Category Archives: Internet & New Media

Teman, di Cafe dan Media Sosial

Apa rahasia kafe dan bar? Mengapa kita tidak keberatan membayar air mineral lima kali lipat dari harga di pasar swalayan? Kita membayar mahal agar bisa duduk bersama teman-teman.

Rahasia kafe, bar dan restoran adalah mereka mengkonversikan kualitas waktu kebersamaan kita dengan uang kontan. Mirip dengan kafe atau bar, media sosial adalah tempat teman saling bertemu.

Teman dan ROI di Media Sosial

Beberapa program media sosial yang terbaik bisa mengubah ‘tempo’, atau ‘lamanya waktu yang diberikan konsumen untuk bersosialisasi’ (consumer’s social time) menjadi nilai atau mutu brand (brand premium), sehingga mendukung penciptaan ‘laba atas investasi’ (alias return on investment, ROI) yang lebih tinggi – jauh melebihi perolehan berkat iklan di TV.Lamanya waktu bersama teman atau keluarga sangat berarti bagi kita, sehingga layak kita bayar mahal. Perhatikan betapa biaya yang kita keluarkan untuk mereka itu berkait erat dengan lamanya tempo kerja kita.

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial
Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Continue reading Teman, di Cafe dan Media Sosial

2013: Tahun Indah bagi Twitter?

Jika ada satu hal yang menarik pada perkembangan Twitter tahun 2012 lalu adalah bahwa media sosial itu tidak membosankan. Atau bahkan sangat mengasyikkan.

Sepanjang tahun lalu, layanan microblogging itu meledak sejadi-jadinya. Twitter menjadi tuan rumah bagi kejadian seperti ‘Tanya Jawab Bersama Presiden Obama’, kericuhan di Bahrain, Mesir, dan Badai Sandy. Tak kurang dari 125 kepala negara dan 139 politisi penting dunia lainnya menggunakan Twitter,  meski hanya 30-an di antara mereka melakukan tweet (kicau)-nya sendiri.

Social Media Landscape: Twitter salah satu yang berkembang pesat
Social Media Landscape: Twitter salah satu microblog yang berkembang pesat

Di Indonesia, Twitter menjadi salah satu sumber info terpenting bagi mereka yang mencari keterangan tentang segala hal, mulai dari kasus ‘KPK versus Polri’, pemilihan Gubernur DKI, pernikahan kontroversial Aceng Fikri, cerita tabrakan maut Afriyani, Novie Amelia hingga putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, serta riuhnya berita Rhoma Irama sebagai calon presiden.

Dengan lebih 30 jutaan pengguna Twitter (Tweeps) pada November 2012 lalu, Indonesia menjadi negara pengguna Twitter kelima terbesar di dunia, di bawah AS, Brazil, Jepang dan Inggris – sementara Jakarta unggul sebagai kota paling aktif pengirim tweet di antara kota-kota lain dunia.

Tetapi 2012 juga merupakan tahun kontroversial bagi Twitter. Tahun lalu, selain membatasi layanannya bagi pihak-ketiga yang ingin mengembangkan jasa bagi pengguna, Twitter juga ‘berperang’ dengan mantan rekan bisnisnya, Instagram, dalam masalah dominasi ‘photo-sharing’. Continue reading 2013: Tahun Indah bagi Twitter?

Aceng dan Transparansi

Bicara Aceng Fikri sejatinya juga bicara soal transparansi. Kalau saja Bupati Garut itu bersikap transparan tentang rencana menceraikan Fany Octora empat hari sesudah dinikahinya, umpamanya, maka ceritanya akan berbeda. Mungkin sekali Fany tak jadi nikah, dan Aceng justru selamat dari krisis.

Aceng Fikri: terekam seumur hidup
Aceng Fikri: terekam seumur hidup

Meski itu transparansi di level pribadi, tetap saja untuk seorang tokoh atau sebuah brand, kini transparansi sudah menjadi keniscayaan. Bahkan di tataran personal seperti itu pun, soal keterbukaan kini terasa sangat menonjol.

Penyebabnya adalah Internet dan media sosial yang menggelora dalam gairah besar di dalam jejaring web. Kalau saja Aceng sadar mengenai potensi internet sekarang ini, sangat boleh jadi ia akan berpikir ulang bicara atau melakukan sesuatu yang menyebabkannya jadi sasaran berita di seantero Nusantara.

Juga, seandainya pernikahan model Aceng itu terjadi beberapa tahun silam, sebelum maraknya Internet, sangat boleh jadi kasusnya tak menyebar seramai saat ini. Continue reading Aceng dan Transparansi

Ahok dan Videonya – tentang Media Sosial

Pada Kamis 29 November 2012, sekitar 1,3 juta orang menonton video Ahok di Youtube. Ada apa sebenarnya? Mengapa tokoh seperti Ahok dan Jokowi harus aktif dan mengurus social media mereka secara serius? Memang apa ruginya kalau tidak?

Fenomena Jokowi dan Ahok memang menarik. Belum 100 hari menjab

Ahok bersama Jokowi saat kampanye: tidak cukup hanya menggebrak; perlu dialog berkesinambungan di Media Sosial

at, Pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI, itu sudah menunjukkan banyak gebrakan.

Keduanya aktif turun ke lapangan; hal yang jarang dilakukan pemimpin kita. Jokowi masuk keluar perkampungan dan berdialog dengan penduduk di daerah rawan banjir dan lokasi kumuh. Ahok mengadakan rapat-rapat dengan berbagai kepala dinas dan kecamatan di ibukota yang pengap.

Uniknya, banyak video rapat Ahok diunggah Humas Pemerintah Provinsi DKI ke Youtube. Salah satu video yang menarik adalah saat sang wakil gubernur itu sedang ‘mengajar’ karyawan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI di Ruang Rapat Bappeda DKI.

Dalam video berdurasi 46 menit yang diunggah pada 8 November lalu itu Ahok minta agar anggaran Dinas PU (untuk belanja 2013) yang terlalu tinggi dipotong 25%.

Maka ia pun menawarkan dua cara seperti yang ditandaskannya kepada Dinas Perhubungan DKI. “Anda potong anggarannya. Atau cara kedua, saya hapus proyek itu. Tidak ada jembatan itu, (dan kemudian) saya bangun pakai uang operasional saya untuk membangun jembatan itu,” kata Ahok.

Di bagian lain, ia bahkan menyebut-nyebut ‘kalau tidak suka dengan cara yang ditawarkannya, maka ia akan mengganti pejabat Dinas PU sampai eselon tiga’. Continue reading Ahok dan Videonya – tentang Media Sosial

Kekuatan Media Sosial

Benarkah media sosial bakal makin penting saat pemilu tahun 2014 mendatang? Boleh jadi. Bisa jadi pula, media konvensional seperti koran, televisi dan radio, tetap menjadi andalan para politisi untuk berkampanye saat itu.

Sekarang kita belum tahu pasti.Yang jelas, belakangan ini media sosial itu terasa kian berperan, khususnya setelah muncul pernyataan presiden awal Oktober lalu yang menyebut soal media baru itu dalam kasus KPK vs Polri. Barangkali inner circle SBY memang memonitor apa yang dibicarakan orang di media sosial. Boleh jadi mereka mendengar kicauan ramai di Twitter, salah satu microblogging paling riuh di Indonesia ini. Saat terjadi kericuhan mengenai isu pelemahan KPK itu, ratusan ribu atau jutaan pengguna Twitter menggalang aksi dukungan bagi KPK.

Save KPK : berkat media sosial

Para tokoh antikorupsi seperti Usman Hamid (Kontras), Illiandeta (dari ICW) dan Anita Wahid saling bahumembahumenggalangkekuatan bersama tokoh lain seperti Fadjroel Rachman, Anies Baswedan, Alissa Wahid, dan banyak lain-lainnya. Dari Twitter, kegiatan yang mereka lakukan merambah ke tempat lain. Di antara yang mereka lakukan, misalnya @hamid_usman menggalang kekuatan melalui situs change.org-nya,dan @Illiandeta menjadi salah satu motor pengerah massa ke depan gedung KPK dan bundaran HI. Continue reading Kekuatan Media Sosial

Kenapa Budaya Lamban Merugikan Kita?

“Di zaman internet begini kok pelayananmu lambat sekali…,” tegur seorang teman kepada petugas di supermarket terkenal di Jakarta. “Saya antri selama 36 menit, padahal di depan saya hanya tiga orang. Berarti 12 menit per orang. Kalau di perusahaan saya, kamu sudah saya pecat…”

Yang ditegur kaget. Jarang ada konsumen mengeluh secara detail begitu. “Maaf, Pak. Tapi kami di sini semua begini. Mesti hati-hati. Kalau ada kesalahan, kami yang harus mengganti, Pak,” kata kasir wanita muda itu, membela diri.

“Oh itu sudah budaya,” kata teman lain menimpali, ”Di samping beberapa budaya banyak bicara, etos kerja yang rendah dan malas, salah satu budaya kita adalah tidak terbiasa bekerja cepat. Membalas email pun, yang mestinya segera dilakukan dalam tempo 5-10 menit juga lambat sekali.”

Saat orang makin banyak mengantre di belakang kawan tadi, kasir itu malah sempat menawarkan kartu anggota Supermarket kepada salah seorang konsumen. Tawaran itu diterima, sehingga sang kasir harus membantu pengisian formulir keanggotaan itu. Tak pelak, tempo menunggu bagi konsumen lain pun kian panjang.

Lima perusahaan dengan reputasi terbaik: kerja keras, cepat dan memanfaatkan peluang

Sesungguhnya, kartu anggota itu memang bermanfaat, karena ia memberi banyak keuntungan untuk kedua belah pihak. Hanya cara dan waktu pelaksanaannya yang tidak cocok. Tidakkah itu lebih baik dilakukan di tempat lain, agar konsumen tidak perlu mengantre lebih lama?

Bagi konsumen, kartu berlangganan yang juga memberi privilege untuk belanja lewat internet justru sangat bermanfaat dan sekarang makin diperlukan. Sebab ia bisa berguna untuk dipakai belanja dari rumah atau kantor, secara online, tanpa perlu membuang bensin di jalan yang mampat, mencari tempat parkir atau pun antre 36 menit. Continue reading Kenapa Budaya Lamban Merugikan Kita?

KPK dan Kekuatan Rakyat di Twitter

KPK dan Kekuatan Rakyat di Twitter.

Media sosial kini makin diperhitungkan. Ramainya perbincangan soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di media sosial seperti Facebook dan Twitter, berhasil menarik perhatian presiden, yang rupanya cepat menyadari bahwa makin banyak orang geram pada upaya yang dianggap akan melemahkan KPK.

Di internet sulit membedakan manusia dan anjing: akun asli menjadi dasar untuk membangun jejaring kekuatan massa

Riuhnya kicau (tweet) di Twittersphere, misalnya, menunjukkan adanya kekompakan rakyat untuk membangun kekuatan bersama. Tak kalah seru dibandingkan aksi demo di jalan atau di depan gedung KPK, di media sosial itu rakyat ‘memberontak’ menjadi pembela KPK.

Kicau pengguna Twitter di Indonesia, yang kini diperkirakan berjumlah 28 jutaan orang, saling bersambut. Ada kicau murni dari akun yang jelas. Ada pula tweet dari akun palsu yang mengatasnamakan Ketua KPK Abraham Samad. Dengan sekitar 28 ribuan pengikut (follower), akun @SamadAbraham terang-terangan menuduh Presiden SBY korup. Ternyata itu bohong. “Tidak benar Ketua KPK pernah menyatakan menyerang Presiden. Ketua KPK tidak punya Twitter, “ kata Juru Bicara KPK Johan Budi.

Yang menarik, ada pula akun anonim yang sangat getol memprovokasi dan mengkritik keras lembaga KPK dan Abraham Samad. Akun itu milik TrioMacan2000, yang mengantongi sekitar 141.000 pengikut.

— Selanjutnya silakan klik URL tersebut di atas.