RSS

Category Archives: Ilmu Pengetahuan

Nabi saw Tidak Sujud di Sajadah?

Wah, saya kaget juga melihat video ceramah ini. Menurut kitab yang ditulis oleh Ibn Qayyim Al-Jauziyah, salah seorang murid Ibnu Taimiyah yang utama, Nabi Muhammad saw tidak pernah sujud di atas sajadah; melainkan beliau ‘meletakkan dahi dan hidungnya di atas tanah (turab) atau pelepah kurma, atau yang lainnya.’

Saksikan video (4 menit) berikut ini:

 

Pada halaman 218 kitab “Ighatsatul Lahfan fi Mashoyid as-Syaitan” yang di-tahqiq (endorsed) oleh Muhammad Azis Syams dan Musthafa ibn Said itu, Ibn Qayyim menyebutkan bahwa, ‘Dalam solatnya Nabi (saw) tidak pernah sujud di atas sajadah (karpet/permadani), namun Nabi (saw) sujud di atas hashir (tikar dari pelepah kurma atau tumbuhan), di atas kerikil (hasho), turab/turbah (tanah), dan thiin (lempung atau semacam tanah liat).

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Ibn Qayyim Al-Jauziyah

Ibn Qoyyim Al-Jauziyah dikenal sebagai salah seorang murid Ibn Taimiyah yang paling utama. Dilahirkan di Damaskus Syria, Ibn Qayyim (1292–1350) dikenal sebagai ulama yang namanya belakangan ini populer di kalangan penganut Salafi-Wahhabi. (Baca riwayatnya di Wikipedia ini). Di antara puluhan buku karyanya, salah satu yang populer adalah kitab ‘Pengobatan Cara Nabi’ (At-Tibb an-Nabawi).

Kitab ‘Ighatsatul Lahfan’ itu (sebagaimana disampaikan Sayid Kamal Al-Haydari dalam video di atas) diklaim sebagai kitab yang ditulis demi untuk menentang “Ahlul Bid’ah” (Para Pelaku Bid’ah). Maka, dengan adanya riwayat hadis yang ditulis dalam kitab di atas, apakah kini kita bisa mengatakan semua mereka yang sujud di atas karpet atau permadani telah melakukan “bid’ah”?

Wallahua’lam… 

 

Advertisements
 

Ini Video-video tentang Syiah

Banyak cerita mengenai Syiah, baik positif atau pun negatif; di Indonesia atau pun di luar negeri. Sebagai intelektual yang suka kemajuan dan menginginkan persatuan dalam Islam, pasti Anda ingin tahu lebih banyak mengenai berbagai mazhab dalam Islam; dan apakah Syiah memang di luar Islam?

Bagian ini merupakan bagian ke-2 dari tulisan mengenai “8 Mazhab dalam Islam“.

Sesungguhnya Islam memang tidak mewajibkan orang hanya membatasi mazhab tertentu bagi pemeluknya. Sebagai lanjutan tulisan sebelumnya, baik kiranya di sini dijelaskan sedikit mengenai apa dan siapa mazhab Syiah.

Tanpa berpanjang lebar, silakan Pembaca menyimak beberapa video berikut ini:

Rektor Al-Azhar Syekh Mahmoud Syaltout (almarhum, wafat pada 1963) sejak dulu tidak melarang Muslimin memilih mazhab Syiah: saksikan videonya di sini.

 

Fatwa Syaltut ttg Syiah

Sejak lama para ulama, termasuk Syaikh Al-Azhar Mahmoud Syaltout dalam dokumen Fatwa ini menyatakan bahwa Syiah termasuk salah satu mazhab Islam yang sah.

Fatwa Syaltout - English

Fatwa Syekh Syaltout dalam bahasa Inggris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belakangan, fatwa Syekh Syaltout itu dikukuhkan kembali oleh para petinggi Al-Azhar, sebagaimana dapat disimak dalam video berikut:

 

Mahmud_Shaltut

Syekh Mahmud Syaltout

Sementara itu, ulama Al-Azhar lainnya juga mengemukakan hal yang serupa.

Buku Syaltout

Satu di antara buku Syaltout

 

Dalam wawancara TV, Syekh Al-Azhar ini juga bisa disimak dalam video berikut:

Apa kata Ulama Syria?

