Tag Archives: Cinta

Wah, Ternyata Bahagia itu Mudah

Dari Ramadhan ke Ramadhan masalah yang dihadapi umat Muslim boleh dikatakan sama melulu. Pada bulan suci itu, muslimin berpuasa, mengekang hawa nafsu, berbuat baik, puasa, memberi zakat, sedekah, dan sebagainya. Tapi setelah Ramadhan berakhir, banyak dari kita lupa padanya, dan kehidupan kembali seperti sediakala. Dosa demi dosa dan kemaksiatan menggantikan kebaikan-kebaikan yang sebelumnya dielu-elukan.

*) Artikel (kolom) ini aslinya berjudul, “Ramadhan, Cinta dan Kebahagiaan”, dimuat di Indonesiana Tempo (klik di sini). Versi pendeknya terbit di Koran Tempo edisi Rabu, 15 Juni 2015 (Anda harus berlangganan untuk bisa membukanya).

Barangkali sudah saatnya kita merenungkan sebuah pendekatan yang berbeda, memasuki bulan suci lewat jalan penyucian diri, menggelorakan cinta kepada Sumber Cinta, yakni Allah subhanahu wa ta’aala. Agar sesudahnya, kelakuan segala yang baik selama Ramadhan dapat berbekas dan berkelanjutan hingga bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya – sustainable.

Cinta Buta - Imam Ali as
Cinta dalam pandangan Imam Ali bin Abithalib (as).

Tapi bagaimana meraih hal itu? Tentu bukan dengan solat tarawih atau tadarus Al Qur’an semata – melainkan dengan menebarkan cinta itu sendiri. Cinta kepada sesama Muslim, sesama umat manusia, dan terhadap sesama makhluk Tuhan — sebagai salah satu satu amal penting yang dicatat Al Qur’an untuk dikerjakan. Dan tanda cinta yang paling kentara adalah berkorban untuk pihak lain, antara lain dengan memberi: perhatian, waktu, tenaga, dan dana. Karena sesungguhnya sifat mencintai lewat pemberian itu yang sejatinya akan memberi kebahagiaan kepada pelakunya. Continue reading Wah, Ternyata Bahagia itu Mudah