Tag Archives: California

Pengin Bahagia? Optimislah!

Kehidupan kita sekarang rasanya menyesakkan dada. Puluhan kasus korupsi, geng motor, pembunuhan, perkosaan, radikalisme atas nama agama, peristiwa Mesuji dan Bima, perseteruan dalam partai politik, dan banyak lainnya, membuat hati kecut.

Banyak orang lantas menjadi pesimis, seolah tidak ada lagi harapan dan masa depan. Banyak orang jadi apatis – sehingga tak heran bila banyak yang lebih memilih ‘golput’ pada pemilihan kepala daerah.

Tulisan lain tentang KEBAHAGIAAN: klik di sini.

Padahal, tidakkah seharusnya semangat optimisme mesti terus dipompa dan ditularkan? Saat bicara di kantor, di kendaraan, di caf atau warung kopi, tidakkah sebaiknya kita juga melihat banyak hal dari sisi positif, ketimbang hanya dari sudut pandang yang negatif?

Optimisme: kunci sukses dan bahagia

Banyak yang menganjurkan agar orang bicara optimisme – melihat gelas ‘setengah penuh’, ketimbang hanya melihatnya sebagai ‘setengah kosong’. Continue reading Pengin Bahagia? Optimislah!

Ketika Angela dan Whitney Memilih Islam

Whitney Nickels - salah seorang mahasiswi AS yang menjadi Muslimah

Ada Angela Collins. Ada Fidelma O’Leary. Ada juga beberapa remaja lain di AS seperti Whitney Nickels dan kawan-kawannya, yang belakangan lebih suka memilih Islam sebagai agama mereka.

 

Tentu panjang kisah mereka. Tetapi, cuplikannya mungkin bermanfaat sebagai penambah wawasan dan pengetahuan kita. (Mohon jangan meneruskan membaca, bila Anda tidak suka dengan tulisan ini).

Sebenarnya hanya ada sebuah pesan sederhana. “Sembahlah Tuhan,” kata Fidelma O’Leary. Itulah pesan Islam. Anda tidak harus menyembah Allah melalui perantara, tetapi langsung kepada-Nya.

O’Leary bilang, dia mendapatkan sebuah kitab Al-Qur’an dari seorang teman di college-nya. Ia lalu tertarik mempelajarinya. “Sekarang saya sudah menjadi Muslim(ah) sekitar 25 tahun,” katanya di youtube (yang disiarkan pada 2008 lalu).

“Sayangnya Islam sering diinterpretasikan secara keliru di Barat,” kata O’Leary.

Yang menarik adalah bahwa, meski ia sudah menjadi Muslim, wanita asal Irlandia ini sering mengantar orang tua dan anak-anaknya ke gereja. Sebuah sikap toleransi yang luar biasa, yang patut ditiru semua umat beragama.

“Yang kita dapati di Al-Qur’an (antara lain) adalah petunjuk (hints) mengenai keagungan Tuhan. Ar-rahman Ar-rahim, the most merciful, most forgiving, unimaginable, creator, unlike anything created (Yang Maha Pemurah, Pemaaf, Tidak Terperikan, Pencipta, sama sekali tidak sama dengan apa pun yang diciptakan-Nya),” kata O’Leary.

Seperti tampak dalam videonya, di tengah suasana alam ciptaan Tuhan, O’Leary berkata bahwa,”ini adalah ciptaan Tuhan. Ini membuat saya ingin menyerahkan diri kepada Tuhan.”

Lalu, ia mengatakan, “Satu hal yang membuat saya cinta pada Islam adalah bahwa penyembahan kepada Tuhan adalah langsung. Akses saya, penyembahan saya kepada Tuhan berjalan secara langsung. Tidak perlu melalui seorang ‘clergy‘; melainkan direct antara saya dengan The Creator (Sang Pencipta).”

Sementara itu, seorang muallaf lain, Angela Collins, juga menjadi Muslimah di Amerika. Sebelumnya, Angela sering mengunjungi banyak negara lain, dan berteman dengan berbagai orang Islam. Setelah kembali ke AS, warga California itu mempelajari Islam lebih jauh, dan bertemu dengan teman-teman Muslimnya di sana. Angela menyatakan dua kalimat syahadatnya justru beberapa minggu setelah peristiwa 11 September (9/11).

Angela Collins - gadis seksi bermata biru dari California

Inilah video youtube Angela. Sedang dalam youtube satu lagi diberitakan bahwa setiap tahun ada sekitar 22.000 orang masuk Islam di AS. Video dengan teks bahasa Indonesia tentang Angela dapat dilihat di sini. (Catatan: Tidak semua yang ditawarkan orang di youtube berisi video sesuai judulnya).

Menurut Angela, banyak tuduhan terhadap Islam, yang antara lain mengatakan bahwa Islam mendiskirimasikan wanita,tidak memberikan hak-hak wanita, dan sebagainya. “Saya lalu mempelajari Al-Qur’an, dan mendapati bahwa semuanya justru sebaliknya…,” kata Angela. Dari situ, ia pun memeluk agama Islam.”

Saat ditanya, bagaimana awalnya sehingga ia tertarik pada Islam, Angela mengatakan, “Saya sedang mencari kebenaran, dan saya mendapatkannya (dalam Islam).”

Menurut Angela, para teroris seperti Al-Qaedah telah ‘membajak’ agama Islam, sehingga membuatnya marah.

Selain mereka berdua, berita Fox News dari Chicago ini menyuguhkan kisah Whitney Nickels dan dua kawan lainnya, para mahasiswa di AS, yang juga memilih pindah ke agama Islam. Dalam berita itu disebutkan bahwa sekitar 21 % dari 2,4 juta penduduk Muslim AS adalah mereka yang berpindah agama.