RSS

Teman Misterius di Facebook

29 Jan

Mark Zuckerberg, founder and CEO of Facebook

Mark Zuckeberg - pendiri dan pemilik Facebook

Pembaca blog ini mungkin punya ratusan teman di Facebook-nya. Juga ratusan atau ribuan followers di Twitter — yang belakangan makin nge-trend.

Pembaca juga barangkali sudah banyak menolak permintaan ‘friend‘ yang diajukan orang lain, khususnya kalau mereka tidak Anda kenal, atau tidak jelas identitasnya.

Tapi mengapa sih harus ditolak? Seorang kawan bercerita bahwa ia sudah menolak lebih dari 300 permohonan, dan sekarang di daftar “friend requests” -nya masih mengantri lebih dari 200 nama yang belum juga ia confirm, karena beberapa sebab, seperti:

  1. Nama yang aneh.
  2. Foto yang tidak jelas — berupa bunga, atau hewan, atau sekadar lambang tertentu.
  3. Tidak punya ‘mutual friends’ alias teman bersama.
  4. Gabungan dari yang di atas itu.
  5. Sebab lain.

Dari semua itu, katanya, paling menyebalkan bila orang yang meminta dijadikan teman itu tidak menjelaskan identitasnya. Padahal teman tadi sudah berusaha berbaik hati mengirimkan pesan khusus ke inbox orang tersebut, tapi jawabannya masih mengambang.

“Buat apa berteman dengan siluman; orang yang kita tidak tahu identitasnya…,” katanya. “Lagi pula, siapa yang butuh sebenarnya? Kalau memang mau berteman, ayo, saya juga senang mendapat kenalan baru. Tapi teman baru itu mesti bisa diajak bicara, bersosialisasi, sekali-sekali chating,” tambahnya.

Saya tidak tahu apa pendapat Anda. Tapi menurut saya, dia punya alasan yang valid. Bukankah tujuan si Mark Zuckeberg memberi kita kesempatan untuk membuka akun Facebook adalah agar kita, para penggunanya, bisa membina jejaring sosial? Kata orang Bule,”social network”.

Apa pendapat Anda?

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on 29/01/2012 in Communication, Pemikiran

 

Tags: ,

3 responses to “Teman Misterius di Facebook

  1. Restu Delfina

    05/02/2012 at 4:44 pm

    Jangankan di Facebook Pak Dosen, seseorang yang sedang terkapar dijalan karena kecelakaan saja orang di sekitar kejadian tidak berani mengambil tindakan untuk menolong. Sepertinya Anti Sosial menjadi trend di masa kini. Terkadang, pikiran kita juga seperti parasut, hanya berfungsi ketika terbuka..

     
  2. mieke1506

    31/01/2012 at 7:34 am

    Saya setuju sekali – dan ini yang biasa saya lakukan – untuk menolak permintaan berteman dari orang yang tidak jelas. Biasanya saya tanyakan identitas mereka yang meminta berteman. Tidak masalah kalau mereka tetap menggunakan identitas “aneh”sepanjang mereka memberitahu saya identitas aslinya. Yang belum saya fahami, apa alasan orang menyembunyikan identitasnya. Ada yang dapat membantu menjelaskan ketidakfahaman saya? Bagaimanapun juga, saya pikir, selalu ada adab (tatakrama) dalam segala sesuatu – termasuk menjalin pertemanan via jejaring sosial, demikian juga saat kita berkomunikasi di ruang publik (meminjam istilah Ustadz Jalal “mari kita bangun non-violence communication). Salam

     
    • Syafiq Basri

      31/01/2012 at 10:09 am

      Persis, Teh Mieke. Itu pula yang menjadi pertanyaan Anda, saya dan banyak teman lainnya. Semoga saja posting soal ‘teman misterius’ itu bisa menyadarkan mereka yang masih belum paham.
      Salam.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: