Soal Upeti, Dahlan Iskan dan Jero Wacik

Di Indonesia ramai soal pernyataan Dahlan Iskan tentang anggota DPR yang ‘memeras’ BUMN; dan Jero Wacik ngomong soal ‘upeti’ oleh Humas BP Migas untuk wartawan. Di Australia, media dianggap paling korup, di atas organisasi buruh (union) dan partai politik. Di Inggris, justru media milik Murdoch terlibat dalam kasus penyuapan dan peretasan telepon milik nara sumber. Semuanya itu adalah soal UPETI.

Upeti. Tiba-tiba kata itu jadi mengingatkan kita kepada dua peristiwa yang terjadi belakangan ini.

Pertama, cerita Menteri BUMN Dahlan Iskan tentang sinyalemen adanya upeti dari direksi BUMN tertentu kepada anggota DPR. Kedua, adalah pernyataan Menteri ESDM Jero Wacik mengenai upeti dari Humas BP Migas kepada wartawan.

Cerita Dahlan dan ribut-ribut soal upeti, atau ‘pemerasan’, oleh anggota DPR itu, hingga hari ini masih terus ramai diperbincangkan, antara lain karena Dahlan diharapkan memberikan bukti tuduhannya itu.

Sesungguhnya, korupsi di proyek Hambalang atau lainnya bisa juga disamakan dengan itu. Atas jasa menggolkan proyek tertentu, seseorang atau beberapa orang anggota DPR meminta upeti dari yang mendapat proyek atau kontraktor. Pada prakteknya kita melihat upeti bahkan kadang diberikan di depan, bahkan jauh sebelum proyek digarap.

Upeti. U-p-e-t-i. Itu sebuah harta yang biasanya diberikan suatu pihak sebagai tanda ketundukan dan kesetiaan, atau hormat kepada pihak lainnya. Sejarah mencatat bahwa dahulu upeti biasanya diminta oleh negara yang kuat dari negara yang lebih lemah, atau wilayah yang berhasil ditaklukkan.

Oleh Syafiq Basri Assegaff*). Tulisan ini aslinya ditayangkan portal berita “Inilah.Com”, 22 November 2012.

Sering pula upeti diberikan warga sebuah keraton kepada sang penguasa. Boleh raja atau ratu, sang penguasa merasa bahwa semua hamba di wilayahnya adalah ‘budak’ yang memerlukan perlindungannya. Continue reading Soal Upeti, Dahlan Iskan dan Jero Wacik