RSS

Menulis di antara *Bintang-bintang*

11 Jan

Mike Tyson at SXSW 2011

Menulis itu mudah, asal mau berlatih. Saya mengajak penggemar kata mutiara atau kata bijak menulis sebuah kalimat atau pantun, atau apa saja, dengan kata kunci “bintang” atau bintang-bintang.

Berikut tiga buah contoh:

1. Saya ini pemimpi. Saya harus mengimpikan dan meraih bintang-bintang, dan sekiranya tidak memperoleh *bintang maka saya bisa merengkuh segumpal awan. (Mike Tyson)

Helen Keller

Hellen Keller

2. Buat sasaran sejauh bulan, dan jika luput Anda masih tetap berada di antara *bintang-bintang. (Les Brown)

3. Mereka yang pesimis tidak akan pernah menemukan rahasia bintang-bintang, atau berlayar mencapai pulau idaman, atau membuka gerbang baru bagi semangat kemanusiaan (Helen Keller).

Tuliskan saja di bagian komentar blog ini, jika Anda mau. Selamat mencoba.

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on 11/01/2012 in Communication, Study

 

Tags: , ,

4 responses to “Menulis di antara *Bintang-bintang*

  1. Sabrina Wildan

    09/05/2012 at 8:28 am

    selain kata-kata dari les brown yang bapak tulis, ada satu kata mutiara dengan kata kunci bintang yang saya suka..

    We are all in the gutter, but some of us are looking at the stars.”
    — Oscar Wilde

    kata mutiara atau kata bijak yang indah terkadang bisa menjadi dongkrak penyemangat hidup tersendiri yaa pak 🙂

     
    • Syafiq Basri

      10/05/2012 at 1:43 pm

      Benar Sabrina, seringkali kata-kata seolah bisa ‘menyihir’ manusia. Itu sebabnya kita dianjurkan untuk selalu berpikir dan bertutur positif, dan bergaul dengan mereka yang positive thinking.

       
  2. mieke1506

    11/01/2012 at 10:47 pm

    Saya tidak pandai menulis, tapi saya mau mencoba dengan menggunakan kata bintang. Ini dia :

    Tiga pasang bola mata di meja makan, saat mengatakan: “Enak sekali, Bu. Terima kasih,” adalah bintang-bintang cantikku.

    Waduh, garing ya. Saya coba sekali lagi di bawah ini, namun bukan kalimat bijak, bukan juga pantun – sekedar masuk kaategori “apa saja”

    Salah satu bintang istimewa yang sedang kuuber adalah “kelulusan” si bontot – yang lahir dengan bobot 1,3 kg (27 minggu), jantung bocor, agak lambat merespon cahaya (keracunan oksigen karena 60 hari dalam inkubator?!), baru berjalan setelah 18 bulan dan punya cara berpikir “unik” – dari sekolah kehidupan.

    Tetap jelek ya. Saya akhiri saja dengan kalimat pendek berikut:

    Keluarga adalah salah satu karunia terbesarNya yang menjadi bintang penerang hidupku

     
    • Syafiq Basri

      13/01/2012 at 11:05 am

      Terima kasih, Bu Mieke. Ibu memang bintang utama bagi si bontot (lahir pada usia 27 minggu ? Wow..!) dan kakak-kakaknya. 🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: