RSS

Rintihan Perindu

10 Aug

English: Muhammad riding the Buraq; a 16th-cen...

English: Muhammad riding the Buraq; a 16th-century Persian miniature. فارسی: صحنه ای از معراج پیامبر اسلام سوار بر براق نگاره ای از سلطان محمد در قرن 16 میلادی (Photo credit: Wikipedia)

What a pray…

Sungguh doa-doa Imam Ali Zainal Abidin as seperti di bawah ini, membuat bulu kuduk merinding… Betapa agung, betapa menyentuh. “Daleeem,” kata orang sekarang.

Sejarah mencatat bahwa cucu Siti Fatimah (putri Nabi saw) ini sering bersedih dalam hidupnya — akibat peristiwa kejam yang menimpa ayahnya, Al-Husain (as) di Karbala.

Banyak catatan tentang kesedihannya berkenaan dengan tragedi itu. Selama 20 tahun  setiap kali hendak menyuapkan makanan ke mulutnya, ia menangis…  Sehingga suatu hari pembantunya bertanya,” Wahai putra Rasulullah, tidakkah cukup bagi Anda untuk menghentikan segala kesedihan?”  Beliau menjawab:  “Bagaimana sih kamu ini.. Nabi Ja’kub punya 12 putra, dan Tuhan mengujinya dengan menghilangkan salah satu di antaranya (yakni nabi Yusuf). Akibat itu, matanya memutih buta gara-gara menangis terus menerus, kepalanya beruban dan punggungnya membungkuk dalam keharuan, padahal anaknya itu masih hidup di dunia (hanya tidak berada bersamanya). Sedangkan aku… sedangkan aku menyaksikan dengan mata kepalaku, betapa ayahku (Al-Husain as), saudaraku, pamanku dan 17 anggota keluargaku semuanya disembelih di depanku (dalam peristiwa Karbala – SB). Bagaimana mungkin kesedihan ini bisa berhenti…?”

Yang membuat kita kian takjub adalah: caranya memohon dan isi munajatanya itu lho —  seolah-olah beliau itu orang yang banyak dosa, padahal beliau seorang wali, seorang pemimpin yang saleh — yang sering gemetar tubuhnya setiap kali usai berwudhu untuk solat (saking tingginya iman beliau kepada Allah SWT).

Duhai, seandainya para pemimpin bangsa (kita juga tentunya) mengedepankan harapan seperti ini, kita boleh yakin bahwa bangsa kita akan bisa makin cepat makmur dan sejahtera. (Setuju?)

Said a friend: One would imagine how could such a very pious person, grandson of the Prophet Muhammad saw — centre of pureness, asked God in a way as if he was a sinful person?
Here it is:

Ya Allah, sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Gerakkan kami pada taubat yang Engkau cintai,
Jauhkanlah kami dari mengulangi dosa yang Engkau benci…

O God, bless Muhammad and his Household,
make us go to the repentance that Thou lovest
and make us leave the persistence that Thou hatest!

Ya Allah, bila saja kami berhenti pada persimpangan di antara dua kekurangan,
agama dan dunia;  maka jatuhkanlah kekurangan(ku) pada yang paling cepat binasanya (dunia), dan alihkan kembaliku (justru) kepada yang paling lama lestarinya (agama)…

O God, when we halt before two decreases,
in religion or in this world,
let the decrease fall upon that which passes quickly
and relent in that which lasts the longer!

Jika kami menginginkan dua kepentingan,
(salah satunya) yang membuat-Mu ridho,
dan (satunya lagi) yang membuat-Mu murka,
condongkan kami kepada yang membuat-Mu ridho ;
perlemahkan kekuatan kami (kepada) yang membuat-Mu murka…

Lukisan wajah Ali Zainal Abidin “As-Sajjad”

 When we set out after two concerns,
one of which makes Thee pleased with us
and the other of which displeases Thee,
incline us toward that which makes Thee pleased
and weaken our strength in that which displeases Thee!

Jangan biarkan nafsu kami (sendiri yang) memilihnya,
sebab, pastilah ia (nafsu kami) memilih yang batil,
kecuali yang Engkau tunjuki,
pastilah ia memerintahkan keburukan,
kecuali yang Engkau sayangi…

Leave not our souls alone to choose in that,
for they choose falsehood
except in as much as Thou givest success,
and they command to evil
except in as much as Thou hast mercy!

– Petikan doa Imam Ali Zainal Abidin a.s., cucu Nabi saww, dalam “Ash-Shahifah As-Sajjadiyah.”

Baca juga:

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 10/08/2012 in Diskusi Agama, Doa

 

Tags: , ,

2 responses to “Rintihan Perindu

  1. Ratih Kartikasari

    23/11/2014 at 5:20 pm

    ini adalah doa yang sangat menyentuh

     
    • Syafiq Basri

      02/12/2014 at 7:30 pm

      Benar sekali, Mbak Ratih.
      Terima kasih. (y)

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: