RSS

Category Archives: Jokes

Humor di RS

Sample

Seorang lelaki tua periksa di RS. Ini medical check up rutin yang dilakukannya setiap tahun. Isterinya ikut mendampingi sang kakek di ruang pemeriksaan dokter.

  • Dokter: Saya perlu sample urine, tinja dan sample sperma Bapak.
  • Pasien, yang pendengarannya mulai berkurang, menengok kepada isterinya dan berteriak: Apaaaa? Dokter bilang apa; apa yang dia mau?
  • Isteri pasien menjawab: Dokter perlu celana dalammu..!

    Orang tua yg kaget anaknya terlibat sex

Dukun

Dua wanita berbincang di ruang tunggu ahli kebidanan dan kandungan.

“Saya sangat kepingin punya bayi, lebih dari apa pun di dunia ini,” kata ibu A, “tapi kayaknya itu tidak mungkin bisa.”

Lalu, ibu B menukas,”Saya dulu juga begitu. Syukurlah sekarang semuanya sudah berubah. Sekarang saya hamil tujuh bulan. Itu sebabnya saya sekarang ke sini.”

” Waaah.. Mbak harus kasih tahu saya, apa yang Mbak lakukan sampai bisa berhasil begitu…”

“Saya pergi ke dukun…”

“Saya juga sudah ke dukun, tapi gak berhasil. Selama setahun ini saya dan suami berkali-kali datang ke dukun. Hasilnya tetap nihil.”

Ibu B tersenyum, lalu berbisik: “Lain kali, coba datang sendiri…”

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on 19/09/2012 in Jokes

 

Lelucon Berteman di Media Sosial

Humor Menciptakan Teman Baru di Media Sosial.

Di Facebook:

  • “Tono, ayo kita berteman…”
  • “Tentu. Kamu dan saya sama-sama mutual friends -nya si Joni. Mari kita connect…”

Di Linkedin:

  • “Tono, ayo kita berkawan…”
  • “Silakan kirim resume, riwayat hidupmu, dilengkapi dengan surat pengantar dan contoh hasil pemeriksaan darah…”

Di Twitter:

  • “Tono, ayo kita berteman…”
  • (Sebuah mesin menjawab): “Saya adalah robot milik Tono. Permintaan Anda untuk berteman telah mendapatkan ‘auto-approve’ (persetujuan otomatis)…”

Making friends in social media: Menjalin persahabatan di Media Sosial

 
2 Comments

Posted by on 18/09/2012 in Communication, Jokes

 

Blackberry Firaun – Humor

English: Pharaoh Ramses II of Egypt in Abu Sim...

Pharaoh Ramses II of Egypt in Abu Simbel. (Photo credit: Wikipedia)

Bung Kiwir dan pamannya bertamasya ke Kanada. Mereka mampir ke Museum purbakala di Ottawa, ibukota Kanada.  Kiwir asyik menikmati Mummy Mesir kuno, Rameses I  yang dikenal dengan nama Fir’aun, yang dipinjam dari Museum Mesir.

Di kotak yang ada di bawah Mummy itu terdapat tulisan: 1292 BC. Kiwir penasaran, ingin tahu apa makna tulisan itu. Ia bertanya pada pamannya:  “Ada angka di kotak ini 1292 BC. Itu maksudnya apa ya Om?”

Paman:  “Aaaaah… kamu ini dasar orang kampung… Ketahuan kurang gaul. Payaah lu…  Tahu gak, itu kan PIN Blackberry Fir’aun…”

Kiwir: haaa…?

Lelucon ini aslinya dalam Bahasa Sunda berikut ini:

Kiwir jeung Alo na pelesir ka Kanada.
Di ditu maranehna jalan-jalan ka museum nu aya di Ottawa, ibukota Kanada.
Kiwir keur nelek nelek Mummi Mesir kuno, Rameses I.   Pas di handapeun peti batuna aya tulisan 1227BC. Kiwir naroskeun ka alo na, hayang terang naon maksadna eta tulisan.
Kiwir:  “Om,  aya angka di batu ieu 1292 BC. Maksudna naon nya Om?”.
Alo:  “Ah sia mah dasar kampung; katingali kurang gaul, nteu gableg kanyaho …  Eta teh PIN Blekberi-na Fir’aun …

 

English: Mummy of 19th dynasty King Rameses II.

Mummy of 19th dynasty King Rameses II. (Photo credit: Wikipedia)

Catatan: Menurut sebagian riwayat, Rameses I diperkirakan hidup sekitar tahun 1292 atau 1290 Sebelum Masehi (Before Christ alias BC). Sebagian sarjana memperkirakan Rameses I inilah yang hidup pada zaman Nabi Musa (as), yang kita kenal dengan nama Fir’aun (atau Pharaoh dalam bahasa Inggris). Rameses I (atau Ramses) adalah ayah Seti I’ dan kakek ‘Rameses II, yang berhasil mengangkat keagungan kerajaan di Mesir ke titik tertinggi.

 
1 Comment

Posted by on 21/08/2012 in Inspirasi Bung Kiwir, Jokes

 

Tags: , , , , ,

Mencari Suami

Alkisah, sebuah department store menjual calon suami baru diresmikan. Baru sampai di sini, si Kiwir tertawa ngakak:” huahaha…ada-ada saja. Toko jualan calon suami…”

Serasi sampai kakek-nenek: lelaki seperti apa yang ideal sebagai suami?

Benar. Menjual lelaki, calon pengantin pria. Bangunannya mewah, bertingkat enam. Segera sesudah dibuka, toko itu diserbu kaum wanita. (Mungkin karena sekarang ini lebih sulit cari calon suami ketimbang calon isteri, kaleee?)

Di situ para wanita single dapat memilih calon suami yg diinginkannya. Di setiap pintu, pada tiap lantai, terpampang instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main dan segala info bagi para calon pembeli.

Tulisan ini diilhami catatan teman saya Si Wie yang pernah menulis di Facebook-nya . Karena ada makna yang menarik di dalamnya, saya menggubah lelucon ini agar sedikit lebih seru.

Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by on 17/04/2012 in Inspirasi Bung Kiwir, Jokes

 

Wanita Jahat dan Baik

Taj Mahal: penghargaan kepada wanita

Ini mengenai wanita.

Sebagai laki-laki, Kiwir sempat bingung memikirkan makhluk yang cantik ini, khususnya ketika seorang teman wanitanya,si Klepon, mengajukan pertanyaan berat:

“Apakah semua laki-laki punya kapasitas menjadi hakim bagi wanita?”

+  Saya pikir tidak, Klepon. Tentu saja tidak semua lelaki punya kapasitas begitu. Siapa sih yang punya wewenang atau legitimasi menjadi hakim bagi wanita?

– Justru itu, saya suka sebel kalau ada laki-laki petentang-petenteng menilai kami-kami ini. Seolah perempuan hanya jadi obyek atau mainan, dan dirinya saja yang hebat, mentang-mentang dia laki-laki,meskipun dia kakak saya sendiri. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , ,

Kalau Kita Jadi Buah…

Jadilah Seperti…

  • Duren. Ini bukan singkatan ‘duda keren’, tapi maksudnya durian. Walau kulit luarnya tajam, tetapi isi duren lembut dan manis. Jangan menjadi kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
  • Jagung (corn), bukan jambu monyet. Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya. Jangan pamer (sombong), kecuali kalau sedang berpameran.
  • Pohon pisang (banana tree). Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Kesetiaan dalam pernikahan.

  • Bengkoang. Meski hidup dalam kompos sampah, tetapi isi (umbi) bengkoang putih bersih. Maksudnya: ‘jagalah hati, jangan kau nodai.’
  • Padi (paddy, rice). Sejak lama pepatah kita mengajarkan agar menjadi seperti padi: makin berisi, makin merunduk. Makin tinggi ilmu seseorang, lazimnya ia makin rendah hati, tidak angkuh.
  • Cabai (chili). Makin tua makin pedas, makin tua makin bijak, makin bermakna.
  • Pohon kelapa (coconut tree). Siapa tah kenal kelapa? Ia buah yang serba guna. Kelapa tidak bisa ‘dicangkok’, artinya tidak bisa di-‘manipulasi’.

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Jadilah seperti tandan petai (pete): ia membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang. Jangan jadi seperti rambutan: ada yang kecil ada yang besar — tidak adil.
  • Manggis (manggoesteen). Bisa ditebak isinya dari bagian belakang buahnya. Maknanya: jujurlah, jangan menyembunyikan sesuatu. 🙂
  • Terakhir, jadilah bagai buah nangka. Selain buahnya manis (tapi kadang bikin kembung bagi yang kurang cocok), nangka memberi getah kepada yang memakannya. Artinya berikan kesan (yang baik) kepada semua yang dekat kita.

Kalau tidak bisa menjadi ibarat buah, setidaknya makanlah buah (dan sayur). Sebab ia mengandung vitamin, mineral dan banyak serat (fiber) yang sangat menyehatkan. Anak-anak di SD Australia diajarkan sering mengonsumsi apel. Kata gurunya,“one apple a day keeps the doctor away.” (Makan) satu butir apel sehari, akan menjauhkan dokter dari kita. Maksudnya karena sehat, tidak perlu mengunjungi dokter.

Green coconuts

Kelapa hijau : tak bisa di-manipulasi (image from wikipedia)

 
Leave a comment

Posted by on 23/03/2012 in Jokes

 

Chicken – Joke

Why did the Chicken cross the road?

LA Police Department: Give us five minutes with the chicken and we’ll find out!

Einstein: Did the chicken really cross the road or did the road move under the chicken?  

Captain James T. Kirk: To boldly go where no chicken has gone before.

Pat Buchanan: To steal a job from a decent, hardworking American.

Saddam Hussein: This was an unprovoked act of rebellion and we were quite justified in dropping 50 tons of nerve gas on the chicken.

Freud: The fact that you are at all concerned that chicken crossed the road reveals your underlying sexual insecurity.

Karl Marx: It was a historical inevitability.

Grandpa: In my day, we didn’t ask why the chicken crossed the road. Someone told us that the chicken had crossed the road and that was good enough for us.

Bill Clinton: Because in a lapse of judgement I mislead the chicken. However Kenneth Starr’s report on the matter was uncalled for.

Colonel Sanders: Did I miss one?

Richard M. Nixon: The chicken did not cross the road. I repeat, the chicken did not cross the road. I don’t know any chickens. I have never known any chickens.

Martin Luther King, Jr.: I envision a world where all chickens will be free to cross roads without having their motives called into question.

Aristotle: It is the nature of chickens to cross the road.

Ronald Reagan: What chicken?

Bill Gates: I have just released Chicken Coop 2000, which will not only cross roads, but will lay eggs, file your important documents, and balance your checkbook, and Explorer is an inextricable part of the operating system.

Jerry Seinfeld: Why does anyone cross a road? I mean, why doesn’t anyone ever think to ask, What the heck was this chicken doing walking around all over the place, anyway?  

Oliver Stone: The question is not, Why did the chicken cross the  road? Rather, it is, Who was crossing the road at the same time, whom we overlooked in our haste to observe the chicken crossing?

JFK: Ask not what your road can do for your chicken – ask what your chicken do for your road!

Darwin: Chickens, over great periods of time, have been naturally selected in such a way that they are now genetically disposed to cross roads.

Machiavelli: The point is that the chicken crossed the road. Who cares why? The end of crossing the road justifies whatever motive there was.

Moses: And God came down from the Heavens, and He said unto the chicken, “Thou shalt cross the road”. And the chicken crossed the road, and there was much rejoicing.

Hamlet: To cross or not to cross, that is the question!

Kindergarten teacher: To get to the other side!

 
4 Comments

Posted by on 29/11/2011 in Jokes