RSS

Anies Baswedan Menginspirasi melalui Twitter

05 Feb

Berita peluncuran buku lazimnya jarang mendapat perhatian media. Tapi peristiwa launching dan diskusi buku ‘Melampaui Mimpi Anies Baswedan @Twitterland’ Senin 3 Februari 2014 lalu, syukur alhamdulillah, berhasil memperoleh peliputan media secara cukup luas. Berikut di bawah ini beberapa media online yang memuatnya.

Anies diwawancara media seusai peluncuran buku ‘Melampaui Mimpi’, 3 Februari 2014.

“Anak muda memang minim pengalaman, maka ia tak menawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan.”
Itulah salah satu contoh kicauan (tweet) Anies Baswedan pada 28 Oktober 2012, yang dapat ditemukan pembaca dalam buku berjudul Melampaui Mimpi Anies Baswedan @Twitterland, yang di-retweet (atau digaungkan) sebanyak 651 kali, dan 97 orang menandainya sebagai favorit.
“Jarang ada kicauan tokoh yang digaungkan hingga ratusan kali begitu, apalagi karena saya tahu persis Anies tidak menyuruh ahli informasi teknologi untuk menggunakan ‘mesin pengganda’ seperti yang dilakukan sementara (oleh) tokoh untuk merekayasa konten media sosial mereka,” kata Syafiq Basri Assegaff, penulis buku tersebut, saat peluncuran di Jakarta, Senin (3/2/2014), seperti dikutip dari Antara.
Buku pertama tentang Anies Baswedan itu berisi sejarah singkat Anies dan ratusan kicauannya yang inspiratif di Twitter. Buku setebal 243 halaman itu juga mengungkapkan alasan mengapa tokoh seperti Goenawan Mohamad, Najwa Shihab, John Riyadi (Lippo), pengamat politik Yunarto Wijaya, Hanta Yuda, dan politisi Priyo Budi Santoso mengikuti (follow) akun Anies di Twitter.
Selain mereka, akun @aniesbaswedan diikuti 385.000 orang, termasuk mantan Wapres RI, Jusuf Kalla; Gita Wirjawan; serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.
Acara peluncuran buku yang diterbitkan Kelompok Penerbit Mizan itu antara lain dihadiri Yunus Husein (mantan Ketua PPATK), para aktivis anti-korupsi, dosen Universitas Paramadina, serta sejumlah pengajar muda (dari Gerakan Indonesia Mengajar) dan puluhan relawan.
Menurut Syafiq, alasan terbanyak orang mengikuti akun Anies adalah karena mayoritas tweet Anies sangat menggugah, serta penuh optimisme dan inspirasi.
Beberapa media yang memuat buku tentang buku 'Melampaui Mimpi' Anies di Twitter itu.

Beberapa media yang memuat buku tentang buku ‘Melampaui Mimpi’ Anies di Twitter itu.

Pada 3 Januari 2014 lalu, sebuah ucapan Anies yang dikutip oleh akun @MataNajwa mendapat gaung sebanyak 1.828 kali dan lebih dari 300 favorit, jauh di atas ungkapan tokoh lain yang juga dikutip @MataNajwa. Ucapan yang disampaikan Anies pada acara MataNajwa, 1 Januari 2014, itu berbunyi begini: “Pemimpin itu harus tulus. Ketika dipuji dia tidak terbang, ketika dicaci dia tidak tumbang.”
Anies sendiri mengatakan bahwa lazimnya ia nge-tweet jika sedang senggang, misalnya saat macet di perjalanan, atau menunggu pesawat di bandara. “Tapi biasanya saya menulis karena hati, perasaan saya, ingin mengutarakan sesuatu; tidak terlalu banyak dipikir,” kata Anies.
Maka dari itu, dalam diskusi kemarin itu, Syafiq pun menimpali, “Justru karena menulisnya dengan hati, tidak heran bila tweet-tweet Anies itu merasuk ke hati pembacanya.”
Menurut Syafiq, banyak tokoh yang menulis hingga puluhan ributweet, sedangkan Anies justru relatif hemat dengan kicauannya. “Anies tidak cerewet dibandingkan banyak tokoh lain yang memiliki ratusan ribu follower,” kata Syafiq. “Namun, sekali muncul tulisannya di linimasa Twitter, segera saja ratusan orang menggaungkan tweet-nya.”
Oleh karena itu, ada ratusan tweet Anies yang digaungkan ratusan kali. Selain menarik dan inspiratif, banyak ucapan Anies, khususnya yang ada di Twitter, sangat menyentuh sehingga beberapa kali sempat membuat orang menangis.
Menjawab pertanyaan peserta diskusi, Anies menegaskan bahwa ia sendirilah yang mengelola akun Twitternya, dan tidak menyerahkan kepada orang lain atau asisten pribadi. “Jariku adminku,” kata Anies berseloroh.

Saksikan video peluncuran buku yang ditayangkan Republika Online ini (klik di sini).

Menurut Anies, Twitter adalah salah satu media sosial yang menantang. Ketika banyak orang mengungkapkan ide sederhana secara rumit dan berpanjang lebar, Twitter justru berbeda. “Di Twitter itu kita ditantang untuk mengungkapkan ‘what is happening‘ atau apa saja yang ada dalam benak kita secara sangat singkat, dalam 140 karakter,” kata Anies.
Bagi banyak orang yang menggunakan atau mengamati media sosial seperti Twitter, RT sebanyak itu jarang terjadi. Akibatnya, Anies meraih banyak pengikut. Hingga 8 Desember 2013 lalu,follower-nya mencapai 338.445 akun, naik dari 320.860 akun pada sebulan sebelumnya (8 November 2013). Follower itu naik terus, tanpa Anies harus membayar atau menggunakan buzeryang kini banyak dipakai tokoh lain. Pada awal Februari 2014, jumlah follower Anies mencapai 385.000 akun.
Itu dua alasan mengapa buku ini ditulis. Alasan lain, harus diakui, bahwa buku ini menjadi menarik karena Anies ikut konvensi pencalonan presiden dalam konvensi Partai Demokrat. “Meski sebenarnya buku ini telah saya siapkan sejak sekitar pertengahan 2012 lalu, jauh sebelum ada konvensi oleh Partai Demokrat,” kata Syafiq.
Anies diarak para pengajar muda, Indonesia Mengajar (angkatan IV) yang didirikannya.

Anies diarak para pengajar muda, Indonesia Mengajar (angkatan IV) yang didirikannya.

Di luar urusan konvensi itu, hal penting yang menarik dari Anies adalah wawasan dan inisiatifnya yang luas dan dalam, mulai soal korupsi, pendidikan, partai politik, hingga perkara kekerasan atas nama agama, dan peranan media massa.
Dia mengajak dan memotivasi orang untuk tidak hanya bermimpi, atau berangan-angan, tetapi benar-benar bekerja, turun tangan, dan melampaui mimpi mereka.
Anies memimpin berbagai gerakan. Ia mengajak ribuan orang lain ikut memikul masalah bersama dan mencari penyelesaiannya bersama-sama pula; bukan hanya pandai protes, memaki atau mencela, tanpa berbuat apa-apa. “Lebih baik menyalakan lilin, daripada mengutuk kegelapan.”
Ia memotivasi orang untuk melampaui mimpi mereka. “Bisa melihat perubahan itu biasa; bisa membuat perubahan itu baru keren,” kata Anies dalam tweet pada 8 Desember 2013.

Tulisan di atas adalah berita yang ditayangkan Kompas.Com pada 4 Februari 2014 lalu, yang dikutip dari Antara.

Sementara itu, media lain juga banyak memberitakan acara peluncuran itu. Di bawah ini dua di antaranya:

  • Berikut ini tulisan yang ditayangkan Gatra News.
  • Koran Bengkulu online juga memuatnya di sini.

Simak juga daftar media di ‘mesin pencari’ Google yang merujuk pada berita buku ‘Melampaui Mimpi’ itu (klik di sini).

Advertisements
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: