RSS

Pesan 2 Jam Menjelang Subuh

20 Apr

Setiap dua jam sebelum subuh lelaki tua itu bangun. Ia berwudhu, lalu tahajud. Tak pernah lepas solat malam dilakukannya sejak muda.

Sang kakek dikenal dengan nama Imam Khomeini, atau Ayatullah Khomeini.  Anak tertuanya, Mustafa syahid dibunuh oleh Savak,  tentara Syah Iran yang dikenal bengis.

Ayatollah Khomeini returns to Iran after 14 ye...

Ayatollah Khomeini kembali ke Iransetelah 14 tahun dalam pengasingan pada 1 February 1979. Ia menuruni tangga pesawat dibantu seorang pilot Air France (Wikipedia)

Ayatullah Khomeini menggulingkan raja yang lalim, Syah Reza Pahlevi, pada 1979 – pada saat puncak kekuasaannya di negeri nomor lima paling kuat di dunia. Pemimpin Revolusi Islam Iran itu dikenal sangat sederhana dan berakhlak tinggi. Kalau saja mau, beliau bisa menjadi penguasa paling kaya di dunia. Milyaran dolar harta yang ditinggalkan Syah (yang lari ke AS) ditambah hasil minyak Iran yang sangat berlimpah bisa menjadikannya kaya raya.

Ekspor minyak Iran pada 2009 lalu konon mencapai $53 milyar, jauh di atas Kuwait ($ 45 milyar) dan Qatar ($ 24 milyar).

Tapi Sayyid, yang pernah memfatwakan hukuman mati bagi penulis Inggris keturunan India Salman Rushdie (yang menulis buku ‘The Satanic Verses‘), itu lebih suka hidup secara zuhud. Sederhana. Menjauhi dunia. Ketika wafat, sang Imam kabarnya (kalau saya tidak salah) hanya mewariskan selembar karpet Persia dan sepasang sandal tua.

Dalam sebuah kisah pendek, Ayatullah Tawassuli meriwayatkan bahwa pada penghujung umurnya, Imam Khomeini sakit dan memerlukan pengawasan yang lebih ketat.

Pada tiap malam seorang tentara berjaga-jaga di depan kamar pengagum Ibnu Sinna dan Mulla Sadra itu. Suatu saat sang penjaga bertutur, ” Imam biasanya bangun dua jam sebelum azan subuh. Suatu malam aku mendengar beliau menangis tersedu-sedu. Aku pun ikut menangis. Ketika Imam keluar dari kamar untuk memperbarui wudhu’-nya, beliau melihatku. Kemudian Imam berkata-kata pelan kepadaku :

  • ‘Wahai prajurit. Hargailah masa mudamu dan berbaktilah pada Allah. Kenikmatan ibadah yang luar biasa  ada pada saat muda.  Ketika kamu tua nanti,  hatimu sangat ingin beribadah, tapi engkau tidak akan lagi memiliki kesehatan dan kekuatan untuk melakukannya.'”

Sebegitu sederhana hidup pribadinya, penulis 200-an buku yang ketika wafat (pada usia 89 tahun) jenazahnya nyaris “diperebutkan” dua juta pelayat itu sangat gigih memperjuang Islam lebih daripada negerinya.

Pada salah satu pidatonya di Qom (1980, sekitar setahun sesudah revolusi) ia mengatakan:

“ Kita tidak menyembah Iran, kita menyembah Allah. Sesungguhnya partriotisme itu salah satu bentuk kekafiran. Saya katakan, biarkan tanah ini (Iran) terbakar. Saya katakan, biarlah tanah ini hangus berasap, asalkan Islam berkibar menjadi juara di atas dunia.” (Amir Taheri dalam Nest of Spies : America’s Journey to Disaster in Iran, 1989). 

Pada Desember 1988, sebelum runtuhnya Tembok Berlin, Imam Khomeini mengirim surat kepada Presiden Soviet Mikhail Gorbachev, dan memperingatkan ancaman runtuhnya ideologi Komunis, serta mengundang Gorbachev untuk mempelajari Islam.

Anti-'Satanic Verses' Demonstration – London

Demo anti buku 'Satanic Verses' di London (Photo credit: cromacom)

Dalam surat bersejarah itu, sang Imam antara lain berkata:

“Sangatlah jelas bagi siapapun bahwa Komunisme akan dicari di dalam musium-musium tempat pelajaran sejarah politik.”

 

Perkataannya terbukti. Komunisme Uni Sovyet hancur berantakan — antara lain lewat program Glasnost dan Perestroika yang terkenal itu.

Ulama, pejuang, politikus, sekaligus sufi, Khomeini itu.

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on 20/04/2012 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , ,

3 responses to “Pesan 2 Jam Menjelang Subuh

  1. Muhammad Assegaff

    28/04/2012 at 8:18 pm

    Memang imam Khomeini perlu diacungi jempol. Dia pejuang yang ikhlas. Sampai sekarang belum ada orang yang seperti dia.

     
  2. mieke1506

    20/04/2012 at 8:14 pm

    Saya bagikan lagi via FB, ya. Hatur nuhun

     
  3. Haem

    20/04/2012 at 4:45 pm

    Sungguh contoh ideal seorang sayyid.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: