RSS

Cinta Laron

30 Jan

Bosanski: Kaligrafski prikaz sure "Iqra&q...

Bacalah! Baca tanda-tanda alam juga. Ayat pertama Al-Quran

Mencintai Tuhan Seperti Laron Dekati Api 

“Kenapa sehabis hujan laron suka merubung lampu, dan kemudian mati di situ?” tanya seorang anak pada ayahnya.

Sang ayah berpikir sejenak. Pertanyaan sederhana, tapi kelihatannya ada sesuatu yang lebih dalam yang bisa menjelaskan fenomena alam itu buat mereka berdua: buat si anak, tapi juga untuk ayahnya — dan mungkin juga kita. Pasti ada makna hakiki dalam ekologi laron dan cahaya.

+ “Anakku, laron dan banyak serangga lain diciptakan sebagai makhluk yang menyukai cahaya — lentera, tintir, dian, lampu bohlam, neon dan benda berpendaran gelombang cahaya…

– Mengapa begitu, Pak?

+ Itu karena laron cinta pada cahaya. Sementara ahli biologi masih mencari sebab pastinya kenapa laron dan sebagian serangga lain suka pada cahaya, sementara yang lain seperti kecoa dan cacing justru lebih senang di kegelapan.

– Iiiiih… aku jijik sama kecoa dan cacing, Pak.

+ Fenomena itu dinamakan phototaxis. Laron dan teman-temannya memiliki positive phototaxis, mereka secara alami tertarik pada cahaya. Mereka mendekati lentera dan lampu, terbang mengelilinginya terus menerus sampai satu sisi badannya menabraknya. Ia jatuh, tapi tidak mati. Terbang lagi, sampai sisi badan yang satu lagi menghantam cahaya. Lalu mati.

Sampai di sini, sang bapak diam sejenak. Ia berusaha memaknai fenomena tadi.

+ Nak, apa kamu cinta pada Allah?

– Ya tentu saja, Pak.

+ Kita mesti mencintai Tuhan kayak laron.

– Maksudnya, Pak?

+ Ya, jangan pura-pura mengaku cinta pada-Nya, sampai bisa menunaikan cinta dan kasih sayang seperti laron menabrak lampu…

– Jadi, bagaimana mencintai Allah,Pak?

+ Kata para Imam yang suci (alaihim salaamullah), hati kita mesti bersih…Suci dari kotoran dunia, seperti dengki, iri, hasud, riya’ dan sebagainya. Kalau belum bersih, mustahil cinta itu akan sampai kepada-Nya.

Sang ayah kemudian mengambil sebuah mushaf, dan ia menyitir sebuah ayat pendek yang indah:

+ Kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan kalbu yang bersih dan suci — bi qalbin saliiem (Surat 26 – As-Syua’raa, ayat 89).

Keindahan alam - Tanda Keagungan Sang Pencipta

Lalu ia melanjutkan:

+ Qalb yang saliiem itu adalah hati yang suci, Nak. Bersih dari hasrat-hasrat rendah, kotor dan fana. Yang duniawi semata.

– Lalu?

+ Ketika engkau mengagumi kecantikan pemandangan alam, gunung, pantai, atau taman bawah laut; ingatlah semuanya itu ada penciptanya –yang jauh lebih indah tak terperikan dibanding ciptaan-Nya. Ciptaan dan Sang Pencipta itu bagaikan setitik air dan samudera. Saat kau mengagumi kisah keindahan wajah Nabi Yusuf, ingatlah bahwa Pencipta Yusuf tak terkira indahnya. Cintailah Dia.

Anaknya manggut-manggut. Kadang ia berkhayal kepingin jadi seganteng Nabi Yusuf, karena ia kagum seorang gadis cantik bernama Zulaikha…

Depok 30 Januari 2012.

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on 30/01/2012 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags:

3 responses to “Cinta Laron

  1. Mieke Gembirasari

    01/02/2012 at 7:40 am

    Maaf, ternyata di sudut kanan atas ada “rating”. Dasar saya tidak teliti. maaf, ya

     
    • Syafiq Basri

      02/02/2012 at 12:45 am

      Iya Teh Mieke.
      Terima kasih atas perhatian Teteh.
      Salam hormat selalu,
      Syafiq.

       
  2. Mieke Gembirasari

    01/02/2012 at 7:38 am

    Bagaimana cara memberi rating dlam blog ini? Saya selalu suka pada hal “sederhana’ yang menggiring kita kepadaNYA

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: