RSS

Category Archives: Ahlul Bait Nabi saw

Ini Video-video tentang Syiah

Banyak cerita mengenai Syiah, baik positif atau pun negatif; di Indonesia atau pun di luar negeri. Sebagai intelektual yang suka kemajuan dan menginginkan persatuan dalam Islam, pasti Anda ingin tahu lebih banyak mengenai berbagai mazhab dalam Islam; dan apakah Syiah memang di luar Islam?

Bagian ini merupakan bagian ke-2 dari tulisan mengenai “8 Mazhab dalam Islam“.

Sesungguhnya Islam memang tidak mewajibkan orang hanya membatasi mazhab tertentu bagi pemeluknya. Sebagai lanjutan tulisan sebelumnya, baik kiranya di sini dijelaskan sedikit mengenai apa dan siapa mazhab Syiah.

Tanpa berpanjang lebar, silakan Pembaca menyimak beberapa video berikut ini:

Rektor Al-Azhar Syekh Mahmoud Syaltout (almarhum, wafat pada 1963) sejak dulu tidak melarang Muslimin memilih mazhab Syiah: saksikan videonya di sini.

 

Fatwa Syaltut ttg Syiah

Sejak lama para ulama, termasuk Syaikh Al-Azhar Mahmoud Syaltout dalam dokumen Fatwa ini menyatakan bahwa Syiah termasuk salah satu mazhab Islam yang sah.

Fatwa Syaltout - English

Fatwa Syekh Syaltout dalam bahasa Inggris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belakangan, fatwa Syekh Syaltout itu dikukuhkan kembali oleh para petinggi Al-Azhar, sebagaimana dapat disimak dalam video berikut:

 

Mahmud_Shaltut

Syekh Mahmud Syaltout

Sementara itu, ulama Al-Azhar lainnya juga mengemukakan hal yang serupa.

Buku Syaltout

Satu di antara buku Syaltout

 

Dalam wawancara TV, Syekh Al-Azhar ini juga bisa disimak dalam video berikut:

Apa kata Ulama Syria?

Dari Syria, seorang ulama Sunni kenamaan, Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi (yang meninggal tahun 2013 silam) juga menyatakan bahwa, ‘sebagai penganut Sunni saya tidak ingin musuh-musuh Islam mengadu domba (kita) dengan Muslimin bermazhab Syiah.’ Saksikan video Al-Buthi yang dijuluki Al-Ghazali abad ini di bawah ini:

 

Masih dari Syria, Mufti Besar negeri itu, Ahmad Badruddin Hassoun mengingatkan umat Islam agar tidak melupakan kejadian Asyura, ketika Imam Husain as (cucu Nabi saw) syahid di Karbala (Irak) pada 10 Muharram tahun 61 H. Sebagaimana diketahui, Al-Husain as merupakan Imam Syiah ke-3, dan perjuangannya dalam memerangi penguasa biadab Yazid bin Muawiyah, patut diteladani semua manusia di dunia. Saksikan video singkatnya:

Lalu, benarkah Syiah mempunya kitab Al-Quran lain (yang berbeda) dengan mushaf Al-Quran yang ada di dunia Islam? Itu jelas fitnah. Kunjungilah semua masjid di negara berpenduduk mayoritas Syiah seperti Iran atau Irak, dan masuklah ke rumah-rumah penduduknya di sana, Anda akan mendapati kitab suci Al-Quran mushaf Usmani yang sama dengan yang kita miliki di Indonesia. Tentang hal itu, Syekh Ahmad Karimah (juga ulama Mesir) menjelaskannya dalam video singkat ini:

 

Extra-Extra-Extra…

Di video-video ini, saksikan betapa semangat ceramah Profesor Dr Sayed Ammar Nakshawani, dai asal Irak yang mukim di Inggris yang juga dosen tamu di Centre of Islamic Studies, University of Cambridge, mengenai berbagai hal penting, termasuk tentang Imam Ali bin Abithalib (as), dan (di video berikutnya) mengenai ancaman ISIS terhadap Muslimin di dunia:

Tentang ISIS dan bahayanya bagi dunia:

 

Lihat juga:

 

Advertisements
 

Tags: , , , , , , ,

Soal hadis ‘Qur’an dan Sunnah’ itu

Shocking!

Aduuuh!  Dari mana dasar ulama mengatakan kita harus ‘berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah,’ jika tidak ada ayatnya, dan tidak ada kitab Hadis Sahid yang memuatnya?

Mungkin Anda akan kaget juga. Coba deh, lihat video Dr Adnan Ibrahim di tautan (link) yang ada di bawah. Beberapa kawan saya sudah terkejut luar biasa. Dalam ceramahnya, ulama Palestina yang kini tinggal di Wina (Austria) itu menyebutkan bahwa, “ternyata hadis yang amat populer di kalangan kita, mengenai wasiat Nabi saw yang terkenal dengan nama “Hadis Tsaqalain“, ternyata tidak terdapat di satu pun dari enam (6) kitab rujukan utama Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah).

Ayat Tathir (Al-Ahzab 33)

Ayat Tathir (Al-Ahzab 33)

 

Lihat juga video Ammar Nakhshawani dan link situs Sunnah.Com.

 

Hadis ‘Tsaqalain‘ (Dua Hal Utama) menukilkan riwayat bahwa Nabi saw mengatakan, bahwa, “Aku tinggalkan dua hal besar bagi kalian semua, yang jika kalian berpegang kepadanya, kalian tidak akan tersesat selamanya, yakni Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnahku.”

SahihMuslimCover

Cover Buku ‘Sahih Muslim’

 

Ternyata, sebagaimana dikatakan Adnan Ibrahim, hadits tadi tidak ada dalam satu pun di antara enam kitab ‘Kutub as-Sittah’.  Of course, that’s really shocking, Gusy!  Sebab selama ini banyak dari kita yakin, saking terkenalnya hadis itu, semua merasa seolah-olah bahwa Hadits Tsaqalain itu sedemikian kuatnya hingga dianggap hanya satu derajat di bawah Kitab Suci Al-Qur’an.

Sebagaimana kita ketahui, di kalangan Sunni, terdapat enam (6) kitab rujukan utama yang dikenal dengan ‘Kutub as-Sittah‘ (Kitab yang Enam), yakni:

  1. Bukhari.
  2. Muslim.
  3. Abu Daud.
  4. Ibnu Majah
  5. An-Nasai
  6. Turmudzi

Ternyata pernyataan (dalam hadis) itu, yang mengatakan bahwa Nabi saw bersabda “Aku tinggalkan kitab Allah dan sunahku,” merupakan kesalahpahaman (atau distorsi?) yang telah menyebar luas.

Berikut ini video Dr Adnan Ibrahim yang dimaksud di bagian atas tulisan ini:

Siapa Adnan Ibrahim? Lahir di Pengungsian Nusairat, Jalur Gaza, Palestina, tahun 1966, Adnan melanjutkan studinya (di bidang kedokteran) di Yugoslavia. Adnan pindah ke Wina (Austria) pada awal tahun 90-an, dan kemudian mendirikan lembaga Asosiasi Dialog Antar-budaya.
Minatnya pada pengetahuan menjadikan Adnan bagai sebuah ensiklopedia. Ia mempelajari dan mengajar berbagai ilmu mulai dari humanities, filsafat, teologi, ilmu-ilmu ke-Islaman, dan sebagainya. Selengkapnya Anda dapat merujuk pada blog Adnan berikut (dalam bahasa Arab). Klik di sini.

Namun, riwayat yang lemah itu, berhubung telah disampaikan jutaan kali secara massif ke seluruh dunia Islam, selama ratusan tahun dan secara terus menerus, menjadikan ia diyakini sedemikian kuat. Tegar tak tergoyahkan. Dan, orang pun nyaris tidak pernah ada yang mempersoalkan ke-sahih-an, kekuatan, atau pun otentisitasnya.

Faktanya, tidak ada dasar yang dapat diandalkan dari pernyataan itu yang dihubungkan pada Khutbah Terakhir Nabi saw.

Sebagaimana kita katakan di atas, riwayat itu sama sekali tidak ada dalam kitab sahih yang enam (kutub as-Sittah). Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

Siapa Sahabat Nabi? Video Nakhshawani

Sudah sering kita membaca (atau mendengar) tuduhan bahwa kalangan Muslimin mazhab Syiah tidak menghormati Sahabat Nabi SAW. Benarkah demikian?  Benarkah bahwa kaum Syiah menghina ‘bintang-bintang’ utama yang menjadi petunjuk Islam yang harus diikuti umat Muslim itu?

Ulama muda Syiah kenamaan, Sayed Ammar Nakshawani, menjelaskan itu semua. Menurut Nakshawani, definisi ‘Sahabat’ hendaknya disandarkan kepada apa yang ditulis oleh Al-Qur’an.

nakhshawani

Sayid Nakhshawani

Itu sebabnya ia mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, yakni Surat Al-Fath 18, Al-Fath 29, Surat 9 (At-Taubah) ayat 100 (tentang sahabat yang berhijrah, Muhajirin dan Anshar), yang dilanjutkan dengan Surat 9 ayat 101 (mengenai para munafik di Madinah), Surat 48 ayat 18 (ayat Baiatur- Ridwan) yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriah, dan lainnya. Selain itu, di bagian lain ia menjelaskan tentang kaum Murji’ah pada abad awal sejarah Islam, dan mengutip Hadis Bukhari dan Muslim mengenai Telaga Kaustar, serta merujuk pada Ilmu Rijal Hadis dalam literatur.

Selengkapnya, silakan saksikan videonya yang dilengkapi teks Bahasa Indonesia (sepanjang sekitar 56 menit) ini:

 

Simak dulu video di atas, kemudian Anda bisa membaca yang di bawah ini:

Di serial videonya yang lain, Sayid Nakshawani menjelaskan berbagai hal. Satu di antaranya, ia menerangkan mengenai ISIS, pembakaran umat Kristen di Yaman yang dirujuk dalam Surat Al-Buruj (Al-Quran) dan ramalan Nabi SAW mengenai ISIS, tanda-tanda Kiamat dan kemunculan Imam Mahdi. Di antara ciri-ciri ISIS (yang pada zaman dulu diwakili kelompok Khawarij) sebagaimana digambarkan Nabi SAW (dan termaktub dalam kitab Hadis Sunni) itu adalah:

nakhshawani-2

  • Mereka solat pada malam hari dan puasa di siang hari,
  • Sangat pandai membaca Al-Quran, tapi bacaan itu hanya sampai di tenggorokan mereka;
  • Agama terlepas dari diri mereka seperti anak panah yang meluncur dari busurnya.
  • Mereka menamai diri mereka dengan kuniyah (julukan, seperti Abu Ini, Abu Itu, dan sebagainya),
  • Menggunakan surname (nama belakang) dengan nama kota asal mereka (seperti Al-Baghdadi, yang berasal dari Baghdad, dan sebagainya).
  • Mereka memanjangkan janggut dan rambut mereka.

Sekitar 27 tahun setelah itu, Imam Ali as memerangi kelompok Khawarij (yang mirip ISIS) ini dalam Perang Nahrawan, satu di antara tiga perang yang terjadi pada zaman beliau.

Saksikan videonya di bawah ini:

 

Dalam lanjutan video ini, Nakshawani menerangkan mengenai dua pemikir penting dalam literatur, yakni Ibn Taimiyah dan Ibn -Al-Qayim. Buku Ibn Taimiyah dicetak besar-besaran di negara Wahhabi Arab Saudi, dan diajarkan di berbagai negara di dunia.

Simak apa yang dijelaskan Sayed Ammar Nakshawani di video (15 menitan) ini:

 

 

Memang Nabi Punya Keluarga?

Al-Quran dan Keluarga Nabi

Saya merasa ada yang aneh dengan umat ini. Dalam banyak ceramah dan pengajian, kita jarang mendengar ulama menceritakan tentang keluarga Nabi SAW. Seolah Rasul terakhir itu hidup seorang diri, tidak punya keluarga, tidak punya anak atau cucu, dan hanya memiliki sejumlah sahabat.

ahlul_bayt-perahu-nuh

Hadis Nabi SAW: “Ahlil-Baitku ibarat perahu Nabi Nuh; siapa yang naik ke atasnya akan selamat; dan yang tinggal (tidak menumpanginya) dimasukkan Neraka.”

 

Rupanya sikap itu menggejala akibat kekurangtahuan, atau gara-gara terbatasnya buku (sumber) bacaan yang menceritakan mengenai keluarga Nabi itu. Atau, lebih tepat seperti yang dikatakan kawan saya, “mungkin sekali memang ada upaya dari ‘kaki-tangan Bani Umayyah’, yang memusuhi keluarga Nabi SAW, untuk membatasi, bahkan melarang, pembahasan mengenai keluarga Nabi SAW, atau lebih gawat lagi, memelintir, mereduksi dan mempolitisir konsep kecintaan itu sebagai ‘bukan ajaran Ahlus-Sunnah‘ atau, lebih gawat lagi, ‘bukan dari Islam’.Read the rest of this entry »

 

Ilmu di mata Imam Ali as

Ilmu di mata Imam Ali as
Sejak 14 abad silam hingga kini, tak ada yang dapat menggambarkan pentingnya pengetahuan (knowledge), mencari ilmu dan belajar dalam hidup ini lebih dari Nabi Muhammad (SAW). Sesudah beliau, tokoh utama yang piawai dalam mencerahkan kita adalah ‘pintu kota ilmu’ sang Nabi, yakni Khalifah Ali bin Abithalib (ra). Berikut adalah beberapa Kata Mutiara dari Imam Ali (as) yang praktis dan indah luar biasa:
Honesty - Ali as

Kejujuran adalah bahasa Langit (Imam Ali as).

 

 

 

 

 

 

 

 

  • The most complete gift of God is a life based on knowledge. [Pemberian paling sempurna dari Tuhan adalah kehidupan yang dilandasi (dengan) pengetahuan].
  • Knowledge gives life to the soul. [Pengetahuan memberikan (menyalakan) ‘hidup’ pada jiwa].
  • To respect the learned is to respect God. [Menghargai orang bijak (berilmu) berarti menghargai Tuhan].

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , ,

Ternyata, Sunni di Mesir juga Cinta Ahlul-Bait

Ternyata umat penduduk Mesir yang mayoritasnya bermazhab Muslim Sunni (Ahlus-Sunnah wal-jamaah) juga sangat mencintai keluarga (Ahlul-Bait) Nabi SAW. Dari 80-an juta penduduk Mesir, 88 prosennya memeluk Islam. Sebagian besar dari Muslimin itu menganut mazhab Sunni (sensus tahun 2006), dan mereka sangat getol dalam mencintai Nabi saw dan keluarga (Ahlul-Bait)-nya yang suci. Aliran (mazhab) Islam lain yang juga ada di Mesir, di antaranya adalah Sufisme, Ahmadi, Mu’tazilah, Syiah Istna’asyariyah (12 Imam), dan sedikit Ismaili.

Sebagai pusat ilmu agama Islam dunia, Negeri dengan 1000 Menara Masjid itu dikenal dengan Universitas Al Azharnya, yang merupakan Universitas tertua di Mesir. Masjid Al Azhar sendiri berdiri saat berkuasanya Dinasti Fatimiah pada tahun 970. [Lihat catatan tenang agama Islam di Mesir itu di sini]. Di Mesir, umat Islam dan Kristen Katolik (Koptik) serta penganut agama lain hidup secara berdampingan dan saling toleran.

Di Mesir itu, sebagaimana di Indonesia, kecintaan kepada Nabi SAW dan keluarganya yang disucikan Allah terus dikembangkan. Umat Muhammad SAW biasanya melakukan hal itu melalui bacaan Solawat kepada Nabi SAW dan keluarganya, dan dengan membaca sejarah beliau, atau kitab Maulid serta qasidah yang berisi pujian (madah) kepada orang-orang tersuci sepanjang sejarah itu.

Pada Ramadhan kali ini, sengaja tulisan yang pernah dipublikasikan pada September 2014 lalu ini kita tinjau kembali, dengan sedikit editing di dalamnya. Selamat menikmati.
Siti Fatimah al-Bathul 'alaiha-as-salaam; jantung hati Nabi saw.

Siti Fatimah az-Zahra’ al-Bathul ‘alaiha-as-salaam; jantung hati Nabi saw.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , ,

Wah, Doa Tahajud ini Bikin Nangis

Doa Hazin (Ratapan) ini sangat menyentuh…

Kindness of Allah - Ali as
Engkau banyak dosa (pun) Allah masih bersikap baik padamu; Bayangkan bila engkau taat padaNya, betapa besar kebaikan dan ampunan yang Dia akan berikan padamu. (Imam Ali bin Abithalib as).

Jarang yang melantunkannya tidak menangis. Munajat sekitar enam (6) menit yang berasal dari cucu Baginda Nabi saw, Imam Ali Zainal Abidin (as) ini lazimnya disampaikan setelah solat witir pada prosesi solat-solat malam (tahajud), ketika seorang hamba bersimpuh meminta ampunan kepada Rabb-nya.

Teks bahasa Arab Doa Hazin (Hazeen) ini (dengan terjemahan bahasa Inggris) dapat disimak di sini.  Juga dapat didengar dan dibaca dari tautan berikut (klik di sini).

 

Berikut ini sedikit potongan arti doa tersebut (sejauh yang saya pahami) — ikuti dari kolom di kiri ke kanan. (Lihat video YouTube-nya di bawah).

 

Bismillah ar-rahmaan ar-rahiim.

Allahumma solliy ‘alaa Muhammad wa aaali Muhammad.

(Tuhan), daku berbisik kepada-Mu,

Duhai Yang Ada di Segala Tempat,

Agar Engkau mendengar panggilanku,

Sebab sungguh telah besar sekali dosaku,

Dan sedikit sekali rasa malu ini.

 

Maulaya.. Yaa Maulaaya. (Tuan/Pemimpin-ku, Duhai Tuanku).

Apa lagi yang harus aku ingat, dan apa lagi yang daku telah lupa (menyampaikannya);

Hingga nanti saat datang kematian (barulah ia ‘cukup’, habis, tiada lagi kesempatan).

Tapi, (masalahnya justru) bagaimana setelah kematian (yang lebih buruk dan lebih menyeramkan)…

Tuanku.. Wahai Tuanku (Maulaya)

Hingga kapan, dan sampai kapankah, daku akan berkata, aku ini yang salah, lagi dan lagi, terus menerus, lalu apakah Engkau tak akan menemukan kebenaran dalam diriku?

Aku mohon bantuan, aku minta pertolongan-Mu, Duhai Allah…

Dengan-Mu saja, Ya Allah —

Bika Ya Allah (3x)

(Daku mohon bantuan/berlindung) dari hawa (nafsu) kami,

Dari musuh-musuh (setan dan iblis) yang menaklukkanku; Dari dunia yang telah menghiasi (menipu) diriku; Dan dari nafsu (amarah) yang selalu mendorong kepada keburukan, kecuali yang dirahmati Rabb-ku.

Maulaayaa, Duhai Tuanku.

Jika Engkau telah merahmati (orang) yang seperti daku, maka rahmatilah daku.

Dan jika Engkau telah mengabulkan (orang) yang seperti aku, maka kabulkanlah (doa)-ku…

Wahai (Tuhan) Yang Tiada henti Kebaikan-Nya (selalu) aku rasakan…

Wahai Yang Melimpahkan nikmat-Nya pada kami di waktu pagi (subuh) dan sore…

Sayangi (rahmati) daku di saat datang kepada-Mu, sendirian, tanpa seorang pun pendamping.

(Ketika) tatapanku hanya pada-Mu, menggantungkan tindakan-tindakan (amal) pada leherku.

(Bersambung ke kolom sebelah kanan).
 

 

 

 

 

Pada saat semua makhluk menjauh dariku…

Ya, benar. Bahkan juga ayah dan ibuku (menjauh dariku),

Dan juga (menjauh dariku) semua (orang-orang) yang pernah berurusan denganku…

Jika Engkau tidak menyayangi daku, maka siapa lagi (yang bisa) menyayangi (merahmati)-ku?

Siapa yang akan memberikan ketenangan padaku saat sendirian di dalam kubur? Siapa yang akan membiarkanku bicara, ketika aku sendirian dengan amal-amalku?

Dan lalu Engkau bertanya padaku (soal-soal) yang Engkau lebih tahu (jawabannya) ketimbang diriku…

Lalu jika aku katakan, ‘ya benar’ (mengakui dosa-dosaku), maka kemanakah aku bisa lari dari keadilan-Mu?

Tapi jika aku katakan ‘tidak’ melakukan (dosa-dosa itu), maka Engkau akan mengatakan, ‘bukankah aku telah bersaksi tentang diriMu’?

Maka, hanya maaf-Mu saja..

Maaf-Mu.

Maaf-Mu.

Sebelum (jangan sampai daku) mengenakan pakaian neraka,

Sebelum (agar aku tidak sampai dimaksukkan ke dalam) Jahannam dan api neraka.

Maaf-Mu, maaf-Mu…

Yaa Maulaya. Wahai Tuanku.

Sebelum tanganku terbelenggu ke belakang tengkuk…

 

Yaa Arhamar- raahimiin — wahai Yang Paling Pengasih dari seluruh pengasih,

Dan Sebaik-baik Pengampun.

 

Wa-sollillahumma ‘alaa Muhammad wa aalihi at-taahiriin. 

 

 

[Semoga Allah mengabulkan doa dan hajat-hajat kita].

Teks Doa Hazin (dalam format PDF) bisa diperoleh dengan mengklik tautan ini.

 

 

 
2 Comments

Posted by on 21/03/2016 in Ahlul Bait Nabi saw, Doa, Video