RSS

Tag Archives: Hussein ibn Ali

Waah…Inilah ‘Demo’ Terbesar di Dunia

Mengapa banyak yang tidak tahu bahwa ada 20 juta lebih umat Islam berkumpul, seolah ‘demo’, pada setiap 20 Safar? Sebab berita baik seperti itu tidak menarik bagi media ‘anti Islam’. Sebab mereka menganggap, kejadian yang punya ‘nilai berita’ tinggi hanyalah kejadian teror, kekerasan dan kejadian negatif lain. 

Pelantikan (inagurasi) Presiden Barack Obama (20 January 2009), sebagai presiden AS kulit hitam pertama (presiden AS ke-44) dihadiri 1,8 juta orang, Perkawinan Prince William dan Catherine Middleton (29 April 2011) dihadiri dua juta orang: satu juta berkumpul di London, dan sejuta lainnya di luar istana Buckingham. 

Obama setelah menang pemilu: 1,8 juta orang

Obama setelah menang pemilu: 1,8 juta orang

Kedua peristiwa yang ditayangkan oleh media massa secara gegap gempita ke seluruh dunia itu memang jarang terjadi. Itulah dua di antara gathering besar di dunia, ketika jutaan orang berkumpul bersama-sama  secara damai. Tapi mengapakah ketika lebih dari 20 juta orang berkumpul, sebagai ‘demo’ (gathering) rakyat terbesar di dunia, kurang mendapat perhatian dari media dunia?

Ini cerita mengenai hal itu.

Peristiwa berkumpulnya manusia sebanyak itu terjadi setiap tanggal 20 Safar, dan dikenal dengan Arba’in (arbaeen) — yakni peringatan 40 hari (terhitung dari Hari Asyura, 10 Muharram), ketika cucu baginda Nabi saw, Al-Husain (as) bin Ali bin Abithalib (as) gugur sebagai syahid pada Asyura 61 H (bertepatan dengan 10 Oktober 680 M) di Karbala, bagian kekuasaan Bani Umayyah di Mesopotamia. Usia Al-Husain (as) saat itu adalah 55 tahun.

Sejarah mencatat bahwa, belum pernah ada lebih dari 20 juta orang berkumpul bersama secara damai seperti yang terjadi saat peringatan Arba’in itu. Dari tahun ke tahun, jumlah mereka terus meningkat. [Baca juga Wikipedia mengenai ‘Daftar Kumpulan Manusia Terbanyak di Dunia’ (List of Largest Peaceful Gatherings)].

Tahun 2017 ini diperkirakan jumlah mereka lebih dari 30 juta orang. Koran AS, The Washington Post (AS) menulis jumlah peziarah yang datang ke Karbala (80-an km di selatan Bagdad) pada 9 November 2017 lalu berjumlah 13 juta, tapi banyak media yang mengatakan jumlah mereka mencapai hingga 40-an juta.

Saksikan video prosesi Arba’in 2017 lalu (sekitar 2 menit):

Menurut Sayed Mahdi al-Modarresi (di The Huffington Post), seharusnya Arba’in tercatat dalam buku Guinness Book of World Records dalam berbagai kategori. “Selain merupakan kumpulan manusia terbesar di dunia, di situ juga ada barisan sediaan makanan terpanjang, kelompok relawan terbesar yang berkumpul untuk melayani sebuah event, dan jumlah terbanyak manusia yang mendapatkan makanan secara gratis — semuanya di bawah ancaman munculnya bom bunuh diri,” tulisnya pada tahun 2014 lalu, sebagaimana dikutip oleh harian Independent, Inggris.

Arbain pada 21 November 2016 lalu, sebagaimana dilaporkan media Euronews melalui video 55 detik berikut ini:

 

Dalam memeringati Arba’in, biasanya para peziarah berjalan kaki sejauh 90-an km dari Najaf ke Karbala. Di sepanjang perjalanan itu mereka mendapatkan sejumlah layanan dari para relawan, mulai dari makan dan minuman gratis, pengobatan, hingga pijat.  Ratusan ribu penduduk lokal di sepanjang perjalanan itu berebutan ingin melayani ‘para tamu Al-Husain’, demi mendapatkan doa dan berkah dari Tuhan, karena Husain (sebagaimana dikatakan dalam hadis Nabi saw) adalah ‘Penghulu Pemuda Surga’. Bagi mereka yang lelah, penduduk juga menyediakan rumah mereka untuk dipakai istirahat — juga secara cuma-cuma.
Read the rest of this entry »

Advertisements
 
 

Tags: , , , , , ,

Asyura (juga) Milik Sunni

Asyura itu milik semua umat Islam — bukan cuma punya Muslimin penganut mazhab Syiah, sebagaimana pernah difitnahkan oleh segelintir orang.

Catatan tahun 2013 ini layak dibaca ulang kapan pun; dan sekarang kita perbarui agar dapat berbagi dengan lebih banyak orang.

Para ulama Sunni Indonesia ternama seperti KH Aqil Siraj dan Habib Rizieq Syihab tidak terima jika perjuangan Imam Husain itu diklaim sebagai hanya milik Muslim mazhab Syiah. Imam Husain adalah milik kita semua, yang mengaku umat Muhammad saw, yang adalah kakek Al-Husain.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj, menyerukan kepada semua umat Muslim di Indonesia, khususnya kaum Nahdliyin, menghormati ritual Asyura yang biasa diperingati kaum Syiah setiap pada 10 Muharam. Tapi, ia tidak setuju jika dalam memperingati Asyura itu orang menyakiti diri sendiri. “Kita yang bukan Syiah pun sebenarnya (juga) harus ikut memperingati 10 Asyura. Harus,” kata Said Aqil sebagaimana dimuat di harian Republika, Jumat 15 November 2013.

Sehari sebelumnya, Kamis 14 November, sekitar 7-8 ribuan Muslimin Indonesia — termasuk ribuan umat  Islam mazhab Syiah (dari 3 jutaan pemeluk Islam Syiah di Indonesia) — juga memeringati Asyura di Wisma Samudra, Kelapa Gading, Jakarta. Ribuan Muslimin lainnya juga mengadakan ritual Asyura di Bandung, Medan, Makasar, dan berbagai kota lain di Indonesia.

* Pada tahun 2016 ini, peringatan Asyura Nasional diadakan pada hari Rabu 12 Oktober lalu di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta, dan diperkirakan dihadiri lebih dari 12 ribu orang dari berbagai kota di Indonesia.

Di bawah ini potongan film tentang Asyura (dari YouTube):


Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , ,

As-Sajjaad and Yazid

Yazid ordered the person who used to recite the Friday khutba to ascend the pulpit and to insult ‘Ali bin Abithalib and Ali’s son Al-Husain (‘a), which he did.

Al-Husain’s son, Ali Zainal Abidin — who’s honored by Muslims as Al-Sajjaad (‘a) — shouted at him saying, “You have traded the pleasure of the creature for the Wrath of the Creator, so take your place in the fire [of hell].”

“Should you on the pulpits publicly taunt him on demand, While through his sword did these very pulpits stand?!”

Part of Imam Ali Zainal Abidin's wise sentences

Part of Imam Ali Zainal Abidin’s sentences, explaining why he always cried on his father (Al-Husain)’s death.

Al-Sajjaad — who’s survived from the massacre in Karbala —  asked Yazid saying, “Do you permit me to ascend this pulpit to deliver a speech that will please Allah Almighty and that will bring good rewards for these folks?” Yazid refused, but people kept pleading to him to yield, yet he was still relentless.

His son, Mu’awiyah ibn Yazid, said to him, “Permit him; what harm can his words cause?” Yazid said, “These are people who have inherited knowledge and oratory and are spoon-fed with knowledge.” They kept pressuring him till he agreed. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 14/01/2013 in Diskusi Agama, English

 

Tags: , , , ,

Pujian Gandhi dll Pada Cucu Nabi saw – 2

Part II.

Read part 1 here

Al Hussain (as) – Views of Non-Muslim Scholars

The tragedy of Karbala took place in 680 AD on the banks of the Euphrates in Iraq but Karbala has a universal appeal and in today’s climate of violence, it is more relevant than ever. The tragedy of Karbala and its spirit of non-violent resistance and supreme sacrifice has been a source of inspiration to the likes of Mahatma Gandhi and Pandit Nehru.

Mahatma Gandhi’s first Salt Satyagrah was inspired by Imam Hussain’s non violent resistance to the tyranny of Yazid. Gandhi is said to have studied the history of Islam and Imam Hussain (A), and was of the opinion that Islam represented not the legacy of a sword but of sacrifices of saints like Imam Hussain (A).  Mahatma Gandhi writes:“My faith is that the progress of Islam does not depend on the use of sword by its believers, but the result of the supreme sacrifice of Hussain (A), the great saint.”

Nehruconsidered Karbala to represent humanities strength and determination. He writes: “Imam Hussain’s (A) sacrifice is for all groups and communities, an example of the path of righteousness.”

English: Imam Hussain

Imam Hussain as (Photo credit: Wikipedia)

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , , ,

Ternyata Gandhi Memuji Cucu Nabi saw – 1

Peristiwa Karbala menandai pengorbanan terbesar dalam sejarah manusia mencari keridhoan Tuhan di bumi. Menit demi menit dan detil kejadian (pada 10 Muharram 61 H itu) telah ditulis dan berhasil meninggalkan sejarah tak terlupakan, berkat jasa para saksi mata yang mengikuti perjalanan menuju Karbala itu.

Sayang, sebagian orang Islam seolah lupa (atau dicuci otaknya oleh ‘diktator yang anti damai’ sehingga lupa) pada perjuangan Al Husain (as) untuk menentang kezaliman, tiran dan ketidakadilan.  Sebaliknya, justru banyak tokoh dunia non-Muslim yang memuji kepahlawanan cucu Nabi saw, sang Pahlawan Karbala itu.

Sejatinya, di Indonesia berjuta-juta warga Muslim juga memperingatinya. Di Pariaman, Sumatera Barat, ada upacara Tabuik (Tabot) yang melegenda sejak ratusan tahun lalu. Di Aceh ada pembacaan riwayat Hasan-Husain, di Jawa orang pantang menikahkan anak dan berpesta pada bulan Suro (dari kata Asyura, 10 Muharram). Demikian pula di berbagai daerah lain di Indonesia, peristiwa Asyura selalu menjadi catatan, kenangan dan legenda — meski tidak semua orang paham akar permasalannya secara baik.

Ada apa sebenarnya dengan Asyura? Mengapa banyak tokoh dunia, bahkan yang Non-Muslim pun mengenal sejarah Husain dan mempelajarinya?

Di bawah ini adalah pendapat sebagian mereka, seperti Mahatma Gandhi, Nehru, Rabindranath Tagore, Charles Dickens, Gibbon, Edward Brown, Thomas Carlyle, dan lainnya. Silakan menyimaknya di bawah.

Millions of Shia Muslims gather around the Hus...

Millions of Muslims gather around the Husayn Mosque in Karbala after making the Pilgrimage on foot during Arba’een. Arba’een is a forty day period that commemorates the martyrdom of Husayn bin Ali, grandson of the Prophet Muhammad, and 72 of his followers at the Battle of Karbala in the year 680AD. (Photo: Wikipedia)

Imam Hussain – Views of Non-Muslim Scholars 

The event of Karbala marks the greatest sacrifice for the sake of God in the human history. The minute and stunning details of this great event have been written and survived from the very first day by the eye witnesses.

For the last fourteen hundred centuries, the battle of Karbala reflects the collision of the good versus the evil, the virtuous versus the wicked, right versus the wrong, and the collision of Imam Husain (the head of virtue) versus Yazid (the head of impiety).

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , , , , ,

Zainal Abidin

On Ali bin Al-Husain or Zainal ‘Abidin (38-95 H):

The Prophet’s great grandson, `Ali ibn al-Husayn, is known as Zayn al-‘Abidin (`the adornment of the worshippers’). He composed “AL-SAHIFAT AL-SAJJADIYYA,” which has been cherished in Islamic sources from earliest times.

ALI BIN AL-HUSAIN

`Ali ibn al-Husain was born in Medina, according to most sources in the year 38 H (658-9 M). He may have been too small to have remembered his grandfather ‘Ali bin Abithalib, who was killed in 40/661, but he was brought up in the presence of his uncle Hasan and his father Husayn (Husain), the Prophet’s beloved grandchildren. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 10/08/2012 in Diskusi Agama, Doa, English

 

Tags: , , , , , , , , , ,