RSS

Kisah Singkat Pahlawan bernama Ibu

07 Apr
Kisah Singkat Pahlawan bernama Ibu

Kalimat Seorang Ibu yang Menyetrum.

Suatu hari seorang anak laki-laki, yang bernama Tom, pulang sekolah memberikan sepucuk surat tertutup pada ibunya dari kepala sekolah.

Tom: “Mama, Kepala Sekolah titip surat ini kepada saya, dengan pesan agar tidak membuka, dan hanya Mama yang boleh membacanya.”

Nancy, sang ibu, membuka dan membaca surat dimaksud, matanya basah. Ia sedih sekali. Tapi, demi si kecil, sang Ibu kembali membacakannya lagi untuk anaknya. Matanya masih berlinang.

“Anak Ibu terlalu jenius. Sekolah ini terlalu sederhana. Tidak cukup guru yang baik dan hebat di sekolah kami untuk mendidik dan melatih dia. Ajari dan latih sendiri anak Anda Ibu secara langsung.”

Begitulah Pembaca, tahun demi tahun berlalu. Tom terus tumbuh dan berkembang. Seiring berjalannya waktu, Nancy (sang ibu) meninggal dunia.

(Dalam tulisan lain, seperti pada tautan ini, disebutkan bahwa ibunya lah yang memberhentikan sang anak dari sekolahnya).

Suatu ketika, Tom dewasa menemukan kembali surat yang dulu dibacakan sang ibu kepadanya.

Diambilnya surat dari dalam laci meja ibunya.  Dengan tangan gemetar, diapun membuka dan membaca surat itu. Ternyata isinya jauh berbeda dengan apa yang pernah didengarnya dulu (saat ia kecil) dari sang ibu:

“Anak kamu punya masalah kejiwaan. Kami tidak mengizinkan lagi dia datang ke sekolah ini selamanya…”

Anak itu, adalah sang Penemu Hebat Sepanjang Masa. Dia adalah Thomas Alva Edison.

Edison pun menangis berjam-jam usai membaca surat itu. Lalu ia menulis dalam buku hariannya :

“Thomas Alva Edison, adalah anak gila, hanya karena seorang pahlawan, sebab Mama, saya diubahnya menjadi Sang Jenius Sepanjang Masa.”

Pesan dari kisah ini:

(1) Ibu adalah guru terbaik untuk anaknya. Sejarah membuktikan tentang hebatnya  peran seorang ibu terhadap anaknya.

(2) Sejarah juga membuktikan kesaktian dari sebuah ucapan terhadap jiwa (mental) anak-anak.

Edison & quote

Saya tidak pernah gagal; tetapi Saya hanya menemukan 10.000 cara lain yang (terbukti) tidak bisa diterapkan. 

(3) Perkataan buruk sangat ampuh merusak moral & mental seseorang. Apalagi bila diucapkan oleh ibu yang juga jelek perangainya.

(4) Perkataan yang baik dapat memotivasi dan menjadi inspirasi seseorang untuk menjadi yang terbaik, apalagi bila kata-kata itu datang dari ibu yang tulus, penuh kasih sayang bagi keluarganya…

 

Let’s talk positive only. Inspire every one. Anda tak pernah tahu APA yang akan terjadi pada orang yang mendengar ucapan Anda.

Baca lebih jauh tentang Edison:

Edison adalah anak ke-7 (bungsu) dari pasangan Samuel Ogden Edison, Jr. dan Nancy Matthews Elliott. Sejak kecil, lelaki kelahiran Milan, Ohio (AS) 11 Februari 1847 itu, terganggu pendengarannya (akibat penyakit demam ‘scarlet fever’). Ia juga baru bisa berbicara menjelang usia empat tahun. Nilai di sekolahnya pun buruk, sehingga ia putus sekolah (sebagaimana diceritakan di atas).

Pada usia tujuh tahun, sesudah menghabiskan 12 minggu dalam kelas yang gaduh bersama 38 siswa lainnya, guru Tom yang mudah marah dan kelelahan akhirnya kehabisan kesabaran, khususnya gara-gara ‘kecerewetan’ Tom dalam mengajukan terlalu banyak pertanyaan. Guru itu rupanya menganggap bahwa Tom terlalu mementingkan dirinya sendiri.  Melihat bahwa dahi Tom sangat lebar, dan kepalanya jauh lebih besar dari ukuran tengorak anak pada umumnya,  sang guru meyakini bahwa kelakukan Tom yang hyperactive itu gara-gara otaknya yang ‘kacau’. Dalam sebuah tulisan disebutkan bahwa kalau jaman sekarang Tom kecil mungkin sekali menderita sejenis attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), atau yang populer disebut ‘autism’.

Tapi Nyonya Nancy Matthews Elliott (ibu Thomas Edison) tak pernah menyerah. Dia mendidik Tom di rumah. Rupanya ibu dan ayah Tom tahu persis bahwa anaknya itu sangat berbakat. Sejak kecil Tom amat gemar membaca, sehingga kedua orangtuanya sangat mendukungnya untuk memperoleh buku apa pun yang diinginkannya, termasuk dari perpustakaan di dekat rumah mereka.

Pada usia 11 tahun Tom sudah ‘melahap’ berbagai buku orang dewasa. Pada usia 12 tahun ia bukan saja menamatkan buku Rise And Fall Of The Roman Empire (karya Gibbon), History Of The World (karya Sears), dan  Anatomy Of Melancholy (karya Burton), melainkan juga kamus ilmu pengetahuan alam ‘The World Dictionary of Science‘, dan sejumlah besar buku Kimia, serta buku-buku karya R.G. Parker, seperti “School of Natural Philosophy”, dan “The Cooper Union for the Advancement of Science and Art“.

Lebih dari itu, Edison kecil bahkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis terhadap karya besar Newton, Principia.

Pada Usia 12 tahun itu juga ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan permen di kereta api. Selanjutnya Edison menjadi operator mesin telegraf, dan sering pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf.

 

thomas_alva_edison-genius

Genius itu 1 % dari inspirasi, dan 99 % karena usaha (hasil keringat). 

 

 

 

 

 

 

 

Pada tahun 1870 ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Uang yang dihasilkan dari penemuannya itu cukup untuk mendirikan perusahaan sendiri. Pada tahun 1874 ia pindah ke Menlo Park, New Jersey, tempat ia membuat sebuah bengkel ilmiah yang besar dan yang pertama di dunia.

Sesudah itu Edison banyak melakukan penemuan penting, seperti Gramophone (tahun 1877), dan  bohlam lampu listrik (1879). Ia juga menemukan proyektor untuk film-film kecil. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York, sesuatu yang baru pertama kali terjadi di dunia (bahwa lampu listrik di pakai di jalanan). Pada tahun 1890, Edison mendirikan perusahaan General Electric.

Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Ia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan AS. Beberapa penelitiannya yang lain adalah: mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi.

Edison meninggal pada usia 84, persis pada hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern.

(Riwayat Edison juga bisa dibaca dalam Wikipedia ini, atau kisah keluarga Edison di sini).

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 07/04/2016 in Pemikiran

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: