Tag Archives: Anies Baswedan

Semobil dan Ngobrol bareng Anies

Hujan deras menggerojok. Langit tumpah. Di luar rencana, akhirnya saya harus ikut di mobil Anies Baswedan agar bisa ngobrol dengannya. Sabtu malam akhir Februari lalu itu Jakarta kuyup. Basah. Dan tak kunjung reda. Tetapi perjalanan dengan Anies membuat saya lupa pada apa yang terjadi di luar mobil. Seperti biasa, bincang-bincang dengan pendiri gerakan ‘Indonesia Mengajar‘ itu Anies selalu mengasyikkan – pengetahuan dan wawasannya dalam berbagai hal sungguh memukau.

Anies kunjungi wilayah banjir - saat Jkta husan - foto Viva
Anies saat mengunjungi wilayah yang banjir di Cipinang-Melayu, Jakarta Timur (Foto: Viva.co.id)
Tulisan ini aslinya telah ditayangkan dalam media berikut (klik di sini), dan ini sekedar pemberitahuan untuk Anda membacanya di tautan tersebut. Continue reading Semobil dan Ngobrol bareng Anies

5 Terobosan Anies-Sandi

Kita tahu, bahwa hasil hitung-cepat  Pilkada DKI 15 Februari 2017 lalu pasangan Anies-Sandi berhasil masuk ke putaran kedua. Maka, tepat kiranya untuk membaca kembali tulisan ini. Artikel yang aslinya dimuat di seword pada 11 Februari 2017 silam itu sengaja saya edit seperlunya, termasuk menambahkan beberapa tautan (link) dan foto-foto, agar lebih mencerahkan pembaca.  Selamat menikmati.
pengunjung-yang-masif-pada-kampanye-anies-sandi
Pengunjung yang masif pada kampanye Anies-Sandi

Ini memang tentang Anies dan Sandi. Jika Anda gak suka pada keduanya, silakan baca tulisan lain saja, bukan yang ini.

Yang jelas, menurut pengamatan media, seusai debat ketiga Jumat malam 9 Februari 2017 lalu, nama Pasangan Calon (paslon) 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tampak makin moncer. Juga di Media Sosial. Terbukti pada Sabtu dini hari pasca debat, tiga trending topic yang sempat mencuat di antaranya adalah #Paslon 3, #Pak Anies, dan #Oke Oce. Lewat debat itu, mereka berdua berhasil meyakinkan publik sebagai sepasang Gubernur dan Wagub DKI yang paling piawai untuk jadi pemimpin.

Pada 11 Februari dini hari itu nama Sandiaga Uno juga sempat mencuat sebagai trending di Google Search untuk Indonesia, mencapai lebih dari 10 ribu kali pencarian. Sementara itu, di Tiwtter, hingga Sabtu 11 Februari jam 17.00 pidato penutupan (closing statement) Anies di debat itu juga digaungkanulang (retweet) oleh lebih 893 kali dan mendapat like dari 1005 orang (klik di sini).

Catatan: Ternyata hasil hitung-cepat pada 15 Februari sore membuktikan bahwa minat kepada keduanya memuncak. Terbukti, pasangan Anies-Sandi memperoleh suara yang hanya sedikit di bawah pasangan Ahok-Djarot (paslon 2).

Kita yakin, di antara yang mendongkrak nama Anies dan Sandi itu adalah berbagai program mereka, yang sebagiannya sempat dibahas pada debat Jumat malam itu. Nah, di antara program yang inovatif dan bisa menohok paslon lain adalah:

  • Program melibatkan masyarakat Jakarta. Sebagaimana dikatakan Anies dalam debat dan berbagai kesempatan kampanye, untuk mengurus Jakarta, termasuk dalam dalam mengelola masalah perempuan, anak dan penyandang disabilitas, tim Anies-Sandi akan melibatkan masyarakat luas.
anies-kampanye-di-kampung-nelayan-tolak-reklamasi
Anies, ditemani isteri, kampanye di perkampungan nelayan: tegas menolak reklamasi.

Continue reading 5 Terobosan Anies-Sandi

Tips agar Anak Gemar Membaca

Satu hal yang sering dikeluhkan para orangtua adalah sulitnya mendidik anak agar gemar membaca. Jangankan menggemarinya, punya minat membaca saja sulit. Tapi, ada contoh singkat yang dialami Anies Baswedan, saat dia masih di SD, yang dapat memberi inspirasi bagi para orangtua.

 

Antara Membaca dan Bersepeda

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Anies rutin main ke perpustakaan Kedaulatan Rakyat (KR), di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta.  “Saya memang sering ke perpustakaan KR,” kenang Anies. Namun ternyata, dia tidak ingat apakah saat itu dirinya sudah memiliki minat membaca.

Justru saya senang kalau ke perpustakaan KR karena boleh naik sepeda,” tuturnya sambil tertawa.

Anies mengungkapkan bahwa dia hanya diperbolehkan menggunakan sepeda jika bertandang ke perpustakaan KR. Kegemaran naik sepeda ini yang kemudian membuat Anies berkenalan dengan buku dan perpustakaan.

Bila tidak sedang bersepeda menuju perpustakaan KR, dia dan saudaranya hanya bermain di lingkungan sekitar rumah yang saat itu masih bertempat di kawasan Jalan Kaliurang KM 5. “Itu cara unik orangtua saya meningkatkan minat baca,” ucapnya. Anies mengagumi kecerdikan orangtuanya karena dia mengingat betapa bahagia dirinya ketika boleh naik sepeda. Anies - Pilih Jalan Mendaki

Anies sendiri kerap mengambil rute terjauh, demi memuaskan hobinya bersepeda. “Saat itu, jalan sepeda dua arah sudah ada, tapi saya lebih milih lewat jalur lain biar bisa sambil jalan-jalan,” ujarnya terkekeh. “Dari pengalaman itu, saya juga jadi sering membaca buku. Kartu perpustakaan saya penuh dengan cap,” tambahnya lagi.

Dari cara orangtuanya mendidiknya, Anies memahami, tak selamanya mendidik anak harus dengan memaksa. Maksudnya, ketika orangtua memiliki tujuan A, jalan yang ditempuh bisa B, selama mencapai tujuan yang sama.

Cerita itu tertera dalam buku baru berjudul, “Anies: Tentang Anak Muda, Impian, dan Indonesia” (196 halaman), yang diterbitkan Noura Books, Desember 2016.

Puluhan kisah Anies yang lain dapat dibaca dalam buku itu.  Continue reading Tips agar Anak Gemar Membaca

Anies: Buatlah Sejarah, Bukan Cuma Membaca atau Menulis Sejarah

Sebagaimana Bung Karno, Bung Hatta, dan para Perintis Kemerdekaan dulu, anak muda sekarang juga adalah bagian bangsa yang terdidik. Oleh sebab itu, anak muda kini juga punya kesempatan yang sama untuk menorehkan sejarah di Republik ini. Belajarlah dengan keras, tuntas dan sepenuh hati.
Anies dan seorang siswa - Foto Kemendikbud
Anies dan seorang siswa – Foto Kemendikbud
Itu sebagian isi pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan RI di Lingkungan Kemdikbud. Dalam bagian lain pesannya, Anies mengatakan bahwa, di antara anak-anak muda sekarang itu, mereka nantinya akan menjadi guru, sastrawan, budayawan, wartawan, pengusaha, dosen, musisi, dokter, insinyur, hakim, politisi, gubernur, menteri, bahkan presiden atau peran-peran lain yang mungkin hari ini belum terbayangkan dan bahkan belum ada. Semuanya itu, menurut Anies, dimulai dari kerja keras di hari-hari ini, dari bangku kelas ini, dan dari kerja tuntas di sekolah. Tengoklah perjuangan gemilang menuju kemerdekaan 1945 dan perjalanan Republik selama 70 tahun ini.
“Ambillah hikmah dari sejarah, lalu tugas kalian berikutnya adalah membuat sejarah. Kalian adalah pemilik masa depan, jangan menunggu tapi tempalah kepribadianmu, kembangkan prestasimu, jalin persahabatan dengan teman-temanmu, hormatilah orang tuamu dan gurumu, jadikan mereka suluh hidupmu. Hari ini kalian merayakan 70 tahun Indonesia merdeka, harap dicamkan baik-baik bahwa saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan maka kalianlah yang akan memimpin dan mengelola perjalanan bangsa ini. Bergegaslah, bersiaplah dari sekarang. Bawalah Indonesia kita ini ke puncak-puncak kecemerlangan baru,” kata Anies.

 

Berikut ini pesan Mendikbud untuk dibacakan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan RI di Lingkungan Kemdikbud selengkapnya. 

Continue reading Anies: Buatlah Sejarah, Bukan Cuma Membaca atau Menulis Sejarah

Wah, Kini Ada Menteri yang Peduli Kebudayaan

Ada wartawan yang mengritik bahwa  Anies Baswedan​  kurang mengurusi perkara ‘kebudayaan’ negeri kita, dan hanya sibuk dengan ‘pendidikan’ melulu. Mungkin wartawan itu belum melakukan ‘check and recheck’, atau jangan-jangan ia jarang main ke Galeri Nasional, sehingga tidak tahu bahwa dalam tujuh bulan ini saja Mendikbud Anies sudah berkali-kali ke galeri itu; yang semuanya melulu urusan seni dan budaya. Anies juga ke Sangiran (Sragen), ke TIM, nonton wayang, diskusi dengan puluhan seniman dan budayawan, di Bali, di Bandung, dan di kantornya di Jakarta.
Selain itu, bahkan baru pada jaman Anies inilah ada program bernama ‘Belajar Bersama Maestro’ (BBM), yang mengumpulkan siswa-siswa berpotensi bidang seni untuk magang, nyantrik, pada maestro budaya selama masa liburan. Mereka bisa memilih magang (nyantrik) pada tokoh budaya ternama seperti Irawati Durban, Aditya Gumay, Purwacaraka, Gilang Ramadhan, I Nyoman Nuarta, Mang Udjo, dan Didik Nini Thowok.
Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.
Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.

Ada yang beda di Galeri Nasional, Jakarta. Suasana berbeda itu terasa, sejak Anies Baswedan berkali-kali berkunjung ke galeri itu. Continue reading Wah, Kini Ada Menteri yang Peduli Kebudayaan

3 Cara Berpikir

Beda Orang Besar dan Orang Kerdil

Bagaimana cara berpikir orang besar, tokoh dunia yang sukses, dibanding ‘orang kecil’?

Ini bukan tentang postur tubuh. Ini tentang pikiran, jiwa manusia. Bagaimana beda di antara mereka; orang besar, orang biasa dan orang kecil (kerdil)?

Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas”.

Artinya: “Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan”.

Anies Baswedan dan mantan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan; contoh orang dengan cara berpikir besar.
Anies Baswedan dan mantan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan; contoh orang dengan cara berpikir besar.

Akibatnya: PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP; PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN; dan PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI. Continue reading 3 Cara Berpikir

Anies Baswedan Menginspirasi melalui Twitter

Berita peluncuran buku lazimnya jarang mendapat perhatian media. Tapi peristiwa launching dan diskusi buku ‘Melampaui Mimpi Anies Baswedan @Twitterland’ Senin 3 Februari 2014 lalu, syukur alhamdulillah, berhasil memperoleh peliputan media secara cukup luas. Berikut di bawah ini beberapa media online yang memuatnya.
Anies diwawancara media seusai peluncuran buku ‘Melampaui Mimpi’, 3 Februari 2014.
“Anak muda memang minim pengalaman, maka ia tak menawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan.”
Itulah salah satu contoh kicauan (tweet) Anies Baswedan pada 28 Oktober 2012, yang dapat ditemukan pembaca dalam buku berjudul Melampaui Mimpi Anies Baswedan @Twitterland, yang di-retweet (atau digaungkan) sebanyak 651 kali, dan 97 orang menandainya sebagai favorit.
“Jarang ada kicauan tokoh yang digaungkan hingga ratusan kali begitu, apalagi karena saya tahu persis Anies tidak menyuruh ahli informasi teknologi untuk menggunakan ‘mesin pengganda’ seperti yang dilakukan sementara (oleh) tokoh untuk merekayasa konten media sosial mereka,” kata Syafiq Basri Assegaff, penulis buku tersebut, saat peluncuran di Jakarta, Senin (3/2/2014), seperti dikutip dari Antara. Continue reading Anies Baswedan Menginspirasi melalui Twitter