Mengapa Diam Lebih Baik


Pada zaman masih ada Path tempo hari, saya memperoleh sebuah pesan singkat dari teman. Isinya cukup menarik, seperti di bawah ini:

Mengapa Diam itu Lebih Baik? Karena, diam mengandung 7.000 kebaikan.

Di antaranya:

  1. Diam itu ibadah tanpa perlu bersusah payah.
  2. Adalah perhiasan tanpa perlu berdandan.
  3. Sebuah kehebatan tanpa kerajaan.
  4. Ia sebuah benteng tanpa pagar.
  5. Diam merupakan kekayaan tanpa meminta pada orang lain.
  6. Diam menjadikan kedua malaikat pencatat amal “beristirahat” (absen dari mencatat) untuk sementara waktu.
  7. Diam menutup aib — kenistaan.

Benar gak, menurut Anda?

Wittgenstein
“Jika tidak ada (hal penting) yang harus disampaikan, seseoran hendaknya diam,” Wittgenstein, filosof kelahiran Wina, Austria (1889).

Silakan Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s