RSS

Author Archives: Syafiq Basri

About Syafiq Basri

Communication strategist; writer; blogger; non practising medical doctor; like to travel.

10 Pesan agar Jalani Hari dengan Semangat

Kemarin ini baca sebuah tulisan salah satu PIN di Pinterest. Isinya singkat tapi menarik: 10 saran singkat tapi jitu.

 

  1. Bangunlah pagi-pagi.
  2. Bersyukurlah (kepada Tuhan) tentang segala yang telah Anda miliki.
  3. Lakukan sesuatu yang produktif, yang tidak sia-sia.
  4. Lakukan sesuatu yang ‘fun‘, menggembirakan, asyik, tapi bukan bermaksiat.
  5. Berbuatlah sesuatu untuk orang lain — membantu, memberi, mengantar orang, dan sebagainya.
  6. Cari sinar Matahari.
  7. Berolahragalah, bergerak; tidak peduli apa pun, yang penting berolahragalah.
  8. Buat seseorang tersenyum, bikin orang yang Anda temui senang sehingga ia tersenyum.
  9. Tunjukkan (sikap) terimakasih pada (atau pujilah) kebaikan seseorang.
  10. Belajarlah, atau lakukan, sesuatu yang baru.

Sementara itu, sebagaimana dapat dilihat pada sticker di bawah, Nabi Muhammad saw juga memberikan nasihat yang amat berguna bagi manusia. Di antaranya: bersabarlah, kunjungi yang sakit, bersikaplah penuh maaf, selalu bersih dan rapi, senyumlah, hormati orang yang lebih tua, cintai tetangga, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, beri makan orang miskin dan lapar, berkatalah yang baik atau diam, dan cintai saudaramu.

Beberapa butir nasihat Nabi saw agar hidup nyaman, dan penuh makna.

Beberapa butir nasihat Nabi saw agar hidup nyaman, dan penuh makna.

 

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 24/08/2015 in Diskusi Agama, Motivasi, Pendidikan

 

Tags: , , ,

Anies: Buatlah Sejarah, Bukan Cuma Membaca atau Menulis Sejarah

Sebagaimana Bung Karno, Bung Hatta, dan para Perintis Kemerdekaan dulu, anak muda sekarang juga adalah bagian bangsa yang terdidik. Oleh sebab itu, anak muda kini juga punya kesempatan yang sama untuk menorehkan sejarah di Republik ini. Belajarlah dengan keras, tuntas dan sepenuh hati.
Anies dan seorang siswa - Foto Kemendikbud

Anies dan seorang siswa – Foto Kemendikbud

Itu sebagian isi pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan RI di Lingkungan Kemdikbud. Dalam bagian lain pesannya, Anies mengatakan bahwa, di antara anak-anak muda sekarang itu, mereka nantinya akan menjadi guru, sastrawan, budayawan, wartawan, pengusaha, dosen, musisi, dokter, insinyur, hakim, politisi, gubernur, menteri, bahkan presiden atau peran-peran lain yang mungkin hari ini belum terbayangkan dan bahkan belum ada. Semuanya itu, menurut Anies, dimulai dari kerja keras di hari-hari ini, dari bangku kelas ini, dan dari kerja tuntas di sekolah. Tengoklah perjuangan gemilang menuju kemerdekaan 1945 dan perjalanan Republik selama 70 tahun ini.
“Ambillah hikmah dari sejarah, lalu tugas kalian berikutnya adalah membuat sejarah. Kalian adalah pemilik masa depan, jangan menunggu tapi tempalah kepribadianmu, kembangkan prestasimu, jalin persahabatan dengan teman-temanmu, hormatilah orang tuamu dan gurumu, jadikan mereka suluh hidupmu. Hari ini kalian merayakan 70 tahun Indonesia merdeka, harap dicamkan baik-baik bahwa saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan maka kalianlah yang akan memimpin dan mengelola perjalanan bangsa ini. Bergegaslah, bersiaplah dari sekarang. Bawalah Indonesia kita ini ke puncak-puncak kecemerlangan baru,” kata Anies.

 

Berikut ini pesan Mendikbud untuk dibacakan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan RI di Lingkungan Kemdikbud selengkapnya. 

Read the rest of this entry »

 

Tags: , ,

Syukur ada Husein Mutahar

Mari mengheningkan cipta, dan bersyukur sambil melantunkan pujian kepada Tuhan lewat himne “Syukur” ini.

Setiap tahun kita mengenang jasa-jasa Pahlawan yang membawa kita semua bisa menikmati Kemerdekaan sebagai bangsa. Salah seorang yang berjasa, dan mungkin kurang kita kenal adalah Husein Mutahar. Pendiri Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan mantan Dubes di Vatikan itu lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916, dan wafat di Jakarta pada 9 Juni 2004 (dalam usia 88 tahun).

Husein Mutahar: Syukur

Husein Mutahar: Syukur

Husein Mutahar, yang biasa dipanggil Pak Mut, itu adalah seorang yang berjasa besar dalam menyelamatkan Bendera Pusaka kita.

Sejarah mencatat bahwa Bendera Pusaka untuk pertama kali berkibar secara resmi pada Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Pada 4 Januari 1946, karena aksi teror yang dilakukan Belanda semakin meningkat, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Bung Hatta dengan menggunakan kereta api meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta. Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dan dimasukkan dalam koper pribadi Soekarno. Selanjutnya, ibukota dipindahkan ke Yogyakarta.

Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresi kedua. Presiden, wakil presiden dan beberapa pejabat tinggi Indonesia akhirnya ditawan Belanda. Namun, pada saat-saat genting ketika Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta dikepung Belanda, Soe­karno sempat memanggil Mayor M. Husein Mutahar yang waktu itu merupakan salah satu ajudannya. Husein ditugaskan untuk untuk menyelamatkan Bendera Pusaka. Penyelamatan Bendera Pusaka ini merupakan salah satu bagian heroik dari sejarah tetap berkibarnya Sang Merah Putih di persada Nusantara.

Baca kisahnya tentang Bendera Pusaka itu di tautan berikut (klik di sini).

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Download buku “Ilusi Negara Islam”

Syafiq Basri:

Sebuah hasil penelitian yang tidak saja penting, tetapi juga sangat menarik. E-book selengkapnya bisa diunduh (download) di sini.

Originally posted on Blog Ajaran:

Buku Ilusi Negara IslamSebagai pengantar, buku hasil penelitian selama lebih dari dua tahun ini mengungkap asal usul, ideologi, dan agenda gerakan garis keras transnasional yang beroperasi di Indonesia, serta rekomendasi membangun gerakan untuk menghadapi dan mengatasinya secara damai dan bertanggung jawab. Termasuk didalamnya membahas Hidden Agenda PKS yang dituliskan sebagai agen kelompok garis keras Islam transnasional. Buku ini bahkan rencananya akan diperbanyak di empat negara di dunia yakni Turki, Arab Saudi, Inggris dan Amerika Serikat.

View original 52 more words

 
Leave a comment

Posted by on 11/08/2015 in Uncategorized

 

Inilah 30 Bulan Pertama Terpenting dalam Hidup

Hak anak, antara lain, adalah mendapatkan nutrisi yang baik sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Saat ini, sekitar sembilan (9) juta anak balita di Indonesia menderita ‘stunting‘, yakni kondisi ketika tinggi badan mereka di bawah ideal. Misal, saat anak usia empat tahun seharusnya tinggi badannya 120 cm, umpamanya, tapi karena ia stunted (menderita stunting), maka tingginya hanya 90 cm. Banyak di antara anak-anak (balita) itu sulit belajar dengan baik di sekolah, sebab otak mereka juga kurang berkembang, sebagaimana tinggi badan mereka.

Anak-anak di Pulau Sumba NTT  (Foto Unicef): Pentingnya 1000 Hari Pertama

Anak-anak di Pulau Sumba NTT: Pentingnya 1000 Hari Pertama. [Foto: Unicef Indonesia]

Bukan hanya itu. Repotnya, anak-anak yang kurang memperoleh gizi yang baik ketika berusia di bawah dua tahun itu juga rentan pada penyakit. Bila teman mereka, sesama balita, mudah sembuh dari sakit yang menyerangnya, anak-anak dengan stunting itu sulit sembuh, karena imunitas tubuhnya juga lemah. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , ,

4 Kunci Hidup Tenang

Tulisan singkat ini awalnya ditayangkan pada 14 Mei 2012 lalu. Berhubung belakangan terjadi diskusi mengenai hal ini, berikut sekali lagi kita tayangkan-ulang, dengan sedikit perbaikan di dalamnya.

Imam Ja’far As-Shadiq (as) ditanya muridnya,”dengan apa Engkau bangun pondasi urusanmu?”.  Cucu Nabi saw yang merupakan guru Imam Mazhab Hanafi dan Imam Maliki itu pun menjawab,“Dengan empat hal.”

4 Pondasi Hidup Tenang.

4 Pondasi Hidup Tenang.

1. Aku tahu bahwa amal-amalku tidak ada yang dapat melakukannya kecuali diriku sendiri; oleh karena itu aku bersungguh-sungguh (melaksanakan amal-amal itu).

2. Aku tahu bahwa Allah SWT selalu memonitor diriku, oleh karenanya aku selalu ‘malu’ (berhati-hati, agar tidak sampai berbuat maksiat).

3. Aku tahu bahwa rizkiku tak mungkin diambil orang lain (salah alamat), maka aku bertuma’ninah (tenang, tidak kuatir, setelah berusaha).

4. Dan aku tahu bahwa akhir segala urusanku adalah ‘maut’, oleh karena itu aku selalu menyiapkan diri (untuk menyambut kematian itu).

قِيلَ لِلصَّادِقِ عليه السلام:

عَلَى مَاذَا بَنَيْتَ أَمْرَكَ؟ فَقَالَ عليه السلام: عَلَى أَرْبَعَةِ أَشْيَاءَ؛ عَلِمْتُ أَنَّ عَمَلِي لَا يَعْمَلُهُ غَيْرِي فَاجْتَهَدْتُ وَ عَلِمْتُ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ مُطَّلِعٌ عَلَيَّ فَاسْتَحْيَيْتُ وَ عَلِمْتُ أَنَّ رِزْقِي لَا يَأْكُلُهُ غَيْرِي فَاطْمَأْنَنْتُ وَ عَلِمْتُ أَنَّ آخِرَ أَمْرِي الْمَوْتُ فَاسْتَعْدَدْتُ.[*]

Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Muhammad bin Alwi Binsyechbubakar menerangkan hal itu. Lalu beliau menunjukkan empat ayat Qur’an yang menjadi rujukan terkait dengan semua yang di atas itu.

Untuk butir pertama, katanya, Ayat Qur’an yang menjelaskan hal itu adalah: “Dan manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (Q.S. An-Najm 39) – وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

Sedang untuk ketiga pondasi berikutnya, ini ayat-ayat Al-Qur’an yang jadi referensinya:

  • “Sesungguhnya Allah selalu Mengawasimu.” (Q.S. An-Nisa: 1). إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
  • “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya Dijamin Allah rezekinya.”
    (Q.S. Huud 6); وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا
  • “Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian.” (Q.S. Ali Imran 185); كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ.
 
2 Comments

Posted by on 06/08/2015 in Diskusi Agama

 

AL-QUR’AN TERTUA DITEMUKAN di BIRMINGHAM.

Manuscript bagian Kitab Suci Al-Qur’an yang kemungkinan merupakan naskah tertua telah ditemukan oleh the University of Birmingham, Inggris.

Kantor berita BBC yang memberitakan itu mengatakan bahwa Universitas itu terkejut ketika hasil uji radiocarbon menunjukkan “periode manuscript” itu ternyata sangat tua.

Mungkin itulah bagian (fragmen) Al-Qur’an tertua di dunia yg ditemukan the University of Birmingham. Uji Radiocarbon memerlihatkan bahwa setidaknya manuscript tersebut berumur 1.370 tahun, menjadikannya yg tertua di antara yg ada.

Halaman kitab suci itu awalnya tidak dikenali di perpustakaan universitas itu selama hampir satu abad. Ketika peneliti calon PhD, Alba Fedeli, mengamatinya lebih teliti, diputuskan kitab itu perlu diuji dengan “radiocarbon dating test”, dan hasilnya benar2 mencengangkan. Naskah kitab suci itu ditulis pada kulit kambing atau domba. 

Direktur Koleksi Khusus universitas itu, Susan Worrall, mengatakan para periset tidak sedikitpun menyangka bahwa kitab itu begitu tua. Terdiri dari dua lembar, manuscript Qur’an itu mengandung bagian2 Surat 18 sampai 20, ditulis dengan tinta dalam bentuk script (tulisan) yang dikenali sebagai bergaya Hijazi (wilayah di mana Mekah-Madinah berada). Selama bertahun2, manuscript itu telah terpisahkan dari manuscript Qur’an yg serupa, yg berasal dari abad ketujuh. ~~

Baca juga tulisannya di sini.

★ The university’s academics were “startled” when the radiocarbon dating tests showed it was so old. What may be the world’s oldest fragments of the Koran have been found by the University of Birmingham. Radiocarbon dating found the manuscript to be at least 1,370 years old, making it among the earliest in existence. The pages of the Muslim holy text had remained unrecognised in the university library for almost a century.

The British Library’s expert on such manuscripts, Dr Muhammad Isa Waley, said this “exciting discovery” would make Muslims “rejoice”. The manuscript had been kept with a collection of other Middle Eastern books and documents, without being identified as one of the oldest fragments of the Koran in the world.

Oldest texts

When a PhD researcher, Alba Fedeli, looked more closely at these pages it was decided to carry out a radiocarbon dating test and the results were “startling”. The university’s director of special collections, Susan Worrall, said researchers had not expected “in our wildest dreams” that it would be so old. “Finding out we had one of the oldest fragments of the Koran in the whole world has been fantastically exciting.” …

” Consisting of two parchment leaves, the Qur’an manuscript contains parts of Suras (chapters) 18 to 20, written with ink in an early form of Arabic script known as Hijazi. For many years, the manuscript had been misbound with leaves of a similar Qur’an manuscript, which is datable to the late seventh century.”

Dan selanjutnya, silakan lihat tautan yang ada di atas.

 
2 Comments

Posted by on 23/07/2015 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,119 other followers