Dari Syria, seorang ulama Sunni kenamaan, Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi (yang meninggal tahun 2013 silam) juga menyatakan bahwa, ‘sebagai penganut Sunni saya tidak ingin musuh-musuh Islam mengadu domba (kita) dengan Muslimin bermazhab Syiah.’ Saksikan video Al-Buthi yang dijuluki Al-Ghazali abad ini di bawah ini:

 

Masih dari Syria, Mufti Besar negeri itu, Ahmad Badruddin Hassoun mengingatkan umat Islam agar tidak melupakan kejadian Asyura, ketika Imam Husain as (cucu Nabi saw) syahid di Karbala (Irak) pada 10 Muharram tahun 61 H. Sebagaimana diketahui, Al-Husain as merupakan Imam Syiah ke-3, dan perjuangannya dalam memerangi penguasa biadab Yazid bin Muawiyah, patut diteladani semua manusia di dunia. Saksikan video singkatnya:

Lalu, benarkah Syiah mempunya kitab Al-Quran lain (yang berbeda) dengan mushaf Al-Quran yang ada di dunia Islam? Itu jelas fitnah. Kunjungilah semua masjid di negara berpenduduk mayoritas Syiah seperti Iran atau Irak, dan masuklah ke rumah-rumah penduduknya di sana, Anda akan mendapati kitab suci Al-Quran mushaf Usmani yang sama dengan yang kita miliki di Indonesia. Tentang hal itu, Syekh Ahmad Karimah (juga ulama Mesir) menjelaskannya dalam video singkat ini:

 

Extra-Extra-Extra…

Di video-video ini, saksikan betapa semangat ceramah Profesor Dr Sayed Ammar Nakshawani, dai asal Irak yang mukim di Inggris yang juga dosen tamu di Centre of Islamic Studies, University of Cambridge, mengenai berbagai hal penting, termasuk tentang Imam Ali bin Abithalib (as), dan (di video berikutnya) mengenai ancaman ISIS terhadap Muslimin di dunia:

Tentang ISIS dan bahayanya bagi dunia:

 

Lihat juga:

 

 

Tags: , , , , , , ,

Islam Pentingkan Urusan Sosial – Bag.3

Melanjutkan premis bahwa Islam ‘lebih mementingkan urusan sosial’ daripada urusan ritual itu (lihat posting sebelum ini), berikut tambahan beberapa alasan lain:

  1. Bila urusan Ibadah (mahdhah) bersamaan dengan urusan Muamalah yang penting, maka ibadah boleh diperpendek atau ditangguhkan (bukan ditinggalkan). Contoh: dalam Kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim ada hadis dari Anas bin Malik bahwa, Nabi saw berkata: ‘Aku sedang salat dan aku ingin memanjangkannya, tetapi aku dengar tangisan bayi. Aku pendekkan salatku, karena aku maklum akan kecemasan ibunya karena tangisannya itu.’ Hadis lain berbunyi kurang lebih seperti ini: ‘Imam agar memendekkan solat jamaah bila di tengah makmum ada yang sakit, orang lemah, orang tua , atau orang yang punya keperluan.’ Bukhari juga meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Nabi sawa menyegerakan (mempercepat waktu) solat Jumat bila udara terlalu dingin, dan mengundurkan Jumat bila udara terlalu panas. Itu semua menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memperhatikan sekali urusan sosial, masalah kemaslahan umatnya.
  2. Ibadah yang mengandung segi kemasyarakatan diberi ganjaran lebih besar dari ibadah yang bersifat perseorangan. Contoh: solat jamaah. Lebih banyak makmum lebih besar pahalanya. Solat jamaah 27 derajat lebih tinggi daripada solat sendirian. Begitu pula solat Jumat, ibadah haji, dan zakat mendapatkan perhatian yang sangat besar dalam Islam, karena ibadah ini melibatkan segi sosial, tidak hanya melulu ritual.

    Makam Nabi SAW

    Makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.

  3. Bila ibadah dilakukan tidak sempurna atau batal, karena melanggar pantangan tertentu, maka kifarat (tebusan, atau denda – fine)-nya ialah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Muamalah. Misal bagi orang yang tidak mampu puasa (misal karena sakit berat yang lama, atau uzur karena usia amat tua): membayar fidyah (memberi makan orang miskin); bila suami-isteri bercampur siang hari (pada Ramadhan), kifaratnya memberi makan kepada orang miskin. Lalu, ada sebuah hadis Qudsi yang menyatakan: salah satu tanda orang yang diterima solatnya adalah merendahkan diri karena kebesaran Allah, tidak sombong pada makhluk-Nya, menyantuni orang lemah, menyayangi orang miskin, anak yatim, janda dan yang mendapat musibah.
  4. Sebaliknya: bila sebuah urusan Muamalah tidak baik (atau buruk), maka ia tidak bisa ditebus dengan Ibadah mahdhah. Jika orang merampas hak orang lain, misalnya, maka itu tidak bisa dihapus dengan tahajud. Sebuah perbuatan dzalim (misalnya melanggar hak orang lain), maka ia tidak bisa ditebus dengan membaca zikir 10,000 kali. Bahkan ada pesan bahwa, Ibadah Ritual tidak diterima Allah bila pelakunya melanggar norma Muamalah. Contohnya, seorang wanita yang salat di malam hari dan puasa di siang hari, tapi masuk neraka karena menyakiti tetangganya. Di sini jelas bahwa solat dan puasa (dari hadis itu) menjadi tidak berarti karena mengganggu tetangganya dengan lidah (Muamalah). Bukan saja ibadahnya tidak diterima, bahkan ia tidak termasuk orang yang beriman.
Catatan: bahan tulisan ini (dan sebelumnya) merujuk kepada buku ‘Islam Alternatif (Ceramah-Ceramah di Kampus)‘ karya DR Jalaluddin Rakhmat.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

60 Hadis Keutamaan Keluarga Nabi saw – Bag. 1

Memasuki bulan Rabiul Awwal ini, baiklah kita unggah kembali beberapa tulisan yang berkaitan dengan kecintaan dan pemuliaan Nabi SAW dan keluarganya. Ini satu di antaranya, sebuah tulisan yang pernah kita tayangkan beberapa bulan yang lalu.

60 Hadits Keutamaan Ahlul Bayt, dari karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi

Allah berfirman : ” Sesungguhnya telah datang seorang Rasul dari kaum ( golongan )-kalian sendiri, berat serasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagi kalian, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang Mu’min (QS.9:128)”. Dan firman Allah : “Boleh jadi kamu (Muhammad Saww) akan menyengsarakan dirimu sendiri karena mereka tidak beriman (QS.26:3).
Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Apa dan Siapa Ahlul Bait ?

Frasa “Ahlul Bait” dari segi bahasa adalah ‘Al Qorib wal ‘Asyirah‘ yaitu keluarga terdekat. Dalam istilah bahasa Inggris, selain kata family, ia sering diterjemahkan dengan house-hold.

Pengertian Ahlul Bait (atau Ahlul Bayt) Nabi secara umum adalah seluruh keluarga dekat beliau, termasuk paman, bibi, anak, anak paman dan bibi serta anak cucu beliau. Pengertian itu telah dipergunakan oleh orang-orang sejak awal sejarah Islam hingga sekarang. Pengertian frasa ‘Ahlul Bayt’ bisa memiliki  beberapa pengertian yang berbeda, tergantung dari sudut mana kita melihatnya.

Lihat juga video tentang perintah Rasulullah SAW untuk mencintai keluarga (Ahlul Bait)-nya, yang dilanggar oleh Bani Umayyah ini: https://youtu.be/307vFTNCVXg

Sedangkan pengertian Ahlul Bayt secara sya’riat adalah  Sayidina Ali (kwh), Siti Fatimah (ra), dan kedua putra Fatimah, Al- Hasan (ra) dan Al-Husain ra. Pembatasan pengertian hanya kepada mereka itu, didasarkan pada dalil-dalil kontekstual yang cukup tegas dan jelas, di antaranya ayat At- Tathir yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah (SWT) berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian Wahai Ahlul Bayt dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.” [Qur’an Surat.33:33].

Read the rest of this entry »

 

Ketika Komodo Terancam Anjing Gila

Aduh, ngapain sih membahas soal anjing? Bukankah banyak hal lain yang lebih penting ketimbang ngurusin anjing dan penyakit rabies? Ya tetapi ini beda, Bung. Ini berkaitan dengan Taman Nasional Komodo, yang jadi kebanggaan bangsa Indonesia– khususnya sejak Taman Nasional Komodo di Flores, NTT, dikukuhkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban alam di dunia (New Seven Wonders of Nature) pada 2013 lalu.

Summary: There are potentials for Flores to get more income from tourists visiting one of the ‘New Seven Wonders of Natures’, Komodo dragon in Komodo and Rinca islands. But now Manggarai Barat district, where both islands located, has limited budget for rabies control. This, plus the fact that FAO (ECTAD) and World Animal Protection’s program has accomplished last August, might bring new threat to the area, so that it wouldn’t to be able to achieve Rabies Free area (status) in 2020.

Sejak pengukuhan itu, kian banyak wisatawan berdatangan ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, dengan tujuan menikmati keunikan biawak raksasa yang bernama latin Varanus komodoensis itu. Kabarnya hingga Agustus silam sekitar 80 ribuan turis masuk ke pulau-pulau itu – dan beberapa pulau lainnya di Flores.

“Tahun-tahun sebelumnya berkisar 45-50 ribuan,” kata Maria Geong, Wakil Bupati Manggarai Barat yang saya temui di acara Lokakarya Evaluasi & Keberlanjutan Program Pengendalian Rabies di Pulau Flores dan Lembata (2013-2016), akhir Agustus lalu di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores.

Tulisan ini aslinya dipublikasikan dalam portal media Beritagar, 28 September 2016.

Setidaknya ada dua masalah penting dan harus segera ditangani. Pertama adalah kurangnya pendapatan daerah Flores dari turis yang datang, karena mereka lebih banyak menggunakan atau menginap di kapal (cruise) yang lazimnya bersandar di laut sekitar tempat wisata. Wisatawan pun kurang membelanjakan uangnya di daratan seperti kota Labuan Bajo, yang telah dideklarasikan pemerintah kita sebagai sebagai satu di antara sepuluh destinasi wisata unggulan di Indonesia. Masalah kedua adalah ancaman penyakit rabies yang sejak lama bercokol di Pulau Flores dan Pulau Lembata (selain malaria yang masih mengancam di sebagian wilayah NTT itu).

komodonationalparkindonesia1

Taman Nasional Komodo

Tentu saja itu amat disayangkan, sebab selain hewan purba komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Flores juga mempunyai banyak potensi besar daerah kunjungan wisata seperti Danau Ranamese di Manggarai Timur, Danau Kelimutu di Ende, Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau Riung di Kabupaten Ngada, dan Taman Wisata Alam Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

Tidak Ada Vaksin Anti-Krisis, Bu Menkes

Jumat, 19 Agustus 2016.

Awal pekan ini, Ketua Posko Pengaduan Yayasan Lembaga Badan Hukum Indonesia Wahyu Nandang mengatakan keluarga korban vaksin palsu masih menuntut tanggung jawab negaraatas terjadinya kasus tersebut. Pasalnya, sudah sebulan kasus ini masih belum jelas rimbanya. Bahkan, sebelumnya pernah ada pihak yang mengusulkan tindakan class actionterhadap pemerintah atas beredarnya vaksin palsu. Alasannya, hingga saat ini belum ada pejabat pemerintah yang meminta maaf kepada para orang tua korban, sementara pejabat berwenang malah tampak buang badan.

Opini ini dipublikasikan di halaman Indonesiana Tempo pada 19 Agustus pukul 16:53 WIB (klik di sini). Sebelumnya, artikel ini terbit di Koran Tempo edisi 19 Agustus 2016 (klik di sini).

Kementerian Kesehatan pun belum terlihat bertindak menenangkan dan membuka diri kepada masyarakat. Setidaknya, ini bisa dilihat dari belum adanya informasi apa pun mengenai vaksin palsu pada laman situs Kementerian Kesehatan. Padahal, itu sebuah langkah yang harus dilakukan oleh setiap lembaga yang ditimpa krisis pada era digital.

Vaksin Palsu

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek gendong bayi yang diduga menerima vaksi palsu. (Foto MI/MetroTVNews). 

 

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

Ilmu di mata Imam Ali as

Ilmu di mata Imam Ali as
Sejak 14 abad silam hingga kini, tak ada yang dapat menggambarkan pentingnya pengetahuan (knowledge), mencari ilmu dan belajar dalam hidup ini lebih dari Nabi Muhammad (SAW). Sesudah beliau, tokoh utama yang piawai dalam mencerahkan kita adalah ‘pintu kota ilmu’ sang Nabi, yakni Khalifah Ali bin Abithalib (ra). Berikut adalah beberapa Kata Mutiara dari Imam Ali (as) yang praktis dan indah luar biasa:
Honesty - Ali as

Kejujuran adalah bahasa Langit (Imam Ali as).

 

 

 

 

 

 

 

 

  • The most complete gift of God is a life based on knowledge. [Pemberian paling sempurna dari Tuhan adalah kehidupan yang dilandasi (dengan) pengetahuan].
  • Knowledge gives life to the soul. [Pengetahuan memberikan (menyalakan) ‘hidup’ pada jiwa].
  • To respect the learned is to respect God. [Menghargai orang bijak (berilmu) berarti menghargai Tuhan].

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , ,