RSS

Siaplah Menangis untuk Doa ini (1)

23 Oct

Tuhan, kasihanilah kelemahan tubuhku, kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku. Tuhan, Engkau tahu kelemahanku dalam menanggung sedikit bencana dan siksa dunia, padahal ia hanya singkat masanya…Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat yang amat besar dan panjang masanya?

Doa Kumail Bagian I.

Ya Allah, Aku bermohon padaMu, dengan rahmatMu Yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu, dan karenanya tunduk segala sesuatu, dan merendahlah segala sesuatu…

Dengan kemuliaanMu yang mengalahkan segala sesuatu,dengan kekuatanMu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu, dengan kebesaranMu yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu, dengan wajahMu yang kekal setelah punah segala sesuatu, dengan asmaMu yang memenuhi tonggak segala sesuatu, dengan ilmuMu yang mencakup segala sesuatu, dengan cahaya wajahMu yang menyinari segala sesuatu…

Khalifah Ali bin Abithalib pada Perang Khaibar (lukisan bersumber dari Wikimedia): mengajarkan doa Nabi Khidir ini kepada Kumail bin Ziyad

Wahai Nur, Wahai Yang Mahasuci. Wahai yang Awal dari segala yang awal. Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir.

Sisihkan waktu sekitar 34 menit untuk menyimak video yang ada di bawah. Kedalaman makna dan keteduhan ‘Doa Kumail’ yang sangat menyentuh ini, diiringi suara pembaca yang lembut, dijamin akan membuat Anda menangis… (Wajar bila Anda sedih, karena kita manusia berdosa yang ingin mendekati Tuhan Semesta Alam). Sementara, sambil menyimak video itu, semoga teks tulisan ini dapat membantu Anda mengikuti pembacaannya.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana; dosa-dosaku yang merusak karunia; ampunilah dosa-dosaku yang menahan (dikabulkannya) do`a. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala`. Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan segala kesalahan yang telah kukerjakan.

Lukisan wajah Khalifah IV Ali bin Abithalib as

Ya Allah, aku datang menghampiriMu dengan zikir padaMu, aku memohon pertolongan Mu dengan diriMu, aku bermohon padaMu dengan kemurahanMu, dekatkan daku keharibaanMu, sempatkan daku untuk bersyukur padaMu, bimbinglah daku untuk selalu mengingatMu.

Ya Allah, aku bermohon padaMu dengan permohonan hamba yang rendah, hina dan ketakutan, maafkan daku, sayangi daku, dan jadikan daku ridha dan rasa cukup pada pemberianMu. Dan bersikap tawadhu bagi setiap urusan.

Ya Allah, aku bermohon padaMu, dengan permohonan orang yang berat keperluannya, yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya padaMu, yang besar kedambaannya untuk meraih apa yang ada di haribaan-Mu.

Ya Allah, Maha besar kekuasaanMu, Maha tinggi kedudukanMu, selalu tersembunyi rencanaMu, selalu tampak kekuasaanMu, selalu tegak kekuatanMu, selalu berlaku kodratMu, tak mungkin lari dari pengawasan (kontrol kekuasaan)-Mu.

Ya Allah, tidak kudapatkan bagi dosa-dosaku ampunan, tiada bagi keburukanku penutup, tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan, kecuali Engkau saja.

Tiada Tuhan kecuali Engkau. Maha suci Engkau dengan segala pujiMu. Telah aku aniaya diriku, telah berani aku melanggar, karena kebodohanku; tetapi aku tetap tenteram karena bersandar pada sebutanMu dan karuniaMu padaku.

Di bawah ini rekaman Doa Kumail dengan teks bahasa Indonesia (sekitar 34 menit):

Ya Allah, Pelindungku, betapa banyak kejelekkan diriku telah Kau tutupi, betapa banyak malapetaka telah Kau atasi, betapa banyak rintangan telah Kau singkirkan, betapa banyak bencana telah Kau tolakkan, betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan.

Ya Allah, besar sudah bencanaku, berlebihan sudah keburukan keadaanku, rendah benar amalamalku, berat benar belenggu (kemalasanku). Angan-angan panjang telah menahan manfaat dari diriku, dunia dengan tipuannya telah memperdayaku, dan diriku (telah terperdaya) karena ulahnya, dan karena kelalaianku…

Wahai Junjunganku, aku bermohon padaMu dengan seluruh kekuasanMu, jangan Kau tutup do`aku, karena keburukan amal dan perangaiku, jangan Kau ungkapkan rahasiaku yang tersembunyi yang telah Engkau ketahui. Jangan Engkau segerakan siksa padaku karena perbuatan buruk dan keburukan yang kulakukan dalam kesendirianku, karena kebiasaanku melanggar batas, dan kebodohanku karena banyaknya nafsuku dan kelalaianku.

