RSS

Eva Bartlett dan Fitnah di Suriah

13 Dec

Konperensi Pers PBB ini membuktikan banyak fitnah di Suriah. Berita tentang Aleppo pun banyak diputarbalikkan media Barat.

media-is-lying-about-syria

Jurnalis sepulang dari Suriah: Ungkap kebohongan yang disiarkan media global.

Seorang wartawan independen asal Kanada Eva Bartlett, bekerja meliput di Suriah untuk waktu yang cukup panjang. Sejak 2014 Eva pernah meliput di Suriah sebanyak enam (6) kali, dan berkunjung ke Aleppo sebanyak empat (4) kali. Pada konperensi pers PBB (9 Desember 2016 silam) yang disiarkan melalui video PBB (klik link ini), empat orang yang baru kembali dari misi di Suriah menerangkan berbagai temuan mereka, yang pada intinya bertolak belakang dengan yang selama ini disiarkan berbagai media Barat.

eva-di-konp-pers-pbb

Eva Bartlett pada Konperensi Pers PBB

Eva sendiri, sebagai wartawan yang hadir pada konperensi pers itu, menjelaskan secara gamblang beberapa hal yang berbeda dengan yang selama in banyak disiarkan media internasional.

Saya bicara dengan rakyat Suriah dalam bahasa Arab, dan sebagaimana dikatakan Sara Flounders dan Donna Nassor (dua pembicara yang lain dalam konperensi pers itu), rakyat Suriah mendukung pemerintah mereka,” kata Eva,”dan itu bertentangan dengan yang selama ini disiarkan media seperti BBC, The Guardian, New York Times, dan lainnya.

Eva kemudian menjelaskan, bahwa banyak ‘hoax‘ alias fitnah yang disiarkan berbagai media. Kebohongan (lies), agenda tersembunyi (hidden agenda) dan misconceptions yang menyesatkan ternyata sengaja disebarluaskan ke dunia.

Menariknya, ketika seorang yang hadir dari koran Norwegia Aftenposten mempertanyakan, ‘mengapa jurnalis dunia harus berbohong tentang yang terjadi di Aleppo‘, Eva menguliahinya secara sangat mengejutkan. Ini di antara yang dikatakan Eva kepada sang wartawan (selengkapnya lihat teks bahasa Inggris di bawah):

“Anda bilang tentang organisasi international di lokasi (Aleppo). Katakan, organisasi mana yang Anda maksud di bagian timur Aleppo? Saya kasih tahu ya, tidak ada. Tak ada satu pun organisasi (yang Anda maksud itu) di sana. Organisasi-organisasi itu hanya mengandalkan (berita) dari sebuah organisasi ‘Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah’ – Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) — yang sebenarnya berada di Coventry, Inggris (UK), dan hanya dijalankan oleh seorang lelaki saja.”

Perhatikan diskusi mereka di video yang panjangnya sekitar 2 menit ini (Video selengkapnya, sekitar 52 menit, ada di bagian bawah tulisan ini):

Anda tak perlu menonton seluruh video (yang panjangnya sekitar 16 menit) ini, tapi cukup perhatikan beberapa menit, mengenai apa yang dikatakan Eva Bartlett. [Video ini dilengkapi teks bahasa Indonesia]:

 

eva-di-the-chronicle

Eva: mengungkap kebenaran di Suriah

Ini teks diskusi Eva dan sang wartawan itu dalam bahasa Inggris. [Pada video aslinya (ada pada link di bawah) diskusi dengan wartawan Norwegia itu dimulai menit ke-27].

Reporter: “Could you explain what you think might be the agenda from us in the western media and why we should lie, why the international organizations on the ground should lie?”

Eva: “So, international organizations on the ground, tell me which ones are on the ground in eastern Aleppo. [silence] yeah, okay I’ll tell you, there are none. There are none. These organizations are relying on – Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), which is based in Coventry, UK which is one man.

They’re relying on compromised groups like the White Helmets, which.. lets talk about the White Helmets. The White Helmets were founded in 2013 by a British ex-military officer. They have been funded to the tune of 100 million dollars by the US, UK and Europe and other states. They report to be rescuing civilians in Eastern Aleppo and Idlib, yet no one in eastern Aleppo has heard of them. And I say no one, bearing in mind that now, 95% of these areas of eastern Aleppo are liberated.

The White Helmets proport to be neutral yet they can be found carrying guns and standing on the dead bodies of Syrian soldiers, and their video footage actually contains children that have been recycled in different reports. You can find a girl named Iya, who turns up in a report in say August, and she turns up in the next month in two different locations. so, they are not credible. This ‘SOHR’ is not credible. Unnamed activists are not credible. Once or twice, maybe. But every time: Not credible.

So, your sources on the ground — you don’t have them. As for your agenda, not yours but the agenda of some corporate media, it is the agenda of regime change.

How can the New York Times, I was reading it this morning, or how can Democracy Now, which I was reading the other day, maintain until this day that this is a ‘civil war’ in Syria? How can they maintain until this day that the protests were un-armed and non-violent until say 2012? That is absolutely not true. How can they maintain that the Syrian government is attacking civilians in Aleppo when every person that’s coming out of these areas occupied by terrorists is saying the opposite.”

Video itu aslinya (sepanjang 52 menit) ditayangkan situs PBB (klik di sini):

Permanent Mission of the Syrian Arab Republic to the United Nations – Press Conference, 9 December 2016. Simak video lengkapnya di sini.

Press Briefing by Syrian Mission. Speakers: Sara flounders, Activist, Donna Nassor, lawyer and human rights and peace activist, Dr. Bahman Azad, Member of the Coordinating Committee for the Hands Off Syria and Organization Secretary of US Peace Council, and Eva Bartlett, Independent Canadian Journalist.

Pada menit ke-14 dan seterusnya, Eva menjelaskan secara gamblang beberapa hal yang berbeda dengan yang selama in banyak disiarkan media internasional. “Saya bicara dengan rakyat Suriah dalam bahasa Arab, dan sebagaimana dikatakan Sara Flounders dan Donna Nassor (dua pembicara yang lain dalam konperensi pers itu), bahwa sangat benar bahwa rakyat Suriah sejatinya mendukung pemerintah mereka,” kata Eva,”dan itu bertentangan dengan yang selama ini disiarkan media (corporate media) seperti BBC, The Guardian, New York Times, dan yang lainnya, mengenai Aleppo — semuanya (yang diberitakan media-media itu) bertentangan dengan realitas yang ada.”
Banyak lagi yang mereka sampaikan pada konperensi pers itu. Sumpah deh, menarik sekali untuk menyimaknya kalau Anda punya waktu.

Also read (baca juga) — other sites on Eva Bartlett:

  • Blog Eva Bartlett: In Gaza.
  • Tulisan Eva Bartlett yang lain (klik di sini).
  • Halaman Facebook Eva (klik di sini).
  • Tulisan Opini Eva Bartlett di media Russia (RT.com) — klik di sini.
  • Situs Syria Solidarity Movement, tempat Eva duduk sebagai salah seorang pendiri (Co-Founder) dan bekerja sebagai Steering Committee.

Baca juga:  MasyaAllah, Fitnah di Suriah itu Luar Biasa (tulisan lain di Blog ini).

Walhasil, video itu menjadi bukti bahwa ada konspirasi di Suriah, yang digagas (sebagaimana dikatakan para peserta konperensi pers itu) oleh AS, NATO, Israel dan Arab Saudi. Mereka bersama-sama memerangi Bashar Assad dan rakyatnya. Dalang konspirasi itu dan kaki-tangannya mengirim, membayar, dan menyediakan senjata dan akses intelijen kepada pemberontak dan teroris (Free Syrian Army, Jabhat An Nusrah, dan ISIS) bermaksud mengganti rezim Assad, meski kenyataannya pemilu terakhir (seperti disebutkan Eva), mayoritas rakyat Suriah telah memilih Assad, sehingga ia menjadi pemimpin yang sah dan legitimate.  Alasan mereka, anehnya, adalah ‘demi menegakkan demokrasi’ di Suriah (bukan di Saudi) – sambil berusaha mendirikan negara khilafah yang belakangan digalakkan ISIS.

WARNING-They-Are-Now-Planning-A-False-Flag-On-Syrian

Pemberontak dari luar negeri yang mengacaukan situasi di Suriah: ‘pemberontak’ dipelintir sebagai (seolah) ‘pejuang’ (rebels).

Dari konperensi pers itu kita makin paham bahwa perang di Suriah bukanlah perang sipil, seperti banyak disebut media Barat (dan sebagian media di Indonesia), tetapi perang kotor melawan pemerintahan yang sah dan rakyat Suriah (Sunni, Kristen, Alawi, Syiah). Padahal rakyat Suriah, mayoritasnya mendukung Bashar Assad melawan tentara bayaran Barat dan Saudi. Pemutarbalikan fakta oleh media Barat, sebagaimana disebut Eva, menjadikan seolah para pemfitnah itu adalah kaum moderat dan pejuang demokrasi yang sedang memerangi pemerintahan tiran Assad.

Seorang kawan mengatakan, “Bashar Assad tak mungkin bertahan selama lima tahun lebih melawan perang keroyokan plus sanksi yang mematikan, tanpa dukungan rakyatnya.”

Kenyataan menunjukkan bahwa rakyat Suriah terus bersama Bashar, dan sebagaimana disebutkan Eva di video itu, Assad terbukti terpilih kembali dengan kemenangan 70-an prosen suara pada pemilu yang sah tahun 2014 lalu. Kesaksian Eva Bartlett menunjukkan bahwa, dalam kehancuran di tengah keroyokan global itu pemerintahan Bashar Assad (yang sosialis) masih terus menyediakan pendidikan gratis, rumah sakit dan dokter spesialis yang prima, susu bayi serta uang santuan bahkan ‘day care’ kepada warganya dengan baik. Padahal di banyak negara yang normal (tidak berperang) saja pelayanan seperti itu belum tentu bisa diperoleh.

Yang aneh, di Indonesia pun media Barat itu seolah mendapatkan sambutan hangat. Mungkin akibat kurangnya wawasan, sebagian orang jadi ‘tertipu’sehingga menganggap bahwa perang di Suriah seolah-olah perang sektarian Sunni vs Syiah (atau Alawi). Sedangkan yang sebenarnya terjadi adalah perang rakyat Suriah bersama pemerintah Muslim (yang sah) melawan imperialis Barat dan proksinya.

Wallahu a’lam.

Advertisements
 

Tags: , , , , , , , , , ,

2 responses to “Eva Bartlett dan Fitnah di Suriah

  1. Apin

    17/12/2016 at 3:11 pm

    Ini penjelasan siapakah Eva Bartlett itu sebenarnya? 🙂

    Eva Bartlett adalah propagandis Assad. Dia bukan jurnalis independent, dia seorang contributor di RT news (Russia).

    The first question for Bartlett is: how does she know what’s going on in east Aleppo when she has not been there? What are her unimpeachable sources? Out of the over 1,000 armed militias in Syria, which ones does she know are operating in east Aleppo & how does she know that? How does she know their political character & that they are “head-chopping jihadists”? Can she document anything from independent sources who are not embedded with the Syrian army like Robert Fisk?

    Most Assadists, including Bartlett, only name a few “jihadist” militias like al-Nusra & the Free Syrian Army but they insist they’re all alike, that there are no moderate militia groups. Maybe they’re simplifying because in mainstream media & other sources, there are so many militia groups with such different politics that flow charts are required. Perhaps to prove her authority, Bartlett could detail & document some of the most important groups to show she’s not talking through her hat or serving as an Assad propagandist.

    What does she know about the pro-Assad militias? How many are there & where are they operating in Syria? Does she know which of the over 1,000 militias in Syria are armed by the CIA & which by the US military & what their field of operations are? Which ones are Hezbollah? Which ones foreign mercenaries? Iranians? ISIS?

    Most importantly, how is the US using those militias to accomplish regime-change? It would have been so much easier for the US to accomplish that with bombers against a weakened Syrian military before Russia entered the war in September 2015. Can Bartlett explain why the US temporized over three years instead of doing just what it did in Iraq, Afghanistan, Libya?

    Bartlett leads the chorus that chants like a broken record: nothing one reads in “corporate media” about Syria can be trusted. It is all lies. It is all “fake news.” Her sweeping indictment includes every single media source from the NY Times to Democracy Now that doesn’t have an ardent pro-Assad position & doesn’t promote Russian military intervention.

    But to her, the treachery & lying doesn’t end with mainstream media. She has devised a list of NGOs & human rights organizations who also report nothing but lies about Assad & Putin. That list which she promises to expand includes Medecins Sans Frontiers/Doctors Without Borders, Amnesty International, Human Rights Watch, the White Helmets, & others guilty of not supporting Assad’s dictatorship.

    It is not persuasive that Bartlett only relies on Russian-owned media or pro-Assad sources, including propagandists like herself, for an understanding of the Syrian war.

    So the second question is: how can she be believed? What independent sources does Bartlett use to prove that there never was a popular uprising against Assad’s dictatorship, that “jihadist terrorists” funded by the US are the only opposition to the Assad regime & they are all engaged in “throat-cutting & organ-eating”?

    Bartlett would be so much more credible if she would just identify her unimpeachable sources, if she could document a single thing she says, & if she didn’t have such close ties to the Assad dictatorship.

    http://www.maryscullyreports.com/10945-2/

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: