RSS

Valentine dan Serigala

14 Feb

Apa sih sebenarnya Hari Valentine itu? Benarkah ia sebenarnya berasal dari konsep ‘penyembahan dewa atau berhala’ yang bahkan pemeluk Kristiani sekali pun tidak layak merayakannya? Sengaja tulisan lama (tahun 2012) ini kita munculkan kembali (dengan sedikit revisi), untuk mengingatkan orang-orang yang kita cintai, bahwa kasih sayang kita kepada mereka tak lekang sepanjang jaman.
Salah satu simbol kasih sayang yang diperdagangkan saat Valentine Day: cinta atau serigala?

Salah satu simbol kasih sayang yang diperdagangkan saat Valentine Day: cinta atau serigala?

Berbagai negara berpenduduk Muslim seperti Iran, Arab Saudi dan Pakistan, diterbitkan larangan memperingati  Hari Valentine.

Valentine’s day and its symbols are rooted in the worship of false gods and has no Biblical basis. Those who celebrate the holiday and consider themselves believers in the God of the Bible need to take a prayerful look at no longer observing the holiday.

Memang mengherankan, betapa jutaan orang ikut-ikutan tanpa tahu persis apa makna sebenarnya Valentine’s Day.

Ada yang mengatakan bahwa itu hari raya umat Nasrani. Mungkin karena sejarahnya berkait dengan seorang yang dianggap suci bernama Valentine. Sebuah situs menulis bahwa 24 tahun setelah meninggalnya Raja Anthemius, gereja Romawi mengadopsi festival paganisme kuno Lupercalia secara resmi, dan menyatakannya sebagai hari penghormatan bagi St.Valentine.

Kembali ke tahun 496, Paus Gelasius mengganti Hari Lupercalia (tanggal 15 Februari) menjadi Hari Valentine (dan memajukannya menjadi tanggal 14 Februari).
Wajar, bila orang-orang Nasrani jaman dulu menjadi lebih gembira dengan adanya ide hari libur untuk menghormati orang suci yang romantis itu, ketimbang merayakan sebuah festival pagan. Kemudian, pada tahun 496 Paus Gelasius menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari St.Valentine untuk menjadi ‘patron’ para pecinta.

Tanggal 14 Februari kemudian diresmikan sebagai hari untuk menghormati Saint Valentine dan bertahan dalam kalender gereja Romawi hingga tahun 1969, ketika Paus Paul VI  menghapuskan tanggal itu dari kalender gereja Katolik.

Makna festival Lupercalia sebagiannya adalah untuk menghormati ‘Lupa’, serigala betina yang (menurut legenda) menyusui anak-anak yatim Romulus dan Remus.

Statue of the Wolf and Romulus and Remus

Lupa menyusui Romulus dan Remus – Legenda Kota Roma

Legenda itu menceritakan bahwa Romulus dan Remus-lah yang menemukan kota Roma pada tahun 753 Sebelum Masehi. Festival itu juga digunakan untuk menghormati dewa Romawi, Lupercus, yang dianggap sebagai dewa para gembala. Lupercus bagi Roma sama dengan dewa ‘Pan’ bagi Yunani kuno.

Walhasil, hari Valentine dan simbol-simbolnya berasal pada penyembahan dewa-dewa dan sama sekali tidak ada dasarnya dalam Injil (Bible). Maka, seperti ditulis dalam sebuah situs studi agama Kristen (yang sebagian kutipannya ada di atas), tidak selayaknya mereka yang percaya pada Tuhan merayakan hari itu.

Oleh karena itu, kalau agama Nasrani saja — yang sempat mengaitkan Hari Valentine dengan St.Valentine — tidak lagi mengakui hari itu, apatah lagi kaum Muslimin. Kecuali bila orang itu masih ingin menyembah berhala (pagan) seperti kisah legenda serigala betina ‘Lupa’, seharusnya tidak seorang Muslim pun merayakannya.

Adapun soal kasih-sayang, sudah sejak 1400-an tahun lalu, Nabi Muhammad saw dan keluarganya yang suci serta para sahabatnya yang terpilih mengajarkan soal itu.

“Islam adalah agama cinta. Tidak ada agama bagi yang tidak punya cinta,”kata Nabi saw. Dalam hadis yang lain, dikatakan, “Sayangilah yang di bumi, maka engkau akan disayangi Yang di langit.”

Yang juga sangat jelas adalah ini: “Sebaik-baik kamu adalah yang paling banyak memasukkan rasa bahagia bagi orang lain,” ujar Nabi saw.

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on 14/02/2015 in Diskusi Agama, Gaya Hidup

 

Tags: , , , , , , , ,

4 responses to “Valentine dan Serigala

  1. good life

    24/03/2015 at 8:59 pm

    Terimakasih atas artikelnya. Betul sekali apa yang di jelaskan di dalamnya. Ini menyadarkan kita betapa kita sering mengikuti sesuatu semata2 karena kebiasaan yang sudah populer di masyarakat, tetapi tidak memahami makna di baliknya.

     
    • Syafiq Basri

      26/03/2015 at 3:24 pm

      Terima kasih juga untuk komentar yang sangat supportif itu.

       
  2. julianti

    16/02/2012 at 11:24 pm

    membaca artikel ini mengingatkan saya kepada salah satu ayat yang diterangkan dalam al-quran: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggungjawabannya” (Al-Isra: 36). Saya sangat kecewa khususnya kepada seluruh umat muslim yang merayakan hari yang tidak jelas ini, kenapa saya katakan tidak jelas? semua dari kita tahu bahwa tidak ada sejarahnya peringatan tersebut ada dalam umat islam. Lantas mengapa hal tersebut masih saja diyakini layaknya sebuah tradisi yang wajib untuk diperingati. Tidak ada hal yang istimewa dari moment tersebut. Mulai dari sejarahnya pun sudah terbukti jelas bahwa kejadian tersebut hanya untuk memperingati salah seorang kaum nasrani yang dianggap suci oleh mereka. Dan saat saya mulai membaca artikel ini, saya dikejutkan dengan statement yang mengatakan bahwa tradisi anak muda yang merayakan moment tersebut dengan memberikan coklat yang terdapat kondom di dalamnya. Di mana moralitas kita sebagai umat muslim kalau dalam hal ini saja, kita masih meyakini sesuatu yang sama sekali tidak ada manfaatnya, namun sudah jelas mengarah kepada tindakan maksiat yang hanya akan menambah dosa. Apapun bentuknya hal ini telah melampaui batas-batas syari’ah Allah وَتِلْكَ حُدُودُاللَّهِ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah maka sesungguhnya dia telah berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri. (Surat At-Thalaq ayat 1).

    saya ucapkan terima kasih banyak kepada pak Syafiq, artikel ini sangat bermanfaat bagi saya. karena dalam artikel ini saya menjadi banyak tahu mengenai hal-hal yang sebelumnya tidak saya ketahui.
    salam_Julianti

     
  3. Afifah Shihab

    14/02/2012 at 2:11 pm

    a nice article to share ..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: