RSS

Category Archives: Internet & New Media

‘Aktivis Pemalas’ di Media Sosial

Belakangan ini di dunia cyberspace muncul sebuah fenomena baru, yakni ketika banyak kaum muda, khususnya yang disebut generasi millenial — yang suka memberi respon, komentar atau men-share ulang posting cause atau campaign secara daring —  ternyata tidak melakukan apa-apa secara offline di dunia nyata. Hal itu mereka lakukan, agar seolah-olah terkesan sebagai aktivis. Padahal sejatinya mereka hanya menjadi slack-tivist atau ‘aktivis pemalas’, sebab activist sejati biasanya benar-benar melakukan aktivitas nyata di lapangan (secara offline).

Tulisan aslinya dapat dilihat di Facebook: klik di sini.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 

29 Blog yang Menarik (Karya Mahasiswa)

Sejumlah mahasiswa ini membuat blog yang menarik. Ada yang bicara tentang Jakarta, ada pula yang membahas mengenai pariwisata di Indonesia, berbagai gerakan (anti rokok, menyelamatkan lingkungan), promosi museum, batik, dan sebagainya.

Gambar di atas diambil dari salah satu blog mengenai makanan Nusantara (klik di sini). 

Berikut ini daftar alamat tautan (link) ke-29 blog itu. Selamat menikmati:

Read the rest of this entry »

 

Kebohongan CNN di Bahrain

Sebuah tulisan yang dilengkapi video di The Guardian (Inggris) sempat membuat banyak orang terkejut. Artikel di media Inggris itu muncul pada tahun 2012 lalu, tapi tidak banyak yang mengutip atau menggaungkannya. Maklum saja, sebab tulisan itu mempermalukan raksasa media AS, CNN, yang dikenal sebagai salah satu media paling beken di dunia.

Seperti saya, Anda juga pasti kaget membacanya. Ternyata media sebesar CNN pun masih berlaku tidak etis, dan menyembunyikan berita (kebenaran) yang diliput wartawannya di Bahrain. Setidaknya, demikian yang dilaporkan Amber Lyon dari CNN.
Selain itu, menurut video yang ada di link ini, pemerintah Bahrain rupanya telah menggunakan konsultan PR untuk meredam agar berita tersebut tidak disiarkan.
Amber Lyon di CNN

Amber Lyon di CNN

Internal whistleblowing on CNN’s coverage of the Bahrain protests.

On September 5, 2012 with the help of journalist Glenn Greenwald, Lyon exposed that CNN International never aired her documentary, iRevolution, on the Bahrain uprising. In an article by Greenwald in The Guardian newspaper, Lyon accuses the network of censoring the documentary because the Bahrain regime is a paying customer at the network.

The article also exposes that the government of Bahrain, as well as other governments throughout the world, are paying CNN for special content casting their countries in a positive light.

On September 29, 2012, Lyon appeared on the Infowars program. She described her investigation of how the US ally Bahrain was committing human rights abuses, but said that CNN and the US government pressured her to suppress the news.[35] She said that Bahrain paid CNN for positive news coverage.[36] Lyon said that Kazakhstan and Georgia also paid for positive coverage by CNN.

In March 2013, a report from the state-run Syrian Arab News Agency said the “Slovak main news website” reported Lyon claiming to have received orders from CNN to report selectively and falsely in order to sway public opinion in favor of direct American aggression against Iran and Syria, and that this was common practice at CNN.

In October 2013, Lyon self-published a book: Peace, Love and Pepper Spray, a photographic essay of protests in the United States.

 

Amber Lyon: berita yang disembunyikan

Amber Lyon: berita yang disembunyikan

Video di bawah menunjukkan bahwa sejak tahun 2011, pemerintah Bahrain dibantu pemerintah negara lain, telah menyiksa dan membunuhi rakyatnya sendiri. Dan rakyat negeri itu, menurut laporan Amber Lyon, berusaha melakukan revolusi via Internet semaksimal mungkin.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , ,

Networking yang Bermanfaat ala Rene CC

Rene Suhardono adalah salah seorang pembicara publik yang dikagumi oleh Anies Baswedan. Sebaliknya, ia juga pengagum Anies.

Di antara tulisan Rene yang menarik di Kompas 10 Mei lalu adalah pesannya tentang pentingnya menjalin pertemanan yang tulus dalam “Networking”.

Networking menurut Rene adalah ‘connection economy‘. Semua aspek kehidupan kita sekarang ini bergerak atau digerakkan oleh orang-orang yang tekun, gigih dan terus menerus berstrategi dan secara aktif menentukan siapa saja yang ada di sekeliling mereka,  dan bagaimana membina hubungan baik dengan networknya.

Jika hendak mengambil manfaat terbesar dari networking, ini yg sebaiknya kita lakukan:

1. Speak up clearly and ask what matters. Jauhkan kendala utama membangun networking dengan selalu siap menyuarakan pendapat, cerita dan saling bertanya. Jangan takut bertanya, karena itu bukan tanda kelemahan.

2. Reach out for new people out of curiosity. Terlalu sempit jika waktu hanya dihabiskan oleh orang2 satu almamater, satu perusahaan, atau satu bidang saja. Buat rencana untuk mengenal atau dikenal oleh orang baru dengan latar belakang berbeda. Jika mentargetkan 1 orang baru dalam sepekan, maka dalam setahun akan ada 52 kenalan baru dalam hidup Anda.

image

3. Networking is about generosity. Artinya tidak boleh pelit.  Pertemanan bukan melulu soal transaksi; tidak hanya mengenai “Anda butuh apa, saya butuh apa.” Jika semangat pertemanan dibangun atas dasar kepedulian, masing2 individu akan berperan dalam pemenuhan misi hidup setiap orang yg ada dalam network tersebut.

Tidak ada seorang pun yg bisa mencapai apa pun tanpa dukungan, pertolongan dan dorongan orang2 lain. Kesabaran, ketekunan dan kegigihan membangun network akan berbanding lurus dgn proses tumbuh kembang diri. Kuncinya sincerity, bukan banyaknya kartu nama kenalan yang Anda simpan atau jumlah followers dan friends di Path, FB atau Twitter Anda.

☆★

 

Anies Baswedan: Jangan Cuma Mimpi

“Pemimpin itu harus tulus. Ketika dipuji dia tidak terbang, ketika dicaci dia tidak tumbang.”   (Anies Baswedan, Januari 2014).
Adakah kicauan di Twitter orang Indonesia mendapatkan retweet (RT) hingga di atas seribu? Rasanya, belum ada tweet yang menyaingi tweet Anies Baswedan di atas (yang dikutip akun @MataNajwa pada 1 Januari 2014) itu. Ia berhasil mencapai RT lebih dari 1.800 kali. Sementara ratusan tweets-nya yang lain juga selalu digaungkan ratusan kali. Tak heran jika nama Anies melejit. Dan kini ia menjadi calon presiden tanpa money politic.

Meraih mimpi itu baik tapi melampaui mimpi itu jauh lebih baik…

AZAN subuh belum lama berkumandang di Jakarta. Ahad pagi 1 Desember 2013 itu banyak orang masih terlelap. Gelap masih menggelayut di langit ibukota. Jalanan lengang. Anies Baswedan sudah meluncur dalam mobilnya menuju bandara Soekarno-Hatta, untuk bertugas ke Jawa Timur. Pagi itu, pada pukul 05.19,  Anies mengirim sebuah pesan di akun Twitter-nya:

 “Jakarta masih gelap. Menuju Surabaya. Selamat pagi semua, sebagian kita justru harus kerja di hari Minggu, selamat bertugas!” tulis Anies di akun Twitter-nya (@ aniesbaswedan).

Selain bahwa 1 Desember adalah Hari AIDS sedunia, nyaris tak ada kejadian yang istimewa pada hari Ahad itu. Tetapi kicauan (tweet) Anies tadi sudah bisa menarik puluhan orang hanya dalam hitungan menit. Sepanjang hari Ahad 1 Desember itu saja, kicauan tadi digaungkan (re-tweet, biasa disingkat RT, atau di-rekicaukan) oleh 58 orang, dan beberapa pengikut yang juga mem-favoritkannya. Mereka yang kenal dengan Twitter paham bahwa jarang ada kicauan, apalagi pada hari ketika banyak orang sedang beristirahat, yang digaungkan segitu banyak. Sejauh pengamatan penulis, banyak tokoh yang kita kenal sering ‘berkicau’ (nge-twit) di akun Twitter-nya, tetapi jarang kicauan mereka digaungkan sebanyak itu.

Meraih mimpi itu baik, tapi melampaui mimpi lebih baik lagi: Anies Baswedan

Meraih mimpi itu baik, tapi melampaui mimpi lebih baik lagi: Anies Baswedan

Tetapi Anies beda. Kicauannya di Twitter bukan saja banyak mendapat tanggapan dari pengikut (follower)-nya, tetapi juga amat sering digaungkan para pengikut itu. Bahkan banyak di antaranya digaungkan ratusan kali. Read the rest of this entry »

 

Tags:

Kalkulasi ROI di Media Sosial

Pada tulisan ‘Teman dan ROI di Media Sosial‘ di rubrik ini pekan lalu, kita mencatat bahwa teman di media sosial tidak kalah penting dengan rekan di kafe atau bar.

Semuanya menjadi faktor yang ikut menentukan ekuitas sebuah brand. Sebab komunitas yang saling berbagi kebersamaan, ya, teman-teman Anda itu, sikap dan perbincangan mereka akan memengaruhi nilai atau reputasi sebuah produk, jasa atau tokoh.

What Customers Say about You: Penting, makan perbincangan antar-teman di media sosial

What Customers Say about You: Penting, makan perbincangan antar-teman di media sosial

Di media sosial seperti Twitter, pertemuan dua orang teman pada satu ‘titik-temu’ (touchpoint) merupakan representasi sebuah nilai (value) bagi sang brand, yang bisa bernada positif, netral atau negatif.

Persis seperti ketika orang memilih merek makanan atau minuman di bar dan kaf, nilai itu mewakili ‘keunggulan’ atau ‘nilai’ sebuah brand (brand premium) yang akan dibayar kedua konsumen. Read the rest of this entry »

 

Teman, di Cafe dan Media Sosial

Apa rahasia kafe dan bar? Mengapa kita tidak keberatan membayar air mineral lima kali lipat dari harga di pasar swalayan? Kita membayar mahal agar bisa duduk bersama teman-teman.

Rahasia kafe, bar dan restoran adalah mereka mengkonversikan kualitas waktu kebersamaan kita dengan uang kontan. Mirip dengan kafe atau bar, media sosial adalah tempat teman saling bertemu.

Teman dan ROI di Media Sosial

Beberapa program media sosial yang terbaik bisa mengubah ‘tempo’, atau ‘lamanya waktu yang diberikan konsumen untuk bersosialisasi’ (consumer’s social time) menjadi nilai atau mutu brand (brand premium), sehingga mendukung penciptaan ‘laba atas investasi’ (alias return on investment, ROI) yang lebih tinggi – jauh melebihi perolehan berkat iklan di TV.Lamanya waktu bersama teman atau keluarga sangat berarti bagi kita, sehingga layak kita bayar mahal. Perhatikan betapa biaya yang kita keluarkan untuk mereka itu berkait erat dengan lamanya tempo kerja kita.

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,