Ketika Malaikat Bicara Haji

Alkisah, pada suatu musim haji, dua malaikat bercakap-cakap di dekat Kabah di Masjidil Haram.

 – Berapa jumlah orang yang naik haji tahun ini?
+ Enam ratus ribu.
– Berapa yang diterima hajinya?
+ Hanya dua orang, salah satunya bahkan tidak menunaikan hajinya ke sini.

Aslinya dimuat pada harian Kompas, 5 November 2011 hal 7

Kisah bernuansa sufi itu dinisbatkan kepada ulama Abdullah bin Mubarak yang bermimpi bertemu dua malaikat saat ia tidur di dekat Kabah. Dalam mimpi itu, malaikat menyatakan, seorang yang tidak pergi, tetapi diterima hajinya itu adalah Ali bin Al-Mufiq, orang Damaskus.

Miniature of Muhammad re-dedicating the Black ...
Miniature of Muhammad re-dedicating the Black Stone at the Kaaba. From Jami Al-Tawarikh, c. 1315 (Photo credit: Wikipedia)

Belakangan, Abdullah pun mencarinya. Ternyata Al-Mufiq adalah tukang semir sepatu yang menyerahkan 3.000 dinar hasil jerih payah yang ditabungnya untuk bekal haji kepada seorang tetangga dengan anak-anak yang sudah tiga hari kelaparan.

Esensi haji

Itu dulu. Itu di Damaskus. Di Indonesia, yang terjadi sekarang ini berbeda. Di media sosial Twitter terbetik pembicaraan bahwa meski tiap tahun jumlah jemaah haji kita terus meningkat, agaknya banyak di antara mereka adalah para koruptor yang menganggap bisa mencuci uang haramnya di Masjidil Haram.

Namun, ulama bilang, ”Mereka beranggapan sepulang haji akan bersih dari dosa, padahal haji yang dibiayai uang haram sama sekali tak akan diterima.” Bahkan, seorang yang pergi haji, tetapi membiarkan tetangganya yang kelaparan pun tidak akan mabrur sekalipun uang yang dipakai berhaji itu uang halal. Continue reading Ketika Malaikat Bicara Haji

Siaplah Menangis untuk Doa ini (1)

Tuhan, kasihanilah kelemahan tubuhku, kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku. Tuhan, Engkau tahu kelemahanku dalam menanggung sedikit bencana dan siksa dunia, padahal ia hanya singkat masanya…Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat yang amat besar dan panjang masanya?

‘Doa Nabi Khidzir’ yang diajarkan Khalifah Ali kepada Kumail.

– Bagian I

Ya Allah, Aku bermohon padaMu, dengan rahmatMu Yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu, dan karenanya tunduk segala sesuatu, dan merendahlah segala sesuatu…

Dengan kemuliaanMu yang mengalahkan segala sesuatu,dengan kekuatanMu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu, dengan kebesaranMu yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu, dengan wajahMu yang kekal setelah punah segala sesuatu, dengan asmaMu yang memenuhi tonggak segala sesuatu, dengan ilmuMu yang mencakup segala sesuatu, dengan cahaya wajahMu yang menyinari segala sesuatu…

Wahai Nur, Wahai Yang Mahasuci. Wahai yang Awal dari segala yang awal. Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir.

Sisihkan waktu sekitar 34 menit untuk menyimak video yang ada di bawah. Kedalaman makna dan keteduhan ‘Doa Kumail’ yang sangat menyentuh ini, diiringi suara pembaca yang lembut, dijamin akan membuat Anda menangis… (Wajar bila Anda sedih, karena kita manusia berdosa yang ingin mendekati Tuhan Semesta Alam). Sementara, sambil menyimak video itu, semoga teks tulisan ini dapat membantu Anda mengikuti pembacaannya.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana; dosa-dosaku yang merusak karunia; ampunilah dosa-dosaku yang menahan (dikabulkannya) do`a. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala`. Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan segala kesalahan yang telah kukerjakan.

Continue reading Siaplah Menangis untuk Doa ini (1)

Siaplah Menangis untuk Doa ini (2)

Doa Kumail Bagian 2 

…. Ya Allah, Junjunganku, Pemeliharaku… Apakah Engkau akan menyikasaku dengan apiMu, setelah aku mengesakanMu, setelah hatiku tenggelam dalam makrifatMu, setelah lidahku bergetar menyebutMu, setelah jantungku terikat dengan cintaMu, setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku, seraya tunduk bersimpuh pada rububiahMu…

Tidak! Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang Kau pelihara,atau menjauhkan orang yang Kau dekatkan, atau menyisihkan orang yang Kau naungi, atau menjatuhkan bencana pada orang yang Engkau cukupi dan Kau sayangi…

Di bawah adalah video Doa Kumail dengan teks bahasa Inggris (34 menit):

Aduhai diriku!, Junjunganku, Tuhanku, PelindungKu!

Apakan Engkau akan melemparkan ke neraka wajah-wajah yang tunduk rebah karena kebesaranMu, lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan keEsaanMu dan dengan pujian mensyukuri nikmatMu, Kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui Uluhiah-Mu, hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau, sehingga bergetar katakutan, tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi padaMu dan dengan merendah memohon ampunanMu.

Tidak sedemikian itu persangkaan kami tentangMu, padahal telah diberitakan pada kami tentang keutamaanMu.

Wahai pemberi karunia, wahai pemelihara ! Engkau mengetahui kelemahanku dalam menanggung sedikit dari bencana dan siksa dunia serta keburukan yang menimpa penghuninya; Padahal semua (bencana dan keburukan) itu singkat masanya, sebentar lalunya, dan pendek usianya.

Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat dan keburukan hari akhir yang besar, bencana yang panjang masanya dan kekal masanya, serta tidak diringankan bagi orang yang menanggungnya; sebab semuanya tidak terjadi, kecuali karena murkaMu, karena balasanMu.

Aali (keluarga) Nabi Muhammad saw, yang dikenal juga sebagai “Ahli al-Kisaa'”: Mereka yang dipilih Allah SWT.  Tidak sah solat seseorang jika tidak membaca solawat kepada Nabi saw dan Aali Muhammad.

Inilah, yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya. Wahai JunjunganKu, bagai mana mungkin aku (menanggungnya)? Padahal aku hambaMu yang lemah, rendah, hina, malang, dan papa.

Urusan apalagi kiranya yang akan aku adukan padaMu? Mestikah aku menangis menjerit, karena kepedihan dan beratnya siksa, atau karena lamanya cobaan ?

Sekiranya Engkau siksa aku berserta musuh-musuhMu, dan Engkau himpunkan aku bersama penerima bencanaMu, dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan kecintaanMu…

Wahai….. seandainya aku… Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Tuhanku. Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksaMu, mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dariMu? Dan seandainya aku dapat bersabar menahan panas apiMu, mana mungkin aku bersabar tidak melihat kemuliaanMu ? Mana mungkin aku tinggal di neraka, padahal harapanku hanyalah maafMu?

Demi kemuliaanMu, wahai JunjunganKu, PelindungKu ! Aku bersumpah dengan tulus; sekiranya Engkau biarkan aku berbicara di sana, di tengah penghuninya, aku akan menangis, tangisan mereka yang menyimpan harapan, aku akan menjerit, teriakan mereka yang memohon pertolongan, aku akan merintih, rintihan yang kekurangan.

Sesesungguhnya, aku akan menyeruMu di manapun Engkau berada… Wahai, Pelindung kaum mukminin…Wahai tujuan harapan kaum arifin…Wahai pelindung kaum yang memohon perlindungan. Wahai kekasih kalbu para pencinta kebenaran,

Wahai Tuhan seru sekalian alam… Maha suci Engkau Ilahi, dengan segala pujiMu !

Akankah Engkau dengar di sana suara hamba Muslim yang terpenjara akibat keingkarannya, yang merasakan siksanya karena kemaksiatannya, yang terperosok ke dalamnya karena dosa dan nistanya…Ia merintih padaMu dengan mendambakan rahmatMu, ia menyeruMu dengan lidah ahli tauhidMu, ia bertawasul padaMu dengan Rububiah-Mu…

Wahai Pelindungku! Bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa, padahal ia berharap pada kebaikanMu yang terdahulu. Mana mungkin neraka menyakitinya, padahal ia mendambakan karunia dan rahmatMu. Mana mungkin nyalanya membakarnya, sedangkan Engkau dengar suaranya dan Engkau lihat tempatnya…Mana mungkin jilatan api mengurungnya, padahal Engkau mengetahui kelemahannya. Mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya, padahal Engkau mengetahui ketulusannya?

Mana mungkin Zabaniyah menghempasnya, padahal ia memanggil-manggilMu:Ya Rabbi … !  Mana mungkin ia mengharapkan karunia kebebasan dari padanya, lalu Engkau meninggalkannya di sana…

Tidak. Tiada demikian sangkaanku terhadapMu. Tidak mungkin seperti itu perlakuanMu terhadap kaum beriman, melainkan kebaikan dan karunialah yang Engkau berikan.

Dengan yakin aku berani berkata, kalau bukan karena keputusanMu untuk menyiksa orang yang mengingkariMu, dan keputusanMu untuk mengekalkan di sana orang-orang yang melawanMu, Kau akan jadikan api seluruhnya sejuk dan damai, tidak akan ada lagi di situ tempat tinggal, dan menetap bagi siapapun.


Tetapi Maha Qudus asma (nama-nama)-Mu; Engkau telah bersumpah, untuk memenuhi neraka dengan orang-orang kafir dari golongan Jin dan Manusia seluruhnya. Engkau akan mengekalkan di sana kaum durhaka. Engkau dengan segala kemuliaan pujiMu. Engkau berkata, setelah menyebutkan nikmat yang Engkau berikan  “Apakah orang mukmin seperti orang kafir, sesungguhnya tidak sama mereka itu”.

Ilahi, Junjunganku… Aku memohon padaMu, dengan kodrat yang telah Engkau tentukan, dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan, dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada orang-orang yang dikenainya… Ampunilah daku, di malam ini, pada saat ini, semua nista yang pernah aku kerjakan, semua dosa yang pernah aku lakukan, semua keburukan yang pernah aku rahasiakan, semua kejahilan yang pernah aku amalkan, yang aku sembunyikan atau tampakkan, (yang kulakukan) secara diam-diam atau terang-terangan.

Ampunilah semua keburukan yang telah Engkau perintahkan malaikat mencatatnya. Mereka yang telah Engkau tugaskan untuk merekam segala yang ada padaku, mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama seluruh anggota badanku, dan Engkau sendiri mengawal di belakang mereka, menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka.

Dengan rahmatMu, Engkau sembunyikan keburukan itu. Dengan karuniaMu, Engkau menutupinya. Perbanyaklah bagianku  pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan, atau setiap karunia yang Engkau limpahkan, atau setiap kebaikan yang Engkau sebarkan, atau setiap rezeki yang Engkau curahkan, atau setiap dosa yang Engkau ampunkan, atau setiap kesalahan yang Engkau sembunyikan.

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi…

Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Pemilik nyawaku (Penentu kebebasanku)! Wahai Dzat yang ditanganNya akhir nasibku (ubun-ubunku)…Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku ! Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku…

Bersambung ke bagian 3 (terakhir).              

Baca juga: O,Kumail…

Siaplah Menangis untuk Doa ini (3)

Doa Kumail bagian 3 (habis).

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi…

Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Pemilik nyawaku (Penentu kebebasanku)! Wahai Dzat yang ditanganNya akhir nasibku (ubun-ubunku) ! Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku ! Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku !

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi … Continue reading Siaplah Menangis untuk Doa ini (3)

Doa Kumail – Lengkap

Wahai Tuhan, Engkau tahu kelemahanku dalam menanggung sedikit bencana dan siksa dunia, padahal semuanya itu hanya singkat masanya…Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat yang besar, bencana yang panjang masanya, kekal masanya, dan tidak diringankan bagi orang yang menerimanya…?

Sisihkan waktu sekitar 34 menit untuk menyimaknya. Kedalaman makna dan keteduhan ‘Doa Kumail’ yang sangat menyentuh ini, diiringi suara pembaca yang lembut, dijamin akan membuat Anda menangis (Wajar bila Anda sedih, karena kita manusia berdosa yang ingin mendekati Tuhan Semesta Alam).

Di bawah adalah teks bahasa Indonesia selengkapnya. Sementara di sela-selanya, Anda dapat menyimak dan mengikuti pembacaan doa itu dalam dua video yang ada.
Lukisan tentang Khalifah Ali bin Abithalib (as): Imam dan guru bagi Kumail bin Ziyad

Ya Allah,

Aku bermohon padaMu, dengan rahmatMu Yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu, dan karenanya tunduk segala sesuatu, dan merendahlah segala sesuatu,dengan kemuliaanMu yang mengalahkan segala sesuatu,dengan kekuatanMu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu, dengan kebesaranMu yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu, dengan wajahMu yang kekal setelah punah segala sesuatu, dengan asmaMu yang memenuhi tonggak segala sesuatu, dengan ilmuMu yang mencakup segala sesuatu, dengan cahaya wajahMu yang menyinari segala sesuatu.

Wahai Nur, Wahai Yang Mahasuci. Wahai yang Awal dari segala yang awal. Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana; dosa-dosaku yang merusak karunia; ampunilah dosa-dosaku yang menahan (dikabulkannya) do`a. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala`. Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan segala kesalahan yang telah kukerjakan. Continue reading Doa Kumail – Lengkap

Kenapa Budaya Lamban Merugikan Kita?

“Di zaman internet begini kok pelayananmu lambat sekali…,” tegur seorang teman kepada petugas di supermarket terkenal di Jakarta. “Saya antri selama 36 menit, padahal di depan saya hanya tiga orang. Berarti 12 menit per orang. Kalau di perusahaan saya, kamu sudah saya pecat…”

Yang ditegur kaget. Jarang ada konsumen mengeluh secara detail begitu. “Maaf, Pak. Tapi kami di sini semua begini. Mesti hati-hati. Kalau ada kesalahan, kami yang harus mengganti, Pak,” kata kasir wanita muda itu, membela diri.

“Oh itu sudah budaya,” kata teman lain menimpali, ”Di samping beberapa budaya banyak bicara, etos kerja yang rendah dan malas, salah satu budaya kita adalah tidak terbiasa bekerja cepat. Membalas email pun, yang mestinya segera dilakukan dalam tempo 5-10 menit juga lambat sekali.”

Saat orang makin banyak mengantre di belakang kawan tadi, kasir itu malah sempat menawarkan kartu anggota Supermarket kepada salah seorang konsumen. Tawaran itu diterima, sehingga sang kasir harus membantu pengisian formulir keanggotaan itu. Tak pelak, tempo menunggu bagi konsumen lain pun kian panjang.

Lima perusahaan dengan reputasi terbaik: kerja keras, cepat dan memanfaatkan peluang

Sesungguhnya, kartu anggota itu memang bermanfaat, karena ia memberi banyak keuntungan untuk kedua belah pihak. Hanya cara dan waktu pelaksanaannya yang tidak cocok. Tidakkah itu lebih baik dilakukan di tempat lain, agar konsumen tidak perlu mengantre lebih lama?

Bagi konsumen, kartu berlangganan yang juga memberi privilege untuk belanja lewat internet justru sangat bermanfaat dan sekarang makin diperlukan. Sebab ia bisa berguna untuk dipakai belanja dari rumah atau kantor, secara online, tanpa perlu membuang bensin di jalan yang mampat, mencari tempat parkir atau pun antre 36 menit. Continue reading Kenapa Budaya Lamban Merugikan Kita?

6 Alasan Menolak TV

Belakangan ini tampaknya kian banyak orang yang kritis. Mereka kian selektif dalam menonton acara di televisi (TV). Sebagian mereka memilih berlangganan TV kabel yang menyajikan banyak acara bermutu dan mendidik seperti National Geographic, History, Discovery, Animal Planet, dan sebagainya. Kalau tidak, banyak dari mereka hanya menonton acara di TV berita seperti TV One dan Metro TV. Selebihnya orang kini lebih tertarik browsing internet atau sibuk bersosialisasi di social media seperti Twitter, Facebook dan Youtube.

Memang tidak semua acara TV buruk, tetapi Anda punya pilihan melakukan banyak hal lain yang mungkin lebih berguna untuk otak

Ada banyak alasan yang dikemukakan para ahli agar orang menjauhi TV — khususnya acara TV yang buruk. Berikut ini enam di antaranya:

1. Bahaya Sex Bebas:  Tanyalah diri Anda sejujurnya: melihat banyaknya jumlah ciuman dan berbagai contoh perilaku seks di layar TV, apa yang akan terjadi bila ibu atau ayah tiba-tiba muncul dan duduk di samping Anda pada saat yang sama? Dampak buruk TV ini kian hari kian menyeramkan. Mengapa membiarkan diri Anda terperangkap di dalamnya, dan ia hanya membuat Tuhan marah meski pun Anda hanya mencicipi secuil saja tindakan haram itu?

Continue reading 6 Alasan Menolak TV