Diamlah dan Dengarkan…

Menurut syair Rumi ini, makin banyak kita 'diam', semakin banyak kita bisa mendengar. Kian kita 'diam' menahan diri, semakin banyak kita bisa mendengar. Rupanya, Rumi bicara mengenai tafakur, kontemplasi -- saat seseorang merenungkan dirinya, mencari jati diri, sehingga bisa 'mendengarkan' secara seksama, apa yang sebenarnya ada di sekeliling kita. Sehingga kita bisa menengarai tanda-tanda cinta … Continue reading Diamlah dan Dengarkan…

Burung yang Berusaha Memadamkan Api Namrud

Burung kecil kepingin memadamkan api yang hendak membakar Nabi Ibrahim (as). Api yang menyala-nyala itu disiapkan Raja Namrud untuk menghukum Ibrahim, bapak para Nabi. Burung itu berparuh kecil. Badannya juga mungil. Namanya Bulbul. Tetapi, meski kecil, ia burung yang tidak mudah putus asa. Ia terbang mencari air ke lautan.  Paruh mungilnya menampung sedikit air. Dari … Continue reading Burung yang Berusaha Memadamkan Api Namrud

Inilah Filosofi Lebaran

Pergantian waktu, Ramadhan ke Syawal, adalah salah satu gejala alam atau sunnatullah. Ia mengajarkan hikmah bahwa: realitas yang kita persepsi sering menipu, dan bahwa tidak ada yang tetap di dunia ini. Begitu pula diri kita sendiri: secara sunnatullah selalu berubah, menjadi tua, aus dan mati, karena tak ada yang sama dari waktu ke waktu. Itu … Continue reading Inilah Filosofi Lebaran