Ali bin Abithalib as: pintu kota ilmunya Nabi saw, dan berbagai gelar lainnya

Ya Allah, dengan kemulianMu, sayangi aku dalam segala keadaan, kasihi aku dalam segala perkara.

Ilahi Rabbi, kepada siapa lagi selain Engkau, aku memohon dihilangkan kesengsaraanku, dan diperhatikan urusanku.

Ilahi Pelindungku, Engkau kenakan padaku hukum (peraturan), tetapi di situ aku ikuti hawa nafsuku; aku tidak cukup waspada terhadap tipuan (setan) musuhku, maka terkecohlah aku lantaran nafsuku, dan berlakulah ketentuanMu atas diriku ketika kulanggar sebagian batas yang Kau tetapkan bagiku, dan kubantah sebagian perintahMu.

Namun bagiMu segala pujiku atas semuanya itu; Tiada alasan bagiku (menolak) ketentuan yang Kau tetapkan bagiku, demikian pula hukum dan ujian yang menimpaku.

Aku datang kini menghadapMu, Ya Ilahi dengan segala kekuranganku, dengan segala kedurhakaanku (pelanggaranku), sambil menyampaikan pengakuan dan penyesalanku dengan hati yang hancur luluh, memohon ampun dan berserah diri, dengan rendah hati mengakui segala kenistaanku.

(Karena segala cacatku ini), tiada aku dapatkan tempat melarikan diri, tiada tempat berlindung untuk menyerahkan urusanku, selain pada kehendakMu untuk menerima pengakuan kesalahanku dan memasukkan aku pada kesucian rahmatMu.

Ya Allah, terimalah pengakuanku, kasihanilah beratnya kepedihan, lepaskan aku dari kekuatan belengguku.

Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku, kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku.

Wahai Tuhan yang mula-mula menciptakanku, menyebutku, mendidikku, memperlakukanku dengan baik, dan memberiku kehidupan, karena permulaan karuniaMu, karena Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan, berilah aku karuniaMu.

Ya Allah, Junjunganku, Pemeliharaku… Apakah Engkau akan menyiksaku dengan apiMu, setelah aku mengesakanMu, setelah hatiku tenggelam dalam makrifatMu, setelah lidahku bergetar menyebutMu, setelah jantungku terikat dengan cintaMu, setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku, seraya tunduk bersimpuh pada rububiah-Mu…

Bersambung ke bagian 2; di mana Anda dapat melihat video Doa Kumail dengan teks bahasa Inggris.

Baca juga: O, Kumail .. (tulisan tentang Kumail, bagian lain blog ini).

Advertisements
 
26 Comments

Posted by on 23/10/2012 in Doa

 

Tags: , ,

26 responses to “Siaplah Menangis untuk Doa ini (1)

  1. Rizal Agung Satrio

    25/06/2017 at 8:26 pm

    Izin download videonya ya min, jazakallah khair

     
  2. novianto

    08/08/2016 at 1:34 pm

    Izin copy

     
  3. dwijo lusito

    14/05/2016 at 12:06 am

    mohon ijin untuk copy

     
  4. Riky

    10/05/2016 at 6:18 pm

    Maaf, pak kalo salah mohon dibenarkan, bukankah dibelakang nama yg diberi A.S. merupakan untuk nabi, sedang untuk sahabat R.A.

     
    • Syafiq Basri

      11/05/2016 at 12:19 am

      1. Sejauh yang saya tahu, yang kurang senang menggunakan gelaran ‘Alaihi salaam (AS) bagi Ahlul Bait (keluarga Nabi) saw, adalah ulama Wahhabi (Saudi) seperti Syech Abdul Aziz Ibn Baz. Padahal beberapa kitab hadis yang utama seperti Sahih Bukhari menggunakan gelaran ‘alaihi salaam (A.S) ketika menyebut sahabat Ali bin Abithalib.

      Lihat kitab Bukhari ini:
      [Sahih Bukhari, Kitab Tafsir ul Quran, Tafsir of Surat al-Layl Hadith #4566][Online English Version: Volume 6, Book 60, Hadith No: Number 472].

      Bukhari juga menggunakan ‘alaiha salaam (A.S) bagi Siti Fatimah, putri Rasulullah saw, di dalam riwayat hadisnya.

      *Lihat: [Sahih Bukhari, Kitab al-Maghazni, Hadith 4103]

      Dalam buku-buku berbahasa Inggris, kata ‘Alaihi (atau ‘Alaiha) salaam (atau disingkat A.S.) itu biasa ditulis dengan ‘peace be upon him (her)’ — pbuh.

      Lihat, misalnya di sini:

      * Chapter 12. The Sutra of the One who Prays, Sahih Bukhari, Translated by: Ustadha Aisha Bewley
      ►Volume 1, Book 9, Number 499: Sahih Bukhari, Translated by Mohsin khan.
      * Chapter 61. Book of Jihad and Military Expeditions, Sahih Bukhari Translated by: Ustadha Aisha Bewley
      ►Volume 4, Book 52, Number 159, Sahih Bukhari Translated by Mohsin Khan.

      Untuk keterangan lebih lengkap, Anda dapat merujuk tulisan di link ini (dalam bahasa Inggris): http://salafiaqeedah.blogspot.co.id/2011/12/writing-alaih-salam-with-ahle-bait-by.html

      2. Saat bertemu sesama Muslim, misalnya, bukankah kita saling memberi salam? “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barokaatuh”? Nah, salam yang sama kepada tokoh yang baik, meski bukan Nabi, tentunya bukan sebuah masalah. ‘Alaihi salaam (AS) itu artinya ‘salam bagi beliau’.

      3. Dalam Al-Qur’an, tokoh yang bukan Nabi, seperti Siti Maryam (ibunda Nabi Isa) dan Nabi Khidir juga dijuluki Allah dengan ‘salam kepadanya’ (‘alaihaa salaam untuk yang wanita atau ‘alaihi salaam untuk yang laki-laki).

      Semoga cukup memuaskan.

       
  5. Moch.Wahyudi

    17/02/2016 at 6:01 pm

    Moga manfaat selalu….amin
    Syukron katsir ya akhi.

     
    • Syafiq Basri

      18/02/2016 at 1:15 am

      Amiin. Terima kasih juga, Brother Wahyudi.

       
  6. Pak Muk Mul

    23/09/2015 at 10:46 pm

    SYUKRON , PAK SYAFIQ BASRI SEMOGA JD ILMU YG BERMANFA’AT…AMIIIN

     
    • Syafiq Basri

      24/09/2015 at 2:49 am

      Ilaahi Yaa Kariiim. Amiin.
      Terima kasih Pak Mul.

       
  7. Abbas el asadiy

    21/09/2015 at 8:34 am

    Amiin ya Man idza a’tha
    Wa idzastu’ina a’an
    izin copas akhi

     
  8. Tama777

    26/08/2015 at 5:23 pm

    Sangat Bermanfaat, Terimakasihh..

     
  9. Tina

    23/08/2015 at 11:09 pm

    Bila dgr n baca,sedih n turut menangis sbb…
    1) ingatkn dosa masa silam
    2) masalah satu masalah hadapi skrg…
    Aku ttp berdoa.

     
  10. ABDUL

    24/07/2014 at 11:13 pm

    maksih smoga kita semua mendapat rahmat dan perlidunganNYA

     
  11. anthy jusrianthy

    10/05/2014 at 7:57 am

    makazh artikelnya..q zenang membca artikel in membuat hatiq menangiz dan mulai zadar..

     
  12. Perry (@perrytuni)

    11/04/2014 at 1:19 pm

    semoga jad ladang ibadah..izinkan sy ikut mengamalkan..keberkahan semoga terlimpah pada kita semua. amiin. (saran sebaiknya lukisan sahabat tdk usah digambarkan)

     
    • Syafiq Basri

      14/04/2014 at 2:48 am

      Amiin Yaa Mujieba-s-Saailien.
      Semoga doa kita diijabah-Nya.
      Terima kasih.

       
  13. Ance Saputra

    29/05/2013 at 4:19 pm

    smoga Allah melimpahkan rahmatnya seluas luasnya kepada tuan…..
    izin mengamalkan…

     
  14. bhayu

    14/04/2013 at 8:45 pm

    Alhamdulillah, tulisan Anda bermanfaat sekali. Saya jadikan rujukan di http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/07/dihajar-tuhan/. Terima kasih.

     
    • Syafiq Basri

      14/04/2013 at 10:32 pm

      Terima kasih sudah membaca artikel ini, dan mentautkannya ke tulisan Anda. Semoga Allah saja yang membalasnya.

       
  15. AL

    28/03/2013 at 10:35 am

    kata guru ngaji saya sebaik nya foto para shabat” nabi jangan di tayangkan

     
  16. mieke1506

    26/10/2012 at 9:31 am

    Tolooong, suara dari video tidak dapat keluar. Kenapa, ya. Saya amat ingin mendengarkannya – Syukron

     
    • Syafiq Basri

      26/10/2012 at 10:06 am

      Waaah.. kerusakan di luar tanggung jawab blogger. Hehehe.. 🙂 Saya kurang tahu persis, tapi mungkin saja setting di PC atau laptop Anda, Teh Mieke.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: