RSS

Category Archives: Diskusi Agama

Seandainya Saya Naik ke Langit

Ketika melihat banyaknya teror di yang terjadi belakangan ini, muncul pikiran mbeling ini. ‘Ketimbang sibuk ngurusin dunia yang banyak disalahpahami orang yang mengaku beragama, tidakkah lebih baik seorang hamba berusaha beribadah sebaik-baiknya, sehingga bisa ‘naik ke langit’ mencapai derajat amat tinggi agar bisa meniru langkah Nabi SAW untuk mencapai tempat termulia di sisi Tuhan?’

Ketika Allah membimbing - Ali as

Jika Tuhan membimbingmu untuk mengingat (berzikir kepada)-Nya, itu pertanda bahwa Dia mencintaimu. (Imam Ali bin Abithalib as).

“Wah, seandainya saya bisa begitu, setelah diberi kesempatan naik ke langit, bagaikan sebuah mi’raj, begitu maka saya tidak akan turun ke bumi,” kata kawan saya yang sedang belajar jadi pesuluk ala seorang sufi, ”Karena saya telah mencapai puncak tertinggi yang mungkin hanya bisa dibayangkan seorang hamba Tuhan.”

Ah, tentu saja kami mimpi. Kami juga keliru. Meski kekeliruan itu tidak separah absurditas (baca: kesalahan fatal) pikiran para teroris (yang mengira dirinya mati syahid lalu ‘naik’ ke surga dan ketemu bidadari), tetapi itu bukan tujuan penghambaan kepada Tuhan. Sesungguhnya Islam justru mengajarkan seorang muslim harus ‘turun’, ia mesti ‘membumi’. Fungsinya sebagai anggota masyarakat adalah hal yang sangat penting, karena Islam tidak datang hanya mengajarkan zikir dan doa – apalagi kalau sampai tujuan zikir (cara beragama)-nya melenceng dan menyesatkan hingga merugikan orang lain atau membunuh yang tidak berdosa.

Tulisan ini aslinya telah dimuat di Rubrik Nasional, Indonesiana, Tempo 13 Juli 2016 lalu (klik di sini)

Read the rest of this entry »

 

Ilmu di mata Imam Ali as

Ilmu di mata Imam Ali as
Sejak 14 abad silam hingga kini, tak ada yang dapat menggambarkan pentingnya pengetahuan (knowledge), mencari ilmu dan belajar dalam hidup ini lebih dari Nabi Muhammad (SAW). Sesudah beliau, tokoh utama yang piawai dalam mencerahkan kita adalah ‘pintu kota ilmu’ sang Nabi, yakni Khalifah Ali bin Abithalib (ra). Berikut adalah beberapa Kata Mutiara dari Imam Ali (as) yang praktis dan indah luar biasa:
Honesty - Ali as

Kejujuran adalah bahasa Langit (Imam Ali as).

 

 

 

 

 

 

 

 

  • The most complete gift of God is a life based on knowledge. [Pemberian paling sempurna dari Tuhan adalah kehidupan yang dilandasi (dengan) pengetahuan].
  • Knowledge gives life to the soul. [Pengetahuan memberikan (menyalakan) ‘hidup’ pada jiwa].
  • To respect the learned is to respect God. [Menghargai orang bijak (berilmu) berarti menghargai Tuhan].

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , ,

Ternyata, Sunni di Mesir juga Cinta Ahlul-Bait

Ternyata umat penduduk Mesir yang mayoritasnya bermazhab Muslim Sunni (Ahlus-Sunnah wal-jamaah) juga sangat mencintai keluarga (Ahlul-Bait) Nabi SAW. Dari 80-an juta penduduk Mesir, 88 prosennya memeluk Islam. Sebagian besar dari Muslimin itu menganut mazhab Sunni (sensus tahun 2006), dan mereka sangat getol dalam mencintai Nabi saw dan keluarga (Ahlul-Bait)-nya yang suci. Aliran (mazhab) Islam lain yang juga ada di Mesir, di antaranya adalah Sufisme, Ahmadi, Mu’tazilah, Syiah Istna’asyariyah (12 Imam), dan sedikit Ismaili.

Sebagai pusat ilmu agama Islam dunia, Negeri dengan 1000 Menara Masjid itu dikenal dengan Universitas Al Azharnya, yang merupakan Universitas tertua di Mesir. Masjid Al Azhar sendiri berdiri saat berkuasanya Dinasti Fatimiah pada tahun 970. [Lihat catatan tenang agama Islam di Mesir itu di sini]. Di Mesir, umat Islam dan Kristen Katolik (Koptik) serta penganut agama lain hidup secara berdampingan dan saling toleran.

Di Mesir itu, sebagaimana di Indonesia, kecintaan kepada Nabi SAW dan keluarganya yang disucikan Allah terus dikembangkan. Umat Muhammad SAW biasanya melakukan hal itu melalui bacaan Solawat kepada Nabi SAW dan keluarganya, dan dengan membaca sejarah beliau, atau kitab Maulid serta qasidah yang berisi pujian (madah) kepada orang-orang tersuci sepanjang sejarah itu.

Pada Ramadhan kali ini, sengaja tulisan yang pernah dipublikasikan pada September 2014 lalu ini kita tinjau kembali, dengan sedikit editing di dalamnya. Selamat menikmati.
Siti Fatimah al-Bathul 'alaiha-as-salaam; jantung hati Nabi saw.

Siti Fatimah az-Zahra’ al-Bathul ‘alaiha-as-salaam; jantung hati Nabi saw.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , ,

Wah, Ternyata Bahagia itu Mudah

Dari Ramadhan ke Ramadhan masalah yang dihadapi umat Muslim boleh dikatakan sama melulu. Pada bulan suci itu, muslimin berpuasa, mengekang hawa nafsu, berbuat baik, puasa, memberi zakat, sedekah, dan sebagainya. Tapi setelah Ramadhan berakhir, banyak dari kita lupa padanya, dan kehidupan kembali seperti sediakala. Dosa demi dosa dan kemaksiatan menggantikan kebaikan-kebaikan yang sebelumnya dielu-elukan.

*) Artikel (kolom) ini aslinya berjudul, “Ramadhan, Cinta dan Kebahagiaan”, dimuat di Indonesiana Tempo (klik di sini). Versi pendeknya terbit di Koran Tempo edisi Rabu, 15 Juni 2015 (Anda harus berlangganan untuk bisa membukanya).

Barangkali sudah saatnya kita merenungkan sebuah pendekatan yang berbeda, memasuki bulan suci lewat jalan penyucian diri, menggelorakan cinta kepada Sumber Cinta, yakni Allah subhanahu wa ta’aala. Agar sesudahnya, kelakuan segala yang baik selama Ramadhan dapat berbekas dan berkelanjutan hingga bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya – sustainable.

Cinta Buta - Imam Ali as

Cinta dalam pandangan Imam Ali bin Abithalib (as).

Tapi bagaimana meraih hal itu? Tentu bukan dengan solat tarawih atau tadarus Al Qur’an semata – melainkan dengan menebarkan cinta itu sendiri. Cinta kepada sesama Muslim, sesama umat manusia, dan terhadap sesama makhluk Tuhan — sebagai salah satu satu amal penting yang dicatat Al Qur’an untuk dikerjakan. Dan tanda cinta yang paling kentara adalah berkorban untuk pihak lain, antara lain dengan memberi: perhatian, waktu, tenaga, dan dana. Karena sesungguhnya sifat mencintai lewat pemberian itu yang sejatinya akan memberi kebahagiaan kepada pelakunya. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

Solat 2 Rakaat yang Hebat

Apabila tidak sempat solat malam 8 Rakaat (dsb), pada Bulan Ramadhan ini, sedikitnya pada malam2 Ramadhan kita dianjurkan solat dua rokaat yg mudah dan amat penting ini.

Hope Allah

Bagi  Allah, harapan tak pernah mati; bagi-Nya cinta tak pernah tersesat.

 

Dari riwayat bersumber keluarga Nabi SAW yg disebutkan oleh Sayid Ibn Baqiy dalam “A’mal Layali Syahr Ramadhan” (dalam Mafatih al-Jinaan), barang siapa melaksanakan dua rokaat ini beserta tasbih-tasbih sesudahnya, maka Allah SWT akan mengampuninya dari 70 ribu keburukan (dosa).

Sekiranya malam itu Anda sudah melakukan solat sunnah malam (baik di masjid atau pun di rumah) sebanyak delapan atau 20 rokaat, maka yang dua ini bisa juga Anda tambahkan setelah itu; tetapi lazimnya ini dikerjakan sebelum melakukan Solat Witir.

Caranya:

Pada setiap Rakaat baca Al-Fatihah (satu kali) dan Surat Al-ikhlas (Qul-HuwAllahu Ahad) tiga (3) kali.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on 13/06/2016 in Diskusi Agama, Doa, Ramadhan

 

Doa Minta Hajat, Taubat & Ketika Sakit

Berikut ini beberapa Doa yang baik sekali — diajarkan oleh Imam Zainal Abidin as, salah seorang cucu baginda Nabi saw.

Doa Imam saat Sakit:

 

Doa Imam Zainal Abidin (as) Ketika Minta Hajat:

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 09/05/2016 in Diskusi Agama, Doa

 

Tags: , , , , , ,

Doa untuk Orangtua dan Anak

Doa untuk Kedua Orangtua, dari Imam Ali Zainal Abidin as , dibacakan oleh Hussain Ghareeb (sekitar 7 menit):

 

Sebagian di antara artinya adalah sebagai berikut:

Ilahi…

Ilhamkan kepadaku ilmu tentang kewajibanku (kepada kedua orangtuaku), Gabungkan bagiku seluruh ilmu itu secara sempurna, Gerakkan aku untuk mengamalkan apa yang Kau ilhamkan kepadaku.

Bimbinglah aku untuk melaksanakan pengetahuan yang telah Kau tunjukkan kepadaku, Sehingga aku tidak kehilangan waktu untuk mengamalkan apa yang telah Kau ajarkan kepadaku; dan anggota badanku tidak berat untuk melakukan apa yang telah Kau ilhamkan kepadaku;

Balaslah kebaikan mereka (kedua orangtuaku) karena telah mendidikku, Berikan ganjaran kepada mereka karena telah memuliakanku, Jagalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku pada masa kecilku

Ya Allah, untuk setiap derita yang menimpa mereka karenaku; untuk setiap hal yang tidak enak yang mengenai mereka karenaku; untuk setiap hak mereka yang aku abaikan, jadikan semua itu penghapus terhadap dosa mereka, ketinggian derajat mereka, kelebihan dalam kebaikan mereka.

Wahai Yang Mengubah keburukan dengan kebaikan secara berlipat ganda;

Ya Allah… untuk setiap pembicaraan mereka yang melanggar batas terhadapku; untuk setiap perbuatan yang berlebihan terhadapku; untuk setiap hak-ku yang mereka lalaikan; untuk setiap kewajiban terhadapku yang mereka abaikan — semua sudah aku berikan kepada mereka dan aku ikhlaskan atas mereka, dan aku tidak membenci mereka cara mereka memperlakukanku.

Arti selanjutnya, silakan membuka link berikut (klik di sini).

Doa untuk Orangtua oleh pembaca lain (sekitar 12 menit):

Read the rest of this entry »

 
 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,538 other followers