RSS

Author Archives: Syafiq Basri

About Syafiq Basri

Communication strategist; writer; blogger; non practising medical doctor; like to travel.

Wah, Kini Ada Menteri yang Peduli Kebudayaan

Ada wartawan yang mengritik bahwa  Anies Baswedan​  kurang mengurusi perkara ‘kebudayaan’ negeri kita, dan hanya sibuk dengan ‘pendidikan’ melulu. Mungkin wartawan itu belum melakukan ‘check and recheck’, atau jangan-jangan ia jarang main ke Galeri Nasional, sehingga tidak tahu bahwa dalam tujuh bulan ini saja Mendikbud Anies sudah berkali-kali ke galeri itu; yang semuanya melulu urusan seni dan budaya. Anies juga ke Sangiran (Sragen), ke TIM, nonton wayang, diskusi dengan puluhan seniman dan budayawan, di Bali, di Bandung, dan di kantornya di Jakarta.
Selain itu, bahkan baru pada jaman Anies inilah ada program bernama ‘Belajar Bersama Maestro’ (BBM), yang mengumpulkan siswa-siswa berpotensi bidang seni untuk magang, nyantrik, pada maestro budaya selama masa liburan. Mereka bisa memilih magang (nyantrik) pada tokoh budaya ternama seperti Irawati Durban, Aditya Gumay, Purwacaraka, Gilang Ramadhan, I Nyoman Nuarta, Mang Udjo, dan Didik Nini Thowok.

 

Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.

Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.

Ada yang beda di Galeri Nasional, Jakarta. Suasana berbeda itu terasa, sejak Anies Baswedan berkali-kali berkunjung ke galeri itu.

Lama sudah pecinta seni dan budaya di negeri ini, yang mengerti nilai pentingnya galeri itu, tidak lihat ada pejabat tinggi yang peduli pada kegiatan di Galeri Nasional. Dan kini, mereka boleh lega, seperti saya dan mungkin Anda yang baca ini.

“Akhirnya ada Mendikbud yang memperhatikan kebudayaan,” gumam saya dalam hati ketika melihat Mendikbud bolak-balik datang ke galeri di Jalan Medan Merdeka Timur itu, meski ia baru jadi Mendikbud sekitar tujuh bulan saja. Dan, sejak masih Rektor Anies sudah menjadi partner dalam berbagai kegiatan seni, termasuk pameran lukisan Raden Saleh di tahun 2012 di Galeri Nasional. Dia bersama Goethe Institute ikut terlibat dalam penyiapan dan penyelenggaraan pameran besar itu.

Seperti saya dan banyak dari kita barangkali, Kepala Galeri Nasional dan beberapa budayawan yang hadir dalam berbagai acara di sana juga bereaksi serupa: ‘Akhirnya (ada Pak Anies), setelah lebih dari lima tahun ini tidak pernah ada Mendikbud yang mendatangi Galeri Nasional.’

Tulisan ini awalnya berjudul, “Akhirnya Ada Mendikbud Bukan Mendiknas: Anies Baswedan,” dan dimuat di Kompasiana, 30 Juni 2015.
Anies dalam Pembukaan pameran-'Aku Diponegoro', di Galeri Nasional, Jakarta.

Anies dalam Pembukaan pameran-‘Aku Diponegoro’, di Galeri Nasional, Jakarta.

 

Anies bukan saja ke Galeri Nasional, ia juga sering berkunjung dan menonton pementasan-pementasan di Taman Ismail Marzuki (TIM). Ayah empat anak itu juga menikmati berbagai acara seni dan budaya,  bukan sekedar membuka acara atau hadir karena tugas resmi. Anies sekeluarga, beberapa waktu lalu, juga sama-sama menonton wayang orang dari Sri Wedari (Solo) yang dipentaskan di TIM.

Sejak Anies jadi Mendikbud nuansa sastra juga hadir dalam setiap upacara. Pidato Mendikbud itu penting, karena naskahnya dibacakan oleh inspektur upacara di seluruh Indonesia. Jujur saja, selama ini pidato Mendikbud di peringatan Hari Guru, Sumpah Pemuda, Hardiknas atau peringatan-peringatan hari besar lain biasanya, maaf, membosankan. Isinya hambar, dan terasa sekali nuansa birokratisnya. Padahal pidato Mendikbud itulah yang jadi naskah untuk dibaca oleh semua inspektur upacara baik menteri lain, gubernur, bupati, hingga ratusan ribu kepala sekolah di seluruh Indonesia.

Tapi naskah pidato yang ditulis sendiri oleh Anies beda. Isinya selalu penuh nyala kebangsaan, ada ‘sengatan’, ada motivasi, ajakan yang menggerakkan. Ada kekuatan juang di setiap pidatonya. Bahkan saat upacara Hari Pendidikan Nasional Mei lalu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) membacakan pidato itu hingga hampir menangis karena terharu. Bagi yang penasaran silakan baca salah satu pidato Mendikbud Anies (lihat: Sambutan Mendikbud pada Hardiknas 2015).

Itu sekadar menunjukkan bahwa dengan prosa puitiknya Anies telah mengembalikan Amanah Inspektur Upacara jadi pidato yang membawa makna, bukan sekadar asal-ada, formalitas kosong atau basa-basi. Anies membuat kebiasaan baru, sepanjang inspektur membaca naskah pidato maka semua menyimak dengan khusuk dan ikut memikirkan kalimat-kalimat yang diucapkan. Anies menghadirkan nuansa sastra di upacara-upacara di sekolah-sekolah itu. Sehingga harus diakui, ini jadi ‘benchmark’ baru, sekaligus sebagai pengingat buat semua guru tentang kuatnya peran kata-kata. Sesuatu yang sudah hampir punah di sekolah-sekolah kita.

Ada cerita khusus. Kira-kira awal tahun ini, pejabat tinggi dan beberapa eselon di bawahnya di Kemdikbud, sekitar 500an orang, dikumpulkan. Saat itu Anies mengundang dua seniman beken asal Bandung, Aat Suratin dan Iwan Abdurrahman, musisi Bandung yang juga pengarang lagu-lagu Bimbo sampai ‘Burung Camar’-nya Vina Panduwinata. Seniman yang populer dengan sebutan Abah Iwan itu diundang untuk menyanyi dan bertutur tentang kebudayaan.

Yang menarik saat sambutannya, Anies mengungkapkan alasan mengapa ia khusus mengundang dua budayawan itu untuk bicara di depan jajaran birokrasi. Ia mengatakan bahwa, Kemdikbud ini harus mengubah paradigma siswa berprestasi. Ucapannya kira-kira begini: ‘Di sini ada ruangan bernama Aula Insan Berprestasi, tempat foto-foto pelajar berprestasi dipampang. Saya perhatikan satu-satu. Semua prestasi bidang science, kenapa tidak ada foto pelajar berprestasi bidang  sastra, tari, lukis, musik, patung? Ini cara pandang yang harus diubah. Pemerintah tidak boleh ikut-ikutan menganggap bahwa prestasi pelajar itu hanya di bidang science.’

Anies lalu menjelaskan panjang lebar betapa pentingnya menumbuhkan “rasa” pada anak-anak. Dia akhiri dengan mengatakan, “ingat, pendidikan adalah bagian dari Kebudayaan.”

Belajar Bersama Maestro

Anies juga menggagas program Belajar Bersama Maestro (BBM). Sebuah kegiatan yang mengumpulkan siswa-siswa berpotensi bidang seni untuk magang, nyantrik, pada Maestro selama masa liburan. Di awal program ini, banyak maestro ternama yang bersedia ‘ditumpangi’ rumahnya oleh para siswa selama liburan, seperti seniman tari Irawati Durban, aktor teater Aditya Gumay, musisi Purwacaraka dan Gilang Ramadhan, serta pematung I Nyoman Nuarta, Mang Udjo, penari Didik Nini Thowok dan masih banyak lagi.

Para maestro seni ini akan menjadi mentor bagi siswa-siswi dalam mempelajari kesenian dan kebudayaan. Nantinya, siswa-siswa terpilih dari seluruh Indonesia yang tinggal beberapa hari di rumah-rumah para maestro pada masa liburan sekolah. Satu maestro akan mengasuh sekitar 10 orang siswa sekaligus. Anies menginginkan cara ‘nyantrik’ seperti ini bisa jadi gerakan yang bisa dilakukan di daerah-daerah, bersama seniman dan budayawan di berbagai daerah di tanah air.

Bila sedang pergi ke sebuah kota, Anies tak jarang juga mampir ke rumah budayawan, seniman atau ke workshop-nya. Seperti waktu di Bali, dia mampir di rumah yang juga Museum Seni Nyoman Gunarsa di Klungkung. Dia khusus hampiri pelukis Hanafi, datangi dan diskusi panjang dengan Pelukis Sunaryo di Selasarnya di Dago Pakar, Bandung. Dia mungkin adalah menteri pertama yang ngobrol tentang budaya di kampung budaya di Celah Celah Langit (CCL) Bandung. Dialog kebudayaan yang merakyat itu dipandu oleh Iman Sholeh, dan berlangsung hingga dini hari.

Anies Baswedan dan Nyoman Gunarsa di Bali (foto Afrizal).

Anies Baswedan dan Nyoman Gunarsa di Bali (foto Afrizal).

Beberapa waktu yang lalu, ia juga mengumpulkan para seniman dan budayawan. Secara khusus mereka diminta untuk terlibat dalam pengembangan pendidikan seni di sekolah-sekolah, yang menurut Anies sudah terbengkalai. Berkumpulah lebih dari 30 seniman terkemuka, seperti Taufiq Ismail, Hardi (pelukis), Sardono W Kusumo, Romo Mudji Soetrisno, dan banyak lagi lainnya. Di akhir diskusi, salah satu peserta mengatakan, ‘Pertemuan ini bisa masuk MURI, rekor terlama Mendikbud  berdiskusi dengan seniman. Sebelum ini biasanya menteri yang hadir cuma basa-basi di pembukaan acara, terus ditinggal.’

Memang Anies terlanjur dikenal sebagai “orang pendidikan”. Seorang kawan pernah berkomentar, Mendikdbud kurangnyeleneh. Menurut saya, bukan soal nyeleneh tapi mungkin ini pengingat agar Anies kembali lebih banyak bicara di Media Sosial (Medsos). Sejak menjadi Mendikbud nampaknya Anies tidak sempat lagi ber-twitter walau sesungguhnya sudah sejak 2011 Anies sempat aktif di twitter (dan juga Facebook). Banyak cerita dan inspirasi yang ditebarkannya lewat twitter waktu itu, sebagaimana pernah saya tulis di buku tentang Tweets Anies. Saat ditayangkan di Kompas.Com, alasan terbanyak orang mengikuti akun Anies adalah karena mayoritas tweet Anies sangat menggugah, serta penuh optimisme dan inspirasi.

Mungkin Anies perlu aktif di Medsos lagi agar lebih banyak khalayak, khususnya kaum Netizen, memetik pemikiran dan inspirasinya apalagi terlalu banyak kegiatan kebudayaan dan pendidikan yang tak (sempat) dikabarkan oleh media massa (old media). Sedikit atau banyak, yang jelas bila kita dengar langsung pikiran-pikiran Anies maka kontan akan terlihat bahwa ia justru ingin mengembalikan semangat pendidikan dan kebudayaan sebagai suatu kesatuan.

Anies paham bahwa Kebudayaan itu bukan sebatas kesenian. Di antara bukti kedekatannya dengan kebudayaan, selain pendidikan, adalah dengan melihat ke kediaman Anies. Bila Anda berkunjung ke rumahnya, dijamin Anda akan merasakan nunansa yang unik, tempat ia meng(k)ombinasikan tradisi Jawa abad 18 dengan efisiensi penggunaan ruang modern. Rumah di Jakarta Selatan itu penuh dengan pesan-pesan budaya. Meski Anies bukan arsitek, ia bisa bicara panjang lebar tentang rumah, budaya dan kebudayaan. Dia fasih bicara bagaimana bangunan rumah itu bisa membentuk perilaku, mengkonstruksi kebiasaan, hingga menjadi kebudayaan. Saya pikir, seharusnya sesekali dia bicara di depan publik soal ini.

Mendikbud di Sangiran, Sragen, Februari 2015 (Foto: M. Chozin)

Anies saat mengunjungi Sangiran, Sragen, Februari 2015 (Foto: M. Chozin)

 

Fakta yang Akurat.

Saya sebenarnya tidak berencana menuliskan ini semua, sampai beberapa hari lalu, ada wartawan yang menulis — dengan bahan informasi tak lengkap dan jauh dari akurat — di sebuah suratkabar, bahwa Menteri Anies tidak mem(p)erhatikan kebudayaan. Saya pikir itu kesimpulan gegabah. Jika ada yang tidak dengar Anies bicara soal kebudayaan, bukan berarti Mendikbud itu tidak bicara kebudayaan. Seorang penulis, apalagi wartawan profesional di media arus utama, harus menulis faktual, melakukan check and recheck, dan mencari data dan fakta yang akurat sebelum membuat kesimpulan.

Karena itu saya jadi terpanggil untuk meluruskan dengan menulis paparan ini. Bukan bertujuan memuji Anies, karena kita harus jaga kekritisan, tetapi karena ada orang yang menulis tanpa mendasarkan pada fakta maka kita harus meng(k)oreksinya. Jelas, jika diperhatikan berdasarkan fakta, kita bisa melihat bahwa justru sekarang inilah kembali ada Mendikbud yang serius memperhatikan soal kebudayaan.

Meski baru jadi Mendikbud setengah tahun lewat, penggagas gerakan Indonesia Mengajar itu telah membuncahkan harapan baru bagi aspirasi dan gerakan seni dan budaya. Arah awalnya sudah benar, kita sekarang akan lihat bagaimana Anies menjalankannya di bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan. Saya pribadi percaya Anies akan bisa mendorong kemajuan itu. Jadi maju terus, kembangkan Pendidikan dan Kebudayaan, dan ingat kata-kata Anies sendiri yang ditulis di twitter beberapa tahun yang lalu, Pemimpin yang tulus itu dipuji tak terbang, dicaci tak tumbang.

Selamat bekerja Anies. Kami tahu perjalanan masih panjang dan berliku, tapi keikhlasan dan semangat Anda dalam berjuang demi anak-anak bangsa meyakinkan kami bahwa ‘they are in good hand’.

Baca juga:

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Doa Sahur Nan Indah

Berikut ini salah satu doa indah saat SAHUR, yang diriwayatkan dari jalur keluarga Nabi saw:

[Dibuka dengan membaca Basmalah, dan Solawat kepada Nabi saw dan keluarganya: Allahumma solliy ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad].

Ilahi, sang peminta berdiri mengemis di gerbang-Mu;

Sang fakir berlindung dengan kemulian-Mu, bahtera yang membawa orang miskin dan hina (‘al-masaakiin’) telah berlabuh di tepian laut kedermawan dan kemuliaan-Mu, mengharap ijin untuk menyeberang ke tepian samudra rahmat dan nikmat-Mu.

Dengarkan Doa ini (format mp3 – tanpa perlu download) — klik di sini.

Ilahi, sekiranya Engkau tak ampuni dalam bulan mulia ini kecuali orang yang ikhlas menyucikan dirinya untuk-Mu dalam puasa (shiyamihi) dan solatnya (qiyaamihi), lantas kepada siapa sang pendosa bermohon ketika ia tenggelam dalam lautan dosa (dzunuubihi) dan khilafnya?

Doa Indah saat Sahur: Siapa yang mengampuni hamba yang berdosa, kecuali Engkau ya Allah?

Doa Indah saat Sahur: Siapa yang mengampuni hamba yang berdosa, kecuali Engkau ya Allah?

Ilahi, apabila Engkau tak merahmati kecuali orang yang taat, lalu kepada siapa sang pembangkang (pendosa) bermohon? Dan jika Engkau tidak terima kecuali perbuatan orang yang sempurna amalnya (“al-‘aamiliin”), maka kepada siapa yang kurang amalnya berharap?

Ilahi, mereka yang puasa (shooimuun) telah beruntung, mereka yang tegakkan solat malamnya (al-qooimuun) telah berhasil, mereka yang ikhlas (al-mukhlishuun) telah berjaya, namun kami hanyalah hamba-Mu yang penuh dosa.

Karena itu rahmati kami dengan kasih-Mu dan selamatkan kami dari api neraka dengan ampunan-Mu, wahai yang Maha Mulia, wahai yang Pengasih dan Penyayang.

(Tambahkan pada penutupnya: Sampaikan solawat bagi Muhammad dan keluarganya yang suci).

Amin ya Rabbal ‘Alamin.

 
Leave a comment

Posted by on 29/06/2015 in Doa, Link Bagus

 

Jaga hati, jaga rasa, nasib kita ditentukan olehnya.

Syafiq Basri:

Tulisan rekan Indira Abidin ini sangat menarik dan bermanfaat. Maka layak untuk kita bagi-sebarkan lagi kepada lebh banyak orang.

Originally posted on Indira Abidin's Blog:


Di sebuah kelas seorang guru meminta seorang muridnya maju ke depan kelas dan memintanya mengangkat tangan ke samping.

Sang guru pun menarik tangan anak itu ke bawah sambil meminta si anak menahan sekuat tenaga. Tangannya ternyata kuat menahan tarikan sang guru.

“Sekarang pikirkan hal-hal yang membuatmu sedih,” seru sang guru. Setelah beberapa Saat ditariknya lagi tangan si anak. Jatuh. Tangannya tak kuat menahan tarikan sang guru.

“Bayangkan hal-hal yang membuatmu gembira,” kata sang guru. Setelah beberapa saat ditariknya lagi tangan sang anak ke bawah. Tangan itu dengan sangat kuat mampu menahan tarikan sang guru.

Kemudian sang guru meminta si anak keluar ruangan. Dikatakannya kepada murid-murid lain dalam ruangan tersebut, “Pikirkanlah yang buruk-buruk tentang si anak ini kalau ia masuk lagi.”

Dan ketika si anak masuk dan kembali mengangkat tangan, kembali tangannya lunglai saat ditarik sang guru. Ajaib.

Kemudian sang guru berbisik ke telinga si anak, ” Bayangkan kamu punya tameng…

View original 407 more words

 
Leave a comment

Posted by on 22/06/2015 in Uncategorized

 

Nih Dia: 60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait (Bag. 3)

Sambungan dari 60 Keutamaan Ahlul Bait – bag. 2.

HADITS 41
Al-Khatib dalam tarikhnya meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata : Rasulullah Saww bersabda : “Syafa’atku bagi umatku yakni untuk orang yang mencintai Ahlul Baytku”.

Bagaikan Perahu - Ahlul Bair Nabi saw

Bagaikan Perahu – Ahlul Bair Nabi saw

HADITS 42
At-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Pertama orang yang akan aku beri syafa’at dari kalangan umatku adalah Ahlul Baytku”.

HADITS 43

  • At-Thabrani meriwayatkan dari Al- Muthalib bin ‘Abdullah bin Hanthab dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah Saww berpidato dihadapan kami di Juhfah, beliau bersabda : “Bukankah diriku ini lebih utama (berhak) untuk memimpin kamu daripada dirimu sendiri?
  • Jawab mereka : Benar Ya Rasulullah.
  • Lalu beliau melanjutkan : kalau begitu aku akan meminta pertanggungan jawabmu tentang 2 hal ; Al Qu’an dan ‘Ithrah-ku”.

HADITS 44
Al-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Ra, ia berkata : Rasulullah Saww bersabda : “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba Allah pada Hari Kiamat sebelum ia ditanya (dan menjawab) empat (4) pertanyaan ; tentang usianya, untuk apa ia menghabiskannya, tentang tubuhnya, bagaimana ia telah menggunakan tenaganya, tentang hartanya, untuk apa dibelanjakan dan dari mana ia mendapatkannya, serta tentang kecintaannya kepada kami, Ahlul Bayt “.

HADITS 45
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Saww bersabda : “Orang pertama yang mendatangiku di Al- Haudh adalah Ahlul Baytku “.

HADITS 46
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Didiklah putra-putramu atas 3 perkara ; kecintaan kepada Nabimu, kecintaan kepada Ahlul Baytnya dan (kecintaan) membaca Al Qu’an. Sesungguhnya pengemban Al Qur’an berada dibawah naungan Allah SWT pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan-Nya bersama para Nabi dan para washi’ (orang-orang pilihan) nya “.

HADITS 47
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Paling teguhnya kamu di atas shirath (jembatan akhirat) adalah orang yang paling gigih kecintaannya kepada Ahlul Baytku dan shahabat-shahabatku “.

HADITS 48
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “4 golongan, akulah pemberi syafa’at bagi mereka di hari kiamat, yaitu ; orang yang menghormati dzurriyat (keturunan)ku, orang yang membantu menutupi kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka sangat membutuhkan dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya ( yang tulus ) dan dengan kata-katanya “.

HADITS 49
Ad-Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Keras kemurkaan Allah terhadap orang yang menggangguku dengan mengganggu ‘Ithrahku “.

HADITS 50
Ad-Dailami meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang makan di atas kekenyangannya, orang yang lalai melaksanakan keta’atan kepada Tuhannya, orang yang mencampakkan sunnah Nabinya, orang yang meremehkan dzimmah ( tanggung jawab )nya, orang yang membenci ‘ithrah Nabinya dan mengganggu tetangganya “.

HADITS 51
Ad-Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Ahlul Baytku dan orang-orang Anshor adalah orang-orang kepercayaanku dan pengemban rahasia ilmuku, Maka terimalah yang baik dari mereka dan ma’afkanlah yang salah dari mereka “.

HADITS 52
Abu Nu’aim meriwayatkan dalam Al- Hilya dari ‘Utsman bin ‘Affan Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Siapa yang memberikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthalib suatu ( hadiah ) kebaikan lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya maka Akulah yang akan membalasnya kelak di hari kiamat “.

HADITS 53
Al-Khatib meriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Barangsiapa berbuat kebaikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthallib lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya di dunia, maka Akulah yang akan membalas kebaikan itu jika ia berjumpa denganku “.

Buku tentang Usman bin Affan ra

Buku tentang Usman bin Affan ra

HADITS 54
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Siapa yang memberikan jasa kepada salah seorang dari Ahlul Baytku, maka Akulah yang akan membalasnya pada hari kiamat “.

HADITS 55
Al-Bawardi meriwayatkan dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Aku akan tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan yaitu kitabullah, ia adalah suatu sebab yang satu ujungnya ditangan Allah SWT dan ujung yang lain pada tanganmu dan ‘ithrah ahlul baytku, dan sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah, sampai bersama-sama mengunjungiku di telaga Al- Haudh “.

HADITS 56
Imam Ahmad dan At-Thabrani meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Kutinggalkan padamu kedua penggantiku Kitabullah, tali penghubung yang terbentang antara langit dan bumi dan ‘Ithrahku Ahlul Baytku. Sungguh keduanya takkan berpisah sehingga berjumpa denganku di telaga Al Haudh”.

HADITS 57
At-Turmudzi, Al-Hakim dan Al- Baihaqi dalam Syu’abul Iman meriwayatkan dari ‘Aisyah Ra dari Nabi Saww :
“Ada enam (6) kelompok yang dilaknat oleh Allah SWT, olehku dan oleh semua Nabi yang doanya dikabulkan, mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan lalu memuliakan orang yang dihinakan oleh Allah SWT dan menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah SWT, orang yang menghalalkan (sesuatu) yang diharamkan oleh Allah SWT, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan oleh Allah SWT dan orang yang meninggalkan sunnahku “.

HADITS 58
Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Al-Ifrad dan Al Khatib dalam Al-Mutaffaq dari ‘Ali Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda: “Tujuh (7) kelompok yang dilaknat Allah SWT dan dilaknat oleh setiap Nabi yang doanya dikabulkan, mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang menolak sunnahku dan mengambil yang bid’ah, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan Allah SWT, orang yang berkuasa dengan kekerasan atas umatku lalu memuliakan yang dihinakan Allah SWT dan menghinakan yang dimuliakan Allah SWT dan orang yang murtad dengan melarikan diri ke dusun-dusun setelah hijrah ( sebagai ‘Arab baduwi ) “.

HADITS 59
Al-Hakim meriwayatkan dalam tarikhnya dan Ad-Dailami dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Tiga hal, yang barangsiapa memeliharanya maka Allah SWT akan memelihara agamanya dan siapa yang menyia-nyiakannya maka Allah SWT tidak akan memelihara apapun baginya, yaitu ; kehormatan Islam, kehormatanku dan kehormatan keluargaku”.

HADITS 60
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah orang-orang ‘Arab, sebaik-baik orang ‘Arab adalah suku Quraisy dan sebaik-baik suku Quraisy adalah Bani Hasyim “. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait – 2

Selanjutnya, hadis-hadis yang lain adalah sebagai berikut ini. (Selengkapnya, lihat 60 Keutamaan Ahlul Bait – bag. 1 tulisan ini):

HADITS 25
Al-Bazzar meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Zubair Ra bahwa Nabi Saww bersabda : “Perumpamaan Ahlul Baytku ibarat bahtera Nuh. Barangsiapa berlayar dengannya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam”.

Ahlul Bait Nabi saw - ibarat perahu Nabi Nuh

Ahlul Bait Nabi saw – ibarat perahu Nabi Nuh

HADITS 26
At-Thabrani meriwayatkan dari Abu Dzar Ra, (ia berkata): aku mendengar Rasulullah Saww bersabda : “Perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu ibarat bahtera Nuh diantara kaumnya. Barangsiapa ikut berlayar bersamanya dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan dan terlambat dia akan binasa. Dan perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu seperti pintu pengampunan Bani Israil”.

HADITS 27
At-Thabrani meriwayatkan dalam Al- Awsath dari Abu Sa’id Al Khudri Ra (ia berkata) : aku mendengar Rasulullah Saww bersabda : “Perumpamaan Ahlul Baytku laksana bahtera Nuh As. Barangsiapa menaikinya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam. Dan perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu seperti pintu pengampunan diantara Bani Israil. Barangsiapa memasukinya maka dosa-dosanya akan diampuni”.

HADITS 28
Ibnu Najjar dalam tarikhnya meriwayatkan dari Hasan bin ‘Ali Ra, ia berkata : Rasulullah Saww bersabda :
“Setiap segala sesuatu mempunyai azas dan azas Islam adalah kecintaan kepada shahabat Rasulullah dan Ahlul Baytnya”.

HADITS 29
At-Thabrani meriwayatkan dari ‘Umar Ra bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Setiap putra seorang perempuan bergabung nasabnya kepada ashabahnya (keluarganya dari pihak ayah) kecuali keturunan Fatimah Ra, akulah ashabah mereka dan Akulah ayah mereka”.

HADITS 30
At-Thabrani meriwayatkan dari Fatimah Az-Zahra As, beliau berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Setiap putra ibu akan bergabung dalam nasabnya kepada ashabahnya kecuali anak-anak Fatimah, Akulah wali mereka dan Akulah ashabah mereka”.

HADITS 31
Al-Hakim meriwayatkan dari Jabir Ra, ia berkata : Rasulullah Saww bersabda : “Setiap putra ibu memiliki ashabah yang mereka dinisbatkan kepadanya kecuali kedua putra Fatimah, Akulah wali mereka dan Aku adalah ashabah mereka”.

HADITS 32
At-Thabrani meriwayatkan dalam Al- Awsath dari Jabir Ra bahwa ia mendengar ‘Umar bin Al Khaththab Ra mengatakan kepada orang-orang ketika ia menikah dengan salah seorang putri ‘Ali Ra, Tidaklah kalian mengucapkan selamat atasku..?, aku mendengar Rasulallah Saww bersabda : “Akan terputus pada hari kiamat semua sebab dan nasab (keturunan) kecuali sebabku dan nasab yang bersambung denganku”.

HADITS 33
At-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Ra, ia berkata : Rasulullah Saww bersabda : “Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari kiamat kecuali sebab dan nasab yang bersambung denganku”.

HADITS 34
Ibnu ‘Asakir dalam Tarikhnya meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Semua hubungan nasab dan shihr (per-iparan, kerabat dari hubungan perkawinan) akan terputus pada hari kiamat, kecuali nasab dan shihr-ku”.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 11/06/2015 in Uncategorized

 

60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait Nabi saw – bag. 1

60 Hadits Keutamaan Ahlul Bayt, dari karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Allah berfirman : ” Sesungguhnya telah datang seorang Rasul dari kaum ( golongan )-kalian sendiri, berat serasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagi kalian, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang Mu’min (QS.9:128)”. Dan firman Allah : “Boleh jadi kamu (Muhammad Saww) akan menyengsarakan dirimu sendiri karena mereka tidak beriman (QS.26:3).
Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Apa dan Siapa Ahlul Bait ?

Frasa “Ahlul Bait” dari segi bahasa adalah ‘Al Qorib wal ‘Asyirah‘ yaitu keluarga terdekat. Dalam istilah bahasa Inggris, selain kata family, ia sering diterjemahkan dengan house-hold.

Pengertian Ahlul Bait (atau Ahlul Bayt) Nabi secara umum adalah seluruh keluarga dekat beliau, termasuk paman, bibi, anak, anak paman dan bibi serta anak cucu beliau. Pengertian itu telah dipergunakan oleh orang-orang sejak awal sejarah Islam hingga sekarang. Pengertian frasa ‘Ahlul Bayt’ bisa memiliki  beberapa pengertian yang berbeda, tergantung dari sudut mana kita melihatnya.

Sedangkan pengertian Ahlul Bayt secara sya’riat adalah  Sayidina Ali (kwh), Siti Fatimah (ra), dan kedua putra Fatimah, Al- Hasan (ra) dan Al-Husain ra. Pembatasan pengertian hanya kepada mereka itu, didasarkan pada dalil-dalil kontekstual yang cukup tegas dan jelas, di antaranya ayat At- Tathir yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah (SWT) berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian Wahai Ahlul Bayt dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.” [Qur’an Surat.33:33].

Landasannya :

  1. Hadits Riwayat At-Turmudzi dari Sa’ad bin Abi Waqqas (ra): “Ketika turun ayat (QS.33:33) ” Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kamu dan diri kami dan diri kamu.. “Rasulullah Saww menanggil ‘Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian beliau bersabda : “Ya Allah, merekalah Ahlul Baytku (keluargaku) “.
  2. Hadits riwayat At-Turmudzi dari Ummu Salamah (ra): “Ayat At Tathir (QS.33:33), turun untuk Rasulullah Saww di rumahku ketika aku sedang duduk di depan pintu, aku bertanya : Ya Rasulullah, bukankah aku juga Ahlul Baytmu..?, beliau menjawab : engkau dalam kebaikan, engkau dari istri-istriku. Ketika itu Rasulullah Saww di rumah bersama ‘Ali, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian beliau memasukkah mereka di bawah sorban beliau seraya bersabda : “Ya Allah, merekalah Ahlul Baytku maka hilangkanlah kotoran dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya “.
  3. Hadits riwayat Muslim dari Zaid bin ‘Arqom: “Suatu hari Rasul Saww berpidato di hadapan kami dekat danau bernama Khom (atau Ghum), (yang lokasinya berada) di antara Mekkah dan Madinah. Setelah memuji Allah, beliau mulai menasihati kami dan bersabda : “Wahai orang-orang, aku tak ubahnya seorang manusia, mungkin utusan tuhanku akan segera datang memanggilku, ketahuilah bahwa aku meninggalkan pada kalian dua (2) pusaka (benda berharga), kitabullah yang mengandung cahaya dan bimbingan maka ambilah kitabullah dan berpeganglah padanya.. (kemudian) beliau meneruskan : Dan Ahlul Bait-ku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku…”. Perawi hadits bertanya kepada Zaid bin ‘Arqom : Siapakah Ahlul Bayt Rasul Saww, adakah istri-istri beliau termasuk Ahlul Baytnya?Zaid menjawab: “Tidak, Demi Allah, seorang istri hidup bersama suaminya untuk beberapa waktu dan ketika dicerai, ia akan kembali kepada kaumnya sendiri “.
Sebuah tulisan mengenai kewajiban mencintai Ahlul Bait itu dapat dirujuk pada link berikut ini (klik di sini).

Dan riwayat ayat “At-Tathir” yang menunjuk pembatasan hanya pada mereka cukup kuat dan banyak diriwayatkan oleh kalangan dan tokoh-tokoh penting Ahlus Sunnah lainnya, di antaranya;

  1. Imam Muslim dalam “Shahih”-nya;
  2. Imam At Turmudzi dalam kitab “Shahih’-nya;
  3. Al Hakim dalam kitab “Al-Mustadrak”-nya;
  4. Imam Ahmad dalam kitab “Musnad”-nya;
  5. Imam An Nasa’i dalam kitab Khoshoish;
  6. Al Muhib At Thabari dalam Riyadhun Nadhirah-nya;
  7. Al Muttaqi Al Hindi dalam kitab Kanzul ‘Ummal-nya;
  8. Ibnu ‘Abdi Al Bar Al Andalusi dalam Al-Isti’ab;
  9. Ibnu ‘Atsir Al Jazari dalam Usdul Ghobah-nya;
  10. At Thohawi Al Hanafi dalam kitab Musykil Al-Atsar;
  11. Al Haitsami dalam Majma’ul Zawaid-nya;
  12. Ibnu Jarir At Thabari dalam tafsir “Jami’ul Bayaan”-nya;
  13. As Suyuthi dalam ‘Tafsir Durul Mantsur’-nya;
  14. Imam Abu Daud dalam ‘Musnad’-nya;
  15. Al Khatib Al Baghdadi dalam kitab ‘Tarikh’-nya.

Jalur jalur riwayat mereka dikutip oleh Sayyid Murtadha Al Husaini Al Fairuz Zabadiy dalam kitab Fadhailul Khamsah min Shihatus Sittah, juz 2 hal. 264-289.

Ayat Al-Qur'an yang isinya perintah agar mencintai Ahlul Bait Nabi saw.

Ayat Al-Qur’an yang isinya perintah agar mencintai Ahlul Bait Nabi saw.

Dari riwayat-riwayat tersebut meski secara bahasa kata ‘Ahlul Bayt’ dapat disematkan atas setiap penghuni rumah seseorang, namun secara syari’at Allah SWT dan Rasulnya telah membatasi pengertian kata Ahlul Bayt Nabi hanya kepada sejumlah pribadi dari keluarga terdekat beliau yaitu : Ali bin Abithalib (kwh), Fatimah (ra), Hasan (ra), Husain (ra). (Dalam riwayat lain, Nabi saw dan mereka ber-empat itu disebut sebagai ‘Ahlil Kisaa‘).

Dengan demikian itulah pengertian kata Ahlul Bayt Nabi dalam ‘Ayat At-Tathir ‘(QS.33:33).

 

 

Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bayt Karya : Al-Imam Jalaluddin As Suyuthi.

Manuskrip Tulisan pertama Kitab Syarah Alfiyah Ibnu Malik oleh Jalaluddin As-Suyuthi, 221 Halaman. [Sumber : http://www.mahaja.com/library/manuscripts/manuscript/682 ]

Manuskrip Tulisan pertama Kitab Syarah Alfiyah Ibnu Malik oleh Jalaluddin As-Suyuthi, 221 Halaman. [Sumber : http://www.mahaja.com/library/manuscripts/manuscript/682 ]

Biografi singkat penulis: 

Nasabnya : Alhafizh Jalaluddin Abul Fadl Abdurrahman bin Abu Bakar bin Muhammad Al Khudhairi As Suyuthi Asy Syafi’i.

Kelahiran dan kehidupannya : As Suyuthi dilahirkan pada bulan Rajab tahun 849 H (2 October 1445 M) di kota Suyut, Mesir. Ayahnya wafat ketika ia baru berusia sekitar 5 tahun. Suyuthi sudah hafal Al-Qur’an ketika usianya kurang dari delapan (8) tahun, kemudian beliau menghafal kitab ‘Umdatul Ahkam, Minhajun Nüri, Alfiyah Ibnu Malik dan Minhajul Baidhawi. Suyuthi berguru kepada sekitar 50 orang syeikh dan guru agama. Ia wafat pada tahun 1505 M (atau 911 H), dan kemudian dikenal sebagai salah satu ulama dan cendekiawan Muslim ternama dari Mesir abad ke-15.

Baca tentang Jalaluddin as-Suyuthi (bahasa Arab: جلال الدين السيوطي) dalam Wikipedia bahasa Indonesia (klik di sini) dan yang bahasa Inggris (klik di sini).

 

Saksikan video Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’a (Ali Qouma) tentang Suyuthi (kilik di sini).

Karya-karyanya : Beliau menghasilkan lebih dari 500 buah karya tulis. Di antara karyanya yang terkenal adalah: Read the rest of this entry »

 

Jangan Bikin Zionis Gembira – Khutbah Dari Damaskus

Zionis Senang Jika Sunni dan Syiah Berseteru.

Masjid Jami' Umawi - Damaskus, Suriah

Masjid Jami’ Umawi – Damaskus, Suriah

Pada Jumat 15 Mei 2015 lalu, tokoh Sunni kenamaan Syria Syekh Ma’mun Rahmat, menyampaikan khutbah yang beda dari biasanya. Imam dan Khatib Masjid Jami’ Umawi, di Damaskus, ibukota Syria (Suriah) itu mengecam keras penguasa negara-negara Teluk yang mengadu domba dan memecahbelah umat Islam.

Sambil mengritik Wahabi yang disponsori negara Arab Saudi, Syekh Ma’mun mengatakan bahwa akibat perpecahan dalam Islam kini justeru kaum Zionis Israel mengeruk keuntungan. “Akibat itu semua, kaum Zionis itu kini justru senang, tenang, damai dan nyaman,” katanya, “Dan serangan kepada Yaman oleh Saudi itu sama persis dengan serangan Zionist Israel kepada penduduk Gaza (di Palestina).”

Saksikan video 3,5 menit dari bagian khutbah Syekh Ma’mun ini:

Mengutip hadis Nabi Saw, Syekh Ma’mun mengatakan: menurut hadis yang diriwayatkan Abu Dawud , Nabi saw bersabda, “Tidak termasuk golongan kami mereka yang menyeru kepada fanatisme (ashobiyyah).”

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,703 other followers