RSS

Puncak Kefasihan

25 Jun

English: A picture of the Gibran Museum, locat...

Musium Gibran di Bsharri, Lebanon.

Ini adalah tentang nasihat Imam Ali bin Abithalib as dan Khalil Gibran, seorang sastrawan Arab-Amerika yang mengagumi Ali as.

Gibran. dikenal sebagai penyair Arab (Lebanon) yang dikagumi di Timur dan di Barat. Karya-karya puisinya terjual laris manis, dan hanya dikalahkan oleh Shakespeare dan Lao-Tzu.

Check here for English version.

Gibran hijrah dan meninggal (pada 1931) di AS. Prosa-puitisnya diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Salah satu ‘masterpiece’ Gibran adalah ‘Sang Nabi’ (The Prophet), yang antara lain memuat nasihat tentang ‘Anakmu bukan Anakmu’ (dan saya tulis di bagian lain blog ini).

Sebagaimana banyak tokoh Non-Muslim lain seperti Washington Irving, Edward Gibbon dan lain-lainnya, Gibran juga pengagum Khalifah Ali bin Abithalib (as). Silakan merujuk ke Wikipedia berikut ini

Apa yang dikatakan Gibran mengenai Imam Ali as? Ini dia:

Lukisan Khalifah Ali as : Puncak Kefasihan

“Dalam pandangan saya, Ali adalah orang Arab pertama yang memiliki kontak dengan dan bicara mengenai jiwa secara universal. Beliau meninggal sebagai syahid dalam keagungannya, ia wafat saat doa sedang terucapkan di antara kedua bibirnya (ketika solat – SB). Orang-orang Arab (pada awalnya) tidak menyadari (ketinggian) nilai Ali, sampai beliau dikenal oleh tetangga Arab, orang-orang Persia, yang mengerti bagaimana membedakan antara batu permata (murni) dan kerikil.”

Khutbah-khutbah, surat-surat dan kata-kata hikmah Imam Ali dan sedikit kepribadian beliau dikumpulkan dalam sebuah buku berjudul  ‘Nahj ul Balaghah’, atau ‘Puncak Kefasihan’.  Buku yang dikompilasikan oleh Sayyid al-Sharif ar-Radi sekitar 1000 tahun lalu itu merupakan sebuah literatur masterpiece, dan saking tingginya mutu buku itu oleh sebagian umat Islam ia dianggap sebagai teks paling berharga sesudah kitab suci Al-Qur’an dan hadis Nabi saw.

Dalam bahasa Inggris, Puncak Kefasihan disebut dengan “The Peak of Eloquence”, dan dikenal baik di Dunia Islam atau pun di luar Dunia Islam, sebagaimana penulis dan peneliti Kristen George Jordac mengatakan dalam pujiannya kepada Imam Ali (as) berikut ini:

“Khutbah-khutbah (Imam) Ali penuh dengan kebijaksanaan. Wahai dunia,  apa yang akan terjadi (alangkah hebatnya – SB) bila kalian memobilisasikan kekuatan kalian memproduksi pada setiap zaman seorang sehebat Imam Ali (as) dalam bidang kebijaksanaan (wisdom), moral, kefasihan, kesederhanaan, kedermawanan, kesabaran, kelemahlembutan dan keagungan bagi masyarakat manusia?”

Imam ali

Masjid Imam ali

Silakan Anda cek sendiri, Teman-teman: siapa bisa membantah kata-kata sang Imam (yang antara lain menyatakan) bahwa,  sebesar-besar kekayaan adalah kebijaksanaan? Adakah kemuliaan yang dapat diwujudukan lebih dari kesopanan dan budi pekerti? Dan, mengenai ‘pertemanan’, sebagaimana bisa Anda baca di bawah, Imam Ali sangatlah piawai. Menjadi teman seorang bodoh, orang pelit, pendosa dan pembohong saya pikir adalah teman-teman terburuk yang mungkin dimiliki seseorang dalam hidup ini.

 

Suatu ketika Imam Ali bin Abithalib as menasihati anaknya, Imam Hasan (as):  Anakku, pelajari empat hal dariku dan melalui keempatnya kamu akan belajar empat hal lagi. Jika kau ingat semuanya, maka segala perilakumu tidak akan merugikan dirimu:

(a) Sebesar-besar kekayaan adalah kebijaksanaan; (b) Seburuk-buruknya kemiskinan adalah kebodohan; (c) Sejelek-jeleknya keangkuhan (keterasingan) adalah arogansi (narcissism) dan bangga-diri; dan (d) sebaik-baiknya kemuliaan adalah menunjukkan sopan santun dan dalam memperbaiki akhlak (budi pekerti).

Sehubungan dengan yang butir c di atas, ada pesan Imam Ali as yang lain yang relevan dengan itu. Begini kata beliau:

  • Dosa yang membuatmu sedih dan bertaubat lebih disukai Tuhan ketimbang  perbuatan baik yang manjadikanmu arogan. (The sin which makes you sad and repentant is more liked by Allah than the good deed which turns you arrogant).

Kulit muka (cover) buku Puncak Kefasihan (Nahj ul-Balaghah)

Empat hal berikutnya, Anakku, adalah:

” (e) Jangan berteman dengan seorang yang bodoh sebab ketika ia mencoba berbuat baik kepadamu, ia justru mencelakakanmu; (f) Jangan jadikan orang pelit (bakhil) sebagai temanmu sebab ia akan lari darimu justru pada saat engkau membutuhkannya; (g) jangan berbaik-baik dengan orang jahat dan tak bermoral sebab ia akan menjualmu dan persahabatanmu dengan harga murah, dan (h) Jangan berteman dengan seorang pembohong, sebab, seperti ilusi (fantasi atau bayangan) ia seolah-olah mendekatkan hal-hal yang sebenarnya jauh darimu dan menjauhkan hal-hal yang sebenarnya di dekatmu.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 25/06/2012 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

2 responses to “Puncak Kefasihan

  1. Zainab Aqilah

    16/03/2013 at 4:47 am

    Reblogged this on Zainab Media | Situs Kajian Islam | Komunitas Ahlul Bait Indonesia and commented:
    Inspirasi Hikmah dari Nahjul Balaghah

     
  2. mieke1506

    28/06/2012 at 10:08 am

    Nahjul Balagha memang luar biasa! Terima kasih telah memuatnya di sini – jadi sarana belajar menerjemahkan dengan baik (asal menerjemahkan sih mudah, tetapi agar hasilnya baik dan ‘berwarna’ adalah hal lain lagi)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: