Category Archives: Pendidikan

10 Pesan agar Jalani Hari dengan Semangat

Kemarin ini baca sebuah tulisan salah satu PIN di Pinterest. Isinya singkat tapi menarik: 10 saran singkat tapi jitu.

 

  1. Bangunlah pagi-pagi.
  2. Bersyukurlah (kepada Tuhan) tentang segala yang telah Anda miliki.
  3. Lakukan sesuatu yang produktif, yang tidak sia-sia.
  4. Lakukan sesuatu yang ‘fun‘, menggembirakan, asyik, tapi bukan bermaksiat.
  5. Berbuatlah sesuatu untuk orang lain — membantu, memberi, mengantar orang, dan sebagainya.
  6. Cari sinar Matahari.
  7. Berolahragalah, bergerak; tidak peduli apa pun, yang penting berolahragalah.
  8. Buat seseorang tersenyum, bikin orang yang Anda temui senang sehingga ia tersenyum.
  9. Tunjukkan (sikap) terimakasih pada (atau pujilah) kebaikan seseorang.
  10. Belajarlah, atau lakukan, sesuatu yang baru.

Sementara itu, sebagaimana dapat dilihat pada sticker di bawah, Nabi Muhammad saw juga memberikan nasihat yang amat berguna bagi manusia. Di antaranya: bersabarlah, kunjungi yang sakit, bersikaplah penuh maaf, selalu bersih dan rapi, senyumlah, hormati orang yang lebih tua, cintai tetangga, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, beri makan orang miskin dan lapar, berkatalah yang baik atau diam, dan cintai saudaramu.

Beberapa butir nasihat Nabi saw agar hidup nyaman, dan penuh makna.
Beberapa butir nasihat Nabi saw agar hidup nyaman, dan penuh makna.

 

Continue reading 10 Pesan agar Jalani Hari dengan Semangat

Anies: Buatlah Sejarah, Bukan Cuma Membaca atau Menulis Sejarah

Sebagaimana Bung Karno, Bung Hatta, dan para Perintis Kemerdekaan dulu, anak muda sekarang juga adalah bagian bangsa yang terdidik. Oleh sebab itu, anak muda kini juga punya kesempatan yang sama untuk menorehkan sejarah di Republik ini. Belajarlah dengan keras, tuntas dan sepenuh hati.
Anies dan seorang siswa - Foto Kemendikbud
Anies dan seorang siswa – Foto Kemendikbud
Itu sebagian isi pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan RI di Lingkungan Kemdikbud. Dalam bagian lain pesannya, Anies mengatakan bahwa, di antara anak-anak muda sekarang itu, mereka nantinya akan menjadi guru, sastrawan, budayawan, wartawan, pengusaha, dosen, musisi, dokter, insinyur, hakim, politisi, gubernur, menteri, bahkan presiden atau peran-peran lain yang mungkin hari ini belum terbayangkan dan bahkan belum ada. Semuanya itu, menurut Anies, dimulai dari kerja keras di hari-hari ini, dari bangku kelas ini, dan dari kerja tuntas di sekolah. Tengoklah perjuangan gemilang menuju kemerdekaan 1945 dan perjalanan Republik selama 70 tahun ini.
“Ambillah hikmah dari sejarah, lalu tugas kalian berikutnya adalah membuat sejarah. Kalian adalah pemilik masa depan, jangan menunggu tapi tempalah kepribadianmu, kembangkan prestasimu, jalin persahabatan dengan teman-temanmu, hormatilah orang tuamu dan gurumu, jadikan mereka suluh hidupmu. Hari ini kalian merayakan 70 tahun Indonesia merdeka, harap dicamkan baik-baik bahwa saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan maka kalianlah yang akan memimpin dan mengelola perjalanan bangsa ini. Bergegaslah, bersiaplah dari sekarang. Bawalah Indonesia kita ini ke puncak-puncak kecemerlangan baru,” kata Anies.

 

Berikut ini pesan Mendikbud untuk dibacakan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan RI di Lingkungan Kemdikbud selengkapnya. 

Continue reading Anies: Buatlah Sejarah, Bukan Cuma Membaca atau Menulis Sejarah

Syukur ada Husein Mutahar

Mari mengheningkan cipta, dan bersyukur sambil melantunkan pujian kepada Tuhan lewat himne “Syukur” ini.

Setiap tahun kita mengenang jasa-jasa Pahlawan yang membawa kita semua bisa menikmati Kemerdekaan sebagai bangsa. Salah seorang yang berjasa, dan mungkin kurang kita kenal adalah Husein Mutahar. Pendiri Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan mantan Dubes di Vatikan itu lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916, dan wafat di Jakarta pada 9 Juni 2004 (dalam usia 88 tahun).

Husein Mutahar: Syukur
Husein Mutahar: Syukur

Husein Mutahar, yang biasa dipanggil Pak Mut, itu adalah seorang yang berjasa besar dalam menyelamatkan Bendera Pusaka kita.

Sejarah mencatat bahwa Bendera Pusaka untuk pertama kali berkibar secara resmi pada Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Pada 4 Januari 1946, karena aksi teror yang dilakukan Belanda semakin meningkat, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Bung Hatta dengan menggunakan kereta api meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta. Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dan dimasukkan dalam koper pribadi Soekarno. Selanjutnya, ibukota dipindahkan ke Yogyakarta.

Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresi kedua. Presiden, wakil presiden dan beberapa pejabat tinggi Indonesia akhirnya ditawan Belanda. Namun, pada saat-saat genting ketika Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta dikepung Belanda, Soe­karno sempat memanggil Mayor M. Husein Mutahar yang waktu itu merupakan salah satu ajudannya. Husein ditugaskan untuk untuk menyelamatkan Bendera Pusaka. Penyelamatan Bendera Pusaka ini merupakan salah satu bagian heroik dari sejarah tetap berkibarnya Sang Merah Putih di persada Nusantara.

Baca kisahnya tentang Bendera Pusaka itu di tautan berikut (klik di sini).

Continue reading Syukur ada Husein Mutahar

Inilah 30 Bulan Pertama Terpenting dalam Hidup

Hak anak, antara lain, adalah mendapatkan nutrisi yang baik sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Saat ini, sekitar sembilan (9) juta anak balita di Indonesia menderita ‘stunting‘, yakni kondisi ketika tinggi badan mereka di bawah ideal. Misal, saat anak usia empat tahun seharusnya tinggi badannya 120 cm, umpamanya, tapi karena ia stunted (menderita stunting), maka tingginya hanya 90 cm. Banyak di antara anak-anak (balita) itu sulit belajar dengan baik di sekolah, sebab otak mereka juga kurang berkembang, sebagaimana tinggi badan mereka.

Anak-anak di Pulau Sumba NTT  (Foto Unicef): Pentingnya 1000 Hari Pertama
Anak-anak di Pulau Sumba NTT: Pentingnya 1000 Hari Pertama. [Foto: Unicef Indonesia]

Bukan hanya itu. Repotnya, anak-anak yang kurang memperoleh gizi yang baik ketika berusia di bawah dua tahun itu juga rentan pada penyakit. Bila teman mereka, sesama balita, mudah sembuh dari sakit yang menyerangnya, anak-anak dengan stunting itu sulit sembuh, karena imunitas tubuhnya juga lemah. Continue reading Inilah 30 Bulan Pertama Terpenting dalam Hidup

Wah, Kini Ada Menteri yang Peduli Kebudayaan

Ada wartawan yang mengritik bahwa  Anies Baswedan​  kurang mengurusi perkara ‘kebudayaan’ negeri kita, dan hanya sibuk dengan ‘pendidikan’ melulu. Mungkin wartawan itu belum melakukan ‘check and recheck’, atau jangan-jangan ia jarang main ke Galeri Nasional, sehingga tidak tahu bahwa dalam tujuh bulan ini saja Mendikbud Anies sudah berkali-kali ke galeri itu; yang semuanya melulu urusan seni dan budaya. Anies juga ke Sangiran (Sragen), ke TIM, nonton wayang, diskusi dengan puluhan seniman dan budayawan, di Bali, di Bandung, dan di kantornya di Jakarta.
Selain itu, bahkan baru pada jaman Anies inilah ada program bernama ‘Belajar Bersama Maestro’ (BBM), yang mengumpulkan siswa-siswa berpotensi bidang seni untuk magang, nyantrik, pada maestro budaya selama masa liburan. Mereka bisa memilih magang (nyantrik) pada tokoh budaya ternama seperti Irawati Durban, Aditya Gumay, Purwacaraka, Gilang Ramadhan, I Nyoman Nuarta, Mang Udjo, dan Didik Nini Thowok.
Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.
Lukisan tentang P. Diponegoro di Galeri Nasional.

Ada yang beda di Galeri Nasional, Jakarta. Suasana berbeda itu terasa, sejak Anies Baswedan berkali-kali berkunjung ke galeri itu. Continue reading Wah, Kini Ada Menteri yang Peduli Kebudayaan