Ketika Makhluk Berjanji pada Tuhan


Ada teman yang ngajak diskusi, dengan menyoal makna Surat Al-A’raf 172 dalam Al-Qur’an, yang  membahas mengenai ‘janji’ Anak Adam kepada Tuhan. Tentu saja, mengingat peliknya makna ayat ini, kita harus merujuk pada pembahasan yang terdapat dalam sumber-sumber yang mumpuni, dan di bawah ini satu di antara pengertian dari rujukan yang saya petik. (Anda boleh menambahi atau menyempurnakannya, kalau mau, sepanjang Anda punya sumber referensi yang juga kredibel).

Surah al-‘Araf 172:

(Ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Rabbmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah).’ (QS. 7:172) 

وإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلى شَهِدْنَآ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

 172. “And (remember) when your Lord took from the children of Adam, from their backs, their descendants and made them bear witness over themselves, (and said): ‘Am I not your Lord?’ They said: ‘Yes! We do bear witness.’ (This We did) lest you should say on the Day of Resurrection: ‘Verily we were unaware of this’.”

Ringkasnya, sependek daya nalar saya yang bodoh ini, di antara penjelasan singkat yang bisa dicatat adalah sebagai berikut:

zygot
Perkembangan anak Adam sejak pembuahan.

Ayat tersebut bicara mengenai makna dzurriyah Adam. Istilah ‘dzurriyah‘ berarti anak kecil, tetapi ia sering juga dimaknai sebagai keturunan (anak-anak). Situasi ketika Allah mengambil sumpah dari anak-anak Adam tidak disebutkan dalam ayat ini. Namun banyak hadis mengindikasikan, setelah penciptaan Adam, semua keturunannya datang di belakang Adam dalam format semacam ‘partikel-partikel’ (microscopic) dan dihadapkan pada Tuhan (saya menduga itu barangkali ketika mereka berbentuk zygot, makhluk mungil sebelum menjadi janin dalam rahim ibu, atau mungkin sebelum periode itu). Saat itu, para makhluk mungil di ‘alam sana’ itu mengakui ketuhanan Allah. Lalu, semuanya semuanya kembali ke dalam sulbi dan ‘tanah’ Adam, agar nantinya bisa muncul kembali ke dunia ini secara gradual (bertahap) dan alamiah. (Catatan: mengenai proses penciptaan ini, silakan rujuk juga QS. Al ‘Alaq: 1-3).

Kemudian, di bagian lain dijelaskan bahwa, ayat tersebut menyebut kata ‘dunia’ ini dengan dunia dzaar (atau tharr, asal kata dzurriyah) dan bahwa perjanjian itu dinamakan perjanjian ‘Alast’ (alastu), yang bermakna ‘bukankah Aku,’ atau ‘dunia pra-penciptaan.’ Menurut tafsir ‘the Enlightment of Quran’ yang jadi salah satu rujukan tulisan ini, tujuan adanya dunia dzaar itu, barangkali, adalah sama dengan semacam “bakat,” dan potensi perjanjian (yang ada) dalam sebuah keputusan penciptaan.

Dalam bahasa Inggris, penjelesannya tertulis begini: The purpose of the world of ‘Tharr’, maybe, is the same world of talents, and the covenant of innate (inherent, native, intrinsic, inborn, essential) disposition and creation.

Memang agak rumit untuk menjelaskannya secara ‘ilmiah’. Tetapi kalau boleh mengaitkan hal secara kedokteran, barangkali yang disebut ‘bakat’, talent atau potensi atau inherent itu yang ada di dalam molekul DNA pada 46 kromosom yang diperoleh dari gabungan 23 kromosom ayah dan 23 kromosom ibu dalam sebuah zygot alias calon janin (lihat di bawah). Ilmu genetika menjelaskan bahwa, molekul DNA itu adalah semacam ‘blue print‘ (cetak biru) makhluk hidup mulai dari amuba, bakteri, tanaman, hewan hingga manusia. Terbuat dari susunan asam amino, di dalam DNA terdapat kode-kode genetik, dan itulah yang diturunkan pada setiap ‘anak,’ sebagai hasil pembuahan.

Walhasil, (calon) anak-anak Adam itu keluar dari sulbi ayah-ayah mereka, lalu masuk ke dalam rahim ibu dalam bentuk sperma, dan itu hanya mengambil waktu beberapa menit. Ketika itu Allah menetapkan bakat (potensi) dan sifat ketauhidan (monotheism—keesaan Tuhan) dan (bahkan para janin itu) mencari “kebenaran” dalam konstitusi jiwa mereka dan rahasia-rahasia ilahi, sebagai sense intrinsic (esensial) sang makhluk mungil, dan semuanya itu tertata secara menyatu dan alami dalam diri setiap orang.

PROSES PEMBENTUKAN BAYI

Dalam proses perkembangan janin (embryo), makhluk (ciptaan) mungil itu bertransformasi secara ajaib. Awalnya dimulai dari bertemunya sebuah (dari 300-an juta) sperma seorang ayah dengan salah satu telur (ovum) yang ada dalam rahim (ovarium) ibu — terjadilah ‘pembuahan’. Sperma dan ovum masing-masing membawa 23 kromosom, yang di dalamnya mengandung DNA masing-masing. Di dalam DNA itu terdapat ‘kode-kode’ super-canggih (genetic codes), yang bisa dipahami sebagai ‘bakat’ atau potensi sang makhluk, mulai dari jenis kelamin, warna kulit, dan ratusan atau ribuan karakteristik lain. Setelah terjadi “pembuahan,” terbentuklah zygot atau zygote, sebuah sel tunggal yang menjadi ‘cikal-bakal’ manusia baru. Zygot itu lalu membelah diri secara terus menerus, menjadi blastocyst, dan seterusnya membelah diri, berkembang hingga menjadi janin pada sekitar pekan ke-40.

Video dua menit ini menjelaskan proses pembuahan itu:

 

Bantuan Allah menggambarkan dalam intelektual (mungkin maksudnya ‘jiwa’?) makhluk itu dalam bentuk fakta kesadaran (persepsi) diri. Allah telah bertanya melalui “lidah” ciptaan, dan mereka menjawab dengan lidah yang sama juga. Layak dipahami bahwa, Allah telah menetapkan ketauhidan (monotheism) dalam sifat intrinsic sang ciptaan (makhluk) dan konstitusi diri kemanusiaan. Oleh karena itu, manusia dapat menengarai rasa (keinginan) theism (ideologi) jauh di dalam jiwa mereka, sejak mereka mengakui itu dalam dunia pra-penciptaan.

Video yang lebih lengkap (5 menitan) mengenai proses ‘pembuahan‘ (fertilisasi) pembentukan janin itu ada di sini:

Dalam penjelasan lain tafsir yang tadi, disebutkan begini:

Sebelum Tuhan mengirim ruh ke dalam fisik makhluk, mereka (para makhluk itu) diangkat ke sisi-Nya dan “dipinjami” komponen deklarasi Tuhan yang menunjukkan kekuasaan Penciptaannya, dan kemudian menanyai mereka mengenai ‘Diri’ Tuhan dalam kaitannya dengan para makhluk itu. Pertama yang diijinkan mengikuti ‘proses’ itu adalah Nabi Muhammad (saw) dan keluarga (ahlul-bait-nya), yang kepada mereka telah diberikan pengetahuan Ketuhanan dan keyakinan Islam dan Kedigdayaan Tuhan.

Perbedaan-antara-Zigot-dan-embrio-300x123
Bergabungnya 46 kromosom saat ‘fertilisasi’ (pembuahan)

Adapun kepada makhluk-makhluk selebihnya (selain Nabi saw dan keluarga sucinya), mereka diproses juga dan para malaikat menjadi saksinya. Mereka dihadiahi Nama-nama sifat Tuhan sebagai pembimbing bagi mereka, lalu terjadilah transfer ‘informasi’ (pesan) mengenai semua sifat Kemuliaan kepada para makhluk (ciptaan) awal itu. Disebutkan juga dalam penjelasan tersebut, bahwa para makhluk (Bani Adam) itu memperoleh sebagian ‘daya’ untuk ‘tawar-menawar’ — barangkali semacam ‘pilihan’, apakah mau “yang ini” atau “yang itu.” Penafsiran yang dirujuk dalam tulisan ini mengatakan bahwa, Nabi Muhammad saw sebagai makhluk yang pertama ‘mendeklarasikan’ Tuhan, bahkan ketika Adam belum diciptakan. Keteguhan iman sang Nabi (saw) tidak tertandingi oleh seluruh ciptaan Tuhan lain.

Dari sumber lain, dinukil berbagai penjelasan berdasarkan kitab-kitab hadis seperti Bukhari dan Muslim. Satu di antaranya menjelaskan hadis yang ada dalam Shahih Muslim berikut ini: Diriwayatkan dari ‘Iyadh bin Himar, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus). Maka datanglah syaitan-syaitan kepada mereka, lalu menyimpangkan mereka dari agamanya dan mengharamkan bagi mereka apa yang telah Aku halalkan bagi mereka.”

Sumber referensi di antaranya dari: Al-Islam.Org dan dari blog Al-Quran Mulia.

Baca juga:

 

Silakan Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s