Mengelola Citra dan Reputasi

Sudah jamak diketahui, untuk memenangkan pemilihan kepala daerah, seperti gubernur DKI, para calon gubernur itu membutuhkan bantuan ahli komunikasi.

Dalam urusan kampanye mereka, semua tahu, peran ahli citra atau image menjadi sangat sentral.

Sebab, lewat garapan ahli komunikasi, khususnya Public Relations (PR), maka citra sang calon bisa dilejitkan secara signifikan, meninggalkan para pesaing lain. Dalam tempo singkat, seorang calon gubernur yang belum dikenal sebelumnya, umpamanya, bisa merebut simpati dan meningkatkan popularitasnya di mata audience.

Itu sebabnya belakangan ini banyak yang menamakan pengelolaan PR dengan ‘reputation management’, atau image management. Setali tiga uang dengan itu, orang marketing menyebutnya ‘brand management’. Continue reading Mengelola Citra dan Reputasi

Fungsi Watchdog Media di Negara Demokratis

MTSU Mass Media Students - Capitol Street Part...
Mahasiswa jurusan Mass Media di AS (Photo credit: tncountryfan)

Transparansi media berbicara mengenai bagaimana media menjadi sebuah jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Sayangnya, seringkali jembatan ini rapuh bahkan terputus oleh karena adanya agenda media atau agenda politik.

Tulisan ini merupakan komentar Jeany Chen terhadap tulisan saya (Syafiq Basri) yang berjudul, “Mana Lebih Dipercaya; Media atau Politisi?”  Berhubung cukup menarik, komentar ini  sengaja saya jadikan tulisan terpisah (dengan editing seperlunya), sebagai penghargaan saya kepada sang komentator, Sdri.Jeany Chen.

Continue reading Fungsi Watchdog Media di Negara Demokratis

Saat ‘Nganggur

Saat senggang, tidak ada yang harus dikerjakan di rumah, banyak pilihan kegiatan dapat dilakukan. Polling (jajak pendapat) ini ingin menemukan apa yang paling banyak dilakukan orang saat senggang itu. Silakan mengisi ‘polling’  ini dengan memilih salah satu jawabannya.

Nama Anda yang memilih tidak akan muncul dalam polling ini, jadi terjamin kerahasiaannya. Saya juga tidak akan tahu nama Anda, karena sistem yang disediakan tidak memungkinkan untuk itu. Tetapi Anda diharapkan hanya mengisi satu kali. Jajak pendapat ini berlangsung hanya satu pekan (7 hari).

Terima kasih untuk partisipasi Anda.

Salam.

Mana Lebih Dipercaya: Media atau Politisi?

Portrait of Sergeant Major Susilo Bambang Yudh...
Susilo Bambang Yudhoyono ketika berpangkat Sersan Mayor (Photo: Wikipedia)

Media: Antara Politisi dan Rakyat

HINGGA hari ini kita belum tahu persis apa hasil akhir polemik antara Dipo Alam dan Media Group. Namun, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam ulang tahun Majalah Tempo 9 Maret (2011) lalu seperti mengingatkan adanya ‘persaingan’ antara penguasa dan pers.

Saat itu SBY menilai fungsi pers sebagai kontrol terhadap penguasa saat ini sudah berjalan. “Dulu pers takut terhadap penguasa. Sekarang saya tidak tahu, mungkin penguasa takut kepada pers,” kata SBY setengah bercanda.

Oleh: Syafiq Basri Assegaf; Artikel di Media Indonesia 13 April 2011 (halaman 15 – Opini)

Meski pernyataan Dipo Alam konon merupakan sikap pribadinya, toh orang sulit memisahkan antara Dipo sebagai individu dan predikatnya sebagai Sekretaris Kabinet yang menjadi ‘tangan kanan’ pemerintah, sehingga orang seperti anggota DPR Pramono Anung pun, misalnya, sempat menilainya sebagai ‘pernyataan pejabat pemerintah’. Continue reading Mana Lebih Dipercaya: Media atau Politisi?

Pesan 2 Jam Menjelang Subuh

Setiap dua jam sebelum subuh lelaki tua itu bangun. Ia berwudhu, lalu tahajud. Tak pernah lepas solat malam dilakukannya sejak muda.

Sang kakek dikenal dengan nama Imam Khomeini, atau Ayatullah Khomeini.  Anak tertuanya, Mustafa syahid dibunuh oleh Savak,  tentara Syah Iran yang dikenal bengis.

Ayatollah Khomeini returns to Iran after 14 ye...
Ayatollah Khomeini kembali ke Iransetelah 14 tahun dalam pengasingan pada 1 February 1979. Ia menuruni tangga pesawat dibantu seorang pilot Air France (Wikipedia)

Ayatullah Khomeini menggulingkan raja yang lalim, Syah Reza Pahlevi, pada 1979 – pada saat puncak kekuasaannya di negeri nomor lima paling kuat di dunia. Pemimpin Revolusi Islam Iran itu dikenal sangat sederhana dan berakhlak tinggi. Kalau saja mau, beliau bisa menjadi penguasa paling kaya di dunia. Milyaran dolar harta yang ditinggalkan Syah (yang lari ke AS) ditambah hasil minyak Iran yang sangat berlimpah bisa menjadikannya kaya raya. Continue reading Pesan 2 Jam Menjelang Subuh

Mencari Suami

Alkisah, sebuah department store menjual calon suami baru diresmikan. Baru sampai di sini, si Kiwir tertawa ngakak:” huahaha…ada-ada saja. Toko jualan calon suami…”

Serasi sampai kakek-nenek: lelaki seperti apa yang ideal sebagai suami?

Benar. Menjual lelaki, calon pengantin pria. Bangunannya mewah, bertingkat enam. Segera sesudah dibuka, toko itu diserbu kaum wanita. (Mungkin karena sekarang ini lebih sulit cari calon suami ketimbang calon isteri, kaleee?)

Di situ para wanita single dapat memilih calon suami yg diinginkannya. Di setiap pintu, pada tiap lantai, terpampang instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main dan segala info bagi para calon pembeli.

Tulisan ini diilhami catatan teman saya Si Wie yang pernah menulis di Facebook-nya . Karena ada makna yang menarik di dalamnya, saya menggubah lelucon ini agar sedikit lebih seru.

Continue reading Mencari Suami

Jokowi dan Branding Gubernur Jakarta

Saya menduga kuat pemenang pemilihan gubernur DKI mendatang adalah pasangan Jokowi-Basuki ’Ahok’. Setidaknya mereka berdua akan masuk di putaran kedua.

Berbeda dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia – yang menunjukkan pasangan Fauzi ‘Foke’ Bowo-Nachrowi Ramli di tempat teratas — survei sederhana yang saya lakukan baru-baru ini mengindikasikan pasangan Jokowi-Ahok paling disukai responden.

Dasarnya adalah polling menggunakan Black Berry Messenger (BBM) yang saya sebarkan kepada 100-an teman. Ada dua pertanyaan. Pertama, pasangan mana yang Anda pilih? Kedua, apa alasan Anda memilih pasangan itu?

Continue reading Jokowi dan Branding Gubernur Jakarta