Tren Pekerjaan Baru di Dunia Komunikasi

Banyak tren baru dalam urusan kerja, dan mencari pekerjaan di bidang komunikasi. Posisi-posisi baru kini bermunculan, khususnya yang berkaitan dengan Internet dan Media Sosial. Dalam mencari calon pegawai pun, para boss yang mencari pegawai (employer) juga kian banyak memanfaatkan Media Sosial. Misalnya, sekitar 80 % perusahaan belakangan ini memanfaatkan situs media sosial Linkedin untuk mencari calon pegawai dan sekitar 50 % di antaranya menggunakan Facebook. Lalu, satu dari 3 employers menolak kandidat gara-gara informasi yang mereka temukan secara online. 

Dunia pemasaran dan public relations (PR) kian bergerak cepat. Roda industri komunikasi itu seolah berlari dengan deret ukur, bukan lagi deret hitung.

Pendorongnya ada tiga: makin tingginya tuntutan berbagai lapisan masyarakat di lapisan terbawah piramida penduduk — yakni mereka yang berada di akar-rumput yang populasinya amat banyak — ramainya ‘perbincangan dua-arah’, dan tumbuhnya berbagai komunitas pengembang ‘merek’ (brand building communities) di banyak perusahaan di dunia.

Mencari pekerjaan lewat media sosial - trend baru.
Tren baru: mencari pekerjaan lewat media sosial. Di antara yang menarik: 80 % perusahaan memakai situs media sosial Linkedin untuk mencari calon pegawai, 50 % menggunakan Facebook, dan 45 % meneliti Twitter calon pegawai. Selain itu, satu dari 3 Employers menolak kandidat gara-gara informasi yang mereka temukan secara online.

Mau tidak mau, muncullah berbagai bidang pekerjaan baru, yang berkaitan dengan fungsi-fungsi dan tanggung-jawab para profesional yang bekerja di bidang komunikasi itu. Continue reading Tren Pekerjaan Baru di Dunia Komunikasi

Ketika Raja Saudi Ziarah ke Makam Nabi saw

Video youtube di bawah ini menunjukkan saat Raja Arab Saudi, Abdullah, bersama ulama-nya, dan para elite kerajaan berziarah dan berdoa (sambil mengangkat tangan) di depan makam Nabi saw dan kedua khalifah (Abubakar dan Umar ra), di Masjid Nabawi Madinah.

Lalu, bagaimana dengan tuduhan ‘syirik’  kepada mereka yang berziarah kubur (dan berdoa di depan makam)? [Meski dalam bahasa Urdu, Anda insyaAllah akan paham maksudnya. Itulah hebatnya gambar (multimedia): satu foto bicara seribu pesan.]

Ini copy youtube itu.

Aceng dan Transparansi

Bicara Aceng Fikri sejatinya juga bicara soal transparansi. Kalau saja Bupati Garut itu bersikap transparan tentang rencana menceraikan Fany Octora empat hari sesudah dinikahinya, umpamanya, maka ceritanya akan berbeda. Mungkin sekali Fany tak jadi nikah, dan Aceng justru selamat dari krisis.

Aceng Fikri: terekam seumur hidup
Aceng Fikri: terekam seumur hidup

Meski itu transparansi di level pribadi, tetap saja untuk seorang tokoh atau sebuah brand, kini transparansi sudah menjadi keniscayaan. Bahkan di tataran personal seperti itu pun, soal keterbukaan kini terasa sangat menonjol.

Penyebabnya adalah Internet dan media sosial yang menggelora dalam gairah besar di dalam jejaring web. Kalau saja Aceng sadar mengenai potensi internet sekarang ini, sangat boleh jadi ia akan berpikir ulang bicara atau melakukan sesuatu yang menyebabkannya jadi sasaran berita di seantero Nusantara.

Juga, seandainya pernikahan model Aceng itu terjadi beberapa tahun silam, sebelum maraknya Internet, sangat boleh jadi kasusnya tak menyebar seramai saat ini. Continue reading Aceng dan Transparansi