguhnya telah datang seorang Rasul dari kaum ( golongan )-kalian sendiri, berat serasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagi kalian, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang Mu’min (QS.9:128)”. Dan firman Allah : “Boleh jadi kamu (Muhammad Saww) akan menyengsarakan dirimu sendiri karena mereka tidak beriman (QS.26:3).
Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Apa dan Siapa Ahlul Bait ?

Frasa “Ahlul Bait” dari segi bahasa adalah ‘Al Qorib wal ‘Asyirah‘ yaitu keluarga terdekat. Dalam istilah bahasa Inggris, selain kata family, ia sering diterjemahkan dengan house-hold.

Pengertian Ahlul Bait (atau Ahlul Bayt) Nabi secara umum adalah seluruh keluarga dekat beliau, termasuk paman, bibi, anak, anak paman dan bibi serta anak cucu beliau. Pengertian itu telah dipergunakan oleh orang-orang sejak awal sejarah Islam hingga sekarang. Pengertian frasa ‘Ahlul Bayt’ bisa memiliki  beberapa pengertian yang berbeda, tergantung dari sudut mana kita melihatnya.

Lihat juga video tentang perintah Rasulullah SAW untuk mencintai keluarga (Ahlul Bait)-nya, yang dilanggar oleh Bani Umayyah ini: https://youtu.be/307vFTNCVXg

Sedangkan pengertian Ahlul Bayt secara sya’riat adalah  Sayidina Ali (kwh), Siti Fatimah (ra), dan kedua putra Fatimah, Al- Hasan (ra) dan Al-Husain ra. Pembatasan pengertian hanya kepada mereka itu, didasarkan pada dalil-dalil kontekstual yang cukup tegas dan jelas, di antaranya ayat At- Tathir yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah (SWT) berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian Wahai Ahlul Bayt dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.” [Qur’an Surat.33:33].

Read the rest of this entry »

 

Memang Nabi Punya Keluarga?

Al-Quran dan Keluarga Nabi

Saya merasa ada yang aneh dengan umat ini. Dalam banyak ceramah dan pengajian, kita jarang mendengar ulama menceritakan tentang keluarga Nabi SAW. Seolah Rasul terakhir itu hidup seorang diri, tidak punya keluarga, tidak punya anak atau cucu, dan hanya memiliki sejumlah sahabat.

ahlul_bayt-perahu-nuh

Hadis Nabi SAW: “Ahlil-Baitku ibarat perahu Nabi Nuh; siapa yang naik ke atasnya akan selamat; dan yang tinggal (tidak menumpanginya) dimasukkan Neraka.”

 

Rupanya sikap itu menggejala akibat kekurangtahuan, atau gara-gara terbatasnya buku (sumber) bacaan yang menceritakan mengenai keluarga Nabi itu. Atau, lebih tepat seperti yang dikatakan kawan saya, “mungkin sekali memang ada upaya dari ‘kaki-tangan Bani Umayyah’, yang memusuhi keluarga Nabi SAW, untuk membatasi, bahkan melarang, pembahasan mengenai keluarga Nabi SAW, atau lebih gawat lagi, memelintir, mereduksi dan mempolitisir konsep kecintaan itu sebagai ‘bukan ajaran Ahlus-Sunnah‘ atau, lebih gawat lagi, ‘bukan dari Islam’.Read the rest of this entry »