RSS

Author Archives: Syafiq Basri

About Syafiq Basri

Communication strategist; writer; blogger; non practising medical doctor; like to travel.

Nasihat Semut (Sajak)

SAJAK SEMUT.

Tobat!

Badan secuilmu

Ngangkut segitu

Meski ia sudah memayat,

Kan itu berat?

Seperti David mengangkut Goliath;

Duh…

Kau seolah memberi nasihat;

Jangan menyerah bila bebanmu berat;

Jiwa dan diri semakin kuat.

Singkat

Itulah makna

Itulah hakikat.

sba.

 
Leave a comment

Posted by on 20/01/2017 in Budaya, Humaniora, Pemikiran

 

Pengin Bahagia? Optimislah!

Kehidupan kita sekarang rasanya menyesakkan dada. Puluhan kasus korupsi, geng motor, pembunuhan, perkosaan, radikalisme atas nama agama, peristiwa Mesuji dan Bima, perseteruan dalam partai politik, dan banyak lainnya, membuat hati kecut.

Banyak orang lantas menjadi pesimis, seolah tidak ada lagi harapan dan masa depan. Banyak orang jadi apatis – sehingga tak heran bila banyak yang lebih memilih ‘golput’ pada pemilihan kepala daerah.

Tulisan lain tentang KEBAHAGIAAN: klik di sini.

Padahal, tidakkah seharusnya semangat optimisme mesti terus dipompa dan ditularkan? Saat bicara di kantor, di kendaraan, di caf atau warung kopi, tidakkah sebaiknya kita juga melihat banyak hal dari sisi positif, ketimbang hanya dari sudut pandang yang negatif?

Optimisme: kunci sukses dan bahagia

Banyak yang menganjurkan agar orang bicara optimisme – melihat gelas ‘setengah penuh’, ketimbang hanya melihatnya sebagai ‘setengah kosong’. Read the rest of this entry »

 

Tags: , ,

Siapa Sahabat Nabi? Video Nakhshawani

Sudah sering kita membaca (atau mendengar) tuduhan bahwa kalangan Muslimin mazhab Syiah tidak menghormati Sahabat Nabi SAW. Benarkah demikian?  Benarkah bahwa kaum Syiah menghina ‘bintang-bintang’ utama yang menjadi petunjuk Islam yang harus diikuti umat Muslim itu?

Ulama muda Syiah kenamaan, Sayed Ammar Nakshawani, menjelaskan itu semua. Menurut Nakshawani, definisi ‘Sahabat’ hendaknya disandarkan kepada apa yang ditulis oleh Al-Qur’an.

nakhshawani

Sayid Nakhshawani

Itu sebabnya ia mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, yakni Surat Al-Fath 18, Al-Fath 29, Surat 9 (At-Taubah) ayat 100 (tentang sahabat yang berhijrah, Muhajirin dan Anshar), yang dilanjutkan dengan Surat 9 ayat 101 (mengenai para munafik di Madinah), Surat 48 ayat 18 (ayat Baiatur- Ridwan) yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriah, dan lainnya. Selain itu, di bagian lain ia menjelaskan tentang kaum Murji’ah pada abad awal sejarah Islam, dan mengutip Hadis Bukhari dan Muslim mengenai Telaga Kaustar, serta merujuk pada Ilmu Rijal Hadis dalam literatur.

Selengkapnya, silakan saksikan videonya yang dilengkapi teks Bahasa Indonesia (sepanjang sekitar 56 menit) ini:

 

Simak dulu video di atas, kemudian Anda bisa membaca yang di bawah ini:

Di serial videonya yang lain, Sayid Nakshawani menjelaskan berbagai hal. Satu di antaranya, ia menerangkan mengenai ISIS, pembakaran umat Kristen di Yaman yang dirujuk dalam Surat Al-Buruj (Al-Quran) dan ramalan Nabi SAW mengenai ISIS, tanda-tanda Kiamat dan kemunculan Imam Mahdi. Di antara ciri-ciri ISIS (yang pada zaman dulu diwakili kelompok Khawarij) sebagaimana digambarkan Nabi SAW (dan termaktub dalam kitab Hadis Sunni) itu adalah:

nakhshawani-2

  • Mereka solat pada malam hari dan puasa di siang hari,
  • Sangat pandai membaca Al-Quran, tapi bacaan itu hanya sampai di tenggorokan mereka;
  • Agama terlepas dari diri mereka seperti anak panah yang meluncur dari busurnya.
  • Mereka menamai diri mereka dengan kuniyah (julukan, seperti Abu Ini, Abu Itu, dan sebagainya),
  • Menggunakan surname (nama belakang) dengan nama kota asal mereka (seperti Al-Baghdadi, yang berasal dari Baghdad, dan sebagainya).
  • Mereka memanjangkan janggut dan rambut mereka.

Sekitar 27 tahun setelah itu, Imam Ali as memerangi kelompok Khawarij (yang mirip ISIS) ini dalam Perang Nahrawan, satu di antara tiga perang yang terjadi pada zaman beliau.

Saksikan videonya di bawah ini:

 

Dalam lanjutan video ini, Nakshawani menerangkan mengenai dua pemikir penting dalam literatur, yakni Ibn Taimiyah dan Ibn -Al-Qayim. Buku Ibn Taimiyah dicetak besar-besaran di negara Wahhabi Arab Saudi, dan diajarkan di berbagai negara di dunia.

Simak apa yang dijelaskan Sayed Ammar Nakshawani di video (15 menitan) ini:

 

 

Tips agar Anak Gemar Membaca

Satu hal yang sering dikeluhkan para orangtua adalah sulitnya mendidik anak agar gemar membaca. Jangankan menggemarinya, punya minat membaca saja sulit. Tapi, ada contoh singkat yang dialami Anies Baswedan, saat dia masih di SD, yang dapat memberi inspirasi bagi para orangtua.

 

Antara Membaca dan Bersepeda

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Anies rutin main ke perpustakaan Kedaulatan Rakyat (KR), di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta.  “Saya memang sering ke perpustakaan KR,” kenang Anies. Namun ternyata, dia tidak ingat apakah saat itu dirinya sudah memiliki minat membaca.

Justru saya senang kalau ke perpustakaan KR karena boleh naik sepeda,” tuturnya sambil tertawa.

Anies mengungkapkan bahwa dia hanya diperbolehkan menggunakan sepeda jika bertandang ke perpustakaan KR. Kegemaran naik sepeda ini yang kemudian membuat Anies berkenalan dengan buku dan perpustakaan.

Bila tidak sedang bersepeda menuju perpustakaan KR, dia dan saudaranya hanya bermain di lingkungan sekitar rumah yang saat itu masih bertempat di kawasan Jalan Kaliurang KM 5. “Itu cara unik orangtua saya meningkatkan minat baca,” ucapnya. Anies mengagumi kecerdikan orangtuanya karena dia mengingat betapa bahagia dirinya ketika boleh naik sepeda. Anies - Pilih Jalan Mendaki

Anies sendiri kerap mengambil rute terjauh, demi memuaskan hobinya bersepeda. “Saat itu, jalan sepeda dua arah sudah ada, tapi saya lebih milih lewat jalur lain biar bisa sambil jalan-jalan,” ujarnya terkekeh. “Dari pengalaman itu, saya juga jadi sering membaca buku. Kartu perpustakaan saya penuh dengan cap,” tambahnya lagi.

Dari cara orangtuanya mendidiknya, Anies memahami, tak selamanya mendidik anak harus dengan memaksa. Maksudnya, ketika orangtua memiliki tujuan A, jalan yang ditempuh bisa B, selama mencapai tujuan yang sama.

Cerita itu tertera dalam buku baru berjudul, “Anies: Tentang Anak Muda, Impian, dan Indonesia” (196 halaman), yang diterbitkan Noura Books, Desember 2016.

Puluhan kisah Anies yang lain dapat dibaca dalam buku itu.  Read the rest of this entry »

 

Tags: , , ,

Wanita Menurut Imam Ali as

Wanita adalah makhluk lembut dengan emosi yang kuat;

Yang telah diciptakan Tuhan Yang Maha Agung untuk bertanggungjawab mendidik masyarakat dan bergerak maju;

Tuhan menciptakan perempuan sebagai simbol dari keindahan diri-Nya,

Dan untuk memberikan kenyamanan dan dukungan bagi pasangan serta keluarganya.

* Imam Ali bin Abithalib as.

woman-imam-ali

 

woman-and-love-imam-ali-as

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perempuan dapat menyembunyikan cintanya hingga 40 tahun, tetapi ia tak dapat menyembunyikan kebenciannya meski hanya sejenak (satu jam).

* Imam Ali bin Abithalib as.

 
Leave a comment

Posted by on 27/12/2016 in Pemikiran

 

Kisah Anies: Ringan tapi Inspiratif

“Anak muda sudah seharusnya memilih jalan mendaki. Jalan berat memang sarat tantangan, tetapi bisa mengantarkan ke puncak.”

anies-cover-buku

Ini buku baru tentang Anies, yang diceritakan dalam sekumpulan kisah pendek tentangnya. Meski ringan, isinya inspiratif.

Diperkaya dengan kutipan-kutipan (quotes) Anies dan berbagai foto kegiatan Anies, buku setebal 196 halaman ini menceritakan kisah sehari-hari yang diramu dengan buah pemikiran dan surat-surat Anies Baswedan.

Cerita sedari Anies kecil hingga sekarang menjadi salah satu tokoh penting di negeri ini, sekiranya mampu memberi gambaran tentang sosok Anies Baswedan secara menyeluruh.

Dalam buku ini tergambarkan bagaimana pola asuh orangtua kepada Anies kecil, kehidupan di sekolah, tumbuhnya jiwa kepemimpinan, dan perjuangan Anies meraih impian—kisah-kisah yang diharapkan menginspirasi generasi muda tentang pentingnya kegigihan berjuang.

“Proses pencerahan dapat dimulai dari sebuah cerita kehidupan sehari-hari yang dekat dengan pembaca. Kita, juga anak-cucu kita, dapat menarik hikmah dari kisah-kisah dalam buku ini.” ~ Totok Amin Soefijanto, MA, Ed.D, peneliti dan akademisi, Universitas Paramadina.

Memang sebagai tokoh publik, Anies tak lepas dari kritik dan kontroversi. Bagaimanapun seperti yang sering diucapkannya, “ini bukan about me. Namun, about the nation, about the government.

Baca juga:

  • Jangan Cuma Mimpi.
  • Anies Baswedan Menginspirasi melalui Twitter: klik di sini.
  • Catatan dari Penggantian Anies sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: klik di sini.

anies-quote

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 25/12/2016 in Pemikiran

 

Surat Terbuka Tentang Suriah, Untuk Kang Emil

Tulisan ini membongkar berbagai berita palsu dan rekayasa tentang Suriah. Terlalu bagus untuk dilewatkan. Di dalamnya juga ada beberapa foto palsu yang dinisbatkan sebagai (seolah-olah) terjadi di Aleppo baru-baru ini, padahal aslinya bukan.

Kajian Timur Tengah

Assalamualaikum,

Kang Emil, kumaha damang?
Perkenalkan saya Dina, bukan orang Sunda. Tapi, karena saya menikah dengan urang Sunda, dan seluruh proses studi saya dari S1 hingga S3-Hubungan Internasional saya jalani di Bandung (Unpad), ikatan emosional saya dengan Sunda sangatlah kuat. Di banyak kota di Indonesia yang saya kunjungi, banyak yang mengira bahwa saya adalah orang Sunda karena saya sudah terhegemoni oleh logat Sunda.

Saya terdorong menulis surat ini setelah melihat 2 postingan di Fanpage Kang Emil tentang Suriah. Postingan pertama, share foto bertajuk Save Aleppo.

rk1g

Masih di hari yang sama, selang beberapa jam kemudian, kang Emil memposting status tanpa foto.

rk1f

Selengkapnya kalimat Kang Emil:

rk1c

Saya mencermati perbandingan jumlah share  dan komentar di kedua status itu. Buat saya, ini menjadi bukti bahwa isu Suriah adalah isu monolog. Gerakan “Save Aleppo” dianggap sebagai fakta yang tak perlu dipertanyakan lagi. Status “Save Aleppo” di-share 25ribu lebih tapi hanya ada 3100 komentar…

View original post 1,287 more words

 
Leave a comment

Posted by on 21/12/2016 in Pemikiran