10 Pedoman Hidup – Rahasia Sebuah Kaligrafi


Sebuah kaligrafi menghiasi ruang tamu satu kantor di wilayah Condet. Terhenyak Anda jika membacanya. Yakin. Isinya ringkas, tapi penuh makna:

Lukisan Imam Ali bin Abithalib a.s. : 10 Pedoman Hidup

10 Pedoman Hidup Imam Ali bin Abithalib as:

1. Dosa terbesar adalah takut;

2.Rekreasi terbesar adalah bekerja;

3. Kesalahan terbesar adalah putus asa;

4. Keberanian terbesar adalah sabar;

5. Guru terbesar adalah pengalaman;

6. Rahasia paling berarti adalah mati;

7. Kebanggaan terbesar adalah kepercayaan;

Perjuangan seorang ayah: Rekreasi terbesar adalah bekerja…

8. Keuntungan terbesar adalah anak saleh;

9. Pemberian terbaik adalah partisipasi; dan

10. Modal terbesar adalah percaya diri.

~ Sholawat!

 

 

 

 

 

Catatan:

Ali bin Abithalib a.s. adalah menantu Nabi saw, suami Siti Fatimah az-Zahra al-Batul a.s. Di antara dua putranya adalah Hasan dan Husain a.s. — yang dikenal sebagai “dua penghulu pemuda surga”. Amat disayangkan sekarang ini, menurut kritik sebagian ulama, banyak orang lebih kenal Tom Cruise, atau David Villa ketimbang pribadi-pribadi agung itu.

Semula saya tidak percaya. Tapi kemudian si Kiwir, kawan kita itu, memberi saran: “Coba saja cek adik, kemenakan atau anak kita sendiri deh…”

Boleh jadi Kiwir benar.

6 thoughts on “10 Pedoman Hidup – Rahasia Sebuah Kaligrafi

Add yours

  1. Mula-mula saya heran, mengapa dosa terbesar adalah takut, karena saya pikir, dosa bila berbohong jauh lebih besar. Tapi, setelah saya bertanya kepada diri sendiri “Mengapa orang berbohong?”, yang jawabannya – saya pikir – adalah “Karena takut mengatakan kebenaran”, saya memandang “takut” sebagai penyebab banyak keburukan lainnya. Demikian pula dengan kesembilan butir lainnya, bila kita renungkan, semuanya dapat memberi makna yang jauh lebih luas.

    Betul-betul sebuah pedoman ringkas yang penuh makna. Jazakallah khairan kathieran

    1. Benar, Teh Mieke. “Takut” itu biasanya berjalan dengan yang ‘salah’, yang tidak benar, yang ‘harus disembunyikan’ — biasanya perbuatan aib. Tetapi lebih dari itu, saya pikir yang dimaksudkan adalah ‘kita tidak boleh takut’ kepada siapa pun dan apa pun di dunia ini, dan hanya boleh ‘takut’ kepada Allah SWT. Kuatir, bila sampai manusia ‘takut’ kepada yang lain, maka ia bisa terjerumus pada penyekutuan Tuhan (syirik). Wallahu a’lam.
      Terima kasih banyak atas komentar-komentar dan ‘cap jempol’-nya. Jazaakillah khairal jazaa’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: