RSS

Author Archives: Syafiq Basri

About Syafiq Basri

Communication strategist; writer; blogger; non practising medical doctor; like to travel.

Valentine dan Serigala

Apa sih sebenarnya Hari Valentine itu? Benarkah ia sebenarnya berasal dari konsep ‘penyembahan dewa atau berhala’ yang bahkan pemeluk Kristiani sekali pun tidak layak merayakannya? Sengaja tulisan lama (tahun 2012) ini kita munculkan kembali (dengan sedikit revisi), untuk mengingatkan orang-orang yang kita cintai, bahwa kasih sayang kita kepada mereka tak lekang sepanjang jaman.
Salah satu simbol kasih sayang yang diperdagangkan saat Valentine Day: cinta atau serigala?

Salah satu simbol kasih sayang yang diperdagangkan saat Valentine Day: cinta atau serigala?

Berbagai negara berpenduduk Muslim seperti Iran, Arab Saudi dan Pakistan, diterbitkan larangan memperingati  Hari Valentine.

Valentine’s day and its symbols are rooted in the worship of false gods and has no Biblical basis. Those who celebrate the holiday and consider themselves believers in the God of the Bible need to take a prayerful look at no longer observing the holiday.

Memang mengherankan, betapa jutaan orang ikut-ikutan tanpa tahu persis apa makna sebenarnya Valentine’s Day. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on 14/02/2015 in Diskusi Agama, Gaya Hidup

 

Tags: , , , , , , , ,

Misteri Pedang Sayyidina Ali, dari Negeri Panjalu (Tanah Pasundan) ?

Originally posted on Kanzunqalam's Blog:

Pada acara tahunan dalam Prosesi Upacara Adat Nyangku masyarakat Panjalu, Ciamis, ada upacara yang paling ditunggu-tunggu yaitu  pencucian pedang yang dipercaya merupakan warisan dari Sayyidina Ali r.a.

Menurut babad Panjalu, pedang tersebut diberikan langsung oleh Sayyidina Ali kepada Raja Panjalu yang bernama Prabu Borosngora.

pedangali1

Bukti bahwa pedang ini berasal dari Sayiddina Ali r.a, dibilahnya tertulis 3 kalimat bahasa arab yang berbunyi :

La Fabasirtha Ali Ya Ali al dzulfikaqar Wa Ali Wasohbihi Azma’in, Laa Syaefi Illa Dzulfiqar, Laa Fatta Illa Aliyya Karomallahu Wajnahu.

Ini adalah pedang milik Syaidinna Ali Karomallohu Wajhnahu“.

Pedang ini juga pernah diteliti oleh Ir. Suhamir, ahli purbakala dari pusat, hasilnya disimpulkan bahwa bahan logamnya bukan berasal dari Nusantara (sumber : Upacara Ritual Nyangku).

Misteri Prabu Borosngora

Prabu Borosngora yang mendapatkan anugerah Pedang Sayyidina Ali ternyata masih diselimuti misteri. Hal ini dikarenakan jika berdasarkan penelitian ahli sejarah, Raja Panjalu ini indentik dengan figur…

View original 170 more words

 
Leave a comment

Posted by on 06/02/2015 in Uncategorized

 

Kecewa tak harus marah, kan? Rasa baik, pikir baik, hasil baik.

Syafiq Basri:

Sebuah artikel yang inspiratif.

Originally posted on Indira Abidin's Blog:

image

Kecewa Tak Harus Marah.

Pagi hari..
Anak sekolah, belum juga siap, kecewa marah..

Siang hari..
Bertemu relasi, ada ketidaksesuaian, kecewa, marah…

Sore hari..
Kembali ke rumah, rumah masih berantakan, kecewa marah…

Malam hari..
Hendak beranjak ke pembaringan, tak jua bisa memejamkan mata, kecewa marah..

Apakah seluruhnya harus diakhiri dengan amarah..?

A. Cukup Ekspresi Wajah.

Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

“Rasulullah orang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari gadis dalam pingitan.

Apabila beliau tidak menyukai sesuatu, kami bisa mengetahuinya pada raut wajah beliau..” (HR. al-Bukhari: 6119, Muslim: 2320)

Cukup perubahan wajah, tanpa harus umbar amarah.

B. Kuat Hebat.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,

“Bukanlah orang yang kuat itu ia yang pandai bergulat.

Tetapi orang yang kuat yaitu ia yang mampu mengendalikan diri tatkala marah…”

(HR al-Bukhari: 6114, Muslim: 2609)

Bukan karena tak mampu membalas…

Tidak juga sebab ia lemah..

Namun ia menahan marah berharap pahala dan surgaNya.

Kecewa tak harus…

View original 154 more words

 
2 Comments

Posted by on 06/02/2015 in Uncategorized

 

Peringatan Sayidina Ali tentang ISIS

Peringatan Sayidina Ali tentang ISIS – Bahaya Teroris Wahabi Takfiri:

Belakangan ini ramai sekali berita tentang ISIS di berbagai media arus utama (mainstream media) dan Media Sosial. Selain aspek politiknya, sesungguhnya terdapat pula kajian tentang isu tersebut dari sisi agama.

 

Kitab Tauhid yang disebarkan ISIS di Suriah.

Kitab Tauhid yang disebarkan ISIS di Suriah.

Tidak kurang dari sahabat setenar Sayidina Ali (ra) sendiri yang memperingatkan bahaya ISIS itu. Dengan kata lain, Khalifah ke-4 yang menjadi ‘kota ilmu’-nya Nabi (saw) itu sudah mengingatkan umat Islam akan ancaman “Daulah Islamiyah” tersebut sejak 1400-an tahun lalu — sebagaimana dapat Anda simak pada video di bawah.

ISIS (WAHABI – SALAFI ) KAFIRKAN SUNNI:

Sebelum melihat video di bawah, silakan simak tulisan berikut ini, yang menunjukkan bahwa ulama Wahabi (Salafi) Takfiri telah mengkafirkan ulama Ahlus Sunnah (Sunni) dan Salaf as-Salih sejati (klik di sini). Yang perlu dicatat, Wahabi (Takfiri) itu rupanya menjadi rujukan utama kelompok ISIS. Selain itu, mereka selalu mengklaim dirinya sebagai bagian dari Ahlus Sunnah (agar mudah menyusup ke dalam mazhab Sunni), dan mengklaim dirinya sebagai salafi. Padahal Salaf as-Salih (Salafi) yang sejati, sangat beda dengan mereka. (Silakan explore blog tersebut, atau klik di sini, dan tulisan di muslimedianews.com ini).

Dalam blog itu, Anda juga dapat menemukan beberapa hal bermanfaat, seperti:

  • Blog berikut ini juga mengungkapkan sebuah telaah kritis atas ajaran Wahabi-Salafi: silakan klik di sini.
  • Beda antara ulama Sunni yang bernama Ibn Al-Jauzi, dan ulama Wahabi Al-Jauziyyah yang merupakan murid Abdul Wahab (pendiri Wahhabi). Yang pertama, Ibn al-Jauzi adalah al-Imam al-Hafizh Abdurrahman ibn Abi al-Hasan al-Jauzi (wafat tahun 597 H), Imam Ahlussunnah terkemuka, ahli hadits, ahli tafsir, dan seorang teolog yang bermadzhab Hanbali. Sedangkan Al-Jauziyyah alias Ibn Qayyim al-Jauziyyah bernama lengkap Muhammad ibn Abi Bakr az-Zar’i (wafat  pada 751 H), dan ia merupakan murid Ibn Taimiyah. Selengkapnya dapat dilihat di sini.

 

Berikut ini beberapa video (youtube) yang membahas ancaman (ISIS) tersebut, yang disampaikan oleh ulama Ahlus Sunnah di luar negeri:

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , ,

Hancurkan Egomu – Rumi

Dalam salah satu syairnya, Rumi mengatakan…

 Very little grows on jagged rock. Be grounded. Be crumbled, so wildflowers will come up where you are.

Kira-kira terjemahan bebasnya begini:

Sedikit sekali yang bisa tumbuh di batu yang keras (sombong). Membumilah. Merunduk rendah, hancurkan (ego) diri bagai tanah. Sehingga bermacam bunga tumbuh di tempatmu berada.

 

 

Screenshot_2014-08-21-02-22-04-1

 
Leave a comment

Posted by on 05/02/2015 in Diskusi Agama, Rumi

 

Kembali ke Rumah – Rumi

Jika cahaya ada dalam dirimu, engkau kan menemukan jalan (kembali) ke ‘rumah’-mu.

Begitu kata Rumi, dalam syairnya. Tentu saja sekali lagi ia bicara mengenai ‘rumah abadi’, ketika ruh kita kembali ke ‘rumah’-nya, yakni ke hadiran Sang Maha Pencipta.

Screenshot_2014-08-21-02-26-07-1-1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read the rest of this entry »

 

Mencari Cinta Rumi

Screenshot_2014-08-21-00-47-25-1Menarik untuk mengaji resep Jalaluddin Rumi berikut ini:

“Tugasmu bukanlah menemukan cinta; tapi sepenuhnya mencari dan menemukan segala tembok penghalang (bagimu untuk mendapatkan) cinta yang engkau bangun di dalam dirimu,” kata Rumi.

Di sini rupanya Rumi bicara tentang cinta kepada atau dari Allah SWT. Ia hendak mengajarkan bahwa “ego” manusia-lah yang menyebabkan munculnya tabir (barrier) yg menghalangi ‘cahaya’ Tuhan  dari seorang hamba.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on 07/01/2015 in Diskusi Agama, Pemikiran, Rumi

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,580 other followers