Diamlah dan Dengarkan…


Menurut syair Rumi ini, makin banyak kita ‘diam’, semakin banyak kita bisa mendengar.

Kian kita ‘diam’ menahan diri, semakin banyak kita bisa mendengar.

Rumi - Diam
Semakin kita ‘diam’ menahan diri, makin banyak kita bisa mendengar.

Rupanya, Rumi bicara mengenai tafakur, kontemplasi — saat seseorang merenungkan dirinya, mencari jati diri, sehingga bisa ‘mendengarkan’ secara seksama, apa yang sebenarnya ada di sekeliling kita. Sehingga kita bisa menengarai tanda-tanda cinta Tuhan kepada makhluknya, ayat-ayat-Nya di alam semesta, dan terutama dalam ‘diri manusia’, yang merupakan ciptaan teragung-Nya.

Dalam maknanya, memang. Tetapi saya pikir, mengapa tidak mencari penjelasan filosofis tentang ‘diam’ itu, setidaknya secara singkat? Sehingga sampailah penelusuran kita pada filosof setingkat Ludwig Wittgenstein yang juga membahasnya.

Dalam sebuah karya monumentalnya, ‘Tractatus Logico-Philosophicus,’ Wittgenstein antara lain mengatakan bahwa, gambaran logis sebuah fakta adalah pikiran (a logical picture of facts is a thought), dan apa yang tidak dapat kita sampaikan dengan ucapan (tutur-kata) hendaknya (mesti) kita sampaikan lewat diam (what we cannot speak about we must pass over in silence).

Rupanya, menurut analisa situs Stanford Encyclopedia of Philosophy,  Wittgenstein (yang lahir pada 26 April 1889 di Vienna, Austria) bermaksud membedakan antara mengatakan (bertutur-kata) atau ‘saying’, dengan menunjukkan (showing). “What can be shown cannot be said,” that is, what cannot be formulated in sayable (sensical) propositions can only be shown.  Artinya, apa yang dapat ‘dipertunjukkan’, tidaklah dapat ‘dituturkan.’ Sehingga, berbagai hal yang tak dapat diletakkan dalam format tutur-kata, akan menjadikan dirinya mewujud (manifest).  They make themselves manifest. They are what is mystical.

 

Wittgenstein

Baca juga:

  • Burung yang Berusaha Memadamkan Api Namrud (klik di sini).
  • 7 Nasihat Rumi (klik ini).

Silakan Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s