Category Archives: Komunikasi

‘Bekas’ – Mengapa Memory Terekam di Otak?

Runtuhnya jembatan di Tengarong  tempo hari membuat kita miris. Betapa tidak, jembatan sepanjang 720 meter di Kutai Kartanegara yang seharusnya masih bisa berfungsi selama 25-an tahun, tiba-tiba runtuh saat baru berusia 10 tahun.

Akibatnya, lima orang tewas, 30 orang terluka dan 23 orang belum diketahui nasibnya.

Tentu saja ini akan melekat erat dalam benak banyak orang. Jembatan itu kini menjadi sejarah. Sejarah tentang pembangunan, sekaligus juga sejarah keteledoran. Mungkin juga sejarah keserakahan.

Tapi apa sebenarnya yang kita pelajari dari sejarah? Ia adalah bekas-bekas. Ia bekas yang memberikan pelajaran kepada manusia yang berakal: untuk membacanya, me-review, mengkritik, dan melakukan studi terhadapnya. Ada kesalahan yang tak perlu diulang; ada kisah sukses. Ada ‘lessons learned‘.

Itu sebabnya orang yang berpengalaman punya nilai lebih dibanding yang tidak. Di sisi itulah, di sisi track record itulah ‘orang tua’ dapat mengalahkan yang muda. (Sementara orang muda juga punya ‘kelebihan’, berupa ‘masa depan yang menjanjikan’).

Dengan kata lain, track record adalah ‘sejarah‘ — sebuah alur yang telah melalui suatu masa (detik, menit, bulan, tahun atau pun abad). Contoh paling nyata adalah aliran air sungai; tempat sebuah bekas lewat dan tidak akan kembali lagi dengan situasi yang sama. Karena ‘air’ yang detik ini mengalir di tempat A, tidak sama dengan ‘air’ yang mengalir satu detik kemudian di A itu — karena dia sudah berada di lokasi B, atau C atau D. Continue reading ‘Bekas’ – Mengapa Memory Terekam di Otak?

Indonesia Vs Malaysia: Bukan Hanya Bola

Kekalahan tim Garuda dari Malaysia pada SEA Games ke-26 (tahun 2011) yang lalu mengingatkan kita pada berbagai persaingan antara Indonesia dan Negeri Jiran itu.

Belum lama berselang, masih hangat dalam ingatan kita, muncul isu soal bergesernya garis batas negara kita di Kalimantan. Kemudian juga masalah TKI, dan kasus Sipadan dan Ligitan tempo hari.

Old Market Square (Medan Pasar) in central Kua...
Medan Pasar di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia. (Photo credit: Wikipedia)

Bukan hanya itu. Lomba antar-tetangga itu berada dalam berbagai sektor. Dalam urusan seni dan budaya harus diakui Indonesia unggul, sehingga kita sewot saat Malaysia mengklaim hak cipta hasil karya orang Indonesia. Namun di bidang kesehatan, pariwisata dan pendidikan, jiran yang satu ini jauh meninggalkan kita. Mari kita jenguk. Continue reading Indonesia Vs Malaysia: Bukan Hanya Bola