RSS

Rahasia Mereka yang Berbohong

14 Aug

Bagaimana berjaga-jaga ketika suami (atau isteri, atau pacar) Anda berbohong? Pertanyaan seperti apa yang bisa memancingnya agar mengungkapkan kebenaran?

Mereka yang bohong punya rahasia. Di bawah ini sedikit mengenai cara mengungkap rahasia sang pembual yang disarankan ahli ilmu jiwa. (“Bener.. berani sumpe, “ kata orang Betawi, “Ini saran dari ahli jiwa, bukan dari ane sendiri.”)

Anak dan Ibu yang selingkuh: “Bu, saya sudah mengontak donor sperma alami saya…”

Ajukan pertanyaan yang ‘mengena’.
Jika Anda mencurigai seseorang berbohong,dan Anda inginkan sebuah kebenaran, pertanyaan yang Anda ajukan bisa mengungkapkan hal itu. Sebutlah seorang isteri bertanya kepada suaminya, apakah ia menikmati makan siang yang dibawakannya dalam rantang pada suatu hari Jumat. Jika sang suami bilang,”iya,” tapi menunjukkan reaksi yang bertentangan dengan ‘sleep points’-nya, maka mungkin saja sang suami membual. (Sleep points itu semacam ‘titik ketidaksadaran’ pada pikiran seseorang).

Strategi terbaik adalah menunda pembicaraan untuk saat itu. Sebab bila si isteri terus memborbardirnya dengan pertanyaan sekarang, sang suami akan menjadi sangat ‘defensif’, atau justru mengarang bualan-bualan lanjutan.

Selain itu, ia akan pasang ‘kuda-kuda’ terus menjadi sangat berjaga-jaga ketika isterinya membuka masalah itu lagi pada saat lainnya. Oleh karenanya, lebih baik bila si isteri memberi jeda waktu untuk mencari ‘evidence’ (bukti-bukti) guna membuktikan kecurigaannya. Atau hendaknya ia berpikir bagaimana cara terbaik untuk mendekati ‘masalah’itu pada kesempatan lain.

Sampai mati memisahkan kita – kebohongan klasik?

Lalu sang isteri bisa mencoba beberapa pertanyaan strategis ini:

  1. Ajukan pertanyaan strategis. Jika Anda menganggap seseorang berbohong, Anda bisa membelokkan asumsi itu dalam bentuk pertanyaan. Dalam kasus di atas, sang isteri bisa menanyakan kepada suaminya ke mana ia makan siang hari itu. “Akhirnya Jumat lalu makan siang di mana Bang?” Hal ini, kata sementara ahli, akan memberikan kesempatan bagi si pria untuk mengakui kebenaran tanpa merasa terpojok atau tertekan. Selain itu, karena soal yang diajukan itu mengharuskannya menjawab dengan penjelasan, dan bukan sekedar jawaban ‘ya atau tidak’, maka hal itu memudahkannya untuk muncul secara “bersih” ketimbang mencari-cari jawaban yang ‘masuk akal’ (common sense).
  2. Gunakan pertanyaan ‘memancing’. Jika isteri sudah menemukan bukti kebohongan – misalnya rantang makan siang yang utuh di bagasi mobil, atau bon Pizza Hut di dompet suaminya – maka si isteri bisa memanfaatkan bukti itu untuk minta penjelasan. Ia bisa mencoba soal ini, ”Apa ada alasan tertentu tentang bon Pizza Hut dua ratus ribu ini bertanggal Jumat kemarin?” Lewat pertanyaan yang berhubungan dengan bukti begitu – dan tidak menuduh atau menunjuk hidung – ia tidak akan merasa “diserang” secara pribadi, sehingga akan menjadikannya lebih jujur. Atau si suami mungkin justru mengakui bahwa sesungguhnya ia tidak suka suka sandwich tuna yang disiapkan sang isteri baginya, meskipun dibungkus dengan ‘daun cinta’ atau ‘plastik kasih-sayang’…

“Maaf Sayang…aku gak makan penganan yang ada di ‘lunch box’. Sesudah 18 tahun menikah, kok Mami masih saja membekali sandwich tuna..? Kan Mami tahu, aku gak doyan ikan tanpa sisik? Itu saja alasanku kok. Gak.. enggak ada apa-apa,” kata sang suami dengan logat Betawi, “Aku juga gak makan sama mami-mami lain kok… Bener. Berani sumpe…” hehehe… 🙂

Baca juga:

Advertisements
 

Tags: , , , , , ,

2 responses to “Rahasia Mereka yang Berbohong

  1. Eda Sutjipto

    02/09/2012 at 7:46 pm

    baru baca artikel ini. bacaan menarik 🙂
    sayangnya banyak org yg menganggap hub suami-istri juga perlu byk privasy. termasuk tahu urusan kantor, mengenal teman-teman pasangan apalagi sampai membuka dompet bahkan gadget.
    Tapi alhamdulillah, saya mencoba utk jujur pd suami. hidup lbh tenang ga ada beban.
    terima kasih

     
    • Syafiq Basri

      05/09/2012 at 12:39 am

      Setuju. Hidup lebih tenang dan tenteram bila semuanya disampaikan secara jujur dan terbuka.

      Terima kasih.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: