Category Archives: Internet & New Media

11 Serangan Terhadap Foke di Media

Hari-hari menjelang Pilgub DKI ini, di media sosial orang ramai saling mengirim pesan untuk mendukung Fauzi (Foke) Wibowo atau JokoWi, pesaingnya.

Jokowi dan Foke: bersaing ketat

Memang artikel ini lebih pas untuk mereka yang mendukung Jokowi. Namun jika Anda pro pada Foke lupakan saja: Anda tidak perlu meng-klik links yang di bawah ini. 

Banyak yang bicara tentang Fauzi Bowo di bawah ini menganggapnya ‘gagal’ dalam mengurus Jakarta. Asalnya, berbagai serangan terhadap Foke itu muncul di media massa, seperti koran dan media online. Kemudian, berhubung ini jamannya media sosial, beberapa tulisan tadi menyebar melalui Blackberry Messenger, Twitter dan lainnya.

Note: this page can be an interesting sample of the new phenomenon of social media, i.e. it can inspire Public Relations practitioners about  ‘share-ability’, conversation and relationship with influencers. Refer also to the Twitter page below.

Saya sendiri — sebagai peminat masalah komunikasi — sejak beberapa bulan silam telah meramalkan bahwa pada pilkada DKI 20 September mendatang itu, “Sulit bagi Foke mengalahkan Jokowi.”  Silakan merujuk beberapa tulisan tentang Jokowi itu di sini: https://syafiqb.com/?s=fenomena+jokowi&submit=Search&cat=28125808

Tentu saja Anda boleh tidak setuju. Tapi ini informasi yang ada: Continue reading 11 Serangan Terhadap Foke di Media

Inilah 3 Hal Penting Komunikasi di Internet – 2

Ramainya produk ponsel baru seperti Blackberry dan iphone — termasuk iphone 5 — belakangan ini tidak lepas dari lompatan kemajuan teknologi yang disediakan Internet. Tetapi bagaimanakah kaidah-kaidah komunikasi, marketing dan Public Relations, melalui Internet itu? Perubahan apa yang sesungguhnya terjadi?

Tulisan ini adalah bagian 2 dari dua tulisan. Silakan baca juga bagian 1.

Demikian pula yang terjadi dengan Online-Public Relations, alias Internet-PR . Seorang tokoh politik sebuah partai, misalnya, mampu membina hubungan jangka panjang dengan konstituennya melalui pemanfaatan jaringan Internet.

Sebagai contoh: ia bisa membangun sebuah blog atau situs Internet yang dirancang secara strategis guna meraih tujuan-tujuan politiknya dengan, misalnya, meningkatkan image dirinya. Umpamanya, situs Internet yang dikelolanya tidak saja menyebarkan informasi semacam ‘brosur’ untuk audience-nya, tetapi juga berdialog secara interaktif dengan mereka.

Setiap hari, bahkan beberapa kali dalam sehari, pengelola situs yang paham pentingnya dialog dengan audience akan melakukan ‘update’ dalam isi situsnya. Continue reading Inilah 3 Hal Penting Komunikasi di Internet – 2

3 Hal Penting Komunikasi di Internet

Apa yang berubah dalam dunia Internet sekarang ini? Benarkah segmentasi (dalam marketing) juga ikut menyempit, tapi jumlahnya bisa lebik banyak yang berserak? Bagaimana dengan politisi?

Berikut ini bagian pertama dari dua tulisan mengenai hal di atas.

Kian hari kian banyak orang bergantung pada Internet. Semakin maraknya perkembangan media sosial saat ini berdampak pada peningkatan jumlah pemakai Internet di dunia, termasuk di Indonesia.

Di siang hari, pemakaian Internet tampak melebihi media konvensional. Spekulasi yang muncul, gejala tersebut akibat banyak pengguna lebih memanfaatkan jaringan Internet di kantor mereka akibat kesibukan di rumah atau tidak punya akses Internet di rumah.

Perampok minta bandwith: perubahan dalam dunia marketing dan PR

Seturut perkembangan itu, para ahli komunikasi di bidang Public Relations (PR) dan marketing mencari tahu apakah kaidah marketing telah berubah total gara-gara Internet? Apakah bauran pemasaran, misalnya, tidak lagi berlaku seperti dulu?

Kita tahu, saat ini siapa pun mudah mengirimkan dokumen melalui Internet. Surat model lama sudah ditinggalkan banyak orang, sehingga kantor pos mesti berubah fungsi. Gantinya, orang mengirim via e-mail, Twitter dan lainnya.

Beberapa produk pun bisa didistribusikan secara murah atau gratis, misalnya produk tulisan semacam buku dan surat kabar, produk suara (musik, ceramah, kuliah), dan video. Semua bisa dikirim dalam tempo amat singkat.

Oleh karena itu, tidak salah bila ada yang beranggapan Internet telah merombak kaidah marketing, tetapi sebagian lainnya bertahan bahwa semuanya tetap sama. Penganut pendapat kedua ini meyakini Internet hanya sebuah medium, sementara prinsip-prinsip pemasaran tidak berubah. Begitu pula prinsip-prinsip PR yang, intinya, bertujuan menciptakan reputasi yang baik di mata audience-nya.

Dalam dunia marketing, pemasar tetap harus melakukan proses perencanaan dan eksekusi penetapan harga, promosi dan mendistribusikan suatu ide, serta barang atau jasa dengan cara sebaik-baiknya –demi menciptakan sebuah ‘pertukaran’ yang memuaskan baik bagi customer (pembeli) maupun perusahaan sendiri.

Berkat Internet, sang pemasar dapat melakukan semua yang di atas, tapi kali ini secara online.

Selengkapnya tulisan ini dapat dirujuk pada artikel di Inilah.Com, Kamis 5 Januari 2012

Maka, demi memperoleh ‘nilai’ yang akan memuaskannya tadi, setidaknya customer akan melalui 3 (tiga) tahap. Awalnya dimulai dari “penciptaan kesadaran” (awareness) akan adanya suatu brand (produk atau jasa) ‘di depan’ mereka.

Berikutnya, mereka kemudian bereksplorasi, mencari informasi lebih lanjut mengenai brand tadi, bagaimana bentuk dan sifatnya, fitur, harga, di mana memperolehnya, dan sebagainya. Sebagian konsumen memilih mengeksplorasi lebih jauh, misalnya dengan mencari perbandingan melalui situs-situs Internet perusahaan saingan yang menawarkan produk serupa; adakah brand lain lebih murah, dan seterusnya. Menurut sebuah riset, pada awal 2000-an lebih dari 62 % pembeli mobil baru melakukan riset di Internet sebelum membeli.

Web developers: makin dibutuhkan sekarang

Terakhir, tahap ketiga, seusai melakukan eksplorasi, biasanya konsumen baru menetapkan keputusannya, “membuat komitmen”. Misalnya, bergabung dengan situs atau blog yang dikunjungi atau membeli produk yang ditawarkan secara online maupun mendatangi outlet terkait.

Maka, para ahli komunikasi pun menekankan bahwa yang penting dalam marketing atau kegiatan Public Relations (PR) melalui Internet bukan sekadar membina hubungan baik (relationship) dengan konsumen online, tetapi juga bagi konsumen ke outlet (seperti counter atau toko), yang sering juga disebut “Bricks and Mortars”. Semua sejalan dengan sasaran pemasaran pada umumnya guna membangun dan menciptakan hubungan yang langgeng dengan seluruh customer.

Oleh karena itu, dalam Internet Marketing, titik perhatian pun bergeser dari sekadar “menemukan customers” kepada: “beralihnya sejumlah customer yang ‘committed’ dan loyal” terhadap brand tertentu.

Demikian pula yang terjadi dengan Internet-PR. –> silakan cek di bagian 2.