RSS

Author Archives: Syafiq Basri

About Syafiq Basri

Communication strategist; writer; blogger; non practising medical doctor; like to travel.

Bidadari menurut Imam Masjid Quba

Bidadari menurut Imam Masjid Quba
Dalam berbagai ayat Al-Qur’an, setiap kali Gusti Allah mengilustrasikan kenikmatan surga, lazimnya selalu dilengkapi dengan penjelasan tentang adanya bidadari (atau Khur Al-‘Ain) dengan  penggambaran seperti ‘makhluk istimewa dengan mata amat indah’, ‘ciptaan yang belum pernah disentuh manusia ataupun jin’, dan sebagainya.
Hal itu dijelaskan secara menarik dalam ceramah Imam Masjid Quba, Madinah, Syeikh Saleh Awad Al-Maghamasi, sebagaimana dapat disimak pada video berikut. Saksikan video 3 menitan oleh Al-Maghamasi di Google Drive berikut ini:
Imam Masjid Quba 2

Imam Masjid Quba, Syeikh Saleh Al-Maghamasi

 

 

 

 

Tetapi, ada yang istimewa pada Surat Al-Insan (Ad-Dahr), ketika Allah menjabarkan kenikmatan surga yang tiada tara itu, Allah memberikan gambaran yang luar biasa tentang betapa indahnya nirwana itu. Tetapi, sebagaimana dijelaskan Imam Masjid Quba di video itu, Tuhan tidak menyebut satu kata pun tentang bidadari saat mendeskripsikan berbagai kenikmatan surga.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 

Tags: , , , , ,

Perang Suriah: Media Mainstream Barat Menutupi Fakta Tentang Ghouta Timur

Fokus Today

Fokustoday.com – , 6 Maret 2018.

 

RaniaOleh : Rania Khalek adalah seorang jurnalis Amerika, penulis dan komentator politik yang berbasis di Timur Tengah.

 

Ketika pasukan pemerintah Suriah memerangi Jaysh al-Islam untuk merebut kembali Ghouta Timur, media Barat sama sekali mengabaikan kekejaman para pemberontak, lebih memilih untuk menyalahkan semua kekerasan terhadap “rezim” tersebut.

Mereka berada di sana lagi, melolong tentang sebuah kota di Suriah yang sedang direbut kembali oleh pemerintah. Kali ini adalah Ghouta Timur, pinggiran kota Damaskus dan salah satu benteng pemberontak Islam terakhir yang telah memisahkan negara ini selama tujuh tahun terakhir.

View original post 1,304 more words

 
Leave a comment

Posted by on 08/03/2018 in Pemikiran

 

Soal Yaman: Mengapa Dunia Diam?

Soal Yaman: Mengapa Dunia Diam?

Sudah umum diketahui bahwa agenda setting media internasional sangat bias kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya dalam melaporkan kejadian-kejadian penting di Timur Tengah. Salah satu contohnya adalah meminggirkan pemberitaan  kasus Yaman dari benak masyarakat dunia — sehingga dunia pun ‘diam’, tak berreaksi terhadap genosida di Yaman yang kini menuju negeri horor.

Agenda Setting DLL

Agenda Setting — Bagaimana proses media memilih realitas yang sebenarnya terjadi, menjadi ‘realitas media’ sehingga publik ikut menganggapnya sebagai penting.

” Ada agenda tersembunyi yang dilakukan negara-negara elite yang berkuasa di dunia, khususnya AS dan Saudi serta sekutu mereka (Inggris, Israel, dll) untuk ‘menyingkirkan’ Yaman dari benak masyarakat dunia. Hal itu memang disengaja, sehingga Yaman dianggap tidak penting.”

 

Tulisan ini sebelumnya (pada 1 Januari 2018) dimuat dalam situs Jabar Today, dengan judul, “Mengapa Barat dan Saudi Remehkan Yaman?”  (Saya kemudian sedikit mengeditnya, dan menambahkan beberapa gambar dan grafis di dalamnya).

 

Latuff - Yaman 1

Gambar cartoon dari Latuff (Perancis): Saudi menerima bom-bom dari AS, dan ‘membuangnya’ ke berbagai negara, termasuk Yaman.

Begini penjelasannya: realitas yang sebenarnya terjadi, ‘digoreng’ oleh negara-negara itu (khususnya AS dan Inggris) agar tidak masuk dalam pembentukan realitas di benak pengelola media besar.

Ada beberapa media internasional yang paling banyak dikutip di seluruh dunia, seperti CNN, BBC, New York Times, Washington Post dan sejenisnya.

“Nah, bersama agenda setting itu, mereka juga melakukan ‘priming’, agar media-media memilih berita yang selain (tentang) Yaman. Berita itu lalu direkayasa sebagai ‘lebih penting’, sehingga bukan Yaman, yang jadi prioritas mereka.”

Lalu apa tujuannya?

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 03/01/2018 in Pemikiran

 

Masih Perlukah Hukuman Mati?

Menyambut Hari HAM Dunia, 10 Desember, baik kiranya kita bicara soal Hukuman Mati. Masih perlukah Pidana Mati diterapkan di Indonesia,sementara lebih dari separuh negara di dunia sudah menghapuskannya?

Bagian besar tulisan ini telah dimuat di laman Seword ini.

Tanggal 10 Desember merupakan hari yang penting. Sebab ia merupakan Hari Hak Asasi Manusia Se-Dunia (Human Rights Day), yang kini dirayakan setiap tahun oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia. Sejarah mencatat bahwa pada 10 Desember 1948 Sidang Umum PBB telah mengadopsi dan memproklamirkannya demikian, bersamaan dengan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, yang merupakan capaian utama PBB saat itu.

Deklarasi Universal Human Rights - Eleanor Roosevelt Human Rights 10 Des 1948

Deklarasi Hak Asasi Manusia pada 10 Desember 1948, oleh Eleanor Roosevelt (isteri Presiden AS Franklin D Roosevelt)

Sebagai warga biasa yang peduli pada Hak Asasi Manusia, saya pikir baik kalau kita bicara tentang pidana Hukuman Mati (Capital Punishment) yang masih berlaku di negeri kita.

The_universal_declaration_of_human_rights_10_December_1948

Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,

Ngeri… Mencari ilmu tapi Masuk Neraka

Waktu buka Twitter Ahad sore tadi, saya terpana pada sebuah twit yang ada di linimasa (time line) di situ. Begini bunyinya (setelah saya edit dari aslinya):

Nabi Muhammad SAW berkata: “Barang siapa yang mencari ilmu untuk empat tujuan ini, maka dia akan masuk neraka: (1) Untuk menyombongkan diri di depan ulama; (2) Guna pamer (menyombongkan diri) di hadapan orang-orang bodoh; (3) Untuk menarik perhatian khalayak, dan (4) Untuk menjilat para penguasa (umara).”

 

Read the rest of this entry »

 

Tags: , ,

Wow… Lagu ini Ditonton 30 Juta Kali

Menyambut bulan Maulid, satu hal yang bisa dilakukan adalah menyimak lagu-lagu solawat, tanda cinta kita kepada Sang Nabi Muhammad (saw).

  • Bila majalah Time menggelarinya ‘Islam’s Biggest Rockstar’, maka koran The Guardian menyebutnya bintang Inggris terbesar di Timur Tengah (“the biggest British star in the Middle East”). 
  • Setiap tahun sejak 2010 Sami Yusuf selalu tampil dalam daftar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia “World’s 500 Most Influential Muslims“.
  • Hingga akhir November 2017 Facebooknya diikuti tidak kurang dari 7,5 juta follower.
Sami Yusuf1

Sami Yusuf: Islam Biggest Rockstar

 

Sami Yusuf tergolong penyanyi religi top dunia yang dikenal di Timur dan Barat. Lelaki ganteng Inggris ini menghasilkan delapan (8) album, ratusan lagu indah, termasuk yang ditampilkannya dalam berbagai konser di banyak negara di dunia. Penyanyi, komposer, penulis lagu yang juga aktivis kemanusiaan yang hidup di London, Sami Yusuf mendapatkan penghargaan internasional setelah rilis album debutnya, Al-Mu’allim (2003). Satu di antara lagu di album itu, “Supplication“, digunakan dalam film “The Kite Runner” yang masuk dalam nominasi penghargaan Golden-Globe award.

Lagu “You Came to Me” dalam YouTube (4 menit) ini sudah ditonton lebih dari 30 juta kali:

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

Nabi saw Tidak Sujud di Sajadah?

Wah, saya kaget juga melihat video ceramah ini. Menurut kitab yang ditulis oleh Ibn Qayyim Al-Jauziyah, salah seorang murid Ibnu Taimiyah yang utama, Nabi Muhammad saw tidak pernah sujud di atas sajadah; melainkan beliau ‘meletakkan dahi dan hidungnya di atas tanah (turab) atau pelepah kurma, atau yang lainnya.’

Saksikan video (4 menit) berikut ini:

 

Pada halaman 218 kitab “Ighatsatul Lahfan fi Mashoyid as-Syaitan” yang di-tahqiq (endorsed) oleh Muhammad Azis Syams dan Musthafa ibn Said itu, Ibn Qayyim menyebutkan bahwa, ‘Dalam solatnya Nabi (saw) tidak pernah sujud di atas sajadah (karpet/permadani), namun Nabi (saw) sujud di atas hashir (tikar dari pelepah kurma atau tumbuhan), di atas kerikil (hasho), turab/turbah (tanah), dan thiin (lempung atau semacam tanah liat).

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Ibn Qayyim Al-Jauziyah

Ibn Qoyyim Al-Jauziyah dikenal sebagai salah seorang murid Ibn Taimiyah yang paling utama. Dilahirkan di Damaskus Syria, Ibn Qayyim (1292–1350) dikenal sebagai ulama yang namanya belakangan ini populer di kalangan penganut Salafi-Wahhabi. (Baca riwayatnya di Wikipedia ini). Di antara puluhan buku karyanya, salah satu yang populer adalah kitab ‘Pengobatan Cara Nabi’ (At-Tibb an-Nabawi).

Kitab ‘Ighatsatul Lahfan’ itu (sebagaimana disampaikan Sayid Kamal Al-Haydari dalam video di atas) diklaim sebagai kitab yang ditulis demi untuk menentang “Ahlul Bid’ah” (Para Pelaku Bid’ah). Maka, dengan adanya riwayat hadis yang ditulis dalam kitab di atas, apakah kini kita bisa mengatakan semua mereka yang sujud di atas karpet atau permadani telah melakukan “bid’ah”?

Wallahua’lam…