RSS

Faith – Empat Pilar

12 Jun

Faith has four pillars: patience, certainty, justice, and struggle,” Imam Ali bin Abithalib as.

Kepercayaan (iman, atau keyakinan) memiliki empat tiang: kesabaran, kepastian (kemantapan hati), keadilan, dan perjuangan.

Lukisan Nabi saw mengangkat Imam Ali (as) sebagai penerus (washi)-nya di Ghadir Khum.

Lukisan Nabi saw mengangkat Imam Ali (as) sebagai penerus (washi)-nya di Ghadir Khum.

Dalam sebuah pembahasan lain, yang di atas itu ditulis begini:

When Imam Ali was asked about Faith in Religion, he replied that the structure of faith is supported by four pillars: endurance, conviction, justice and jihad.

Di sini kata-kata yang dipilih adalah endurance (menggantikan kata ‘patience’) yang berarti ‘ketahanan dalam ujian berat’, lalu kata ‘conviction’ menggantikan kata ‘certainty’, yang sama maknanya dengan confidence, sincerity dan fervor (dedication, commitment; dan antonimnya adalah kata ‘doubt’ atau ragu-ragu).

Berikut penjelasan dari sang Imam (as):

Endurance is composed of four attributes: eagerness, fear, piety and anticipation (of death). so whoever is eager for Paradise will ignore temptations; whoever fears the fire of Hell will abstain from sins; whoever practices piety will easily bear the difficulties of life and whoever anticipates death will hasten towards good deeds.

Pujian Charles Dickens kepada Al-Husain (as), putra Imam Ali bin Abithalib (as)

Pujian Charles Dickens kepada Al-Husain (as), putra Imam Ali bin Abithalib (as)

Kesabaran terdiri dari empat hal: eagerness (semangat), takut (pada dosa), piety (kesalehan) dan antisipasi (terhadap kematian), maka siapa yang bersemangat meraih surga akan mengabaikan semua godaan; siapa yang takut pada api neraka akan menghindari dosa, dan mereka yang mempraktekkan kesalehan akan tegar dan tangguh dalam menanggung sulitnya hidup, dan siapa yang mengantisipasi kematian pasti akan berusaha meraih amal-amal baik.

Conviction has also four aspects to guard oneself against infatuations of sin; to search for explanation of truth through knowledge; to gain lessons from instructive things and to follow the precedent of the past people, because whoever wants to guard himself against vices and sins will have to search for the true causes of infatuation and the true ways of combating them out and to find those true ways one has to search them with the help of knowledge, whoever gets fully acquainted with various branches of knowledge will take lessons from life and whoever tries to take lessons from life is actually engaged in the study of the causes of rise and fall of previous civilizations.

Kemantapan hati (komitmen) juga memiliki 4 aspek untuk menjaga diri seseorang melawan pengaruh dosa: mencari penjelasan melalui pengetahuan (terus belajar), mendapatkan pelajaran dari berbagai instruksi (perintah) dan mengikuti contoh-contoh kebaikan dari orang-orang terdahulu karena siapa yang ingin menjaga dirinya dari cerca dan dosa harus mencari penyebab berbagai godaan dan cara-cara melawannya serta menemukan jalan yang paling tepat lewat pengetahuan, dan mereka yang memperoleh berbagai cabang pengetahuan itu akan memetik pelajaran dari kehidpan, dan mereka yang belajar dari kehidupan sesungguhnya sedang melibatkan dirinya pada berbagai sebab naik turunnya peradaban terdahulu.

Ali bin Abithalib (as), dikenal sebagai 'singa Allah'

Ali bin Abithalib (as), dikenal sebagai ‘singa Allah’

Justice also has four aspects depth of understanding, profoundness of knowledge, fairness of judgment and dearness of mind; because whoever tries his best to under- stand a problem will have to study it, whoever has the practice of studying the subject he is to deal with, will develop a clear mind and will always come to correct decisions, whoever tries to achieve all this will have to develop ample patience and forbearance and whoever does this has done justice to the cause of religion and has led a life of good repute and fame.

Keadilan juga memiliki 4 aspek: pemahaman yang mendalam, ilmu yang dalam, keputusan yang fair (adil), dan jiwa yang mulia dan penuh belas kasihan. Sebab siapa yang berusaha sebaik-baiknya memahami sebuah problem harus mempelajarinya, dan siapa mempraktekan studi hal itu maka ia akan berurusan (melibatkan diri) dengannya, yang pada gilirannya akan mencerahkan jiwanya, dan bakal selalu menghasilkan keputusan yang benar; dan siapa yang berusaha meraih semua itu akan mengembangkan kesabaran yang penuh dan ketahanan diri, dan barang siapa melaksanakan itu berarti telah bertindak adil secara agama dan berjalan pada langkah kehidupan penuh reputasi (nama baik) dan kemasyhuran.

Jihad is divided into four branches: to persuade people to be obedient to Allah; to prohibit them from sin and vice; to struggle (in the cause of Allah) sincerely and firmly on all occasions and to detest the vicious. Whoever persuades people to obey the orders of Allah provides strength to the believers; whoever dissuades them from vices and sins humiliates the unbelievers; whoever struggles on all occasions discharges all his obligations and whoever detests the vicious only for the sake of Allah, then Allah will take revenge on his enemies and will be pleased with Him on the Day of Judgment.

Lebih baik mendengar dari musuh yang bijak, daripada mendapat nasihat dari kawan yang bodoh (Imam Ali as)

Lebih baik mendengar dari musuh yang bijak, daripada mendapat nasihat dari kawan yang bodoh (Imam Ali as)

Jihad juga terbagi dalam 4 cabang: mengajak orang untuk berbakti kepada Allah, mencegah mereka dari dosa dan nista; berjuang (di dalam Allah) secara sungguh-sungguh (dan mantap) pada setiap peristiwa dan membenci perbuatan buruk. Siapa yang mengajak orang untuk mentaati Allah akan menghasilkan kekuatan dalam diri mereka yang beriman; siapa yang menjauhkan diri dari dosa dan nista akan mempermalukan para pendosa (penentang Allah); siapa yang berjuang dalam tiap kesempatan berarti melunasi kewajiban-kewajibannya, dan siapa yang membenci perbuatan buruh (hanya) karena Allah, maka Allah akan membalas semua musuhnya dan akan gembira bersama-Nya pada Hari Pengadilan.

Baca juga (also read):

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 12/06/2013 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , , , , ,

2 responses to “Faith – Empat Pilar

  1. mieke1506

    12/06/2013 at 8:07 pm

    Inilah salah satu kehebatan Imam ‘Ali kw – pintu ilmu – dalam mengupas suatu hal; subhanallah. Saya jadi ingat saat Beliau mejawab pertanyaan yang sama dengan jawaban-jawaban berbeda, yang semuanya benar ( ketika ditanya, “Mana yang lebih berharga, ilmu atau harta?”). Tqvm for sharing

     
    • Syafiq Basri

      12/06/2013 at 11:08 pm

      Teteh Mieke, terima kasih atas komentar Anda.
      Benar, memang Imam Ali (as) luar biasa. Beliau second only to our Prophet Muhammad saw.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: