Category Archives: Gaya Hidup

Ketika Orang Berbohong

Bagaimana menangkap pembohong? Bahasa tubuh seperti apa yang lazim kita temukan saat orang berbohong? Sedikit tips untuk Anda.

Belakangan ini kita banyak melihat sandiwara di media. Para ‘pemain sinetron’ baru bermunculan dalam wajah pejabat atau petinggi negara.

Clinton dituduh berbohong di media

Banyak yang menduga mereka membohongi publik — ya, Anda dan saya… Sayang tidak ada lagi pinokio sekarang, sehingga orang harus mencari tahu apakah lawan bicaranya sedang berkata jujur atau fibs (bohong kecil) atau apakah ia seorang ‘big liar‘, pembohong besar (yang pandai bersandiwara). Continue reading Ketika Orang Berbohong

Kritik Acara TV Saat Ramadhan

Puasa ini Mas Kiwir janji tidak akan menonton televisi. Kang Misro, tetangganya, heran. “Lho, kok memboikot tivi itu, kenapa Mas Kiwir? Bukankah itu media yang bagus untuk komunikasi, untuk menyebarkan pesan-pesan moral?”

(Terima kasih kepada Ust.Muhsin Labib yang menginspirasi tulisan ini.)

“Benar, Kang Misro. Tapi selama TV kita hanya berisi banyolan, games dan hiburan kekerasan yang tidak bermutu, saya mending membaca atau diskusi sama Anda atau dengerin ceramah di radio saja.”

Diskusi berjalan makin seru. Misro masih tidak bisa menerima alasan kawannya itu.

– Tapi bukankah itu hanya metode penyampaian saja, Mas, biar pemirsa tidak bosan?

– Ya,boleh saja mencari metode, demi menggaet penonton, atau biar ‘rating’-nya tinggi. Tapi Kang, sebagian besar acaranya benar-benar membodohi kita.

– Mas Kiwir mestinya tahu, sekarang ini ada belasan saluran TV swasta, dan mereka kan berebut mencari penonton sebanyak-banyaknya, Lebih-lebih pada saat ‘prime time’ seperti sebelum buka puasa dan menjelang sahur.

Anak-anak menonton film kartun di TV: selebihnya main dan tidur

– Justru itu Kang. Kalau banyolan dan games itu ditayangkan di luar ‘prime time’, saya tidak keberatan. Tapi herannya, mengapa pada saat kita kumpul bersama keluarga dan anak-anak, kita tidak mendapatkan sesuatu yang bermutu – yang bisa kita diskusikan bersama mereka. Maksud saya, sesuatu yang mengajarkan budi pekerti, yang meningkatkan keyakinan dan ilmu kita, sehingga kita berpuasa dengan penuh pemahaman dan tidak asal ikut-ikutan.

– Tapi kan ada juga acara yang bagus, Mas.  Continue reading Kritik Acara TV Saat Ramadhan

Ketika Angela dan Whitney Memilih Islam

Whitney Nickels - salah seorang mahasiswi AS yang menjadi Muslimah

Ada Angela Collins. Ada Fidelma O’Leary. Ada juga beberapa remaja lain di AS seperti Whitney Nickels dan kawan-kawannya, yang belakangan lebih suka memilih Islam sebagai agama mereka.

 

Tentu panjang kisah mereka. Tetapi, cuplikannya mungkin bermanfaat sebagai penambah wawasan dan pengetahuan kita. (Mohon jangan meneruskan membaca, bila Anda tidak suka dengan tulisan ini).

Sebenarnya hanya ada sebuah pesan sederhana. “Sembahlah Tuhan,” kata Fidelma O’Leary. Itulah pesan Islam. Anda tidak harus menyembah Allah melalui perantara, tetapi langsung kepada-Nya.

O’Leary bilang, dia mendapatkan sebuah kitab Al-Qur’an dari seorang teman di college-nya. Ia lalu tertarik mempelajarinya. “Sekarang saya sudah menjadi Muslim(ah) sekitar 25 tahun,” katanya di youtube (yang disiarkan pada 2008 lalu).

“Sayangnya Islam sering diinterpretasikan secara keliru di Barat,” kata O’Leary.

Yang menarik adalah bahwa, meski ia sudah menjadi Muslim, wanita asal Irlandia ini sering mengantar orang tua dan anak-anaknya ke gereja. Sebuah sikap toleransi yang luar biasa, yang patut ditiru semua umat beragama.

“Yang kita dapati di Al-Qur’an (antara lain) adalah petunjuk (hints) mengenai keagungan Tuhan. Ar-rahman Ar-rahim, the most merciful, most forgiving, unimaginable, creator, unlike anything created (Yang Maha Pemurah, Pemaaf, Tidak Terperikan, Pencipta, sama sekali tidak sama dengan apa pun yang diciptakan-Nya),” kata O’Leary.

Seperti tampak dalam videonya, di tengah suasana alam ciptaan Tuhan, O’Leary berkata bahwa,”ini adalah ciptaan Tuhan. Ini membuat saya ingin menyerahkan diri kepada Tuhan.”

Lalu, ia mengatakan, “Satu hal yang membuat saya cinta pada Islam adalah bahwa penyembahan kepada Tuhan adalah langsung. Akses saya, penyembahan saya kepada Tuhan berjalan secara langsung. Tidak perlu melalui seorang ‘clergy‘; melainkan direct antara saya dengan The Creator (Sang Pencipta).”

Sementara itu, seorang muallaf lain, Angela Collins, juga menjadi Muslimah di Amerika. Sebelumnya, Angela sering mengunjungi banyak negara lain, dan berteman dengan berbagai orang Islam. Setelah kembali ke AS, warga California itu mempelajari Islam lebih jauh, dan bertemu dengan teman-teman Muslimnya di sana. Angela menyatakan dua kalimat syahadatnya justru beberapa minggu setelah peristiwa 11 September (9/11).

Angela Collins - gadis seksi bermata biru dari California

Inilah video youtube Angela. Sedang dalam youtube satu lagi diberitakan bahwa setiap tahun ada sekitar 22.000 orang masuk Islam di AS. Video dengan teks bahasa Indonesia tentang Angela dapat dilihat di sini. (Catatan: Tidak semua yang ditawarkan orang di youtube berisi video sesuai judulnya).

Menurut Angela, banyak tuduhan terhadap Islam, yang antara lain mengatakan bahwa Islam mendiskirimasikan wanita,tidak memberikan hak-hak wanita, dan sebagainya. “Saya lalu mempelajari Al-Qur’an, dan mendapati bahwa semuanya justru sebaliknya…,” kata Angela. Dari situ, ia pun memeluk agama Islam.”

Saat ditanya, bagaimana awalnya sehingga ia tertarik pada Islam, Angela mengatakan, “Saya sedang mencari kebenaran, dan saya mendapatkannya (dalam Islam).”

Menurut Angela, para teroris seperti Al-Qaedah telah ‘membajak’ agama Islam, sehingga membuatnya marah.

Selain mereka berdua, berita Fox News dari Chicago ini menyuguhkan kisah Whitney Nickels dan dua kawan lainnya, para mahasiswa di AS, yang juga memilih pindah ke agama Islam. Dalam berita itu disebutkan bahwa sekitar 21 % dari 2,4 juta penduduk Muslim AS adalah mereka yang berpindah agama.

Mengejar Kebahagiaan

English: Indonesian map showing the provinces,...
Indonesia - index kebahagiaannya di bawah Malaysia, Thailand dan Filipina

Ahad 25 Desember kemarin, salah sebuah TV menayangkan film  “The Pursuit of Happyness” — dan ia pun menjadi trending topic di Twitter.

Bicara soal ‘happyness’  (atau happiness) bagi kita orang Indonesia, maka kita pun bertanya: benarkah kita tidak sebahagia warga Malaysia dan Thailand? Benarkah orang kaya belum tentu lebih bahagia ketimbang yang miskin? Adakah resep agar bahagia terus?

The Pursuit of Happyness
Anak, salah satu sumber kebahagiaan ayah.

Continue reading Mengejar Kebahagiaan