Tag Archives: Sahih Muslim

3 Amal Penting Sebelum Mati

Aaah…ternyata hadis tentang ‘3 amal yang tidak putus setelah wafat’ itu lemah, baik dari segi sanad (periwayat), maupun matan (content)-nya. Tapi heran bin ajaib, hadis itu begitu populer di kalangan kita. Itu sebabnya ia banyak disebut dalam berbagai pengajian dan ceramah. Sehingga, merujuk pada hadis itu, banyak yang melarang kaum Muslim membaca tahlil, ziarah kubur, dan gak perlu mendoakan yang wafat (kecuali orangtuanya).

3 amal yg tak putus

Riwayat itu memang ditulis dalam beberapa kitab Hadis, mulai dari Bukhari, Muslim, hingga Abu Dawud dan An-Nasai. Dalam Sahih Bukhari ini tulisannya:

Kami (al-Bukhariy diberitahu oleh Abu al-Rabi’: dia mengatakan : kami diberitahu oleh Ismail bin Ja’far, dia mengatakan: kami diberitahu oleh al-‘Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah r.a. bahwa bahwa rasulullah saw. bersabda: “Apabila seorang hamba me-ninggal dunia, maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal, yakni sadaqah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR. Al-Bukhari di dalam kitab al-Adab al-Mufrad hadis no. 38).

Demikian pula dalam kitab Sahih Muslim (juz 2 hal. 70 hadis no. 1631), Sunan Abu Dawud (juz 3 halaman 117 hadis no. 2880), Tirmidzi (di dalam ‘Sunan’-nya, juz 3 halaman 88 hadis no. 1381), dan An-Nasai (Sunan An-Nasai, juz 6 halaman 251), bunyi hadisnya sangat mirip dengan sedikit variasi  di dalamnya.  Hadis yang sama juga termaktub dalam ‘Musnad Imam Ahmad bin Hambal’, juz 2 halaman 372.

Ternyata, hadis itu lemah (dha’if) menurut penilaian Jalal al-Din al-Suyuthi. Rujukannya dari kitab Al-Jami’ al-Shaghir (halaman 35). Selengkapnya, lihat blog Abdul Qodir Jaelani ini (klik di sini).

Continue reading 3 Amal Penting Sebelum Mati