Tag Archives: Youtube

Islam dan Teroris: Debat 13 Menit di Oxford

Islam belakangan dituduh sebagai agama yang suka kekerasan; agama para teroris — gara-gara ulah sekelompok kecil orang model Bin Laden dan konco-konconya.

Beginilah cara berdebat! Video di bawah ini hanya 13 menit. Rugi kalau tidak melihatnya!

Di mana-mana di dunia seolah citra itu sengaja digelembungkan, lewat buku, lewat media, lewat segala macam kanal dan saluran, elektronik atau pun non elektronik, media lama atau pun media baru (Media Sosial). Sehingga tidak heran bila banyak orang termakan isu itu, dan mengatakan bahwa Islam memang bukan agama damai.

Islam Menentang Terrorisme.  (Foto REUTERS).
Islam Menentang Terrorisme.
(Foto REUTERS).

Di Inggris, ‘brand‘ bahwa Islam itu identik dengan teroris menjadi marak, khususnya setelah terjadinya pembantaian yang mengatasnamakan Islam terhadap seorang tentara Inggris di luar baraknya, di London selatan, pada 23 Mei 2013 lalu.

Maka, beberapa hari setelah kejadian itu, Oxford Union, yang merupakan bagian dari Oxford University di Inggris menyelenggarakan sebuah debat besar dengan tujuan menetapkan sebuah mosi: “Apakah bisa meyakini bahwa Islam adalah Agama Damai”. Sesudah argumen dari enam orang pedebat, pemungutan suara (voting) menghasilkan 286 mengatakan ‘Ya‘, dan 168 bilang ‘No‘ terhadap mosi bahwa: ‘Islam Agama Damai’.

Suasana Debat di Oxford
Suasana Debat di Oxford

Oxford yang didirikan pada 1823 merupakan ‘tempat perdebatan paling prestisius di dunia,’ (the world’s most prestigious debating society).

Menurut salah seorang pedebat, Daniel Johnston (seorang wartawan dan editor senior), Islam merupakan ‘ancaman paling langsung terhadap peradaban Barat di dunia saat ini.’

Pendapat Johnston dan lainnya dibantah oleh Mehdi Hasan, seorang pemuda Muslim Inggris yang bekerja sebagai editor (wartawan) politik the Huffington Post. Mehdi, yang juga alumnus Oxford, antara lain mengatakan, bahwa yang meyakini bahwa Islam itu agama teror hanyalah para teroris dan mereka (sekelompok orang) yang mengatakannya demikian. Tetapi 99,99 % dari 1,6 Milyar Muslimin di dunia percaya, yakin dan selalu menekankan bahwa ajaran Islam itu cinta damai. Mahdi percaya bahwa, agama Kristen, sebagaimana Islam (dan hampir semua agama besar lainnya) sama-sama didasarkan pada cinta dan kebaikan (compassion).

Menurut Mehdi Hasan, sebagian kecil orang yang ‘mengatasnamakan Islam’ dalam perbuatan terornya sesungguhnya bukan sesuatu yang berkaitan dengan agama, melainkan memiliki pada tujuan-tujuan lain di luar agama, seperti politik dan sebagainya. Ketika menangkis tuduhan mengenai peran Syariah Law (yang dikatakan menyuruh umat Islam melakukan kekerasan), Mehdi menantang agar mereka menunjukkan, “mana buku Syariah Law itu?”.

Mehdi juga mengutip pendapat Prof. Robert Pape, ahli terorisme dari University of Chicago (yang meneliti sekitar 315 kasus pengeboman bunuh diri di dunia, dan menulis buku, “Dying to Win“), yang menyimpulkan bahwa, “kecil sekali kaitan antara aksi terorisme (suicide bombing) dengan fundamentalisme Islam atau agama apa pun di dunia.”

Pape claims to have compiled the world’s first “database of every suicide bombing and attack around the globe from 1980 through 2003 — 315 attacks in all”. “The data show that there is little connection between suicide terrorism and Islamic fundamentalism, or any one of the world’s religions. . . . Rather, what nearly all suicide terrorist attacks have in common is a specific secular and strategic goal: to compel modern democracies to withdraw military forces from territory that the terrorists consider to be their homeland”. It is important that Americans understand this growing phenomenon. (Source: Wikipedia).

Proses debat itu kemudian dipublikasikan di YouTube oleh Oxford Debating Union pada 3 Juli 2013 lalu.(Lihat videonya di bawah).

Mehdi asked whether 1.6 billion believers in Islam around the world  really are all “followers, promoters and believers in a religion of violence”. Hasan urged his audience not to “fuel the arguments of the phobes and bigots and legitimise hate”, but to “trust the Muslims that you know and that you hear.”
Mehdi Hasan di Oxford: 13 menit yang mencengangkan.
Mehdi Hasan di Oxford: 13 menit yang mencengangkan.

Selengkapnya, silakan melihat video debat itu di sini: 

Teman, di Cafe dan Media Sosial

Apa rahasia kafe dan bar? Mengapa kita tidak keberatan membayar air mineral lima kali lipat dari harga di pasar swalayan? Kita membayar mahal agar bisa duduk bersama teman-teman.

Rahasia kafe, bar dan restoran adalah mereka mengkonversikan kualitas waktu kebersamaan kita dengan uang kontan. Mirip dengan kafe atau bar, media sosial adalah tempat teman saling bertemu.

Teman dan ROI di Media Sosial

Beberapa program media sosial yang terbaik bisa mengubah ‘tempo’, atau ‘lamanya waktu yang diberikan konsumen untuk bersosialisasi’ (consumer’s social time) menjadi nilai atau mutu brand (brand premium), sehingga mendukung penciptaan ‘laba atas investasi’ (alias return on investment, ROI) yang lebih tinggi – jauh melebihi perolehan berkat iklan di TV.Lamanya waktu bersama teman atau keluarga sangat berarti bagi kita, sehingga layak kita bayar mahal. Perhatikan betapa biaya yang kita keluarkan untuk mereka itu berkait erat dengan lamanya tempo kerja kita.

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial
Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Continue reading Teman, di Cafe dan Media Sosial

Ahok dan Videonya – tentang Media Sosial

Pada Kamis 29 November 2012, sekitar 1,3 juta orang menonton video Ahok di Youtube. Ada apa sebenarnya? Mengapa tokoh seperti Ahok dan Jokowi harus aktif dan mengurus social media mereka secara serius? Memang apa ruginya kalau tidak?

Fenomena Jokowi dan Ahok memang menarik. Belum 100 hari menjab

Ahok bersama Jokowi saat kampanye: tidak cukup hanya menggebrak; perlu dialog berkesinambungan di Media Sosial

at, Pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI, itu sudah menunjukkan banyak gebrakan.

Keduanya aktif turun ke lapangan; hal yang jarang dilakukan pemimpin kita. Jokowi masuk keluar perkampungan dan berdialog dengan penduduk di daerah rawan banjir dan lokasi kumuh. Ahok mengadakan rapat-rapat dengan berbagai kepala dinas dan kecamatan di ibukota yang pengap.

Uniknya, banyak video rapat Ahok diunggah Humas Pemerintah Provinsi DKI ke Youtube. Salah satu video yang menarik adalah saat sang wakil gubernur itu sedang ‘mengajar’ karyawan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI di Ruang Rapat Bappeda DKI.

Dalam video berdurasi 46 menit yang diunggah pada 8 November lalu itu Ahok minta agar anggaran Dinas PU (untuk belanja 2013) yang terlalu tinggi dipotong 25%.

Maka ia pun menawarkan dua cara seperti yang ditandaskannya kepada Dinas Perhubungan DKI. “Anda potong anggarannya. Atau cara kedua, saya hapus proyek itu. Tidak ada jembatan itu, (dan kemudian) saya bangun pakai uang operasional saya untuk membangun jembatan itu,” kata Ahok.

Di bagian lain, ia bahkan menyebut-nyebut ‘kalau tidak suka dengan cara yang ditawarkannya, maka ia akan mengganti pejabat Dinas PU sampai eselon tiga’. Continue reading Ahok dan Videonya – tentang Media Sosial

6 Alasan Menolak TV

Belakangan ini tampaknya kian banyak orang yang kritis. Mereka kian selektif dalam menonton acara di televisi (TV). Sebagian mereka memilih berlangganan TV kabel yang menyajikan banyak acara bermutu dan mendidik seperti National Geographic, History, Discovery, Animal Planet, dan sebagainya. Kalau tidak, banyak dari mereka hanya menonton acara di TV berita seperti TV One dan Metro TV. Selebihnya orang kini lebih tertarik browsing internet atau sibuk bersosialisasi di social media seperti Twitter, Facebook dan Youtube.

Memang tidak semua acara TV buruk, tetapi Anda punya pilihan melakukan banyak hal lain yang mungkin lebih berguna untuk otak

Ada banyak alasan yang dikemukakan para ahli agar orang menjauhi TV — khususnya acara TV yang buruk. Berikut ini enam di antaranya:

1. Bahaya Sex Bebas:  Tanyalah diri Anda sejujurnya: melihat banyaknya jumlah ciuman dan berbagai contoh perilaku seks di layar TV, apa yang akan terjadi bila ibu atau ayah tiba-tiba muncul dan duduk di samping Anda pada saat yang sama? Dampak buruk TV ini kian hari kian menyeramkan. Mengapa membiarkan diri Anda terperangkap di dalamnya, dan ia hanya membuat Tuhan marah meski pun Anda hanya mencicipi secuil saja tindakan haram itu?

Continue reading 6 Alasan Menolak TV