Tag Archives: Twitter

Wah, Kini Ada Menteri yang Peduli Kebudayaan

Ada wartawan yang mengritik bahwa  Anies Baswedan​  kurang mengurusi perkara ‘kebudayaan’ negeri kita, dan hanya sibuk dengan ‘pendidikan’ melulu. Mungkin wartawan itu belum melakukan ‘check and recheck’, atau jangan-jangan ia jarang main ke Galeri Nasional, sehingga tidak tahu bahwa dalam tujuh bulan ini saja Mendikbud Anies sudah berkali-kali ke galeri itu; yang semuanya melulu urusan seni dan budaya. Anies juga ke Sangiran (Sragen), ke TIM, nonton wayang, diskusi dengan puluhan seniman dan budayawan, di Bali, di Bandung, dan di kantornya di Jakarta.
Selain itu, bahkan baru pada jaman Anies inilah ada program bernama ‘Belajar Bersama Maestro’ (BBM), yang mengumpulkan siswa-siswa berpotensi bidang seni untuk magang, nyantrik, pada maestro budaya selama masa liburan. Mereka bisa memilih magang (nyantrik) pada tokoh budaya ternama seperti Irawati Durban, Aditya Gumay, Purwacaraka, Gilang Ramadhan, I Nyoman Nuarta, Mang Udjo, dan Didik Nini Thowok.
Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.
Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.

Ada yang beda di Galeri Nasional, Jakarta. Suasana berbeda itu terasa, sejak Anies Baswedan berkali-kali berkunjung ke galeri itu. Continue reading Wah, Kini Ada Menteri yang Peduli Kebudayaan

Debat Capres – Apa Agenda Jokowi-JK?

Debat Kandidat Capres-Cawapres yang ditayangkan langsung oleh beberapa stasiun TV Senin kemarin (9 Juni 2014) membawa banyak orang bertanya-tanya.

Apa sih yang sebenarnya akan dilakukan masing-masing pasangan itu. Untuk pasangan Prabowo- Hatta, Anda bisa melihatnya di tulisan tentang beliau di bagian lain blog ini.

Sedangkan untuk pasangan Jokowi-JK, berikut ini ringkasan sembilan (9) agenda prioritas yang akan mereka laksanakan: Nawa Cita: 9 Agenda prioritas pemerintahan Jokowi-JK.

Perdebatan di TV itu sendiri sempat ramai diperbincangkan orang di Twitter, sehingga muncul sebagai Trending Topik. Berikut ini tautannya di Twitter: klik di sini.

Rekaman Debat Capres di Youtube:

Baca juga: 9 Fitnah kepada Jokowi.

Pesan buat Anas, Semua Politisi, dan Kita

Kini Anas Urbaningrum tersangka. Orang kemudian menghubung–hubungkan Ketua Umum Partai Demokrat itu dengan Nazaruddin (koruptor yang berkali-kali menyebut-nyebut nama Anas), dan politisi Partai Demokrat lain yang sudah lebih dulu berurusan dengan KPK.
Lalu, apa sih yang sebenarnya menjadi sumber segala kasus itu? Bukankah semuanya berasal dari komunikasi? Bukankah berbicara (membohongi publik), menipu,  memerintah, bersumpah, menandatangani Pakta Integritas, rapat, kampanye, menyebarkan ‘Sprindik’ secara tidak sah, dan sebagainya, semuanya adalah soal komunikasi?  Tulisan di bawah ini mungkin pas sebagai pesan untuk Anas, para politisi lain dan, sesungguhnya, ya kita semua.

Komunikasi ala Nabi

Berbagai krisis belakangan ini, khususnya yang menimpa tokoh partai politik, kementerian dan pejabat publik lainnya, mengingatkan kita bahwa telah terjadi penggerusan etika dan moral di semua lini kehidupan bernegara.

Komunikasi Ala Nabi - epaper Republika 23 Feb 2013 - hal.7

Centang perenang kegiatan yang dekaden itu tampaknya bersumber dari cara kita berkomunikasi: misalnya bawahan menjilat atasan, sesama tokoh saling menghujat, pat-gulipat sesama pebisnis mencari untung, dan calon pemimpin mengobral janji palsu saat kampanye di depan rakyat.

Tulisan ini (awalnya berjudul ‘Komunikasi Ala Nabi’) merupakan naskah asli dari artikel opini yang dimuat di harian Republika, Sabtu, 23 Februari 2013. Di koran itu (sebagaimana lazimnya setiap media) sebagian kalimat yang ada di sini telah diedit, guna menyesuaikan dengan ruangan yang tersedia di media cetak.

Padahal ada keteladanan dari Nabi Muhammad saw, seorang  pemimpin sejati yang handal berkomunikasi. Meski tidak pandai membaca dan hidup dalam masyarakat yang terkebelakang, cara dan isi komunikasi beliau sangat penting menjadi catatan kita pada setiap waktu dan tempat. Beliau Sallallahu ‘alaihi wa aalihi Wasallam (saw) bicara, berdialog, memerintah, berunding, dan mendengar dengan akhlak yang luhur. Continue reading Pesan buat Anas, Semua Politisi, dan Kita

Teman, di Cafe dan Media Sosial

Apa rahasia kafe dan bar? Mengapa kita tidak keberatan membayar air mineral lima kali lipat dari harga di pasar swalayan? Kita membayar mahal agar bisa duduk bersama teman-teman.

Rahasia kafe, bar dan restoran adalah mereka mengkonversikan kualitas waktu kebersamaan kita dengan uang kontan. Mirip dengan kafe atau bar, media sosial adalah tempat teman saling bertemu.

Teman dan ROI di Media Sosial

Beberapa program media sosial yang terbaik bisa mengubah ‘tempo’, atau ‘lamanya waktu yang diberikan konsumen untuk bersosialisasi’ (consumer’s social time) menjadi nilai atau mutu brand (brand premium), sehingga mendukung penciptaan ‘laba atas investasi’ (alias return on investment, ROI) yang lebih tinggi – jauh melebihi perolehan berkat iklan di TV.Lamanya waktu bersama teman atau keluarga sangat berarti bagi kita, sehingga layak kita bayar mahal. Perhatikan betapa biaya yang kita keluarkan untuk mereka itu berkait erat dengan lamanya tempo kerja kita.

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial
Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Continue reading Teman, di Cafe dan Media Sosial

2013: Tahun Indah bagi Twitter?

Jika ada satu hal yang menarik pada perkembangan Twitter tahun 2012 lalu adalah bahwa media sosial itu tidak membosankan. Atau bahkan sangat mengasyikkan.

Sepanjang tahun lalu, layanan microblogging itu meledak sejadi-jadinya. Twitter menjadi tuan rumah bagi kejadian seperti ‘Tanya Jawab Bersama Presiden Obama’, kericuhan di Bahrain, Mesir, dan Badai Sandy. Tak kurang dari 125 kepala negara dan 139 politisi penting dunia lainnya menggunakan Twitter,  meski hanya 30-an di antara mereka melakukan tweet (kicau)-nya sendiri.

Social Media Landscape: Twitter salah satu yang berkembang pesat
Social Media Landscape: Twitter salah satu microblog yang berkembang pesat

Di Indonesia, Twitter menjadi salah satu sumber info terpenting bagi mereka yang mencari keterangan tentang segala hal, mulai dari kasus ‘KPK versus Polri’, pemilihan Gubernur DKI, pernikahan kontroversial Aceng Fikri, cerita tabrakan maut Afriyani, Novie Amelia hingga putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, serta riuhnya berita Rhoma Irama sebagai calon presiden.

Dengan lebih 30 jutaan pengguna Twitter (Tweeps) pada November 2012 lalu, Indonesia menjadi negara pengguna Twitter kelima terbesar di dunia, di bawah AS, Brazil, Jepang dan Inggris – sementara Jakarta unggul sebagai kota paling aktif pengirim tweet di antara kota-kota lain dunia.

Tetapi 2012 juga merupakan tahun kontroversial bagi Twitter. Tahun lalu, selain membatasi layanannya bagi pihak-ketiga yang ingin mengembangkan jasa bagi pengguna, Twitter juga ‘berperang’ dengan mantan rekan bisnisnya, Instagram, dalam masalah dominasi ‘photo-sharing’. Continue reading 2013: Tahun Indah bagi Twitter?

Ahok dan Videonya – tentang Media Sosial

Pada Kamis 29 November 2012, sekitar 1,3 juta orang menonton video Ahok di Youtube. Ada apa sebenarnya? Mengapa tokoh seperti Ahok dan Jokowi harus aktif dan mengurus social media mereka secara serius? Memang apa ruginya kalau tidak?

Fenomena Jokowi dan Ahok memang menarik. Belum 100 hari menjab

Ahok bersama Jokowi saat kampanye: tidak cukup hanya menggebrak; perlu dialog berkesinambungan di Media Sosial

at, Pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI, itu sudah menunjukkan banyak gebrakan.

Keduanya aktif turun ke lapangan; hal yang jarang dilakukan pemimpin kita. Jokowi masuk keluar perkampungan dan berdialog dengan penduduk di daerah rawan banjir dan lokasi kumuh. Ahok mengadakan rapat-rapat dengan berbagai kepala dinas dan kecamatan di ibukota yang pengap.

Uniknya, banyak video rapat Ahok diunggah Humas Pemerintah Provinsi DKI ke Youtube. Salah satu video yang menarik adalah saat sang wakil gubernur itu sedang ‘mengajar’ karyawan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI di Ruang Rapat Bappeda DKI.

Dalam video berdurasi 46 menit yang diunggah pada 8 November lalu itu Ahok minta agar anggaran Dinas PU (untuk belanja 2013) yang terlalu tinggi dipotong 25%.

Maka ia pun menawarkan dua cara seperti yang ditandaskannya kepada Dinas Perhubungan DKI. “Anda potong anggarannya. Atau cara kedua, saya hapus proyek itu. Tidak ada jembatan itu, (dan kemudian) saya bangun pakai uang operasional saya untuk membangun jembatan itu,” kata Ahok.

Di bagian lain, ia bahkan menyebut-nyebut ‘kalau tidak suka dengan cara yang ditawarkannya, maka ia akan mengganti pejabat Dinas PU sampai eselon tiga’. Continue reading Ahok dan Videonya – tentang Media Sosial

Komunikasi Obama

Obama dan Michelle di media sosial

Kemenangan Barack Obama pada pemilu AS, 6 November lalu tidak hanya disambut rakyatnya.

Keunggulan presiden dari Partai Demokrat, yang mengalahkan penantang tangguh dari partai Republik Mitt Romney dalam pemilu — yang perjalanan kampanyenya sangat melelahkan dan paling mahal dalam sejarah kepresidenan AS – itu juga dimeriahkan oleh para twuips, pengguna Twitter, di dunia.

Bukti paling telak adalah ketika tweet-nya yang bicara singkat, “Empat tahun lagi” (Four more years), dengan foto dirinya sedang berpelukan dengan Michelle isterinya, ini di-retweet lebih dari 762 ribu kali oleh pengguna Twitter. Boleh jadi inilah kicau-ulang (retweet) paling banyak sepanjang sejarah mikroblogging itu.

Bukan hanya itu, tweet yang dinyanyikan akun @BarackObama (yang mengantongi lebih 28 juta followers) pada Rabu 7 November kemarin itu ditandai sebagai ‘favorit’ oleh 266 ribu pengguna Twitter dunia. Continue reading Komunikasi Obama