RSS

Siapa Sahabat Nabi? Video Nakhshawani

02 Jan

Sudah sering kita membaca (atau mendengar) tuduhan bahwa kalangan Muslimin mazhab Syiah tidak menghormati Sahabat Nabi SAW. Benarkah demikian?  Benarkah bahwa kaum Syiah menghina ‘bintang-bintang’ utama yang menjadi petunjuk Islam yang harus diikuti umat Muslim itu?

Ulama muda Syiah kenamaan, Sayed Ammar Nakshawani, menjelaskan itu semua. Menurut Nakshawani, definisi ‘Sahabat’ hendaknya disandarkan kepada apa yang ditulis oleh Al-Qur’an.

nakhshawani

Sayid Nakhshawani

Itu sebabnya ia mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, yakni Surat Al-Fath 18, Al-Fath 29, Surat 9 (At-Taubah) ayat 100 (tentang sahabat yang berhijrah, Muhajirin dan Anshar), yang dilanjutkan dengan Surat 9 ayat 101 (mengenai para munafik di Madinah), Surat 48 ayat 18 (ayat Baiatur- Ridwan) yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriah, dan lainnya. Selain itu, di bagian lain ia menjelaskan tentang kaum Murji’ah pada abad awal sejarah Islam, dan mengutip Hadis Bukhari dan Muslim mengenai Telaga Kaustar, serta merujuk pada Ilmu Rijal Hadis dalam literatur.

Selengkapnya, silakan saksikan videonya yang dilengkapi teks Bahasa Indonesia (sepanjang sekitar 56 menit) ini:

 

Simak dulu video di atas, kemudian Anda bisa membaca yang di bawah ini:

Di serial videonya yang lain, Sayid Nakshawani menjelaskan berbagai hal. Satu di antaranya, ia menerangkan mengenai ISIS, pembakaran umat Kristen di Yaman yang dirujuk dalam Surat Al-Buruj (Al-Quran) dan ramalan Nabi SAW mengenai ISIS, tanda-tanda Kiamat dan kemunculan Imam Mahdi. Di antara ciri-ciri ISIS (yang pada zaman dulu diwakili kelompok Khawarij) sebagaimana digambarkan Nabi SAW (dan termaktub dalam kitab Hadis Sunni) itu adalah:

nakhshawani-2

  • Mereka solat pada malam hari dan puasa di siang hari,
  • Sangat pandai membaca Al-Quran, tapi bacaan itu hanya sampai di tenggorokan mereka;
  • Agama terlepas dari diri mereka seperti anak panah yang meluncur dari busurnya.
  • Mereka menamai diri mereka dengan kuniyah (julukan, seperti Abu Ini, Abu Itu, dan sebagainya),
  • Menggunakan surname (nama belakang) dengan nama kota asal mereka (seperti Al-Baghdadi, yang berasal dari Baghdad, dan sebagainya).
  • Mereka memanjangkan janggut dan rambut mereka.

Sekitar 27 tahun setelah itu, Imam Ali as memerangi kelompok Khawarij (yang mirip ISIS) ini dalam Perang Nahrawan, satu di antara tiga perang yang terjadi pada zaman beliau.

Saksikan videonya di bawah ini:

 

Dalam lanjutan video ini, Nakshawani menerangkan mengenai dua pemikir penting dalam literatur, yakni Ibn Taimiyah dan Ibn -Al-Qayim. Buku Ibn Taimiyah dicetak besar-besaran di negara Wahhabi Arab Saudi, dan diajarkan di berbagai negara di dunia.

Simak apa yang dijelaskan Sayed Ammar Nakshawani di video (15 menitan) ini:

 

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: