RSS

Dialog ‘Tom Cruise’ dan Ayahnya

24 Dec

Sesudah solat asar dan makan klepon dan misro sambil ngopi, pada suatu sore terjadi dialog menarik antara ayah dan anak lelakinya di Depok

– Daddy, aku mau tanya dong: mengapa kita harus mencintai keluarga Nabi?
+ Oh, my beloved son.. Anak lanangku yang ganteng kayak Tom Cruise, itu perintah Allah
– Di Qur’an ada?

Surat al-Wilayah

+ Ya jelas dong Nak. Kumaha sih, kamu ini…? Masa’ gak pernah baca? Nih lihat: “Katakanlah (wahai Muhammad) Aku tidak meminta kepadamu upah apa pun atas seruanku (da’wah membawa kepada agama yang benar, Islam ini), kecuali kasih sayang kepada Al-Qurba (karib kerabat atau keluargaku)…
– Sebentar Dad, sebentar… let me see. (Ia menengok kitab suci yang ada di tangan ayahnya). Itu Surat Asy-syuraa ayat 23 ya?
+ Seratus… pinter kamu Nak! Surat 42 ayat 23.

– Ada hadisnya, Dad?
+ Oh, ada Nak. Ada… Sahabat Ibnu Abbas r.a. berkata, ketika turun ayat tadi para sahabat Nabi bertanya,” Wahai Rasulullah, siapakah keluargamu yang wajib kita cintai?”. Nabi saw menjawab: Ali, Fatimah dan kedua putra mereka (Hasan dan Husain).

– Periwayatnya oke gak Dad? Atau jangan-jangan hadis itu tidak sohih, Dad?
+ Waaah.. ‘Nggeeer,anak lanangku… Kritis benar kamu ya. I like you, my son! Justru hadis ini diriwayatkan oleh banyak ulama Ahlussunnah wal jamaah, antara lain Ahmad (bin Hanbal), Al-Thabrani, Al-Hakim, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Murdawaih, dan Al-Thabari.

– Terus Dad?
+ Tidak kurang dari 45 ulama terdahulu dan terpenting meriwayatkannya. Di antara: As-Suyuthi dalam ad-Duur al-Mantsur 7;348, Al-Nasafi dalam tafsirnya 4;105; Az-Zamakhsyari dalam Al-Kasysyaf 5; 701; Al-Fahru ar-Razi dalam Mafatih al-Ghaib: 27; 166, Ibnu Katsir dalam kitab Tafsirnya, 4;112; Al-Baidhawi dalam Tafsirnya, 4; 123, dan masih banyak lagi, Nak… Kalau Daddy sebut semua dan kamu tulis di Facebook-mu nantinya FB-mu jadi kayak pelajaran ‘mustholah hadits‘ atau yang serupa dengan itu..

The first and last chapters of the Quran toget...

The first and last chapters of the Quran together written in the Shikastah style. (Photo credit: Wikipedia)

Sang anak belum puas rupanya. Ia mahasiswa yang kritis. IP-nya selama ini selalu di atas 3,5.

– “Teruskan dong Dad… Soalnya aku heran, ketika hadir di acara Asyura Desember lalu, pas 10 Muharram itu, ada yang ceramah soal mencintai Ahlulbait Nabi. Tapi karena penuh sesaknya ruangan aku gak kebagian tempat. Jadi aku duduk di luar, dan sound-system-nya rada payah. Gak jelas, Dad..”

+ Yang harus kita ingat, Nak, yang minta agar kita (pengikutnya) mencintai keluarga (ahlul bait) Nabi itu bukan Nabi sendiri, melainkan Allah. Kalau percaya pada Islam dan ber-Tuhankan Allah yang menurunkan Al-Qur’an, ya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjalankan perintah itu.

– Jadi itu perintah wajib? Sama dengan perintah solat, puasa dan haji?
+ Benar Nak, fardhu ‘ain — wajib bagi setiap Muslim untuk mencintai Nabi dan keluarganya yang suci ‘solawatullah wa salaamu ‘alaihim. Hadis Nabi yang lain mengatakan begini: “Sesungguhnya Allah menjadikan upahku atas kalian adalah kecintaan kepada Ahlulbaitku, dan aku kelak (pada hari Kiamat – maksudnya) benar-benar akan meminta pertanggung-jawaban kalian tentang mereka.” Hadis itu dimuat dalam Dzakhair al’Uqba: 25, dan al-Shawaiq: 171.

– Hmmm…oke. Masih ada hadis yang lain, Dad?
+ Wah, banyak Ngger. Ini satu lagi, tapi dengan redaksi berbeda. “Al-Hakim al-Hiskani meriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili bahwa Nabi saw berkata, yang ringkasnya adalah: ‘Sesungguhnya Allah menciptakan para nabi dari berbagai pohon (silsilah keturunan) yang berbeda-beda dan Dia menciptakan aku dan Ali dari satu pohon (silsilah yang sama). Akulah asli (pangkal)-nya, dan Ali furu’ (dahan)-nya. Hasan dan Husain adalah buahnya, para syiah (pengikut) kami (keluarga Nabi) adalah dedaunannya. Maka barang siapa bergantung pada salah satu ranting-nya (ghusnin min aghshoonihaa) maka ia akan selamat.’

Lukisan Ali bin Abithalib (as) pada Perang Khaibar (sumber: wikipedia)

– Ntar Dad..sebentar… Tegas sekali ya sabda Nabi itu?
+ Tunggu dong. Belum selesai nih.. Lanjutan hadis itu begini: ‘Dan barang siapa menyembah Allah di antara Shafa dan Marwa selama seribu tahun kemudian seribu tahun lagi sampai ia menjadi seperti batang lapuk kemudian ia tidak mencintai kami Ahlul bait, pastilah Allah akan menjungkirbalikkannya di atas hidungnya ke dalam api neraka. Kemudian (kata perawi) Nabi saw membaca ayat ‘Katakanlah Aku tidak meminta upah.. yang tadi di Surat Asy-syuraa ayat 23 itu lho Nak…

– Di kitab Sunni mana itu termaktub, Dad?
+ Di Syawahid at-Tanzil jilid 2;141-142, hadis no.837.

– Waah, mantaaab… Daddy memang hebat…!
+ Ayah siapa dulu dong… Tom Cruiiiisseee… hehehe…

(Si ayah cengar cengir…Ia membenarkan letak tubuhnya di atas kursi. Ia menghela napas — karena merasa agak sesak, sesudah terjatuh kesrimpet sandal di acara Asyura itu.)

– MashaAllah… beruntung kita mencintai Ahlulbait Nabi ya Daddy…? Daddy mau ice cream Magnum?
+ Mau dong… (Daddy kemudian nyeruput ice cream yang lagi ‘naik daun’ dan diperebutkan orang di banyak tempat itu).

+ Thanks, Son…
– Enak ya Dad, ice creamnya?
+ Hmmm.. iya enak. Jadi, yang juga penting dicatat adalah tulisan dari Al-Hakim Al-Hiskani yang meriwayatkan dari Sufyan Ats-Tsauri dari Asbath dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, ketika menafsirkan ayat Ihdinas-Shirootol Mustaqiem – Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan “nikmat” kepada mereka …

– Maksudnya yang ada dalam Surat Al-Fatihah?
+ Benar, Ibnu Abbas r.a. di situ berkata, bahwa “ yang dimaksud dengan ‘berilah kami jalan yang lurus (shirotol mustaqiem)’ itu adalah ‘berilah kami petunjuk ke jalan kecintaan kepada Nabi saw dan Ahlulbait beliau.”

Lima nama Ahlil Kisaa’ (Nabi saw bersama Ahlul Baitnya) di keliling nama Allah

– Oh ya? Di mana itu ditulis, Daddy?
+ Dalam Syawahid at-Tanzil, Al-Hiskani, 1/57, hadis 86-87; dan hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dalam tafsir Al-Kasyfu wa Al-Bayan, 1/120.

– Jadi “nikmat” dalam surat Al-Fatihah itu bukan banyak rejeki, Dad?
+ Bukan, my son. No it is not about that. Daddy pernah dengar seorang ulama menjelaskan mengenai tafsir surat Al-Fatihah itu, bahwa ‘nikmat’ yang dimaksud dalam surat Fatihah tentulah bukan “harta benda” atau sesuatu yang material sifatnya, karena jika itu yang dimaksud, berarti kita minta dijadikan seperti Firaun, Marcos, Syah Iran, dan penguasa-penguasa tiran dan kaya raya, dong…

– Benar juga Dad. Logis ya…
+ Iya dong.. Lagi pula, bayangkan, masa’ Tuhan bicara soal remeh-temeh, soal harta dan sesuatu yang fana itu dalam induk Al-Qur’an (Al-Fatihah), yang kemudian kita baca dalam setiap solat? Bukankah mustahil Allah menyuruh kita minta sesuatu yang tidak berharga, yang fana, yang jadi incaran orang model Fira’un, Gayus, dan para koruptor?

– Hehehe.. Daddy bisa aja. Jadi apa saja manfaat kita mencintai keluarga Nabi saw, Dad?
+ Banyak, Nak. Tapi mari Daddy ceritakan sedikit di antaranya. Abu Said al-Khudri pernah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Demi Allah. Tiada seorang hamba mencintai Ahlulbaitku melainkan Allah memberinya cahaya sehingga ia menjumpaiku kelak di telaga al-haudh, dan tiada seorang hamba membenci Ahlulbaitku melainkan Allah tidak akan melihatnya (merahmatinya) pada hari kiamat.” Sebelum kamu tanya, itu ada di buku karya Al-Hiskani, Syawaid, 2; 310, hadis no.947.

Sunni-Syiah Bersatu: semua harus mencintai keluarga (Ahlul Bait) Nabi saw

– Terus?
+ Di hadis lain dikatakan, “Mengenal keluarga (Ahlul Bait) Muhammad adalah keselamatan dari api neraka, kecintaan kepada Ahlul Bait Muhammad adalah ‘surat jalan’ di atas titian shirat (spti dalam shiratal mustaqiem), dan berwilayah kepada keluarga Muhammad adalah pengaman dari siksa (‘adzab) neraka. Itu ada dalam Al-Qandusi al-Hanafi, Yanabi’ al-Mawaddah hadis no.16; Al-Hamawani, Faraid Al-Simthain, 2; 257. Keduanya meriwayatkan dari sahabat Migdad ibn al-Aswad.

Daddy dan si ‘To Cruise’-nya menyeruput habis ice cream… Sang ayah lalu minta disediakan kopi kegemarannya sebagai temannya merokok ‘A’ Mild.

– Aku jadi ingat, Dad. Tempo hari Ustadz-ku di Condet pernah mengisahkan bahwa Imam Ja’far as, ya, itu lho Dad, salah seorang cucu Nabi saw, pernah berkata: Demi Allah, tidak meninggal seorang hamba yang mencintai Allah dan Rasulnya (Saw) serta berwilayah kepada para Imam a.s. .. Maksudnya 12 Imam penerus Nabi saw ya Dad… lalu api neraka menyentuhnya.
+ Iya benar. Ustadz-mu itu merujuk pada buku Rijaal al-Najjaasyi 1; 138, dari Ilyas ibn ‘Amr al-Bajali dan Syrah al-Akhbaar 3; 463, hadis No. 1355.

– Kok Daddy tahu aja?
+ Tahu dong… Daddy kan juga belajar sama beliau…
– Ooooh….?

Si “Tom Cruise’ memeluk ayahnya… Lalu mencium tangan sang ayah.
Tak lama ia pergi tidur, karena besok ada Ujian di kampusnya, Paramadina.

+ Tasbah ‘ala khair ya Nak…(Semoga kau masuki esok pagi dalam anugerah sehat dari Allah)
Wa anta min ahlihi, Dad…(Semoga ayah juga termasuk di dalam karunia itu..)

Advertisements
 

Tags: , , , , ,

6 responses to “Dialog ‘Tom Cruise’ dan Ayahnya

  1. Ibrahim Ajie

    26/01/2012 at 4:47 pm

    Apakah Istri Baginda Rasulullah, yaitu Ibunda Aisyah Radiallahuanha, anak dari sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA juga termasuk Ahlul Bait, Pak Syafiq? Tks. Salam

     
  2. rusnani yuana

    01/01/2012 at 10:44 pm

    Pak Syafiq aku jg ikutan bagi-bagi lo …..permisi ya…dan thanks a lot…

     
  3. Adzar Alistany Kadzimi

    31/12/2011 at 3:46 pm

    setua itu hubungan ayah dan anak masih mesra,,, keren2… 🙂

     
    • Syafiq Basri

      31/12/2011 at 4:26 pm

      Hehehe… LOL Iya, namanya juga fiksi. Sekaligus ajakan, agar meski sudah tua ayah atau ibu harus tetap mesra dengan anak-anak mereka. Terima kasih atas komentar Anda.

       
  4. mieke1506

    24/12/2011 at 9:35 pm

    Dialog “Tom Cruise” membuat saya tertegun – bukan karena kandungannya (yang memang sudah indah) tapi karena cara penyajian bahan penting dengan cara “sederhana”. Sebuah pencerahan” lagi untuk saya. Terima kasih, bang Syafiq. Boleh saya bagikan lagi, ya. Nuhun

     
    • Syafiq Basri

      24/12/2011 at 11:33 pm

      Sebenarnya Dialog “Tom Cruise” sudah pernah ditulis di Facebook. Saya yang justru berterima kasih atas compliment Bu Mieke.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: