RSS

Teknologi Tuhan dan Nisfu Sya’ban

04 Jul

This photo shows the Al-Askari Mosque after th...

Foto Masjid Imam Hasan Al-Askari setelah kena bom pada 22 Feb 2006, tapi sblum menara dihancurkan seluruhnya pada 13 Juni 2007 (Photo: Wikipedia)

Di dalam status Facebook-nya seorang kawan pernah mengutip hadis Nabi saw berikut ini:

Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Tulisan ini aslinya dimuat di Facebook 23 Juli 2010, dengan judul berbeda.

Memang sengaja rupanya, status itu dipajang menjelang pertengahan Sya’ban. Jika hadis di atas sahih, maka itu sebuah kemauan Allah yang ‘luar biasa’ maknanya bagi makhluk, yakni ketika Pencipta (the creator) “mendatangi” yang diciptakan-Nya (the creature)

[Tanda kutip ‘luar biasa’ sengaja ditambahkan, karena sesuatu yang luar biasa bagi kita, para manusia kecil, lemah dan fana ini merupakan ‘sangat biasa’ dan tentu amat mudah bagi Sang Maha Kuasa].

Baiklah, tapi sebelum kita lanjutkan, saya ingin sedikit berbagi bahwa rupanya pertengahan (nishfu) Sya’ban memang hari yang istimewa, karena saat itu adalah ‘anniversary’ seorang wali Allah yang teramat mulia, yakni Imam Muhammad al-Mahdi, putra Imam Hasan Al-Askari, ‘alaihum salaamullah wa sholawaatuh.

Kaum Muslim Sunni menganggap Imam Mahdi belum lahir ke dunia, tapi saudara kita kaum Muslim Syiah (yang jumlahnya sekitar 25 % penduduk Muslimin di dunia) mantap dengan keyakinannya bahwa Muhammad bin Hasan Al-Askari itulah sang ‘Imam Mahdi’.

Produser film Hollywood Sean Stone, sesudah memeluk Islam: juga percaya Imam Mahdi

Digelari Abul-Qasim, Imam Mahdi lahir pada 15 Sya’ban 255 H (bertepatan dengan 869 M) di Samarra *), salah satu (dari 4) kota suci di Irak. Beliaulah yang menjadi Imam pada ‘zaman’ kita ini, hingga nanti datangnya Hari Kiamat. Banyak sumber-sumber hadis sahih yang meriwayatkan perihal Imam Mahdi ini.

Mau percaya atau tidak, monggo, itu urusan Anda. Yang jelas, salah satu hadis penting yang dipercaya banyak ulama adalah bahwa, kita harus tahu siapa “Imam Zaman” kita, karena, sesuai hadis Nabi saw, “barang siapa meninggal tanpa mengetahui ‘imam zaman’-nya, maka matinya adalah mati jahiliah.”

Anyway. Mari kita kembali ke frasa di atas, yakni bahwa, “Allah mendatangi hamba-Nya”, pada malam Nishfu Sya’ban – yang bertepatan dengan kelahiran Al-Mahdi Al-Muntadzar (‘ajjalallahu farajahu-asy-syarief) itu.

Hadis yang dirawikan oleh Mu’adz bin Jabal di atas memang membuat kita mengerenyitkan dahi. Berpikir. Bagaimana Allah ‘mendatangi’ makhluk-Nya? Saya tidak tahu apa yang Anda pikirkan. Tapi saya sempat merenungi maknanya. Kata ‘MENDATANGI’ di atas saya kira mestinya tidak bisa dilihat sebagai bentuk kata kerja, fi’il mudharik dalam bahasa Arab, atau active present tense (dalam bahasa Inggris) yang ‘fisikal’ sifatnya, seperti ketika saya datang menemui Anda di rumah, di Café Little Baghdad, atau Shisha Cafe, Kemang, melainkan secara abstrak. Secara transcendental.

Great Mosque of Samarra, Iraq.

Great Mosque of Samarra, Iraq. (Photo credit: Wikipedia)

Ketika mencoba menghubungkannya dengan teknologi jaman sekarang, secara bodoh saya menganalogikannya dengan pancaran gelombang radio atau Wi Fi, atau GPRS handphone (bisa juga HDTV, atau laptop) yang karena kecanggihannya sekarang sudah bisa diakses bahkan dari pelosok di desa-desa, di Jember, Ujung Berung (Jabar), Semanggi (Solo), Lampung, Bukit Tinggi bahkan di Dolok Sanggul (Sumut).

Nah, kalau Miss Nokia atau Mr.BB saja bisa bikin yang seperti itu, tentunya Sang Maha Pencipta secara mudah dapat melakukannya kapan saja, di mana saja, buat siapa saja.

Hanya bedanya, tentu saja, kalau ‘pancaran’ kedatangan ‘roaming’ atau networks lewat Nokia dan Black Berry itu harus bayar, sedangkan ‘gelombang’ roaming atau ‘cahaya’ atau ‘rahmat’ Sang Sumber Cahaya (Nur) gratis tis tiisss… (meski bukan tanpa syarat).

Sampai di sini, pikiran nakal masih menggelitik bagian amigdala di otak saya: terjemahan kata ‘nur’ yang selama ini kita pahami sebagai ‘cahaya’ jangan-jangan kurang pas ya?

Boleh jadi, saat orang men-translate kata ‘nuur’ pada zaman kuno itu, hanya kata ‘cahaya’-lah yang tersedia dalam diksi ahli bahasa. Sekarang, saat banyak terminologi (istilah) baru yang berkaitan dengan teknologi mutakhir muncul, bolehkah kita mengartikannya dengan sesuatu yang mungkin lebih tepat seperti ‘signal’, networks, gelombang magnit, atau roaming? Atau Anda punya sinonim lain yang lebih ‘kena’ ? Wallahu’alam…

*) Pada tahun 836 Khalifah’ Al-Mu’tasim (dinasti Abbasiyah) memindahkan ibukota dari Baghdad ke Samarra yang berlokasi sekitar 125 km di utara Baghdad. Bekas-bekas Samarra kuno pertama kali digali antara tahun 1911 dan 1914 oleh arkeolog Jerman, Ernst Herzfeld. Buku-buku catatan, surat-surat dan laporan hasil ekskavasi (pengungkapan dari dalam tanah) dan berbagai foto Samarra disimpan dalam Freer Gallery of Art di Washington, DC, Amerika. UNESCO pada tahun 2007 menetapkan Samarra sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.

Selamat Nishfu Sya’ban.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 04/07/2012 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , , , , , , ,

2 responses to “Teknologi Tuhan dan Nisfu Sya’ban

  1. savikovic

    04/07/2012 at 12:08 pm

    karena diterjemahkan, akhirnya ‘nur’ jadi kurang tepat maknanya. jadi memang seperti kata pepatah arab, bahwa apa yg keluar dari lidah itu hanyalah isyarat dan ibarat saja. makna ‘nur’ secara hakiki tentu hanya bisa dirasakan melalui empiris langsung
    salam kenal pak syafiq 🙂
    blognya ana follow di rss saya ya

     
    • Syafiq Basri

      05/07/2012 at 2:44 pm

      Terima kasih, dan salam kenal juga, Bung.. 🙂
      Anda benar; terjemahan ke bahasa lain seringkali tidak bisa membawa makna seindah atau sebenar arti bahasa aslinya.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: