RSS

Ilmu di mata Imam Ali as

01 Jul
Ilmu di mata Imam Ali as

Sejak 14 abad silam hingga kini, tak ada yang dapat menggambarkan pentingnya pengetahuan (knowledge), mencari ilmu dan belajar dalam hidup ini lebih dari Nabi Muhammad (SAW). Sesudah beliau, tokoh utama yang piawai dalam mencerahkan kita adalah ‘pintu kota ilmu’ sang Nabi, yakni Khalifah Ali bin Abithalib (ra). Berikut adalah beberapa Kata Mutiara dari Imam Ali (as) yang praktis dan indah luar biasa:
Honesty - Ali as

Kejujuran adalah bahasa Langit (Imam Ali as).

 

 

 

 

 

 

 

 

  • The most complete gift of God is a life based on knowledge. [Pemberian paling sempurna dari Tuhan adalah kehidupan yang dilandasi (dengan) pengetahuan].
  • Knowledge gives life to the soul. [Pengetahuan memberikan (menyalakan) ‘hidup’ pada jiwa].
  • To respect the learned is to respect God. [Menghargai orang bijak (berilmu) berarti menghargai Tuhan].

Di antara pesan Imam Ali (as) kepada anak-buahnya adalah, “Ingatlah bahwa manusia (rakyatmu) terdiri dari dua kategori: sebagian adalah saudaramu seiman, dan yang lainnya adalah saudaramu dalam kemanusiaan.”  (lihat feature image di atas).

 

  • Knowledge creates fear of God [Pengetahuan membuat orang takut pada Tuhan].
  • Practice makes knowledge perfect. [Praktek menyempurnakan pengetahuan].
  • To teach is to learn. [Mengajar itu sama dengan belajar].
  • Honesty is Divine language. [Kejujuran adalah bahasa langit / surgawi; maksudnya datang dari sikap iman kepada Hari Akhir].
  • To fulfill promises is the highest form of integrity [Melaksanakan janji adalah bentuk integritas paling tinggi].
  • Orang yang bijak / berilmu memahami bagaimana orang yang tak berpengeyahuan, sebab dulu ia pernah bodoh. Sedangkan orang yang picik (bodoh) tak tahu tentang mereka yang pandai (bijak) sebab dirinya belum pernah mengalami (menjadi bijak) itu.

The learned man understands the ignorant for he was once ignorant for he was once ignorant himself. The ignorant man does not understand the learned for he has never been learned himself.  

  • Truth means conformity of speech with the Divine mode of working. [Kebenaran berarti kesesuaian antara ucapan dengan bentuk kerja langit /penuh keimanan].
  • Friendship is impossible with a liar. [Mustahil berteman dengan seorang pembohong].
  • Misrepresentation spoils narration. [Penjelasan yang ‘ngawur’ merusak pesan yang sebenarnya].
  • Lying spoils news. [Dusta menghancurkan berita (yang benar)].
  • Enmity is the occupation of fools. [Kecerobohan / sikap kasar itu pekerjaan orang bodoh].
  • One’s obedience to God is proportionate to one’s wisdom. [Ketaatan seseorang kepada Tuhan sesuai dengan tingkat kebijakannya].
  • To fight against one’s own desires is highest wisdom. [Melawan (nafsu) diri sendiri adalah kebijakan paling tinggi].
  • The wise aim at perfection; the foolish aim at wealth. [Orang yang bijak mencari kesempurnaan; si bodoh mengejar kekayaan].

 

To separate oneself from things of time and to connect oneself with things of eternity is highest wisdom.  * Memisahkan diri seseorang dari segala yang terkait waktu (kefanaan) dan menghubungkan dirinya kepada segala yang baka (eternity) adalah kebijakan yang paling utama.

Hati manusia - Ali as

Hati manusia mirip binatang buas. Mereka terkait pada yg mereka cintai dan melatihnya (Imam Ali as)

  • He is really wise whose actions reflect his words. [Adalah sangat bijaksana mereka yang tindakannya mencerminkan perkataannya].
  • Humility is the product of knowledge. [Kesederhanaan (sikap tawadhu’) adalah hasil pengetahuan (ilmu) yang tinggi].
  • Self-conceit (arrogance) poisons the mind. [Rasa sombong (arogansi meracuni akal].

 

  • Self-conceit impedes progress. [Arogansi mencegah terwujudnya kemajuan].
  • Pride mars greatness. [Bangga diri akan mengalahkan kemuliaan(harga) diri].

 

  • Humility is one of the nets spread by real greatness. [Kesederhanaan adalah salah satu jaring yang ditebarkan oleh kemulyaan sejati].
  • Boasting issues from small minds. [Kesombongan muncul dari jiwa (akal) yang picik].
Advertisements
 

Tags: , , , , , , , ,

One response to “Ilmu di mata Imam Ali as

  1. Sandi Iswahyudi

    03/07/2016 at 10:56 am

    Tulisan yang menginspirasi pak

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: