RSS

Hati Yang Mentakjubkan – 5

09 Jun

Masih tentang ‘hati’, oleh Imam Ali bin Abithalib as. Berikut ini yang dikatakannya, dan saya kutipkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Surely want is a trial, and having sickness of the body is more difficult to bear than indigence, and having a sickness of the heart is more difficult to bear than having a sickness of the body.

Surat Al-Ikhlas: Allah sajalah Tempat Meminta Pertolongan, dan Yang Harus Ditaati

Keinginan adalah ujian, dan tubuh yang sakit lebih menyulitkan ketimbang kemiskinan, dan sakit hati lebih berat daripada menanggung sakit di badan.

Surely being very wealthy is a blessing, and having a healthy body is better than being very wealthy, and having awe of Allah in your heart is better than having a healthy body.

Menjadi amat kaya adalah berkah, dan memiliki tubuh yang sehat lebih baik daripada menjadi sangat kaya, dan memiliki takut  (ketaatan) kepada Allah di dalam hatimu lebih baik ketimbang memiliki badan yang sehat.

Ulasan bersama Kiwir:

Menurut Pak Kiwir sahabat kita (yang mengaku pernah belajar tasawuf), kata-kata hikmah Imam Ali as itu selayaknya dibaca perlahan dan satu persatu. Misalnya, ketika beliau mengatakan, “keinginan adalah ujian,” sangat boleh jadi maksudnya adalah bahwa, ketika kita punya keinginan, maka kita otomatis diuji.

– Keinginan itu bisa berupa apa saja?

+ “Benar. Bisa menginginkan harta benda, ingin lulus ujian, mendapat pekerjaan baru, menang proyek, atau menjadi orang besar seperti presiden SBY atau Bill Gates,” jawab Kiwir.

“Bila keinginan itu tercapai, apa sikap kita sesudahnya? Bersyukurkah kita, atau, yang lebih baik dari itu, membagikan ‘yang kita peroleh’ itu kepada orang lain?” tanya Kiwir.

SBY dan Bill Gates: keinginan berupa kedudukan tinggi dan kaya; juga diuji Tuhan

Bila ‘keinginan’ tadi berupa harta,misalnya, maka ujiannya adalah, apakah kita membagikannya kepada mereka yang membutuhkan; atau kita hanya bilang ‘terima kasih’ saja?

“Sebaliknya, bila keinginan tadi tidak tercapai, bagaimana sikap kita: ‘bersabar’-kah, atau malah (yang lebih dari itu) justru ‘bersyukur’, karena berarti Tuhan masih sayang pada kita sehingga kita masih disuruh minta lagi, memohon lagi,” kata Kiwir.

“Berarti Tuhan tetap ‘rindu’ mendengarkan doa atau permohonan kita.

– Terus? tanya saya.

+ “Bisa juga ketika keinginan kita tidak terkabul, atau belum di-ijabah oleh Gusti Allah, maka kita ‘bersyukur’ — karena berarti ‘beban’ kita diringkankan. Sebab pada setiap kenikmatan yang diperoleh, artinya ada tanggung-jawab (beban) yang harus kita laksanakan,” tambah Kiwir.

– Baiklah. Lalu bagaimana dengan kata-kata beliau yang lain, Pak Kiwir?

+ “Ah, silakan direnungkan sendiri. Harus bertafakur, mesti duduk dan membacanya secara pelan dan berkontemplasi,” jawab Kiwir (sambil menyeruput kopi ‘Old Town’ yang baru didapatnya dari oleh-oleh anaknya waktu pulang dari Malaysia).

– Ah, Pak Kiwir ini bisaaa aja…

Baca juga:

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 09/06/2012 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , ,

One response to “Hati Yang Mentakjubkan – 5

  1. mieke1506

    09/06/2012 at 8:03 am

    Sejuuuuuk – bagaimana bila yang edisi bhs Inggrisnya ditaruh saja di FB, agar lebih banyak orang yang membacanya? Saya amat suka membacanya, berharap dapat mengamalkannya . . . . . .
    Terima kasih sudah berbagi – amat bermanfaat

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: