Kebijakan Ali


Seorang lelaki, akibat kesalahfahamannya, mencaci Amirul Mukminin Khalifah Ali bin Abithalib ‘alaihis salaam (as).

Namun Imam Ali as membiarkannya; beliau tidak sepatah pun melayani orang itu.

Keesokan harinya orang yang sama datang menemui Imam Ali lagi. Dia punya suatu kebutuhan kepada sang Imam, dan beliau (as) tetap melayaninya dengan baik dan santun.

English: Imam Ali Mosque - Shrine of: 1st Shia...
Masjid Imam Ali bin Abi Thalib; Najaf, Iraq.

Para sahabat Imam Ali heran. Mereka bertanya, mengapa Imam Ali tetap bersikap baik, dan tidak mengingatkan kejadian saat lelaki itu mencacinya?

Imam Ali as menjawab:

“Aku malu bila kebodohannya dapat mengalahkan kesabaranku, kesalahannya dapat mengalahkan rasa maafku, serta permintaannya dapat mengungguli rasa kedermawananku, oleh karena itu aku kabulkan permintaannya..”

Solawat…

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: