RSS

Wow… Lagu ini Ditonton 30 Juta Kali

29 Nov

Menyambut bulan Maulid, satu hal yang bisa dilakukan adalah menyimak lagu-lagu solawat, tanda cinta kita kepada Sang Nabi Muhammad (saw).

  • Bila majalah Time menggelarinya ‘Islam’s Biggest Rockstar’, maka koran The Guardian menyebutnya bintang Inggris terbesar di Timur Tengah (“the biggest British star in the Middle East”). 
  • Setiap tahun sejak 2010 Sami Yusuf selalu tampil dalam daftar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia “World’s 500 Most Influential Muslims“.
  • Hingga akhir November 2017 Facebooknya diikuti tidak kurang dari 7,5 juta follower.
Sami Yusuf1

Sami Yusuf: Islam Biggest Rockstar

 

Sami Yusuf tergolong penyanyi religi top dunia yang dikenal di Timur dan Barat. Lelaki ganteng Inggris ini menghasilkan delapan (8) album, ratusan lagu indah, termasuk yang ditampilkannya dalam berbagai konser di banyak negara di dunia. Penyanyi, komposer, penulis lagu yang juga aktivis kemanusiaan yang hidup di London, Sami Yusuf mendapatkan penghargaan internasional setelah rilis album debutnya, Al-Mu’allim (2003). Satu di antara lagu di album itu, “Supplication“, digunakan dalam film “The Kite Runner” yang masuk dalam nominasi penghargaan Golden-Globe award.

Lagu “You Came to Me” dalam YouTube (4 menit) ini sudah ditonton lebih dari 30 juta kali:

Di antara lirik lagu ‘You Came to Me’ di atas menyatakan bahwa Sang Nabi (saw) telah mendatanginya, dan menunjukkan jalan yang benar. “Engkau (Nabi) telah mengisi hatiku dengan cinta, menunjukkan cahaya dari atas, dan mengajarkan padaku untuk jangan pernah menghakimi. Sekarang yang kuinginkan adalah untuk berada bersamamu.” (kata ‘You’ yang dimaksudkannya adalah Nabi Muhammad saw).

You came to me/ In that hour of need/When I was so lost So lonely/ You came to me/ Took my breath away/ Showed me the right way/ The way to lead / You filled my heart with love/  Showed me the light above/ Now all I want Is to be with you/ You are my one true love/ Taught me to never judge / Now all I want Is to be with you / Allahumma Salli ‘ala Sayyidina Mustafa, ‘ala Habibeeka, Nabi’eeka, Mustafa…

Kemudian, saksikan video (sekitar 6 menit) ini, ketika Sami memukau ribuan penonton di Dubai, UAE:

Dalam nuansa musik Islami traditional Qawwali, lagu (yang terdapat dalam album ‘Barakah‘) di atas dipersembahkan kepada tokoh sufi India, Mu‘in ad-Din Chishti (wafat tahun 1236). Lagu aslinya (berjudul ‘Khwaja Ki Deewani’) awalnya dirancang dan dinyanyikan oleh Sabri bersaudara, dengan iringan musik dan lirik yang dimodifikasi secara amat cantik. Dalam lirik yang ditulis Dr. Imed Nsiri ini, Sami Yusuf menyanyikannya dalam bahasa Arab, berisi ungkapan cinta kepada Rasulullah (saw), keluarga (ahlil-bait) dan sahabatnya.

Simak Diskografi Sami Yusuf di tautan ini (klik di sini).

Sebagai penghargaan terhadap kerja-kerja kemanusiaannya, pada 2014 Sami Yusuf ditunjuk PBB sebagai ‘Duta Dunia melawan Kelaparan’ (Global Ambassador Against Hunger) untuk program lembaga makanan dunia (World Food Programme – WFP). Sejak awal karirnya, Sami memang menyumbangkan hasil konser atau rilis lagu singlenya untuk membantu korban kelaparan dan kemiskinan di berbagai negara. Selain membantu pengungsi Syria, dan korban topan Haiyan di Filipina, Sami membantu korban kekeringan (kelaparan) di Tanduk Afrika, membantu usaha WFP di Kenya (2015), dan lain-lain. Lihat lagu Sami, ‘Forgotten Promise‘ mengenai perlunya perhatian menanggulangi kelaparan di Tanduk Afrika (Horn of Africa) yang digagas organisasi LivefeedArica.org.

Saat manggung di Taksim Square, Turki, Sami Yusuf memecahkan rekor: 250 ribu orang hadir menyaksikannya. Tiket pertunjukannya juga selalu terjual habis, baik saat ia ‘unjuk gigi’ di Wembley Arena (London), di Shrine Auditorium (Los Angeles, AS) ataupun ketika di The Velodrome, Cape Town, Afrika Selatan.

Sami Yusuf di Afrika - bantu kemanusiaan

Sami Yusuf di Afrika: melawan kemiskinan

Kini, dengan lebih 34 juta album terjual, pertunjukan musik Sami Yusuf di seluruh dunia selalu dipadati pengunjung. Media seperti BBC, CNN, Reuters, Time, Rolling Stone, dan France 24 adalah di antara yang menyiarkan hasil kerja Sami Yusuf. Pada 2016 lalu Sami Yusuf merilis albumnya yang ketujuh, Barakah. Di dalamnya, sebuah lagu berjudul ‘Mast Qalandar’ meraih kedudukan nomor satu dalam deretan musik dunia World Music charts di iTunes dan BBC Music. Menurut Sami Yusuf, album itu dimaksudkan menolak ektrimisme di dunia yang kian marak, dengan tujuan agar kita semua kembali kepada harmoni dan keseimbangan.

Inilah yang ditulis editor iTunes mengenai album Barakah itu (dalam bahasa Inggris):
The deeply spiritual vision of British singer/songwriter of Azeri roots Sami Yusuf is on fine display in this shimmering theological journey into Sufi musical traditions. A profoundly minimal affair, the album emphasizes Yusuf’s gorgeous voice, presented solo or boosted by massed a cappella choirs, often with only cavernous echo for company, as on the lovely “Inna Fil Jannati” and dramatically soaring “Hamziyya.” Such sparseness only highlights Yusuf’s periodic and cautious use of instrumentation, which ranges from the ancient sounds of the Turkish tanbour on “Ben Yürürüm Yane Yane” to hints of traditional British folk on “Fiyyashiyya.”

Ikutlah bersama 17 jutaan penonton yang telah menyaksikan lagu ‘Asma Allah’ dalam video (5 menitan) berikut ini: 

 

What is music and why is there so much of the enchantment of love in it? Music is the secret of love and love is the secret of God.  ~ Sami Yusuf.

 

Sami Yusuf juga menciptakan dan mengaransir musik untuk film 1001 Penemuan dan Dunia Ibn Al-Haitsam (‘1001 Inventions and the World of Ibn Al-Haytham’) yang mengulas hasil kerja saintis Muslim abad ke 11 (Abu Ali) Hasan bin Hasan Ibn Al-Haitsam, sehingga mengubah dunia dari kegelapan menuju cahaya. Film pendek yang dibintangi Omar Sharif itu merupakan legacy badan kebudayaan dunia UNESCO.

Ibnu Al-Haitsam, yang di Barat dikenal dengan nama Al-Hazen atau ‘Ptolemaeus Kedua’, bernama lengkap Abū ʿAlī al-Ḥasan ibn al-Ḥasan ibn al-Haytham.

Al-Hazen dan Galileo (dalam literatur kuno Yunani, Selenographia)

Ibn Al-Haitam dan Galileo dalam Helenographia Yunani (Sumber: httpsen.wikipedia.orgwikiIbn_al-Haytham#mediaFileHoughton_Typ_620.47.452_-_Selenographia,_title.jpg

 

Lahir di Basra (Irak) pada 965 M (dan wafat di Kairo, Mesir, pada 1040), Ibn Al-Haitsam dikenal sebagai satu di antara penemu terbesar dunia. Ahli matematika, astronomer, ahli fisika pada jaman Keemasan Islam, ia bukan saja meletakkan dasar-dasar ilmu optik, tetapi juga berbagai konsep ilmu pengetahuan, termasuk teori persepsi, penerapan ‘hipotesa’ dalam eksperimen ilmu pengetahuan, psikologi hewan, dan sebagainya. 

Baca juga: 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements
 

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: