RSS

Author Archives: Syafiq Basri

About Syafiq Basri

Communication strategist; writer; blogger; non practising medical doctor; like to travel.

Rohingya – Ke mana Su Kyi dan Dalai Lama?

Sehubungan ramainya berita tentang pengungsi dari Rohingya Mei 2015 ini, kiranya tepat untuk mengunggah kembali tulisan berikut ini. 

Berita yang dilansir BBC, The Guardian, dan banyak media dunia pada Mei 2015 ini sungguh menyesakkan dada. Ribuan manusia terlantar, terkapar, lapar. Sebagian lainnya meninggal akibat siksaan, tenggelam di laut atau akibat dehidrasi dan kelaparan. Bahkan ada yang katanya harus meminum air kencingnya sendiri karena kehausan dan menghindari dehidrasi. Anehnya, dunia seolah diam. Bahkan pemerintah negara-negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia menolak mereka, padahal ketika ada pesawat Malaysia dan Air Asia celaka, ribuan orang ikut sibuk mencari korban yang hilang.

Jangan lewatkan: Teroris Pembenci Muslimin Rohingya. Krisis kemanusiaan Rohingya dipicu oleh derasnya propaganda sejumlah tokoh negeri Myanmar, yang  85 persen penduduknya (sekitar 60 juta orang) adalah penganut Buddha. Biang kerok utamanya adalah biksu Ashin Wirathu. Baca tentang ini di Tempo, dan beberapa media lain. Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menegaskan bahwa umat Budha Indonesia tidak berkaitan dengan ajaran radikal yang disebarkan oleh Ashin Wirathu. Sebagaimana dimuat di Detik, Ketua Walubi, Arief Harsono menyatakan bahwa Budha di Indonesia tidak sama dengan Budha di Myanmar. “Kita perlu katakan bahwa Buddha kami dengan Myanmar berbeda,” ujar Arief di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu (20/5/2015) lalu.

Teroris berwajah Biksu di Majalah TIME

Teroris berwajah Biksu di Majalah TIME

Beberapa berita terakhir (Mei 2015) mengenai tragedi kemanusiaan Rohingya itu bisa disimak di media-media berikut:

Berikut adalah artikel mengenai Muslimin Rohingya yang ditulis Juli 2012 lalu:

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , ,

Wah, Gara-gara Muawiyah, Banyak Hadis Yang Kontradiktif

Sunnah Nabi saw dan sejarah telah diselewengkan. Akibatnya, yang terjadi sekarang ini di dunia Islam, sejatinya merupakan akibat penyelewengan dan kampanye hitam tokoh terdahulu, utamanya Muawiyah bin Abu Sufyan.

Kita tahu bahwa berkembangnya sebuah pemikiran, ideologi atau mazhab (kredo) selalu berkaitan dengan kekuasaan. Suatu ideologi atau sekte (mazhab) suatu agama pada sebuah bangsa akan berkembang apabila penguasa bangsa itu mendukungnya.

Banyak contoh tentang itu. Komunisme berkembang di Rusia (Uni Sovyet dulu) karena penguasa di situ menggalakkan pemikiran Karl Marx dan sebagainya. Di Iran, Islam mazhab Syiah berkembang berkat kekuatan para penguasa negeri Persia itu cenderung lebih suka pada pemikiran mazhab tertua dalam Islam itu.

Demikian pula, di Arab Saudi orang banyak menganut paham Wahhabi (atau kadang disebut ‘Salafi’), karena penguasa Ibnu Saudi sejak dulu sangat getol membantu pengembangan pemikiran Muhammad Abdul Wahhab, pendiri Wahhabi.

Rupanya, di dalam sejarah Islam, perkembangan sebuah mazhab tidak bisa dilepaskan dari apa-apa yang dianut dan dipelajari para ulama dari kitab-kitab rujukan agama — termasuk kitab hadis — yang disediakan, diperbanyak atau dipromosikan penguasa di tempat itu.

Sejarah menunjukkan bahwa sebagian buku hadis yang dijadikan rujukan ulama di beberapa bagian negara Muslim ternyata banyak dipengaruhi oleh kekuasaan Muawiyah, sang pendiri Bani Umayyah yang dikenal benci pada Khalifah Ali bin Abithalib (ra), dan keluarga Nabi SAW. (Baca blog berikut: klik di sini).

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , ,

Ketika Seorang Bocah Berteriak di Gunung

Seorang bocah laki-laki sedang berjalan dengan ayahnya di pegunungan. Tiba-tiba ia terjatuh, dan terluka, lalu menjerit, “AAAaahhhhhhh.” Ia kaget, karena tiba-tiba mendengar suara yang menirukannya: ” AAAaahhhhhhh.”

Penasaran, bocah kecil itu berteriak, “Kamu siapa?” Ia mendapatkan jawaban yang sama: “Kamu siapa?”

Tulisan ini aslinya dalam bahasa Inggris, yang saya baca di WhatsApp kiriman teman Abdi Soeherman (lihat di bawah). Saya menggubahnya sedikit, agar lebih cocok untuk blog ini.

Kesal, sang anak meneriaki gunung. “Kamu toloool…”  Suara itu menjawab lagi, persis seperti yang diteriakkannya: “Kamu toloool…”

Hidup adalah pantulan yang kita perbuat. (Foto suasana subuh di sekitar jembatan Penayung, Banda Aceh. Copyright: Syafiq Basri).

Hidup adalah pantulan yang kita perbuat. (Foto suasana subuh di sekitar jembatan Penayung, Banda Aceh. Copyright: Syafiq Basri).

Anak itu mulai frustasi. Ia berteriak lagi. “Hoooiii… Aku benci kamu!”  Eh, sekali lagi ia mendengar jawaban yang sama: “Hoooiii… Aku benci kamu!”

Ia menengok ke ayahnya. “Apa yang terjadi Pak?” Ayahnya tersenyum, lalu berbisik pelan, “Perhatikan ya Nak.”

Lalu sang bapak berteriak, “Kamu pintar. Juaraaa…”

Suara itu membalasnya sama. “Kamu pintar. Juaraaa…”

Anak lelaki itu kaget, tapi tidak paham. Apa yang terjadi?

Sang ayah yang ganteng dan biasa bekerja sebagai guru menerangkan: “Orang menamakan itu Gema, atau Gaung. Orang Inggris bilang, Echo, Nak. Tapi sebenarnya itulah HIDUP, Nak.” Ia membalas segala yang telah kamu katakan atau kamu perbuat. Hidup kita ini sekedar pantulan semua tindakan kita. Jika kamu ingin lebih banyak cinta, ciptakan lebih banyak kasih sayang di hatimu.

Jika ingin orang menghargaimu, hormati mereka. Hubungan timbal-balik itu berlaku pada semuanya, segala aspek kehidupan, Nak. Kehidupan akan membalas apapun yang telah kamu berikan padanya. Hidup bukanlah kebetulan. Ia adalah cerminan, atau pantulan dirimu.

—-

Belajar dari alam: anak-anak bermain dan berenang di dermaga, Aceh Jaya. (Foto Copyright: Syafiq Basri).

Belajar dari alam: anak-anak bermain dan berenang di dermaga, Aceh Jaya. (Foto Copyright: Syafiq Basri).

Berpikirlah yang benar:

Segalanya tergantung pada apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir secara benar, kita merasa ‘ringan’. Jika kita berpikir dengan cara sia-sia, cara yang salah, kita bakal merasakan ‘semuanya berat’.

Pikiran buruk berbahaya. Orang Barat mengatakan, “Waste thoughts are dangerous. They waste your time.” Kamu akan menyia-nyiakan waktumu. Pikiran negatif akan mengungkit masa lampau seolah hidup saat ini, lalu engkau lupa keadaannu sekarang, dan gelisah menguatirkan masa depan.

* اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَّآلِ مُحَمَّدٍ

Berikut di bawah adalah tulisan aslinya (dalam bahasa Inggris). Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , ,

Pejuang Yang Mencium Tangan Isterinya

“Tangan yang mengabdi pada ibunya adalah tangan yang suci. Orang yang tidak berbuat baik pada ibunya, tidak akan baik pada siapapun. Aku berterimakasih karena engkau telah mengabdi pada ibumu dengan penuh cinta dan kasih sayang.” (Petikan dialog Mustafa Chamran dengan isterinya).

Mustafa Chamran Savei adalah sosok pejuang Islam yang mati syahid saat berjuang untuk negaranya. Dalam buku karya Habibah Ja’fariyan, berjudul Chamran be Rewoya-e Hamsar-e Syahid (yang edisi Indonesianya diterbitkan oleh penerbit Qorina), pembaca akan terpukau pada kisah human interest yang indah, penuh cinta dan kemesraan suami-isteri.

Kisah ini saya petik dari blog Pencari Ilmu (klik di sini), dengan sedikit editing dan penambahan di dalamnya.
Setelah membaca buku ini, banyak yang terkesan dan menganggapnya lebih menarik dari novel-novel lainnya. Berbeda dengan banyak novel lain — apalagi yang menghadirkan tokoh fiktif — kisah Mustafa Chamran adalah cerita nyata zaman kini, ketika nilai-nilai perjuangan, keadilan dan kemanusiaan makin perlu digencarkan.
Mustafa Chamran - Syahid yang Mencium Tangan Isterinya

Mustafa Chamran – Syahid yang Mencium Tangan Isterinya

Selain pejuang, Syahid chamran ternyata memiliki jiwa yang romantis dan sangat menyayangi dan menghormati wanita (istrinya). Bagaimana ia merapikan tempat tidur dan menyediakan sarapan untuk istrinya hingga akhir hayatnya (walau lebih didasari oleh janji yang diucapkannya kepada ibu mertuanya), menjadi contoh yang luar biasa. Ia seperti hendak mengingatkan kita pada kebiasaan yang dilakukan Nabi saw kepada istri-istrinya. Chamran adalah salah seorang pendiri Hizbullah, sehingga pemimpinnya yang sekarang pun, Sayyid Hasan Nasrallah, sangat menghormati Chamran.

Tentang romantisme Chamran bisa dilihat dari kisahnya mendapatkan restu keluarga istrinya dan mempertahankan pernikahan dari tentangan keluarga istrinya dengan akhlak yang indah. Antara lain diceritakan ketika ia mengantarkan ibu mertuanya ke rumah sakit di saat peperangan tengah berkecamuk.

Read the rest of this entry »

 

7 Hal yang Sebabkan Orang Disukai

Sedikitnya ada tujuh hal yang menyebabkan seseorang banyak disukai orang lain. Ketujuh hal itu adalah:

  1. Jangan minta (berharap) sesuatu dari orang lain.
  2. Tertawakan diri sendiri — ada kalanya kita berbuat sesuatu yang aneh, lucu atau tidak lazim, sehingga mungkin bisa membuat kita tertawa sendiri. Jangan malu mentertawakan diri Anda sendiri.
  3. Dengarkan (orang lain) dengan penuh perhatian.
  4. Jarang mengeluh: pada prinsipnya orang tidak suka dijadikan tempat mengeluh. Sekali-sekali mungkin pada orang tua atau orang yang benar Anda percayai, boleh saja mengeluh, tetapi jangan terlalu sering.
  5. Jadilah inspirasi untuk orang lain. Tokoh seperti Anies Baswedan atau Handry Satriargo (GE) menjadi idola banyak orang, karena mereka sering menginspirasi orang lain.
  6. Ajarkan sesuatu pada orang lain — tanpa terasa menggurui. Rasanya tidak ada orang yang tidak senang mendapatkan ‘ilmu’, atau tips-tips dari orang lain.
  7. Sering memberi. Siapa pun, bahkan orang kaya sekali pun, akan senang menerima pemberian. Jadi, bila Anda banyak atau sering memberi, apa pun itu (tidak harus sesuatu yang mahal), maka orang lain akan menyukai Anda.

 

 

Screenshot_2014-08-21-02-33-11-1

 

Wah, Amal Kita Bisa Jadi Debu…

Sayidatun Nisaa Al-‘Alamiin Siti Fatimah as (putri baginda Nabi saw) berkata: “Barang siapa yg ‘mengangkat’ amal baiknya dengan benar-benar melaksanakanya secara penuh keikhlasan, maka Allah menjamin akan menyelesaikan semua urusannya.’

Dengan kalimat lain, amal baik hanya akan ‘diterima’ Allah bila dilakukan secara ikhlas.

Dalam sebuah ayat, Allah menjelaskan bahwa, ‘hanya amal yg ditujukan mencari (atau mendekatkan diri kpda) Allah saja yg akan ‘kekal'; sedang yang tidak demikian akan hancur sia-sia. Dalam kaitan ini, seorang ustadz mengutip ayat Qur’an yang berbunyi:

Kulli shai-in haalikun illa wajhAllah.

كل شئ هالك إلا وجهه

Segala sesuatu akan hancur, kecuali (yang untuk) ‘wajah’-Nya (Allah).

Doa sesudah solat: tak bisa hanya mengandalkan amal

Doa sesudah solat: tak bisa hanya mengandalkan amal

Artinya, ‘wajah Allah’ itu adalah tujuan utama perjalanan hidup (atau amal ibadah) kita. Oleh karena itu, hendaknya kita pasrahkan semua urusan kepada Allah. Semua yang terjadi harus disyukuri, baik dan buruk, sehat dan sakit, gembira atau sedih, sepanjang (kita yakin bahwa) itu dari Alllah, maka tentu itulah yang terbaik. Oleh karenanya,setelah melakukan usaha (ikhtiar) secara sebaik-baiknya, manusia hendaknya memasrahkan segala halnya kepada Tuhan. Tugas kita hanya berusaha, berikhtiar. Tidak kurang tidak lebih. Selanjutnya semua akan menjadi urusan Tuhan.

[Memang ada penafsiran lain terhadap ayat tersebut, tetapi menurut sang ustadz, ia bisa juga dimaknai sebagaimana di atas. Yakni bahwa ‘yang dibawa ke hadiran Allah sajalah yang akan langgeng’, sedang yang selain itu akan sirna, atau sia-sia].

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 29/04/2015 in Uncategorized

 

Agar Nikmat Tidak Dicabut Tuhan

Sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ali as, disebutkan bahwa Nabi SAW berpesan bahwa:

‘Agar setiap hari umatnya mensyukuri empat (4) nikmat ini. Sebab, jika tidak disyukuri setiap hari, maka beliau takut nikmat-nikmat yg lain akan Allah cabut dari kita’.

Mensyukuri nikmat itu, antara lain dengan pengucapan kalimat “hamdalah” (puji-syukur) seperti ini:

1. Syukur pada Gusti Allah, Yang Memperkenalkan diri-Nya kepadaku, dan tidak membuat hatiku ‘buta’.

الحمد لله الذي عرفني نفسه ولم يجعلني عميان القلب

Betapa itu sebuah nikmat besar. Sekiranya kita tidak mengenal Tuhan, maka tentu hidup ini akan hampa, manusia hanya menjadi seperti hewan, atau bahkan ‘robot’, bisa bergerak, ke sana ke mari, tetapi tidak tahu tujuan hidupnya, tidak mengerti benar dan salah, dan tidak kenal baik dan buruk.

Bangga menjadi hamba Tuhan

Bangga menjadi hamba Tuhan

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 28/04/2015 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,652 other followers